Connect with us

Serang

Kinerja Buruk, Kepala Dishub Banten Dimutasi

Published

on

Revri Aroes saat menjabat Kepala Dishub Provinsi Banten. (ISTIMEWA)

TANGERANG,MO – Gubernur Banten Wahidin Halim mencopot Revri Aroes dari jabatan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten. Mutasi pejabat itu berdasarkan buruknya kinerja Revri selama menjabat.

Wahidin mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari Inspektorat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Banten. Bahwasanya sepanjang 2017, kinerja yang bersangkutan tidak dapat lagi dipertahankan sehingga perlu dicari penggantinya.

“Dasar pemberhentian Revri karena kinerja tidak bagus dan secara administrasi tidak memenuhi syarat lagi,” ucap WH, sapaan akrabnya, usai menghadiri pembukaan Rapimnas HIPMI di Tangerang, Rabu (7/3).

Sebelum diberhentikan, lanjut WH, Revri Aroes telah diingatkan oleh Inspektorat dan Sekda (Sekretaris Daerah-red) sebagai pembina pegawai negeri sipil (PNS), namun tidak ada perubahan.

“Yah, sudah diberhentikan saja,” tutur mantan Walikota Tangerang dua periode tersebut.

Ia menyatakan, bahwa setiap pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten harus dapat bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi).

Diketahui, Surat Keputusan pemberhentian Revri bernomor 821.2/kep.65-BKD/2018 tanggal 5 Maret 2018 ditandatangani oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

Setelah Revri diberhentikan, Gubernur Banten menerbitkan surat perintah tugas (SPT) Nomor 800/508-BKD/2018 tanggal 5 Maret 2018. Dalam surat tersebut ditunjuk menjadi pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Herdi Jauhari.

Dalam surat perintah tugas tersebut, sebagai Plt – Herdi memiliki tugas dan kewenangan melaksanakan tugas rutin jabatan kepala Dinas Perhubaungan mengacu pada pasal 81 Peraturan Gubernur Banten No. 83 tahun 2016 tentang kedudukan tugas pokok fungsi tipe susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah Provinsi Banten.

ADI DARMA

Serang

Diminta Bupati Serang, Kementan Gelontorkan Puluhan Ribu Benih Unggul

Published

on

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah dan Kepala Balitbangtan, Muhammad Syakir melepas mobil pembawa benih unggul di Sukabumi, Senin (24/9/2018).

SERANG, MO – Sebanyak 25.000 benih unggul kakao diterima petani Kabupaten Serang dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pemberian benih ini menyusul permintaan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah kepada Kementan untuk pengembangan pertanian serta perkebunan di wilayahnya.

Tatu mengatakan, para petani di Kabupaten Serang sedang bersemangat untuk mengembangkan perkebunan.

“Dikembangkan terutama ada kakao, kopi, dan cengkeh. Pemkab Serang siap mendukung program Kementerian untuk sektor pertanian dan perkebunan. Ini solusi untuk mengurangi angka pengangguran,” kata Tatu saat mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Sukabumi, Senin (24/9/2018).

Benih yang diberikan Kementan tersebut merupakan benih unggul hasil pengembangan Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Balittri, Sukabumi.

Kepala Balitbangtan, Muhammad Syakir menuturkan pihaknya telah memproduksi sebanyak 18.289.935 benih. Meliputi benih tebu, kopi, kakao, karet, kelapa, lada, pala, cengkeh, kayu manis, dan jambu mete.

“Daya saing pertanian hanya bisa dilakukan dengan inovasi teknologi berupa benih unggul yang nanti ditanam oleh petani kita,” ujarnya.

Syakir mengatakan, langkah Kementan tidak akan berhasil tanpa peran aktif pemerintah daerah dan petani sebagai pelaku utama sekaligus sasaran untuk disejahterakan.

Ia turut mengapresiasi Bupati Serang yang turut merespons dan bersemangat membantu para petani untuk mendapatkan benih unggul dari Kementan.

“Bagi daerah yang sangat serius, kami akan bantu maksimal,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Dadang Hermawan menambahkan, untuk sementara Kabupaten Serang mendapatkan 25 ribu benih kakao yang akan didistribusikan bagi petani di Kecamatan Tunjungteja. Menyusul bantuan benih cengkeh dan kopi di tahap selanjutnya.

“Tadi diungkapkan pihak kementerian, apa pun permintaan dari Ibu Bupati Serang, akan difasilitasi,”pungkasnya. (FI)

Continue Reading

Serang

Kasus TPPO Banten Diklaim Turun

Published

on

Andika Hazrumy saat Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tahun 2018 yang digelar Kementerian PPPA di Alun-alun Kota Serang, Minggu (23/9/2018). Hadir pada acara tersebut Menteri PPPA Yohana Yembise.

SERANG, MO – Kasus perdagangan orang di Provinsi Banten diklaim menurun. Penurunan ini disebut lantaran dukungan pencegahan serta penanganan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Hal itu dipaparkan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tahun 2018 yang digelar Kementerian PPPA di Alun-alun Kota Serang, Minggu (23/9/2018). Hadir pada acara tersebut Menteri PPPA Yohana Yembise.

