Connect with us

Kota Tangerang

KNPI Kota Tangerang Diminta Atasi Masalah Kepemudaan

Published

on

Wakil Walikota Tangerang Sachrudin foto bareng pengurus DPD KNPI Kota Tangerang, Jumat (8/2/2019). (nose)

TANGERANG,MO – Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin didampingi Kadispora Dedi Suhada dan Kabid Pemuda Amed Suhaely menerima audiensi pengurus DPD KNPI Kota Tangerang, Jumat (8/2/2019).

Dalam pertemuan tersebut Wakil Walikota menyampaikan pesan bahwa KNPI harus berperan aktif dalam setiap pembangunan di Kota Tangerang. KNPI menjalankan tugas fungsinya sebagai wadah berhimpunnya Organisasi Kepemudaan (OKP).

“KNPI juga diharapkan bisa memberikan pembinaan kepada OKP dan berkarya nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Sachrudin.

Menurut dia, KNPI harus mampu berkontribusi untuk kemajuan pemuda Kota Tangerang dan membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kepemudaan seperti pengangguran dan kenakalan remaja.

“Jika ingin diakui oleh masyarakat KNPI harus memberikan manfaat untuk masyarakat itu sendiri, caranya buat komitmen bersama untuk membesarkan organisasi, jangan numpang besar di organisasi,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KNPI Kota Tangerang, Uis Adi Dermawan menyampaikan beberapa program. Diantaranya menyelenggarakan event nasional Tangerang Saturday Night City Slalom dalam rangka HUT Kota Tangerang ke 26 tahun.

“Kegiatannya insyaallah tanggal 9-10 Maret 2019 yang akan dihadiri oleh promotor nasional Gunawan Tjahyadi dari Genta. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadikan Kota Tangerang sebagai Kota yang layak dikunjungi,” ucap Bung Uis, sapaan akrabnya

Kemudian, saat ini KNPI juga sedang tahap pembenahan organisasi secara internal yakni penyelenggaraan Muscam se Kota Tangerang dan melakukan pembinaan kepada OKP yang berhimpun.

“Terkait persoalan Kepemudaan, KNPI tengah berupaya mengurangi angka pengangguran dengan cara meningkatkan wirausaha kreatif pemuda dan memanfaatkan teknologi untuk hal yang positif karena bekerja tidak selalu identik dengan kantor tapi bisa berkarya yang menghasilkan uang,” paparnya.

Masalah kenakalan remaja seperti tawuran dan narkoba, Uis menambahkan, bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan OSIS se Kota Tangerang dengan menggelar kegiatan positif serta sosialisasi melalui program KNPI Goes To School. Termasuk Masalah narkoba di kalangan pemuda dengan meningkatkan kinerja Tim Pantas Juara (Pemberantas Judi Aids dan Narkoba).

“Kami juga tegaskan komitmen bahwa KNPI siap mendukung program Pemerintah dan berpartisipasi aktif dalam setiap pembangunan. Akan tetapi KNPI juga turut memberikan masukan saran pemikiran atas isu masalah yang berkembang di masyarakat agar menjadi solusi,” tukasnya. (nose)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum Kriminal

Published

on

Tangerang metaonline.id– Satuan reserse narkoba (satresnarkoba) Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis ekstasi sebanyak 5.000 butir di wilayah Neglasari Kota Tangerang. Pada Jumat (08/02/2019) lalu.

Ribuan butir pil berwarna coklat muda dengan terbungkus 3 plastik klip tersebut berhasil ditemukan setelah tersangka digeledah oleh anggota pimpinan Kanit 1 Satnarkoba AKP. Riyanto dilokasi penangkapan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim Tangerang didampingi Kasat Narkoba AKBP R. Bagoes Wibisono saat konfersensi pers di Lobby Mapolres, Senin (11/2) siang.

“Awalnya dapat informasi dari masyarakat ada seseorang yang dicurigai di wilayah tersebut. Setelah memberikan identitas pelaku, kemudian tim melakukan pemantauan selama 1 minggu di daerah Neglasari. Kemudian melakukan pembuntutan dari lokasi penemuan barang bukti hingga akhirnya ditangkap di depan Kecamatan Benda,” ujar Kombes Abdul Karim.

Dari identitas yang ditemukan tersangka berinisial FTH, dan mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang inisial AS yang kini tengah diburu oleh jajarannya dan masuk dalam DPO (daftar pencarian orang).

Tersangka FTH mengaku melakukan hal tersebut lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap. Karena mendapatkan telpon dan perintah dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang kemudian melakukan transaksi hingga akhirnya tertangkap oleh pihak kepolisian.

“Nantinya akan terus dilakukan pengembangan atas pengungkapan ini. Untuk pelaku yang berhasil diamankan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan atau dapat diancam seumur hidup atau pidana mati,” tukas Kapolres. iwan/nose

Continue Reading

Kota Tangerang

KNPI Apresiasi Warung Makan Gratis Dhuafa Pemuda Muhammadiyah Tangerang

Published

on

Ketua DPD KNPI Kota Tangerang Uis Adi Dermawan ikut melayani kaum dhuafa mendapatkan makan gratis di Masjid Al Azhom. (ist)

TANGERANG,MO – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang, Uis Adi Dermawan mengapresiasi warung makan gratis untuk dhuafa yang didirikan oleh PC Pemuda Muhammadiyah Tangerang.

