Connect with us

Kuliner

Kentang Mustofa, Resellernya Hingga ke Kota Bekasi

Published

on

TANGERANG, MO – Ada saja ide usaha dari Kyacatering yang mengolah kentang. Memulai sejak 2005 yang diawali usaha kue kering, lalu beralih ke olahan kentang, dari situlah tergerak untuk membuat Kentang Mustofa.

Pemilik Kyacatering, Pupung, menjelaskan, usaha olahan Kentang Mustofa baru dimulai sebelum lebaran. “Alhamdulillah, saat ini kami produksi sampai 100 kg, dua hari sekali,”jelasnya, Kamis (10/10/2019).

Usaha olahan Kentang Mustofa ini, sudah mempunyai reseller sampai ke Kota Bekasi. Selain penjualan langsung, bisa datang ke Jalan Cempaka VI No. 4 Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk. Usaha Kentang Mustofa Kyacatering ini pun, di jual secara online di IG Kyacatering dan via telepon ke 0818992082.

Olahan Kentang Mustofa ini, mempunyai tiga varian rasa yaitu original, kacang, teri. Untuk pemesanan olahan Kentang Mustofa, bisa memilih pedas atau extra pedas sesuai selera pemesan.(bono)

Kuliner

Warga Cipondoh Sukses Olah 20 Kilo Keripik Setiap Harinya

Published

on

TANGERANG, MO – Siapa yang tidak suka camilan yang kriuk-kriuk, garing dan gurih. Abdul Nawawi, Warga Cipondoh, Kelurahan Poris Jaya, melihat potensi tersebut menjadi bisnis yang dinilainya tidak akan pernah mati. Kini, ia pun sukses mengolah 20 kilo keripik setiap harinya, dibranding dengan nama NDN Keripik, kini sudah memiliki omset mencapai Rp. 15 juta per bulannya.

Di rumahnya di Jalan KH Agus Salim Nomor 15, RT 01, RW 05, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Abdul, memproduksi keripik pisang, singkong, ubi ungu hingga keripik bawang. Berbagai ukuran kemasan pun ditawarkan, mulai dari 200 gram, 250 gram hingga 500 gram dengan harga mulai dari Rp. 15 ribu hingga Rp. 32 ribu per kemasan.

“Saya mulai bisnis ini secara sendiri bersama keluarga di rumah. Saya mulai sejak 2004, hingga kini saya masih terus belajar untuk mengembangkan bisnis ini. Mulai dari pemasaran hingga pengemasan yang menarik mata seluruh konsumen Kota Tangerang bahkan Indonesia secara luas,” ungkap Abdul, Selasa (19/11/19).

Katanya, Abdul, mengolah keripik dengan sangat higienis dan rasa yang berkualitas. Sehingga, menghasilkan rasa dan sensasi keriuk yang bikin nagih setiap gigitannya. Ia pun menjamin, siapa pun yang mencicipinya, tak akan berhenti mengunyah keripik-keripik olahannya.

Diketahui, sejauh ini Abdul baru memasarkan produknya secara manual, dari mulut ke mulut. Sejumlah reseller pun sudah banyak ia pegang untuk memperluas jaringan pemasarannya. Kini, ia sedang mengembangkan dalam segi bisnis online. Penasaran dengan sensasi keriuk sejumlah kripik olahan Abdul Nawawi, konsumen bisa menghubungi nomor 0857-7524-0422.(bono)

Continue Reading

Kuliner

Usaha Tetap Awet Tanpa Pengawet

Published

on

TANGERANG, MO – Usaha penganan siap saji terus menjamur di Kota Tangerang. Banyaknya peminat membuat usaha ini tumbuh subur di kota berjuluk Akhlaqul Kharimah ini. Seperti yang dilakoni Chandra Soemargo. Ia telah merintis usaha UMKM yang diberi branding Chandra Cookies sejak 2005.

Bukan hanya satu, ada beberapa makanan ringan yang ia produksi setiap harinya. Mulai dari sosis solo, risol mayo, pastel, sampai kroket. Semua bisa dinikmati dengan harga terjangkau dan tanpa pengawet atau MSG.

Omzetnya terbilang lumayan, ia mampu meraup Rp. 20 juta setiap bulannya.

Wanita 55 tahun ini menjelaskan, sebelum dunia digital berkembang pesat seperti sekarang ini, ia konsisten menawarkan produknya. Terbukti, saat ini produknya sudah tersebar di sejumlah pasar modern, seperti BSD hingga Alam Sutera.

“Keunggulan produk saya adalah non MSG, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi anak-anak. Harga yang kami tawarkan juga terjangkau, mulai dari Rp. 25 ribu sampai Rp. 40 ribu,” kata Chandra, Selasa (15/10).

Bagi anda yang ingin memesan, bisa langsung datang ke Kompleks Paninggilan Permai, Jalan Gandaria Nomor 9-10, RT03/RW05 Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug. Atau bisa menghubungi nomor telepon 081218647449.(bono)

Continue Reading

Kuliner

Nikmatnya Pempek Cek Molek yang Melegenda

Published

on

TANGERANG, MO – Siapa yang tidak kenal dengan pempek. Makanan khas Palembang yang disajikan dengan kuah dan irisan mentimun selalu menggugah selera siapa pun yang mencobanya. Seperti Pempek Cek Molek buatan Anggraeni, Warga Parung Serab, Ciledug, yang kini melegenda di Kota Tangerang.

Ibu tiga anak ini bercerita, menggeluti pempek bukan hal baru baginya. Warisan turun temurun dari orang tua telah dilakoninya sejak kecil. Bahkan, dari usahanya tersebut, mampu menyekolahkan tiga anak hingga membeli rumah tinggal.

“Secara mandiri saya mulai usaha sejak 2002. Saat suami saya di PHK. Di situ baru saya fokus. Awal mulanya saya memiliki satu gerobak, sampai sekarang ada tiga gerobak yang beroperasi setiap harinya. Pesanan juga banyak, selain yang berkeliling,” kata Neni sapaan akrab Anggraeni.

Harga yang ditawarkan dalam kemasan cukup murah. Kemasan berisi 18 dihargai Rp35 ribu dan 35 bungkus seharga Rp55 ribu. Omzetnya terbilang lumayan, perhari, Neni mampu meraup keuntungan Rp250 ribu. Belum lagi jika bertepatan dengan hari besar. Pesanan bisa meledak hingga 10 kali lipat.

“Yang membuat pempek saya berbeda adalah saya menggunakan ikan salem. Sehingga rasa yang dihasilkan tidak amis. Karena umumnya warga Tangerang tidak suka jika terlalu amis,” tutup wanita 39 tahun tersebut.(bono)

Continue Reading

Trending