Masa Tanggap Bencana, Posko Kesehatan Layani Ribuan Pasien

0
123

TANGERANG, MO – Masa tanggap bencana masih bergulir, usai banjir melanda 294 titik di Kota Tangerang. Pemkot bersama unsur TNI dan Polri dan juga masyarakat terdampak, yang kini sedang masa pemulihan, terus bekerja bakti membersihkan sampah sisa banjir. Begitu juga yang menjalani pemulihan psikis dan medis, terus diberikan pelayanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Liza Puspadewi, mengungkapkan, sejak hari pertama Rabu (1/1) banjir melanda Kota Tangerang, sekitar ribuan pasien berhasil ditangani di Posko Kesehatan. Diketahui, Pemkot melalui Dinas Kesehatan sudah membuka 41 Posko Kesehatan yang tersebar di 13 Kecamatan dengan mengerahkan 984 tim medis.

“Data yang terakhir, Minggu (5/1) per pukul 12.30 ada 4185 pasien yang ditangani oleh Dinkes dengan rincian 2668 pasien kasus penyakit dan 1.517 pasien dengan luka ringan, yang tersebar di 41 Posko Kesehatan. Ada dari mereka yang juga terkena flu, diare dan penyakit ringan lainnya seperti penyakit kulit,” ungkap dr. Liza, Minggu (5/1).

Ia pun mengungkapkan, dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan, ada empat warga meninggal dunia. Yaitu, Jhon Andres (15), Warga Nerogtog, akibat berenang menggunakan batang pisang. Rodisana, Warga Ciledug, yang menurut keluarga tidak mau di evakuasi, M, Fatir (14) Warga Ketapang, dugaan jatuh dan hanyut. Terakhir, Jamilah, (52) Warga Batu Ceper, diduga tersengat listrik.

“Alhamdulillah, adanya pelayanan kesehatan dari ratusan petugas kesehatan Dinkes Kota Tangerang, cukup menjawab kekhawatiran para pengungsi atau korban banjir lainnya. Terlebih, bagi mereka yang trauma melihat bangunan rumahnya yang habis terendam banjir,” katanya.

Diketahui, posko kesehatan Dinas Kesehatan masih akan beroperasi sampai tanggal 07 Januari 2020, penyuluhan kesehatan lewat edukasi PHBS juga akan menjadi salah satu langkah kedepan dalam proses pemulihan, pascabencana yang terjadi di Kota Tangerang di awal tahun ini.

“Kita juga mengingatkan bahaya penyakit pasca banjir seperti Leptospirosis,” pungkasnya.(BS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here