Warung makan gratis untuk dhuafa tersebut tersebut berdiri di Masjid Al Azhom setiap Jumat. Sedikitnya sekitar 250 paket nasi dibagikan gratis untuk dhuafa, sementara bagi yang mampu disediakan kotak infaq seikhlasnya.

“Jujur hati saya sangat terketuk melihat kawan-kawan Pemuda Muhammadiyah melakukan gerakan sosial menunjukan kepedulian dengan memberikan makan gratis kepada kaum dhuafa,” ucap Bung Uis, sapaan akrabnya.

Alumni GMNI ini membayangkan andaikan OKP yang berhimpun di KNPI Kota Tangerang mengadakan kegiatan serupa, maka menjadi suatu kebanggaan yang tak ternilai. Ia pun mendorong agar OKP yang berhimpun bisa bergerak yang positif untuk masyarakat.

“Kami pun di KNPI punya cita-cita yang sama, insyaallah kami juga akan berkontribusi bekerjasama dengan Pemuda Muhammadiyah Tangerang,” terangnya.

Sementara, Ketua PC Pemuda Muhammadiyah Tangerang Milana Abdilah mengungkapkan, kegiatan sosial warung makan gratis untuk dhuafa ini sudah berjalan hampir satu tahun. Awalnya diadakan Warung Dhuafa dari pimpinan pusat Pemuda Muhammadiyah. Kemudian didopsi dan diterapkan di Kota Tangerang.

Dijelaskannya lagi, bahwa tujuan kegiatan itu ialah menyampaikan pesan dakwah yang tidak selalu dapat disampaikan di dalam masjid. “Kita berfikir, bagaimana caranya kita bisa menyampaikan dakwah melalui kegiatan sosial seperti ini. Ya, meskipun hanya memberi makanan siang di hari Jumat. Tapi Insyaallah berkah,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa pada setiap Jumat mereka menyiapkan 250 porsi makan siang untuk dhuafa, namun tidak menutup kemungkinan bagi yang mampu untuk ikut makan dengan syarat memberi infaq seikhlasnya untuk kegiatan Jumat yang akan datang.

Adapun untuk pembiayaan kegiatan itu, Milana menyebut bila mereka memiliki donatur internal Muhammadiyah. Mereka juga telah mengajukan kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan apabila direspon dengan baik mereka akan membuka cabang baru.

“Saya berharap, semangat berbagi ini dapat ditularkan baik-baik oleh pemuda Muhammadiyah cabang lain atau diluar pihak Muhammadiyah,” tutupnya. (nose)

Continue Reading

Kota Tangerang

Draft RUU Permusikan Menuai Kecaman

Published

on

TANGERANG,MO -Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang masuk prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2019 di kecam para penggiat musim, pasal dan ancaman pidana di dalamnya dikhawatirkan mengekang kreativitas musisi dan kebebasan berekspresi.

Para pemusik itu antara lain menyoroti adanya ancaman pidana penjara maupun denda terhadap mereka yang dianggap mendorong khalayak berbuat kriminal dalam proses kreasinya, termasuk membawa pengaruh negatif budaya asing dan merendahkan martabat manusia.

Salah satu kecaman tersebut datang dari Tata melodya salah satu penggiat musik yang menyatakan, bahwa dengan adanya Draft RUU Musik mematikan kreativitas para musisi ataupun penggiat musik. Karena dalam pasal yang ada di dalam RUU tersebut tidak berpihak kepada para seniman musik.

“Pakai banyak peraturan , saya nyanyi bermusik pun atas dasar hati jiwa raga , pas lagi sedih, bahagia, lapar, tidak punya duit , nyanyi saja. Memang itu yanh buat RUU tau perasaan kita, udah banyak aturan dan kebahagiaan bermusik itu hak semua orang,”ujarnya.

Wanita dengan panggilan akrab Tata itu menambahkan, kalau adanya RUU untuk musik banyak dampaknya, banyak yang tidak mengEKSPRESIKan diri di musik. Bermusik menjadi hal yang menakutkan, karna banyak perarturan.

“Dampak lain, bakalan ada lagi , jadi tidak bisa berkarya sesuai keinginan sesuai hati kereba takut kalau musisi bikin lagu tentang rakyat emg ada apa. Suara masyarakat biasa itu wajib di salurkan agar pemerintahan tidak semena-mena juga, ini yang bikin saya makinan ketawa, memang musik ganggu banget apa gimana ? Sammpe ada RUU tersebut,”ungkapnya.

Tata berharap pemerintah pusat bisa mengkaji lagi tentang RUU Musik yang membuat resah para penggiat musik serta musisi yang ada di tanah air ini. Biarkan bermusik mengalir seperti apa adanya, seperti nada nada yang indah baik minor maupun mayor.

“ Musik itu yang membahagiakan tanpa kita sadari, sedih, bahagia, lapar, haus , sibuk , apalagi banyak obatnya yang relax selain dzikir banyak, denger musik shalawatan atau musik yang kalian pada suka bisa bantu banget buat Relax. So I sing because im Happy and free, ” pungkasnya.(nose)

Continue Reading

Trending