Connect with us

Ekonomi

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp2,7 T untuk Dukung Industri 4.0

Published

on

metaonline.id
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (istimewa)

METAONLINE,- Dari hasil rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Selasa lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran pada 2019 sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut guna menjalankan agenda nasional sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi memasuki revolusi industri keempat.

“Program yang akan kami laksanakan, antara lain pengembangan lima sektor industri prioritas yang ditetapkan Making Indonesia 4.0, peningkatan kompetensi SDM industri melalui pendidikan vokasi, serta kegiatan Santripreneur dan penumbuhan wirausaha idustri baru,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin.

DPR dapat memahami usulan tambahan anggaran Kemenperin, total anggaran tahun depan menjadi Rp5,3 triliun karena sebelumnya pagu indikatif 2019 sebesar Rp2,73 triliun.

Menperin menjelaskan, Making Indonesia 4.0 menjadi arah yang jelas guna mewujudkan aspirasi nasional, yaitu menjadikan Indonesia masuk 10 besar negara ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Maka itu diperlukan partisipasi aktif dan sinergi dari seluruh stakeholder agar kita bisa menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar, dan bangsa pemimpin,” tegasnya.

Lima sektor manufaktur yang bakal diprioritaskan pengembangannya pada tahap awal agar menjadi percontohan dalam implementasi revolusi industri generasi keempat di Tanah Air, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta kimia. (Sir/bbs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Garuda Indonesia Berambisi Pertahankan Predikat Top 5 Maskapai Global

Published

on

Maskapai Garuda Indonesia. (net)

TANGERANG, MO – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bertekad mempertahankan capaian sebagai salah satu dari  jajaran 5 besar maskapai global dengan capaian On Time Performance (OTP) terbaik. Predikat itu diberikan bagi maskapai global dengan jumlah flights diatas 15 ribu.

Berdasarkan laporan lembaga pemeringkatan OTP  independen OAG (Official Airline Guide) Flightview, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan capaian OTP arrivals sebesar 90.5 persen selama bulan September 2018 dengan jumlah penerbangan mencapai 17.746 flight.

Sebelumnya, pada bulan Mei 2018 Garuda Indonesia juga berhasil masuk jajaran 10 besar arrival OTP penerbangan maskapai global terbaik dengan capaian sebesar 88.0 persen (dengan jumlah flights diatas 15 ribu).

Adapun secara keseluruhan, Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai Indonesia yang masuk dalam top 30 maskapai global dengan capaian OTP terbaik di periode September 2018 versi OAG Flight View.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Bambang Adisurya Angkasa mengungkapkan, pencapaian tingkat OTP tersebut tentunya tidak terlepas dari upaya Garuda Indonesia untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasanya – khususnya dalam aspek operasional penerbangan.

“Garuda Indonesia terus berupaya mempertahankan capaian OTP yang terus menunjukan pertumbuhan positif. Kami tentunya terus melakukan koordinasi intensif dalam me-maintain capaian ini, khususnya dengan optimalisasi lini layanan operasional agar selalu mengedepankan komitmen “Operation Excellence” dalam menyediakan standar layanan penerbangan maskapai global,” katanya.

Sementara itu, pada tanggal 26 September lalu, Garuda Indonesia secara resmi telah menyelesaikan rangkaian operasional penerbangan haji tahun 2018/1439H dengan tingkat OTP sebesar 94.75 persen. Pada musim Haji tahun 2018/1439 H Garuda Indonesia mengangkut 107 ribu jemaah yang terbagi dalam 277 kloter. Gelombang pemulangan Jemaah haji Indonesia dimulai pada 27 Agustus 2018 lalu, sementara gelombang pemberangkatan dari 9 embarkasi Indonesia dimulai sejak 17 Juli 2018 lalu. (fi)

Continue Reading

Ekonomi

Dampak Melemahnya Rupiah, Subsidi BBM dan Elpiji Tembus Rp54 Triliun

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi (istimewa)

METAONLINE,- Pelemahan rupiah dan naiknya harga minyak dunia, membuat subsidi BBM dan elpiji lampu merah. Hingga akhir September realisasinya sudah mencapai Rp 54,3 triliun atau 115,9 persen dari yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (AKK) Askolani mengatakan, realisasi subsidi BBM dan elpiji tersebut naik 96,7 persen disbanding periode yang sama tahun lalu Rp 27,6 triliun.

Salah satu alasan kenaikan realisasi subsidi BBM dan elpiji tersebut adalah karena pemerintah melunasi tunggakan subsidi pada tahun sebelumnya sebesar Rp12 triliun.

Menurut Askolani, realisasi subsidi BBM dan elpiji itu diperkirakan makin meningkat karena terdapat penyesuaian harga BBM yang ditanggung pemerintah dari Rp500 per liter menjadi Rp 2.000 per liter.

“Penyesuaian harga ini berdampak pada tambahan belanja subsidi untuk mendukung kebijakan BBM yang sudah ditetapkan,” kata Askolani.

Sementara itu, realisasi subsidi listrik juga telah mencapai Rp 38,2 triliun atau 80,2 persen dari pagu dalam APBN Rp 47,7 triliun atau mengalami pertumbuhan 25,2 persen. Dengan demikian, maka keseluruhan realisasi subsidi energi telah mencapai Rp 92,5 triliun atau 97,9 persen dari pagu Rp 94,5 triliun atau mengalami pertumbuhan 59,1 persen.

Menurut dia, subsidi sangat dipengaruhi kondisi ekonomi makro sehingga sulit untuk dipatok, sama halnya dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). **Baca juga: Garap Bisnis Pertanian, Bulog Rekrut Kalangan Milenial

Naiknya harga minyak akan mempengaruhi subsidi. Askolani yakin, pemerintah masih sanggup mengucurkan subsidi sampai akhir tahun dengan menggunakan dana cadangan. (sir/bbs/net)

Continue Reading

Ekonomi

Garap Bisnis Pertanian, Bulog Rekrut Kalangan Milenial

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi (istimewa)

METAONLINE,- Minimnya minat dan partisipasi generasi muda dalam bidang pertanian jadi sorotan pemerintah. Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati menilai, ketertarikan generasi muda tentang pertanian masih minim.

Salah satu usaha yang dilakukan Bulog, yakni menyelenggarakan kegiatan pengenalan yang melibatkan dunia pendidikan.

Perum Bulog bekerja sama dengan Yayasan Menuju Indonesia Emas. Sejumlah materi disampaikan oleh Bulog. Materi tersebut salah satunya mengenai pola distribusi bahan pangan pokok di Indonesia.

“Kami harapkan dengan adanya kegiatan ini, para generasi muda memiliki ketertarikan kembali pada dunia pertanian, sehingga diharapkan ke depan dunia pertanian kita akan semakin maju dan memberikan hasil pertanian yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Dia menyimpulkan kalau kurangnya minat dan partisipasi generasi muda dalam bidang pertanian karena tidak mengenal secara detail potensi bisnis pertanian. **Baca juga: Kemendagri Beri Apresiasi untuk Desa dan Kelurahan yang Berprestasi

“Ada sejumlah penyebab, seperti pertanian dianggap tidak mampu menopang masa depan, akses lahan dan modal yang terbatas, dan minimnya berbagai dukungan lain bagi generasi muda,” katanya.

Kondisi ini menyebabkan potensi pertanian tidak bisa digarap optimal. Dalam kegiatan tersebut diselenggarakan beberapa kegiatan antara lain pengenalan Pertanian 4.0 juga panca petani, urban farming, microgreens, hidroponik, dan pembangunan karakter.

Para peserta tidak hanya mendapatkan materi di kelas namun juga diajak meninjau pertanian dan perkebunan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Trending