Connect with us

Kab Tangerang

Kecamatan Tigaraksa Tangerang Dituntut Transparansi

Published

on

Ilustrasi transparansi. (ISTIMEWA)

KABUPATEN TANGERANG, MO – Sejak tanggal 24 Oktober 2017, pihak Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, belum juga memberikan data soal transparansi pengelolaan dan penggunaan keuangan kendati sudah dilakukan upaya permohonan transparansi dari warga setempat.

Yusman Nur, pemerhati kebijakan publik yang juga warga Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang menyebut padahal secara filosofis, penggunaan dan pengelolaan keuangan negara di daerah sejatinya untuk kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya kata Yusman, sejumlah informasi yang sempat diminta terkait pagu anggaran, rencana kerja pembangunan, rencana strategis pembangunan, laporan pertanggungjawaban kecamatan dan sebagainya sempat diminta olehnya.

“Harus terbuka, termasuk penggunaan dan pengelolaan keuangan negara khususnya di Kecamatan Tigaraksa ini,” kata Yusman dalam rilisnya yang diterima METAONLINE, Rabu (28/2).

Ia melanjutkan, secara yuridis, semua bentuk penggunaan dan pegelolaan uang Negara wajib ditrasnparansi kepada masyarakat. Hal ini juga lantaran sudah diatur berdasarkan perundang-undangan.

Ia lebih dalam melanjutkan, hal yang dimaksdud tercantum dalam UU No 1/2003 Tentang Keuangan Negara, UU No 1 /2014 Tentang Perbendaharaan Negara, UU 23/2014 Tentang Pemda, UU 14/2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, PP-58-2005 Tentang Keuangan Daerah.

“Dan Permendagri 21-2011 perubahan kedua pedoman pengelolaan keuangan daerah, dan sejumlah peraturan lainnya,” ucap Yusman.

Uang negara merupakan milik masyarakat, maka kata Yusman, masyarakat harus mengetahui dan mendapatkan haknya untuk tahu (akses) soal penggunaan dan pengelolaannya.

“Artinya, Camat Tigaraksa dalam menggunakan dan mengelola keuangan negara harus terbuka dan masyarakat harus bisa mengaksesnya,” katanya menjelaskan.

Sehingga masyarakat mengetahui apa saja program dan kegiatan di kecamatan dalam rangka pembangunan. Termasuk apakah prosesnya sudah terealisasi atau belum.

Namun faktanya kata Yusman beranggapan, tidak demikian, pengelolaan keuangan negara di Kecamatan Tigaraksa sangat tertutup.

“Faktanya tertutup, maka pasti ada yang tidak beres. Sikap Camat Tigaraksa yang seperti ini menunjukan ada yang ingin ditutup-tutupi, ada apa?” ujarnya menegaskan.

Ini merupakan pekerjaan rumah buat Bupati Ahmed Zaki Iskandar. Jangan sampai disebut gagal mempola pembinaan di tingkat kecamatan.

“Ingat uang negara bukan milik pribadi Camat Tigaraksa, tapi milik masyarakat. Seharusnya dipublikasikan penggunaan dan pengelolaan keuangan itu untuk apa saja,” ungkapnya.

Sebab menurut Yusman, yang dikhawatirkannya adalah ketika uang negara untuk kepentingan masyarakat diduga digunakan dan dikelola secara tertutup, maka akan sangat mudah untuk disalahgunakan. Kalau memang ada, tidak boleh ditoleransi jika ingin kecamatan tigaraksa maju.

“Prinsip dasarnya kan sederhana, sebagaimana menurut KPK, kalau bersih, kenapa risih,” pungkas Yusman.

ADI DARMA

Kab Tangerang

Arus Balik Lebaran, Tol Tangerang-Merak Akan Dilalui 126 Ribu Kendaraan

Published

on

Petugas berjaga di tol Tangerang-Merak. (Ist)

TANGERANG, MO – Memasuki arus balik Lebaran 2018, PT Marga Mandala Sakti selaku pengelola jalur Tol Tangerang-Merak memprediksi sebanyak 126.114 kendaraan akan melalui jalur tersebut selama arus balik.

Ratusan ribu kendaraan tersebut akan didominasi kendaraan umum dan pribadi yang menuju Jakarta ataupun Merak.

Public Relation Tol Tangerang-Merak, Rawiah Hijjah mengatakan bahwa arus balik tahun ini sudah mulai terlihat pada H+1 Lebaran. Namun, jumlah ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan.

“Arus balik sudah mulai terlihat pada H+1 Lebaran kemarin. Jumlah ini juga akan terus mengalami peningkatan,” ujar dia, Minggu (17/6).

Petugas dari pihak pengelola Tol Tangerang-Merak pun disiagakan untuk mengantisipasi antrian panjang terutama pada arus balik mengarah ke Tangerang dan Jakarta. Mengingat puncak arus balik Lebaran thaun ini akan terjadi pada 19 hingga 20 Juni nanti.

“Kami sebagai pengelola jalan tol menambah jumlah petugas transaksi dan armada layanan lalu lintas. Bahkan kalau nantinya terjadi antrian akan diberlakukan sistem jemput bola,” kata dia.

