Connect with us

Kab Tangerang

Keren euy, Semarak Atraksi Karnaval Budaya Tangerang Gemilang

Published

on

Devile suku bima parade budaya Tangerang Gemilang meriahkan HUT Kabupaten Tangerang ke 74, Jumat (29/12). (ISTIMEWA)

KAB. TANGERANG,MO – Berbagai atraksi ditampilkan dalam Karnaval Budaya Tangerang Gemilang yang dipusatkan di Jalan Raya KH. Syekh Nawawi Pemda Kabupaten Tangerang di Tigaraksa. Karnaval Budaya Tangerang Gemilang ini dilaksanakan dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Tangerang ke 74 tahun, Jumat (29/12).

Devile karnaval budaya Tangerang Gemilang mulai dilaksanakan pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 16.30 WIB. Untuk start karnaval dimulai di depan Gedung Olah Raga Bulutangkis Gloria, dan finish di depan Bundaran tugu tiga pahlawan Tumenggung di Bugel Kelurahan Kadu Agung Kecamatan Tigaraksa.

Parade andong sebagai pembuka karnaval budaya Tangerang, dimana dalam parade andong ini membawa rombongan Bupati Tangerang beserta ibu, forum komunikasi pimpinan daerah dan pejabat eselon 2 beserta istri, camat beserta istri dengan menggunakan kendaraan andong hias dan mobil wisata, seluruhnya menggunakan pakaian adat Tangerang.

Selanjutnya diikuti pasukan pembawa bendera merah putih dan panji Kabupaten Tangerang sejumlah 74 orang. Pasukan pembawa bendera merah putih ini adalah purna paskibraka Indonesia. Meraka bertugas membawa bendera merah putih sebagai tanda dimulainya devile atraksi peserta.

Menyusul kemudian penampilan Drum Band Gita Swara Bahari BP2IP Tangerang, sebagai pendamping pengiring devile karnaval budaya Tangerang Gemilang. Melihat atraksi yang ditampilkan para taruna pelaut asal Sukadiri Kabupaten Tangerang ini warga yang berada disekitar lokasi berbondong-bondong melihat langsung penampilan Drum band Gita Swara Bahari di pinggir jalan KH. Syekh Nawawi Tigaraksa.

Kemudian disusul devile peragam busana, pada peragam ini menampilkan berbagai busana beraneka warna warni seperti pergaan jember fashion carnaval. Disusul kemudian pasukan Aparatur Sipil Negara (ASN) Eselon tiga berpakaian adat khas Kabupaten Tangerang, menggunakan pakaian adat Tangerang berwarna unggu muda. Terlihat para pejabat eselon tiga terlihat rapi berjalan beriringan menggunakan seragam warna ungu.

Dibelakang pejabat eselon tiga, disusul parade kepala desa/lurah se Kabupaten Tangerang, para pejabat di tingkat desa dan kelurahan ini menggunakan seragam berwarna putih atau pakian dinas harian.

Devile Tangerang Gemilang Fashion Carnaval dengan tema pertama tentang sejarah Tangerang, pada devile sejarah Tangerang ini dikemas dalam penampilan sosok 3 Tumenggung yaitu Aria Wangsakara, Aria Yudha Negara, dan Arya Jaya Santika menampilkan Dzuriat Rd. Aria Wangsakara peserta 25 orang.

Selanjutnya disusul parade baju etnik Kabupaten Tangerang, yaitu etnik Betawi, jawa, Sunda, Cina. Dimana dalam parade etnik ini, panitia ingin menggambarkan empat budaya besar masyarakat Kabupaten Tangerang. Etnis Betawi mendiami perbatasan dengan daerah DKI Jakarta atau wilayah selatan Tangerang, etnis Jawa mendiami wilayah utara Tangerang, etnis sunda mendiami sebagian besar wilayah Tangerang dan etnis cina mendiami beberapa kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Devile Tangerang Gemilang Fashion Carnaval dengan tema kedua tentang Garuda dengan Bhineka Tunggal Ika menggambarkan kemajemukan masyarakat Kabupaten Tangerang, dikemas dalam penampilan keanekaragaman etnik di Kabupaten Tangerang.

Ragam etnis ini menampilkan etnis Nias asal Sumatra Utara, etnis Bima asal Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Terlihat etnis Bima ini menggenakan pakain adat sambolo tembe nggoli (kain songket Bima) dan rimpu buat peserta wanita. Selanjutnya etnis Padang Sumatra Barat, Jawa, Sunda, Betawi.

Devile Tangerang Gemilang Fashion Carnaval dengan tema ketiga tentang Ikon Kabupaten Tangerang, dikemas dalam penampilan Aneka Ragam dikemas dalam Anekaragaman ciri khas Kabupaten Tangerang, dimana menampilkan khas yang ada di Kecamatan. Salah satunya Kecamatan Solear.

Devile Tangerang Gemilang Fashion Carnaval dengan tema ke empat, tentang keanekaragaman kerajinan Kabupaten Tangerang dikemas dalam penampilan Ragam produk kerajina. Dilanjutkan devile komunitas santri, terlihat para santri berbagai kecamatan ini berpenampilan busana muslim.

Kemudian disusul devile komunitas petani dan nelayan sebanyak 240 orang. Terlihat para petani berpakaian ala petani sawah baik perempuan dan laki-laki sambil membawa hasil bumi seperti jagung, kacang, tomat, padi dan lainnya. Sedangkan nelayan membawa jaring penangkap ikan, pancing ikan, dan peralatan penangkapan ikan lainnya.

Devile Kesenian Tanjidor, kesenian ini merupakan musik tradisional khas masyarakat etnik Betawi yang sering di mainkan secara berkelompok. Kemudian devile seniman bedug lojor, Reog Sunda Kuntring, Reog Ponorogo, parade qosidah, marawis, pencak silat dan devile atlet pencak silat Kabupaten Tangerang.

Devile MB/DB Madrasah Aliyah Negeri 4 Kabupaten Tangerang, dilanjutkan dibelakangnya mobil hias, pertama mobil hias dari Perumahan Bumi Serpong Damai, Perumahan Summarecon, Bank BJB Banten, Replikasi Masjid Al-Amjad Tigaraksa, Swancity, Paramount land,dan tak ketinggalan KPU Kabupaten Tangerang dengan menampilkan maskot Pilkada Kabupaten Tangerang Tahun 2018 yaitu Tudung (Topi Bambu). Tudung merupakan kearifan lokal Tangerang tidak mudah digerus oleh jaman.

Selanjutnya Marcing Band Gita Wibawa Praja 125 orang. mengiringi devile Komunitas Cost Play, Kominitas Egrang sekitar 50 orang dibagi dua kelompok, Komunitas Motor Antik Club Indonesia (Maci) 50 orang, Komunitas Motor Vespa Antic sekitar 50 motor, Komunitas motor Trail, parade mobil antik, Komunitas Outsider, Komunitas Kawaski-Ninja Banten, Komunitas Harley Davidson, Rapi Rider 50 unit dan ditutup Komunitas Terios Indonesia Chapter Banten Raya (Tebar) sekitar 10 unit, Tebar ini diketuai Om Maddean dan sekretrais Azas Turhadian.

Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar menyampaikan saat membuka acara Karnaval Budaya Tangerang Gemilang mengatakan Karnaval Budaya Tangerang Gemilang yang dilaksanakan setiap tahun ini mengambarkan keragaman budaya Negara Kesatuan Indonesia yang ada di Kabupaten Tangerang.

Selain itu banyak atraksi dan komunitas yang ditampilakn dalam Karnaval Budaya Tangerang Gemilang ini.

ADI DARMA

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kab Tangerang

Zaki Bicara Pengelolaan Air di Acara IWWEF

Published

on

JAKARTA,MO – Persoalan pengelolaan air harus benar-benar dikelola oleh orang yang paham dan mengerti akan kondisi dan pengelolaan air baku. Jangan sampai salah pengelolaan, karena air merupakan sumber kehidupan, dan bisnis plannya harus benar diperhatikan.

Demikian dakatakan Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar saat menjadi narasumber dalam acara Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF), yang di gelar di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/19).

“Semoga event ini bisa menjadi salah satu wadah untuk mencari solusi di daerah masing-masing karena permasalahannya beda-beda tiap daerah dengan daerah yang lain dan Pemkab dengan PDAM Tirta Kerta Raharja nya akan terus senantiasa memperbaiki dan menyempurnakan layanan baik itu cakupan dan juga kualitas air yang kita hadirkan di Kabupaten Tangerang,” terangnya.

Zaki menuturkan bahwa dia hadir di acara Perpamsi ini untuk memberikan gambaran perkembangan PDAM di Kabupaten Tangerang dan sharing informasi sharing pengalaman dan juga berbagi tantangan antara para pimpinan daerah maupun provinsi dan juga kementerian.

Dalam forum tersebut selain Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar yang didaulat menjadi narasumber, ada juga Walikota Padang H. Mahyeldi Anasrullah, Walikota Bogor Bima Arya, serta Bupati Buleleng Putu Agus Suratnyana.

Sementara itu Ir. Mujiyaman, selaku Sekertaris Perpamsi mengatakan, Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF), adalah event dua tahunan yang diselenggaran oleh PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) Sebelumnya, event ini dikenal dengan nama Nusantara Water hingga akhirnya diubah menjadi IWWEF dengan berbagai pertimbangan.

“Penyelenggaraan IWWEF yang diselenggarakan PERPAMSI dan didukung oleh kementerian dan lembaga terkait, pada akhirnya ini bertujuan untuk mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) yang lebih baik,” terangnya. (bono)

Continue Reading

Kab Tangerang

Zaki Sebar Petugas Pemeriksa Hewan Qurban

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar melepaskan 90 petugas pemeriksa hewan qurban tahun 2019 yang di hadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang di Ruang Rapat Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD) Selasa (6/8/2019)

Berdasarkan UU No.14 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, menjelaskan bahwa pemerintah berkewajiban untuk mengantisipasi ancaman kesehatan masyarakt diantaranya yang bersumber dari penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis) serta menjamin produk hewan yang beredar untuk dikonsumsi masyarakat.

Zaki berharap dengan terbentuknya tim pemeriksa kesehatan hewan kurban dapat membantu meminimalisir kemungkinan-kemungkinan negatif yang tentu sama-sama tidak diinginkan.

“Semoga dengan dibentuknya petugas pemeriksa kesehatan hewan qurban ini, dapat membantu meminimalisir hal-hal negatif yang tidak kita inginkan,” tegas Zaki.

Ia juga meminta para aparatur pemerintah khususnya untuk dinas pertanian dan peternakan kabupaten Tangerang meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan-hewan ternak yang akan di kurbankan pada Idul Adha nanti.

“Tugas Bapak/Ibu sangat penting karena tugas ini berkaitan dengan hewan yang akan di kurbankan oleh umat muslim, jangan sampai masyarakat merasa dirugikan dan dibuat resah dengan adanya penyakit, dan pastikan juga hewan yang disembelih sehat dan aman dikonsumsi serta halal, apabila ditemukan hewan tidak layak dan sakit langsung dulakukan tindakan jangan ada toleransi lagi karena ini demi kesehatan masyarakat kita semua,” tegas Zaki.

Azis Gunawan selaku Kadis Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kab. Tangerang mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dinas Pertanian dan peternakan dalam perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman penyakit yang dibawa oleh hewan kurban dan agar senantiasa meningkatkan kewaspdaan terhadap terhadap masuknya hewan-hewan kurban ke wilayah Kabupten Tangerang.

“Tugas tim ini meningkatkan pengawasan hewan kurban dari berbagai ancaman penyakit seperti antraks dan penyakit lainnya dan memastikan daging hewan aman halal bersih sehat serta sosialisasi tata cara pemotongan hewan yang baik dan benar sesaui tata cara islam” ujar Aziz. (bono)

Continue Reading

Kab Tangerang

Pemkab Tangerang Gelar Bursa Pertukaran Inovasi Desa

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Wakil Bupati Mad Romli membukaan acara bursa pertukaran inovasi Desa yang dihadiri oleh seluruh perwakilan kepala desa cluster B Kabupaten Tangerang yang bertempat di Gedung Serba Guna (GSG), Senin (5/8/2019).

Setelah Cluster A pada Rabu (31/7) yang lalu, kini giliran tim pelaksana inovasi desa (TPID) Cluster B meliputi 13 kecamatan yang menyelenggarakan acara Busra pertukaran inovasi desa.

Wakil Bupati Mad Romli mengatakan, program ini dapat membantu memfasilitasi program inovasi desa terhadap layanan teknis yang berkualitas untuk merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan dan solusi inovatif untuk menggunakan Desa secara tepat dan efektif.

Lanjut Romli, kegiatan ini tentunya akan menjadi sarana dan media yang tepat untuk membagi pengetahuan dan kegiatan pembangunan di Desa.

“Saya berharap kepada Kepala desa dan ketua BPD untuk mempersiapkan agenda penyelarasan RPJMDaerah dan RPJMDesa, agar proses pembangunan dapat bersinergi, terencana, terarah dan terukur dengan baik.” tegas dia.

Koordinator Pelaksana, Sukamara juga mengatakan, program inovasi Desa ini dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kepsitas desa untuk memenuhi penapaian peningkatan produktivitas perdesaan serta memberikan inspirasi kepada Desa-Desa untuk dapat melakukan repliksi atau adaptasi dengan melalui APBDesa didampingi Pendamping Desa.

“Output pada kegiatan ini untuk merepliksikan pemenuhan SDM melalui APBDesa, khususnya untuk dana desa, melalui badan usaha milik desa,” tutup Sukamara. (bono)

Continue Reading

Trending