Connect with us

Pendidikan

Manusia Produktif Hasil Dari Guru Yang Kompeten

Published

on

metaonline.id
ilustrasi/istimewa

METAONLINE,- Peningkatan kualitas guru harus masuk prioritas pemerintah dalam membenahi dunia pendidikan. Saat Indonesia menghadapi bonus demografi, guru yang kompeten diharapkan akan mendidik para siswa menjadi manusia produktif. inilah hasil dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) pada Peringatan Hari Guru se-Dunia 5 Oktober lalu.

Peneliti CIPS, Pandu Baghaskoro mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah sudah mengupayakan peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru. Dua program yang gencar dilakukan pemerintah adalah program sertifikasi dan tunjangan profesi guru. Namun keduanya juga bermasalah.

Guru diwajibkan mengikuti program sertifikasi yang berlangsung di kampus selama lima minggu. Hal ini membuat pihak sekolah harus mencari pengganti kekosongan guru di sekolahnya.

Pandu menyebutkan, banyaknya guru yang belum mendapat sertifikasi mengakibatkan para guru belum dapat menerima tunjangan profesi yang telah disediakan pemerintah. Apalagi masih banyak guru yang belum memiliki pendapatan yang memadai, sehingga kesejahteraan guru belum sepenuhnya terjamin.

Kondisi seperti ini banyak dialami oleh guru berstatus honorer, kontrak, atau non-PNS. “Hal ini dirasa tidak adil, sebab seluruh guru non-PNS memiliki andil yang sama dalam mendidik dan mengajar anak-anak bangsa. Namun, hanya sebagian kecil yang berkesempatan meningkatkan derajat hidup mereka. Itu pun kalau semuanya dinyatakan lulus tes CPNS,” terangnya.

Di satu sisi, negara butuh guru-guru yang memiliki kompetensi baik untuk masa depan anak bangsa. Sementara, guruguru membutuhkan jaminan atas kesejahteraan hidupnya. Untuk itu, sebaiknya pemerintah membuka kesempatan yang sama
bagi semua guru non-PNS untuk mengikuti persaingan terbuka dalam tes CPNS.

Kesempatan ini juga dapat dijadikan ajang sebagai pembuktian kompetensi mengajar mereka. “Walaupun guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, bukan berarti mereka tidak perlu tanda jasa. Karena mengemban misi mulia bagi masa depan bangsa, tentu mereka harus sejahtera,” tandas Pandu. (Sir/bbs/net)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Gerobak Baca Tunjang Literasi Siswa

Published

on

TANGERANG, MO – Terus berupaya agar budaya literasi siswa di sekolah meningkat. SDN Tanah Tinggi 1, sejauh ini telah menerapkan membaca 15 menit sebelum masuk sekolah. Setiap Jumat, perwakilan siswa diminta untuk menceritakan buku yang ia baca.

Tak puas sampai disitu, kini SD yang berada di Jalan Daan Mogot itu berinovasi membuat gerobak baca yang bisa menampung sebanyak 100 buku bacaan.

“Setiap hari, gerobak mengelilingi kelas-kelas yang ada, gerobak sengaja di cat cerah untuk menarik perhatian siswa,” kata Kepala SDN Tanah Tinggi 1, Yeti Sulistyawati, Rabu (18/9/2019).

Ke depan, SDN Tanah Tinggi 1, akan terus membuat program yang meningkatkan gairah membaca siswa.

“Ini dilakukan agar anak mengalami pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merangsang imajinasi,” ungkapnya.

Selain 15 menit sebelum jam masuk sekolah, jam membaca juga diperkuat setiap Sabtu.

“Dulu, siswa menerangkan apa yang ia baca hanya hari Jumat, sekarang ditambah satu hari yakni Senin setelah upacara bendera,” pungkasnya.(bono)

Continue Reading

Pendidikan

Walikota : Tanamkan Pendidikan Terbaik Sejak Dini

Published

on

TANGERANG, MO – Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Hj. Masyati Yulia menghadiri Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun 2019 yang diselenggarakan di Gedung MUI Kota Tangerang, Selasa (20/08).

Usia 0-5 tahun merupakan masa keemasan bagi anak, oleh karenanya Walikota meminta kepada seluruh guru PAUD untuk lebih aktif mencari tahu metode yang tepat dalam memberikan pengajaran.

“Pada usia itu anak akan belajar lebih cepat dibandingkan dengan tahap usia selanjutnya,” ungkap Walikota.

“Ini menjadi tantangan untuk guru PAUD yang ada di Kota Tangerang agar mampu menanamkan nilai yang positif dan berakhlakul karimah kepada anak,” ujarnya.

“Contoh berikan tugas yang melibatkan orang tua. Seperti, kasih tugas makan bareng keluarga terus difoto,” sambungnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Upaya Meningkatkan Pengetahuan, Kemampuan dan Keterampilan Pendidik PAUD Berkarakter Akhlakul Karimah” tersebut, diharapkan memunculkan inovasi-inovasi baru dalam mendidik anak.

“Pokonya kita disini sama-sama belajar, anak-anak generasi saat ini yang akan meneruskan masa depan Kota Tangerang. Oleh karena itu, perlu ada pendidikan bagi guru yang berperan juga sebagai orang tua,” papar Walikota.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan seluruh guru PAUD dapat berupaya mempersiapkan anak yang tangguh dan siap mencapai cita-citanya di masa depan.

“Terus tanamkan pendidikan terbaik agar anak-anak kita siap menjadi generasi penerus dan pemimpin yang membawa kebaikan dan kemajuan untuk kota ini,” tutup Arief.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Begini Pola Pendampingan Program Tangerang Cerdas Center

Published

on

TANGERANG, MO – Upaya Pemkot Tangerang dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menekan angka putus sekolah, diimplementasikan dalam Tangerang Cerdas Center (TCC).

Strategi pendampingan Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Rentan Putus Sekolah (ARPS) pun dilakukan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jamaludin, mengatakan, terdapat enam pendekatan yang akan dilakukan kepada APS dan APRS dalam program TCC.

“Pertama, pendekatan teknis yakni dengan menggunakan teknik studi kunjung ke rumah APS dan ARPS, secara berkelanjutan untuk memberikan motivasi dan bimbingan belajar,” ujar Jamaludin.

Kedua, pendekatan wisata edukatif dengan metode pembelajaran outdoor yang bertujuan meningkatkan motivasi dan bimbingan belajar.

Kemudian pendekatan ketiga, mahasiswa melakukan mediasi dan motivasi belajar kepada APS dan ARPS.

“Yakni mahasiswa menjadi mediator APS- ARPS ke pihak sekolah untuk meningkatkan motivasi belajar,” ujar dia.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan pendekatan religi dengan mengajak APS dan ARPS ke Pondok Pesantren yang mengadakan kewirausahaan.

Lalu, mahasiswa juga melakukan pendekatan sehat bugar dengan mengajak kegiatan outbound guna meningkatkan adrenalin positif.

“Terakhir pendekatan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang dimiliki oleh DP3AP2KB,” ungkapnya.(bono)

Continue Reading

Trending