“Pada tahun 2015 sebanyak 19 orang dan pada tahun 2017 sebanyak 6 orang, dimana seluruh korban perdagangan orang berjenis kelamin perempuan,” kata Andika dalam sambutannya.

Merujuk kepada laporan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) Kementerian Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Andika mengatakan, pencegahan dan penanganan perdagangan orang di Provinsi Banten tercatat pada tahun 2014 sebanyak 21 orang.

Menurut Andika, pencegahan tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan selama beberapa tahun mencatatkan beberapa capaian. Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten bekerjasama dengan berbagai instansi, mulai dari perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan lembaga swadaya hingga warga masyarakat sendiri.

Adapun upaya dimaksud di antaranya adalah Pembentukan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang; penyusunan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang; dan Gerakan masif dari berbagai elemen untuk melakukan sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Pemprov Banten juga, sambung Andika, membentuj Komunitas Peduli Pencegahan dan Penangan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang terdiri dari 49 orang kader dari Kecamatan Pontang Kabupaten Serang dan 49 Orang Kader dari Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang.

Meskipun demikian, lanjut Andika, pencegahan tindak pidana perdagangan orang masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah pelaku perdagangan orang baik secara perorangan maupun terorganisir menggunakan berbagai cara untuk dapat menjerat korban.

Cara-cara dimaksud di antaranya pemalsuan dokumen-dokumen seperti akta kelahiran, KTP, sertifikat pelatihan, perekrutan TKI secara ilegal, iming-iming pendapatan gaji besar, janji palsu dan penjeratan hutang terhadap korban dan keluarganya.

“Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersamasama pemerintah daerah agar berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang,” katanya.

Yohana Yambise dalam sambutannya, mengatakan pemilihan Provinsi Banten sebagai lokasi sosialisasi TPPO tahun ini disebabkan masih banyaknya korban TPPO asal Banten.

“Di luar negeri kami banyak emnemukan korban  perdagangan orang di antaranya adalah warga Banten. Untuk itu melalui sosialisasi ini kami berharap warga dan semua pihak di Banten menjadi jauh lebih waspada lagi,” paparnya. (FI)

Continue Reading

Ekonomi

AKCF 2018 Dinilai Ampuh Tingkatkan Ekonomi Lokal

Published

on

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah beserta jajarannya saat gala dinner AKCF 2018 di Hotel Mambruk, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Jumat (21/9/2018).

SERANG, MO – Sejumlah pertunjukkan budaya Anyar Krakatau Culture Festival (AKCF) 2018 diklaim ampuh menarik wisatawan lokal dan luar daerah. Promosi produk unggulan dalam festival ini juga dinilai mampu mengangkat perekonomian masyarakat.

Hal itu diungkapkan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah saat gala dinner AKCF 2018 di Hotel Mambruk, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Jumat (21/9/2018).

Tatu mengatakan, kedatangan wisatawan ke AKCF 2018 bakal berdampak positif bagi geliat perekonomian Kabupaten Serang. Menurutnya, sejumlah potensi wisata di wilayahnya memiliki nilai dorong kuat bagi produk lokal.

“Dengan banyaknya wisatawan yang masuk, ekonomi masyarakat akan semakin meningkat, produk lokal juga akan semakin dikenal,” jelasnya.

Kabupaten Serang juga, ungkap Tatu, memiliki potensi wisata yang luas. Seperti, pantai, air terjun, hingga pemandian air panas dan memiliki makanan khas yang tidak kalah dengan daerah lain.

“Kita juga punya kesenian debus yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya, bahkan mungkin di dunia,” katanya.

Tatu menambahkan, potensi di Kabupaten Serang akan terus diekspose kepada masyarakat luas. Sehingga, Pemkab Serang akan terus menyelenggarakan kegiatan AKCF sebagai salah satu upayanya.

“Kita evaluasi terus kegiatan ini, supaya lebih meriah lagi,” pungkasnya.

Senada, Asisten Daerah (Asda) 1, Anwar menuturkan, AKCF memiliki daya magnet menarik wisatawan baik domestik maupun luar negeri yang berdampak kepada perekonomian akan tumbuh pesat melalui pariwisata.

“Mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa terus diselenggarakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia AKCF 2018, Agus Erwana mengatakan, AKCF merupakan kegiatan bersama seluruh OPD Pemkab Serang dan kekompakan dari seluruh OPD untuk membangun Kabupaten Serang.

“Saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat untuk mensukseskan acara ini,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Serang memberikan penghargaan sejumlah pihak yang ikut mensukseskan AKCF 2018. Sebanyak 13 pendekar jurus silat Kaserangan diganjar Penghargaan oleh Tatu. Tatu juga memberikan penghargaan kepada penggagas toilet bersih objek wisata, pegiat sosial dan komunitas sosial media. (FI)

Continue Reading

Trending