Peningkatan layanan transaksi pun dilakukan dengan melakukan optimalisasi pengoperasian gardu dan penambahan petugas jaga. Pada Gerbang Tol (GT) Cikupa, terdapat penambahan petugas yang berjaga untuk memastikan kelancaran transaksi bagi pengguna jalan.

“Kami menyediakan layanan pengisian ulang/top up uang elektronik di setiap kantor gerbang dan di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) sepanjang Jalan Tol Tangerang-Merak yaitu di KM 43, KM 68 arah Merak dan KM 68, KM 45 arah Jakarta,” tandasnya.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Kab Tangerang

Wagub Andika Tegaskan Bantuan Rp20 Juta Untuk Pesantren Bulat

Published

on

Wagub Banten Andika Hazrumy berbincang dengan pimpinan ponpes sebagai Kabupaten Tangerang. (ADI/METAONLINE)

KAB. TANGERANG,MO – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menegaskan bahwa dana bantuan dari Pemprov Banten kepada pondok pesantren akan diterima bulat nilainya yakni Rp20 juta per pondok pesantren.

Menurutnya, Pemprov Banten ingin agar bantuan tersebut bisa sampai ke pesantren penerima secara tepat jumlah. Andika meminta agar tidak ada yang berusaha untuk memotong jumlah dana bantuan tersebut.

“Saya pastikan tidak ada potongan sepeser pun dan oleh siapa pun. Tidak ada potongan sepeser pun dan dari siapa pun. Tidak ada potongan sepeser pun dan untuk sispa pun,” kata Andika berulang kali dengan nada tegas dalam sambutannya saat menghadiri Safari Ramadhan Pemprov Banten di Kabupaten Tangerang, yang bertempat di Ponpes Khoerul Huda, Desa Kampung Baru, Kecamatan Rajeg, Rabu (6/6). Hadir pada acara tersebut para pemimpin pondok pesantren se-Kabupaten Tangerang.

Andika menambahkan, bahwa Pemprov Banten juga akan menanggung biaya pajak yang harus dibayarkan dalam penyaluran dana bantuan tersebut. “Jadi sekali lagi Rp20 juta itu bulat-bulat akan diterima pondok pesantren,” imbuhnya.

Dengan menjamin tidak adanya pemotongan dan melakukan pembayaran pajaknya, kata Andika, Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan dirinya sebagai wakil gubernur, benar-benar ingin agar bantuan tersebut dapat membantu pesantren, atau bukan malah sebaliknya menjadi merepotkan pondok pesantren.

Lebih jauh Andika mengatakan, jika dana bantuan kepada pesantren ini terbukti efektif dalam membantu pondok pesantren, Pemprov Banten berencana untuk menaikkan jumlah dana bantuan tersebut dalam setiap tahunnya.

Menurutnya, Pemprov Banten menyadari jika nilai bantuan tersebut jauh dari cukup bagi pondok pesantren. Namun begitu, Andika berharap dana bantaun tersebut bisa dipertanggung jawabkan.

“Jadi jangan lupa kalau untuk laporan pertanggunjawabannya nanti kami mohon para pimpinan pondok pesantren untuk membuatnya. Ada FSPP (forum silaturahmi pondok pesantren) nanti yang siap memberikan bantaun dalam hal pembuatan laporan ini,” paparnya.

ADI DARMA 

Continue Reading

Kab Tangerang

Pemkab Tangerang Antisipasi Pendatang Usai Lebaran

Published

on

Rapat Forkopimda Kabupaten Tangerang. (ADI/METAONLINE)

KAB. TANGERANG,MO – Menjelang Hari Raya Idul Fitri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) untuk melakukan persiapan pengamanan lalu lintas/angkutan umum dan antisipasi melonjaknya pendatang dari luar dan pencari kerja.

Sekda Kab. Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang sudah siap dalam mengantisipasi masalah Hari Raya Idul Fitri 1439 H seperti persiapan arus mudik lebaran, baik pengamanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan mudik.

“Saya berharap dalam proses arus mudik dan arus balik lebaran di Kabupaten Tangerang lancar-lancar saja tidak ada hal yang menghawatirkan. Kita terus berupaya melakukan yang terbaik, terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Insya Allah semuanya lancar-lancar saja,” kata Sekda.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Bambang Mardi Sentosa menyampaikan, dalam kesiapan pengamanan yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya yaitu menyiapkan posko keamanan yang terdiri dari Polresta Tangerang, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Pol PP.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang (Disnaker) Jarnaji menyatakan, Kabupaten Tangerang mempunyai daya tarik tersendiri karna Kabupaten Tangerang berbatasan langsung dengan ibu kota negara RI.

Kabupaten Tangerang juga merupakan daerah pengembang kawasan industri dan UKM yang relatif cukup tinggi sehingga dapat melonjaknya pendatang dan pencari kerja dari luar daerah Kabupaten Tangerang.

“Total pencari kerja sampai bulan maret 2018 saja mencapai 52.527 orang, pasca idul fitri 1439 H pencari kerja dari luar daerah Kabupaten Tangerang akan melonjak,” paparnya.

Tambah Jarnaji, pihaknya akan menghimbau perusahaan dalam hal perekrutan tenaga kerja agar memprioritaskan tenaga kerja lokal.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending