Connect with us

Kota Tangerang

KPU Kota Tangerang Musnahkan 1.848 Surat Suara Rusak

Published

on

Pemusnahan kertas suara Pilkada Kota Tangerang yang rusak. (Ist)

TANGERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang melakukan pemusnahan ribuan surat suara rusak di halaman Kantor KPU Kota Tangerang, Jum’at (22/6/2018). Ribuan surat suara tersebut dimusnahkan dengan cara di cacah (dihancurkan) dengan menggunakan mesin pencacah kertas.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Tangerang, Sanusi Pane mengatakan penyortiran dan pelipatan surat suara telah dilakukan pada tanggal 1-6 Juni 2018 lalu.

“Kami menyortir 1.056.597 surat suara yang datang, dimana 1.057.567 surat suara untuk keperluan pilkada dan 2,5 persen untuk cadangan apabila nantinya ada Pemilihan ulang,” ujarnya.

Dalam proses penyortiran tersebut, jelas Sanusi, terdapat surat suara yang rusak dan tidak lagi dapat dipakai. Untuk itu, dilakukan pemusnahan dengan cara dicacah.

“Setelah melakukan sortir kita dapati 1.848 surat suara yang rusak, yang diantaranya bernoda, bolong, tanpa gambar dan buram, kita inventarisir dan akan kita musnahkan, agar tidak ada surat suara bermasalah 27 Juni nanti,” jelasnya.

Komisioner KPU Kota Tangerang Divisi Keuangan dan Logistik, Nurhalim mengatakan bahwa seluruh pelipatan surat suara telah selesai dilaksanakan. Surat suara pun telah siap untuk didistribusikan.

“Surat suara pengganti dari surat suara rusak pun sudah datang dan sudah dilakukan pelipatan,” ujarnya.

Nurhalim menambahkan, surat suara tersebut nantinya akan didistribusikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 13 Kecamatan di Kota Tangerang.

“Minggu, 24 Juni 2018 akan mulai kita distribusikan ke seluruh PPK di 13 Kecamatan, nantinya dari PPK akan didorong lagi tanggal 25 Juni 2018,” tambahnya.

Untuk pendistribusian ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sendiri, akan dilakukan sehari sebelum hari pencoblosan yakni tanggal 26 Juni 2018.

“Kita harapkan seluruh proses pendistribusian berjalan lancar dan tidak ada hambatan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Tangerang, Agus Muslim mengatakan, pihaknya pun ikut memastikan penyortiran dan pemusnahan yang dilakukan oleh KPU Kota Tangerang.

“Hari ini kita menghadiri dan memastikan surat suara yang tersotir dan tidak terpakai bisa dimusnahkan, bentuk transparansi bahwa surat suara ini tidak digunakan macam-macam, secara kelembagaan ini bentuk yang mesti kita apresiasi bersama agar pilkada betul-betul secara proses prosedur administrasi bisa dipertanggungjawabkan,” tandasnya. (ADV)

Kota Tangerang

Kota Tangerang Modernisasi Pengadaan Melalui Probity Advice

Published

on

Workshop modernisasi pengadaan barang dan jasa, Kamis (12/7). (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Pemerintah Kota Tangerang menggelar Workshop Probity Advice dan  Konsolidasi tentang pengadaan barang/ jasa Pemerintah Kota Tangerang di Hotel Aryaduta Lippo Karawaci Kabupaten Tangerang, Kamis (12/7).

Sekretaris Daerah, Dadi Budaeri dalam arahannya bahwa konsolidasi pengadaan  ini untuk memodernisasi pengadaan barang/jasa Pemerintah.

“Konsolidasi pengadaan merupakan salah satu strategi untuk pendekatan tambahan dalam rangka meningkatkan kinerja pengadaan suatu organisasi, dalam rangka memperkenalkan serta mendorong implementasi konsolidasi pengadaan secara luas,” kata Dadi.

Acara tersebut dihadiri oleh Pengguna Anggaran (PA) / Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang, Ketua beserta Kelompok Kerja ULP (Unit Layanan Pengadaan) Kota Tangerang.

Lebih lanjut Dadi berpesan bahwa dalam penyusunan pemaketan pengadaan harus di rinci mulai dari Pra RKA dan RKA harus detil dan rinci.

“saya minta sejak penyusunan dari PRA RKA dan RKA harus rinci,” tutur Dadi

Sementara itu Direktur Advokasi dan Penyelesaian Sanggah Wilayah II LKPP Yulianto Prihandoyo mengatakan LKPP memberikan alternatif dalam mempersiapkan pengadaan, salah satunya adalah melalui konsolidasi pengadaan.

“Semacam satu strategi sistematis dengan melakukan analisis kebutuhan, melihat potensi penyedia dan kemudian memformulasikannya dalam bentuk pemaketan. Dokumen lelang bunyinya apa, syaratnya apa. Kurang lebih seperti itu,” tutur Yulianto.

Ia menambahkan, konsolidasi pengadaan sudah diterapkan di negara maju. Namun pada praktiknya, para pengelola pengadaan seringkali terjebak untuk membuat banyak paket pengadaan. Padahal, semakin banyak paket yang dibuat maka risiko yang dihadapi juga akan semakin bertambah.

“Mari duduk sejenak sebelum menyusun RUP (rencana umum pengadaan). Menganalisis kebutuhan, memotret kekuatan para penyedia. Untuk strategi pengadaannya, mungkin bisa menggunakan lelang itemized, yaitu lelang satu kali untuk beberapa barang sekaligus yang sebidang ataupun sejenis,  agar para penyedia itu tahu apa yang di butuhkan,” lanjutnya.

Hal itu mengingat meningkatnya nilai belanja pemerintah melalui pengadaan, tuntutan transparansi penggunaan anggaran dan belum maksimalnya strategi pengadaan untuk menjawab permasalahan klasik pengadaan. Seperti terlambatnya penyerapan anggaran, kualitas rendah dan harga yang lebih mahal.

Yulianto juga menyampaikan bahwa Probity Advice adalah untuk meningkatkan integritas pelayanan publik atas pengadaan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia juga menyampaikan ada 7 kriteria pekerjaan yang perlu dilakukan Probity Advice. Diantaranya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas dan pekerjaan untuk memenuhi pelayanan dasar manusia, serta tahapan Probity Advice itu sendiri dan tanggung jawab/wewenang Advisor.

“Perlu menjadi catatan tidak semua paket pekerjaan dapat/layak diprobity,” tutupnya.

ADI DARMA

Continue Reading

Kota Tangerang

DPRD Kota Tangerang Minta PPDB Jalur Zonasi Ditingkatkan

Published

on

Anggota DPRD Kota Tangerang Turidi minta kuota zonasi PPDB ditambah. (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengkaji ulang Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jalur zonasi. Ia juga mempertanyakan tujuan sebenarnya jalur zonasi yang kerap kali menimbulkan polemik di masyarakat.

“Sistem jalur zonasi dinaikan ke tingkat RW, dan saya berharap permasalahan ini sudah menjadi evaluasi Pemda. Zonasi harusnya di level RW dan Kelurahan tetapi tetap pointnya 4 ditingkat RW, 3 point ditingkat RT dan 2 point ditingkat Kelurahan,” ujar dia.

Hal itu berdasarkan suara dan laporan dari masyarakat beberapa waktu lalu. Terlebih warga RW 04 Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang menggelar aksi demonstrasi di SMPN 23.

Demonstrasi tersebut dilakukan atas dasar beberapa siswa dan siswi warga RT 04 tidak dapat masuk ke SMPN 23. Pasalnya dalam sistem jalur zonasi RT 04 letaknya sangat berdekatan dengan sekolah tersebut.

“Kalau saya pada dasarnya, cukup menyayangkan karena sekolah itu kan dibangun di wilayah mereka, di Kelurahan mereka. Jadi kalau mereka hadir ditengah-tengah situ wajarlah kalo warga situ diterima,” ungkap dia.

“Tujuan zonasi apa sih, kalau bukan salah satunya mengurangi kemacetan saat penerimaan siswa baru. Kalau pun beda RW kan sama-sama dekat sekolah, tetapi kenapa RT 04 itu nuntut ya karena RT 04 sangat berdekatan dengan sekolah tetapi anak mereka malah tidak bisa masuk,” imbuh Turidi, Jumat (6/7).

PPDB jalur zonasi diatur dalam pasal 12 Permendikbud nomor 14 tahun 2018, tentang penerimaan peserta didik baru TK, SD, SMP, SMA dan SMK sederajat. Menyebutkan untuk seleksi calon peserta didik baru kelas 7 SMP atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar sebagai berikut:

Pertama, jarak tempat tinggal ke Sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi, kedua nilai hasil ujian SD atau bentuk lain yang sederajat, dan ketiga prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui Sekolah sesuai dengan kewenangan daerah masing-masing.

“Harusnya ini menjadi PR Pemda menganalisa hingga menyeluruh dan tajam kaitannya dengan pelebaran zonasi. Harusnya jangan per RT tapi per RW, jadi 1 RW pointnya 4, RT point 3, dan point 2 beda Kelurahan,” tegas dia.

Sebab, sistim jalur zonasi saat ini dirasa pihaknya sangat tidak berimbang antara letak sekolah dengan ketentuan skor bagi siswa yang hanya mengandalkan domisili di RT atau RW. Ketidak berimbangan penilaian skor dalam proses penerimaan siswa ini kerap kali menjadi permasalahan di masyarakat.

Pasalnya, warga di satu RT tidak dapat memasukan anak mereka di sekolah yang berdekatan dengan tempat tinggalnya. Jika RT dan domisili mereka berbeda Kelurahan.

“Yang disayangkan adalah hasil dari yang dilakukan sistem RT dan RW ini. Ketika satu sekolahan walaupun berdempetan dengan dinding sekolahan, kalau dia beda RW dia harus bersaing dengan 4 kecamatan lain,” jelas dia.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Komunitas

Ekspresi Seniman Jalanan Bakal Digelar di Tangerang

Published

on

Ekspresi seniman jalanan Tangerang. (Ist)

TANGERANG,MO – Ratusan komunitas seniman jalanan se-Tangerang bakal menggelar Ekspresi Seniman Jalanan. Hajat ini dilaksanakan atas kerja sama Kemendikbud dengan Yayasan Semangat Berbagi.

Kegiatan yang bakal digelar selama dua hari yaitu dimulai dari hari Jumat 6 hingga 7 Juli 2018.

Ekspresi Seniman Jalanan Tangerang mengambil Lokasi di Sekretariat Semanggi Center Cikokol di Jalan Perintis Kemerdekaan Cikokol Kota Tangerang.

Mukafi Solihin yang akrab disapa Lord Miing selaku Direktur Semanggi Center Cikokol mengungkapkan, acara ini akan melibatkan 100 peserta yang terdiri dari berbagai komunitas seniman jalanan.

“Kita melibatkan 100 peserta dari berbagai komunitas seniman dengan berbagai keahliannya dibidang seni. Semuanya akan beraksi untuk mengekspresikan diri dengan penuh kebebasan,” terangnya.

Menurut dia, kegiatan Ekspresi Seniman Jalanan bakal diisi dengan berbagai pagelaran, diantaranya ada berupa workshop, live performance dan live painting.

“Workshop ini bakal diisi dengan kegiatan membuat stainsil bersama Budi Party, bermain tehyan bersama Mpe Go Yong untuk live performance bakal menghadirkan artis top jalanan seperti Anjar Oxs, Bizzink, Samsaka serta belasan artis top hebat lainnya, sedangkan live painting akan diisi oleh Unoz, Orbs, Shano dan Palang Pintu Syndicate,” jelas Lord Miing

Selain sebagai momen aksi panggung bersama oleh sesama seniman jalanan, ini juga sebagai momen bersilaturahmi bersama.

“Seniman yang hadir memiliki latar belakang keahlian yang berbeda dan di momen inilah kita kumpul bersama dengan ekspresi yang berbeda untuk kebahagian bersama,” tukasnya.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending