Connect with us

Nasional

Masih Wacana, Libur Nasional Saat Pilkada Bikin Geger

Published

on

metaonline.id
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar Baharuddin. (istimewa)

METAONLINE,- Pemerintah berwacana menjadikan hari pencoblosan Pilkada Serentak 2018 sebagai libur nasional. Artinya, tidak hanya daerah yang menggelar pemilihan yang libur, daerah lain juga ikut libur.

Sekalipun masih wacana, libur nasional pada Pilkada mampu bikin geger media sosial. Tentu, banyak yang berharap agar wacana itu terlaksana. Wacana ini pertama kali dikemukakan ke publik oleh Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, kemarin lusa.

Dia menyebut, Keputusan Presiden terkait libur nasional Pilkada Serentak 2018 tengah disiapkan. Menko Polhukam Wiranto mengamini wacana itu.

“Tadi baru diwacanakan. Nanti tentu butuh keputusan pemerintah, Presiden dalam hal ini, mengapa nanti libur nasional diusulkan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kata Wiranto, ada dua pilihan libur Pilkada. Pertama, hanya berlaku di 171 daerah yang melaksanakan Pilkada Serentak. Kedua, dilakukan secara nasional dengan alasan bahwa pemilih tidak hanya berasal dari 171 daerah tadi. **Baca juga: 1.081 PNS Pemprov DKI Terlambat Masuk Kerja

“Dari hasil kajian dalam rapat tadi, ada mobilitas pemilih yang tidak hanya di 171 daerah (yang digelar Pilkada), tapi pemilih ini di seluruh daerah. Ada daerah yang tidak melaksanakan Pilkada tapi ada beberapa pejabatnya ber-KTP dan domisilinya masih di tempat lain,” papar Wiranto.

Dengan kondisi ini, kata Wiranto, jika yang diliburkan hanya 171 daerah, tentu akan mengganggu pelaksanaan Pilkada. Wacana libur nasional juga semakin kuat karena KPU mengusulkan hal serupa. **Baca juga: Tjahjo Tetap Yakin Pengangkatan Iriawan Sesuai UU

“Diusulkan KPU, alangkah lebih baik diliburkan secara nasional. Tapi ini kan butuh proses administrasi pemerintahan,” tambahnya. (Sir/bbs/net)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tangerang

Cuaca Buruk, AP II Minta Penumpang Datang Lebih Awal

Published

on

Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, menjelaskan kondisi yang mesti diantisipasi karena cuaca ekstrem belakangan ini, Jumat (21/9/2018).

TANGERANG, MO – PT Angkasa Pura II (Persero) mengimbau agar pengguna jasa di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, mengantisipasi adanya kendala akibat cuaca ekstrem yang terjadi pekan ini.

Pengelola bandara tersibuk kedua se-Asia Facific dan 17 di dunia itu mengingatkan terkait kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.

Di mana penumpang sebaiknya bersiap menghadapi kondisi yang kurang nyaman. Kondisi seperti saat ini diharapkan agar pengguna jasa dapat mengantisipasi adanya kendala.

“Kami mengimbau kepada para penumpang saat ini cuaca sangat ekstrem, agar bersiap siaga dalam kondisi tertentu,” ujar Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (21/9/2018).

Kondisi cuaca saat ini sangat sulit di prediksi. PT Angkasa Pura II mengimbau kepada pengguna jasa bandara dapat mempersiapkan diri lebih awal untuk datang ke bandara agar tidak terburu-buru saat akan melakukan check in.

Sebab, hujan lebat dan cuaca ekstrem bisa mempengaruhi operasional penerbangan.

Sehingga seluruh operator penerbangan perlu mewaspadai risiko cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah sejak awal September 2018 ini.

PT Angkasa Pura II berharap para pengguna jasa untuk datang lebih awal atas jadwal penerbangan. Karena hujan lebat yang meningkat dapat menyebabkan kemacetan dalam perjalanan menuju ke bandara.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan pihak Otoritas Bandara. Meskipun hingga saat ini delay dan penutupan operasional bandara belum terjadi, sejauh ini cuaca masih dinyatakan layak. Tetapi kami selalu koordinasi,” jelasnya.

Dirinya juga menyatakan, pihaknya terus melakukan pengecekan marka landasan pacu.

“Kondisi seperti ini penting untuk kejelasan feasibility selama pergerakan di sisi udara,” tuturnya.

Selain itu, pihak PT Angkasa Pura II juga telah mengoperasikan Terminal Operation Center yang berfungsi untuk memonitor seluruh aktivitas dan kebutuhan di Terminal secara live. (agr)

Continue Reading

Nasional

Mahasiswa Desak Indonesia Keluar IMF

Published

on

DPP GMNI tolak pertemuan tahunan IMF di Bali.

TANGERANG, MO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak Pemerintah Pusat keluar dari keanggotaan International Monetery Fund (IMF). Desakan ini menyusul agenda pertemuan tahunan IMF di Bali, 12-14 Oktober 2018 mendatang.

IMF dinilai bakal jadi batu sandungan ekonomi Indonesia. Keikutsertaan Indonesia disebut hanya akan memudarkan sistem ekonomi Pancasila.

Wakil Ketua DPP GMNI Taufik Hidayat menuturkan, IMF hanya akan menjadikan Indonesia tempat penyaluram modal kapitalis.

“Bisa disimpulkan pertemuan ini hanya membahas kepentingan kapitalis global (imperialisme), memuluskan cengkramannya pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia,” terangnya.

Keikutsertaan Indonesia, dikatakan Taufik mestinya dimanfaatkan untuk mengenalkan sistem ekonomi Pancasila kepada negara peserta. Bukan sebaliknya, malah mengikuti agenda ekonomi liberal.

“Indonesia semestinya harus mempunyai posisi yang kuat untuk juga mengagendakan sistem ekonomi Pancasila sebagai rul model ekonomi dunia hari ini yang cenderung liberal kapitalis agar dibahas dalam pertemuan bergensi itu,” ujar Taufik.

Sejumlah alasan keluar dari IMF diutarakan Taufik. Dia mengatakan, sistem ekonomi Pancasila tak tergantikan dengan sistem liberal.

“Pemerintah harus menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun dalam menggerakan seluruh aspek kehidupan bangsa baik ekonomi, politik, social budaya dan lain sebagainya,” tukasnya.

Indonesia akan disibukan dengan agenda besar internasional annual meeting IMF-WB. Bali didaulat menjadi tuan rumah acara bergengsi ini. Agenda ini akan dihadiri 15.000 orang dari 189 negara anggota IMF di seluruh dunia. (FI)

Continue Reading

Ekonomi

Tiongkok – Amerika Perang Dagang, Ekspor Sarang Walet Lesu

Published

on

Ilustrasi sarang burung walet. (net)

TANGERANG, MO – Eksportir sarang burung walet mengaku bisnisnya mengalami stagnan dan cenderung turun dalam kurun dua bulan belakangan. Pihaknya berharap kondisi ekonomi global bisa segera pulih terutama ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Asisten Presiden Direktur Asosisasi eksportir sarang burung walet Bambang Irianto menerangkan, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika belum memberikan angin sejuk bagi sejumlah eksportir di tanah air.

“Terlebih pada ekspor sarang burung walet yang saat ini permintaan stagnan dan cenderung mengalami penurunan,” katanya, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (6/9/2018).

Hal tersebut merupakan dampak dari ketegangan ekonomi antara China dan Amerika Serikat.

“Ya mesti dollar sedang naik saat ini,” bilang Bambang.

Meski begitu, dirinya meyakini pasar potensial China sebagai negara peminat terbesar sarang burung walet Indonesia, akan berlanjut di bulan November hingga Desember 2018 ini.

“Penurunan sekitar dua bulan lalu. Tapi kita lihat saja imlek mempengaruhi, biasanya mereka akan menyetok di November dan Desember,” bilang dia.

Penurunan permintaan sarang burung walet ini, lanjut dia, tak hanya terjadi di China yang sedang perang dagang dengan Amerika Serikat. Tapi sejumlah negara konsumer sarang burung walet seperti Vietnam, Hongkong dan negara lainya juga terjadi stagnasi.

“Sama hampir seluruh pangsa pasar walet stag dan cenderung turun. Selama ini yang paling besar China, dan sangat dalam penurunannya,” kata dia.

Untuk kembali meningkatkan permintaan, pihaknya melalui asosiasi dagang akan melakukan prmosi ke sejumlah negara terkait manfaat konsumsi sarang burung walet.

“Dalam waktu dekat ada beberapa target promosi berupa pameran yang kami lakukan, diantaranya di Sanghai dan Beijing,” ucap dia. (FI)

Continue Reading

Trending