Connect with us

Politik

Masyarakat dan Parpol di Kota Tangerang Perlu Pahami UU No 7 Tahun 2017

Published

on

Bawaslu adakan sosialisasi UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Tangerang Agus Muslim menjelaskan bahwa masyarakat harus memahami UU No 7 Tahun 2017 ini.

Tidak hanya masyarakat, pihaknya juga menekankan kepada Parpol di Kota ini untuk turut mempelajari dan memahami aturan main bagi Pemilu Legislatif (Pileg) yang akan berlangsung tahun depan.

“Memahami UU ini sangat penting, khususnya kepada kader-kader Parpol. Ini harus disampaikan dengan baik, ketika point-point yang sudah tersampaikan terkait dengan prosedur, pelanggaran, tata kelola dan pendaftaran ini harus ditaati oleh peserta Pileg dan Pemilu,” ujar dia saat ditemui di acara Sosialisasi UU No 7 Tahun 2017 di Hotel Alium, Kota Tangerang, Selasa (5/6).

Acara yang diselenggarakan oleh Bawaslu bersama DPR RI ini di ikuti oleh seluruh kader DPC PDI-P Kota Tangerang. Menurut Agus pelanggaran dalam UU tersebut tidak terlalu signifikan, namun ia akan tetap mensosialisasikan UU ini sebagai pencegahan.

“Semua jenis pelanggaran yang sifatnya bisa mencederai proses demokrasi kita harus antisipasi, oleh karena itu bentuk sosialisasi ini sangat penting agar pencegahan ini efektif. Jangan sampai mereka ini melakukan pelanggaran tetapi tidak mengerti UU dan aturannya kan hal itu sangat ironis,” jelas dia.

“Jika mereka sudah mengerti dan paham jadikan mereka sudah tahu akibatnya apa, ada administratif dan ada pidana. Kami berharap konteks ini mereka tidak melakukan hal hal yang melanggar UU ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi II dari Fraksi PDI-P Irjen Pol Eddy Kusuma Wijaya yang menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama Bawaslu RI, mengatakan bahwa dalam sosialisasi itu pihaknya menyampaikan perihal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh peserta dalam pelaksanaan Pileg dan Pemilu.

“Tadi kami bekerjasama dari DPR dan Bawaslu RI, berkaitan dengan UU ini masyarakat didorong harus mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam Pemilu. Tingkat pelanggaran selama ini belum tetapi pihak Bawaslu ingin mensosialisasikan UU ini supaya peserta dan masyarakat lebih memahami,” ungkap dia.

Pihaknya pun mengakui sudah melakukannya pengawasan dalam pelaksanaan Pemilu. Tidak sampai disitu ia juga mendorong aparatur sipil negara untuk mengamankan pesta demokrasi masyarakat tersebut.

“Tujuan kita juga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan di Pemilu ini, bahkan beberapa didaerah itu masih kita temui tingkat partisipasi yang rendah. Untuk itu kita menggandeng KPU dan Bawaslu sebagai salah satu upaya meningkatkan partisipasi masyarakat,” tandasnya.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Satu Suara Menentukan Masa Depan Indonesia

Published

on

By

metaonline.id
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. (istimewa)

METAONLINE,- Pemilu dan Pilpres bukan semata memilih caleg dan presiden saja. Tetapi, juga persoalan seluruh rakyat Indonesia. Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengingatkan seluruh masyarakat untuk ikut dalam ajang Pemilu 2019.

“Kita sepakat untuk memilih demokrasi adalah cara kita menentukan pemimpin. Seluruh masyarakat harus ikut andil menentukan pemimpinnya. Tak boleh ada satu orangpun melewatkan kesempatan itu, karena pilihan kita menentukan wajah Indonesia ke depan,” ujar Zulkifli. **Baca juga: Profil Gamal Albinsaid, Dokter dan Motivator yang Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan mengatakan, kunci untuk memilih pemimpin baik adalah rakyat harus paham.

“Sesungguhnya, dalam negara demokrasi, rakyatlah yang berdaulat dan berkuasa,” kata Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Zulkifli mengingatkan, Pilpres sesungguhnya adalah pilihan di antara sesama teman. Tidak perlu ada pertikaian, perselisihan, dan keributan. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Politik

Pasangan Jokowi Ma’ruf Paling Banyak Jadi Sasaran Hoaks

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi

METAONLINE,- Penyebaran berita bohong alias hoaks menjelang pilpres benar-benar mengkhawatirkan. Sepanjang bulan Juli hingga September 2018, ada 230 hoaks bertebaran. Pasangan Jokowi Ma’ruf paling banyak jadi sasaran hoaks.

Temuan ini diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Penyebaran hoaks tersebut, paling banyak menggunakan media sosial.

Presidium Mafindo Anita Wahid mengatakan, berdasarkan penelitian pihaknya, selama Juli-September 2018 terdapat 230 hoaks dengan berbagai konten.

Anita menyebut konten tertinggi yakni politik 58,7 persen, agama 7,39 persen, penipuan 7,39 persen, lalu lintas 6,96 persen dan kesehatan 5,2 persen. **Baca juga: Isu Hoaks Disebut Ancam Keamanan Pemilu

Anita melanjutkan, sarana yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi antara narasi dan foto 50,43 persen, narasi saja 29,96 persen, narasi dan video 14,78 persen dan gambar atau foto saja 4,35 persen.

Anita juga menyebut saluran penyebaran hoaks paling banyak menggunakan Facebook 47,83 persen, Twitter 12,71 persen, whatsApp 11,74 persen serta youtube 7,38 persen.

Khusus di September, terdapat 52 dari 86 berita hoaks dengan konten politik. Anita menjelaskan, 52 hoaks tersebut terbagi menjadi 36 hoaks menyerang pasangan capres dan cawapres Jokowi-Maruf dan sisanya menyerang pasangan PrabowoSandiaga. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Politik

Profil Gamal Albinsaid, Dokter dan Motivator yang Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Published

on

By

metaonline.id
Foto: twitter.com/gamal_albinsaid

METAONLINE,- Gamal Albinsaid merupakan seorang dokter sekaligus motivator. Gamal berasal dari kalangan nonparpol atau tidak tercatat sebagai kader dari partai politik pengusung Prabowo-Sandiaga.

Gamal adalah seorang inovator kesehatan, sekaligus social entrepreneur yang pertama kali mencetuskan Klinik Asuransi Sampah atau Garbage Clinical Insurance bagi masyarakat kurang mampu. Caranya, masyarakat yang mau berobat cukup membawa sampah sebagai pengganti biaya berobat.

Pria kelahiran Malang, 8 September 1989 ini menempuh pendidikan di tanah kelahirannya. Setelah lulus dari SMP Negeri 3 Malang, ia mengikuti kelas akselerasi di SMA Negeri 3 Malang dan lulus pada tahun 2007. Gamal kemudian kuliah d Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Ia berhasil lulus Cum Laude dengan IPK 3,69.

Sempat magang di Rumah Sakit Umum Daerah Syaiful Anwar Malang, Gamal lalu melanjutkan studinya ke tingkat master di universitas yang sama. Saat usianya 25 tahun, ia mengikui Sustainability Leadership Cambridge Program.

Gamal bukanlah orang sembarangan, semasa kuliah ia telah meraih 12 penghargaan ilmiah dari berbagai universitas di Tanah Air. Tak hanya itu, dia meraih penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Prize 2014 yang diselenggarai oleh Cambridge University, Inggris, dan Unilever.

Hal ini karena gebrakan Gamal dalam mendirikan Klinik Asuransi Sampah yang menggarap asuransi kesehatan dengan premi sampah bagi masyarakat kurang mampu. Pencetusan ini dllatar belakangi karena kisah seorang anak pemulung bernama Khaerunnisa yang meninggal karena diare di grobak sampah ayahnya. Khaerunnisa tidak bisa berobat lantaran biaya.

Inovasi Gamal inipun bahkan mendapat apresisasi dari Presiden Vladmir Putin saat ia diundang ke Rusia untuk memberikan inspirasi di hadapan 25.000 peserta dari 150 negara di dunia dalam acara World Festival of Youth and Students ke-19 yang diselenggarakan pada 15 Oktober 2015.

Sebagai sosok muda yang terus berinovasi, ia melakukan terobosan sebagai entrepreneur sosial di dunia digital. Gamal mendirikan Homedika, platform digital yang menghubungkan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dengan masyarakat untuk memberikan layanan kesehatan.

Selain itu, ia juga juga mendirikan Siapa Peduli, platform crowdfunding pembiayaan kesehatan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu mendapatkan dana kesehatan dengan pendekatan digital, media sosial, dan gerakan kerelawanan.

Pada tahun 2018, Gamal terpilih sebagai Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi menggantikan aktivis Ratna Sarumpaet. Sebelum kasus Ratna Sarumpaet menyeruak, Sandi mengatakan bahwa ia telah melirik Gamal sejak lama untuk masuk timnya. (Photo/Facebook/Gamalalbinsaid)

PENDIDIKAN
Madrasah Ibtidaiyah Jendral Sudirman Malang I (1995-2002)
SMP Negeri 3 Malang (2002-2005)
Kelas Akselerasi SMA Negeri 3 Malang (2005-2007)
S1 Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Malang (2007-2011)
S2 Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Malang (2011-2013)

KARIER
Internship di Rumah Sakit Umum Daerah Syaiful Anwar Malang (2011)
Pendiri dan CEO Klinik Asuransi Sampah
Pendiri dan CEO Homedika
Pendiri dan CEO Siapa Peduli
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, 2018

Continue Reading

Trending