Connect with us

Nasional

Kebijakan Lalin Tol Jakarta – Cikampek Sudah Melalui Kajian Matang

Published

on

Skema Kebijakan Lalin Tol Jakarta-Cikampek

Jakarta, MO – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemberlakukan kebijakan lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek telah melalui kajian matang. Kementerian Perhubungan pun telah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait guna mengimplementasikan kebijakan tersebut termasuk diantaranya pelaku usaha transporter dan asosiasi di bidang transportasi.

“Setiap kebijakan transportasi yang dikeluarkan memiliki latar belakang dan tujuan yang jelas. Kementerian Perhubungan pun telah melakukan uji coba sejak tahun 2017 lalu sebelum efektif berlaku 12 Maret 2018 mendatang,” ungkap Menhub Budi di Jakarta, Kamis (8/3).

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan menerbitkan kebijakan lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek guna mengurai kemacetan. Kebijakan tersebut juga menjadi cara Pemerintah mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke moda transportasi umum.
Paket kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2018 ini mengatur tiga hal. Pertama, pengaturan jam operasional angkutan barang pada pukul 06.00 – 09.00 untuk golongan III, IV, V di dua arah yaitu ruas di ruas Cawang – Karawang Barat. Pembatasan ini dikecualikan bagi kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG). Kedua, Pengaturan kendaraan pribadi melalui skema ganjil genap pada akses gerbang tol prioritas Bekasi Timur dan Bekasi Barat arah Jakarta. Dan ketiga, prioritas lajur khusus angkutan umum (LKAU) Bekasi Timur arah Jakarta dan Bus Transjabodetabek Premium.

Seluruh kebijakan tersebut berlaku pada hari Senin – Jumat, kecuali hari libur nasional setiap pukul 06.00-09.00 WIB. Terkait dengan lajur bus berlaku dari Bekasi ke Jakarta. Sedangkan untuk yang ganjil genap hanya berlaku di pintu tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat saja.

“Kebijakan lalu lintas ini adalah hasil survei kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek, khususnya lintasan Cikunir hingga Bekasi Barat. Di ruas tol tersebut volume kendaraan sangat padat sebagai dampak pengerjaan fisik infrastruktur tol berupa jalan layang Tol Jakarta-Cikampek, Light Rapid Transit (LRT) dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang bergulir secara bersamaan pada 2017,” paparnya.

Ia menerangkan, kondisi yang terjadi saat ini di ruas jalan tol Jakarta – Cikampek adalah tidak sebandingnya antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan. Berdasarkan hasil kajian Kementerian Perhubungan, kata dia, tingkat V (volume)/C (capacity) Ratio di ruas Tol Jakarta – Cikampek mencapai 0,96 yang berakibat kendaraan hanya mampu melaju dengan kecepatan 32,3 kilometer per jam sehingga waktu tempuh mencapai 116 menit.

“Jika V/C Ratio mencapai angka 1 – 1,2 sudah dapat dipastikan kendaraan tidak bisa bergerak. Untuk mencegah hal itu terjadi, sebelum terlambat maka kebijakan lalu lintas ini dilakukan. Apabila skenario ini diterapkan, maka V/C Ratio di ruas Tol Jakarta – Cikampek akan turun di angka 0,89. Dengan demikian kendaraan bisa melaju dengan kecepatan 48,45 kilometer per jam dengan perkiraan waktu tempuh 83 menit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono mengatakan, untuk memuluskan kebijakan tersebut Kementerian Perhubungan telah melakukan sejumlah persiapan antara lain penyiapan rambu petunjuk ganjil genap di akses tol prioritas (Bekasi Timur dan Bekasi Barat arah Jakarta. Selain itu, juga dilakukan relokasi barrier di ramp on Bekasi Timur dan Bekasi Barat untuk manuver U-Turn kendaraan pribadi yang terkena kebijakan ganjil genap.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, masyarakat pengguna kendaraan pribadi yang terimbas kebijakan tersebut diberikan alternatif untuk masuk pintu tol selain Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Selain itu, masyarakat juga dapat beralih menggunakan Bus Transjabodetabek Peremium yang tersedia di Mega City Bekasi Barat dan Grand Dhika Bekasi Timur. Khusus yang beralih menggunakan Bus Transjabodetabek, tambah Bambang, disediakan parkir mobil dengan tarif flat Rp10.000 per hari.
“Pemerintah berharap masyarakat beralih ke Transjabodetabek daripada dalam kondisi macet akan lebih banyak pengeluaran,” (ril/fer)

Kota Tangerang

Cuaca Buruk, AP II Minta Penumpang Datang Lebih Awal

Published

on

Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, menjelaskan kondisi yang mesti diantisipasi karena cuaca ekstrem belakangan ini, Jumat (21/9/2018).

TANGERANG, MO – PT Angkasa Pura II (Persero) mengimbau agar pengguna jasa di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, mengantisipasi adanya kendala akibat cuaca ekstrem yang terjadi pekan ini.

Pengelola bandara tersibuk kedua se-Asia Facific dan 17 di dunia itu mengingatkan terkait kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.

Di mana penumpang sebaiknya bersiap menghadapi kondisi yang kurang nyaman. Kondisi seperti saat ini diharapkan agar pengguna jasa dapat mengantisipasi adanya kendala.

“Kami mengimbau kepada para penumpang saat ini cuaca sangat ekstrem, agar bersiap siaga dalam kondisi tertentu,” ujar Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (21/9/2018).

Kondisi cuaca saat ini sangat sulit di prediksi. PT Angkasa Pura II mengimbau kepada pengguna jasa bandara dapat mempersiapkan diri lebih awal untuk datang ke bandara agar tidak terburu-buru saat akan melakukan check in.

Sebab, hujan lebat dan cuaca ekstrem bisa mempengaruhi operasional penerbangan.

Sehingga seluruh operator penerbangan perlu mewaspadai risiko cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah sejak awal September 2018 ini.

PT Angkasa Pura II berharap para pengguna jasa untuk datang lebih awal atas jadwal penerbangan. Karena hujan lebat yang meningkat dapat menyebabkan kemacetan dalam perjalanan menuju ke bandara.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan pihak Otoritas Bandara. Meskipun hingga saat ini delay dan penutupan operasional bandara belum terjadi, sejauh ini cuaca masih dinyatakan layak. Tetapi kami selalu koordinasi,” jelasnya.

Dirinya juga menyatakan, pihaknya terus melakukan pengecekan marka landasan pacu.

“Kondisi seperti ini penting untuk kejelasan feasibility selama pergerakan di sisi udara,” tuturnya.

Selain itu, pihak PT Angkasa Pura II juga telah mengoperasikan Terminal Operation Center yang berfungsi untuk memonitor seluruh aktivitas dan kebutuhan di Terminal secara live. (agr)

Continue Reading

Nasional

Mahasiswa Desak Indonesia Keluar IMF

Published

on

DPP GMNI tolak pertemuan tahunan IMF di Bali.

TANGERANG, MO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak Pemerintah Pusat keluar dari keanggotaan International Monetery Fund (IMF). Desakan ini menyusul agenda pertemuan tahunan IMF di Bali, 12-14 Oktober 2018 mendatang.

IMF dinilai bakal jadi batu sandungan ekonomi Indonesia. Keikutsertaan Indonesia disebut hanya akan memudarkan sistem ekonomi Pancasila.

Wakil Ketua DPP GMNI Taufik Hidayat menuturkan, IMF hanya akan menjadikan Indonesia tempat penyaluram modal kapitalis.

“Bisa disimpulkan pertemuan ini hanya membahas kepentingan kapitalis global (imperialisme), memuluskan cengkramannya pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia,” terangnya.

Keikutsertaan Indonesia, dikatakan Taufik mestinya dimanfaatkan untuk mengenalkan sistem ekonomi Pancasila kepada negara peserta. Bukan sebaliknya, malah mengikuti agenda ekonomi liberal.

“Indonesia semestinya harus mempunyai posisi yang kuat untuk juga mengagendakan sistem ekonomi Pancasila sebagai rul model ekonomi dunia hari ini yang cenderung liberal kapitalis agar dibahas dalam pertemuan bergensi itu,” ujar Taufik.

Sejumlah alasan keluar dari IMF diutarakan Taufik. Dia mengatakan, sistem ekonomi Pancasila tak tergantikan dengan sistem liberal.

“Pemerintah harus menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun dalam menggerakan seluruh aspek kehidupan bangsa baik ekonomi, politik, social budaya dan lain sebagainya,” tukasnya.

Indonesia akan disibukan dengan agenda besar internasional annual meeting IMF-WB. Bali didaulat menjadi tuan rumah acara bergengsi ini. Agenda ini akan dihadiri 15.000 orang dari 189 negara anggota IMF di seluruh dunia. (FI)

Continue Reading

Ekonomi

Tiongkok – Amerika Perang Dagang, Ekspor Sarang Walet Lesu

Published

on

Ilustrasi sarang burung walet. (net)

TANGERANG, MO – Eksportir sarang burung walet mengaku bisnisnya mengalami stagnan dan cenderung turun dalam kurun dua bulan belakangan. Pihaknya berharap kondisi ekonomi global bisa segera pulih terutama ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Asisten Presiden Direktur Asosisasi eksportir sarang burung walet Bambang Irianto menerangkan, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika belum memberikan angin sejuk bagi sejumlah eksportir di tanah air.

“Terlebih pada ekspor sarang burung walet yang saat ini permintaan stagnan dan cenderung mengalami penurunan,” katanya, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (6/9/2018).

Hal tersebut merupakan dampak dari ketegangan ekonomi antara China dan Amerika Serikat.

“Ya mesti dollar sedang naik saat ini,” bilang Bambang.

Meski begitu, dirinya meyakini pasar potensial China sebagai negara peminat terbesar sarang burung walet Indonesia, akan berlanjut di bulan November hingga Desember 2018 ini.

“Penurunan sekitar dua bulan lalu. Tapi kita lihat saja imlek mempengaruhi, biasanya mereka akan menyetok di November dan Desember,” bilang dia.

Penurunan permintaan sarang burung walet ini, lanjut dia, tak hanya terjadi di China yang sedang perang dagang dengan Amerika Serikat. Tapi sejumlah negara konsumer sarang burung walet seperti Vietnam, Hongkong dan negara lainya juga terjadi stagnasi.

“Sama hampir seluruh pangsa pasar walet stag dan cenderung turun. Selama ini yang paling besar China, dan sangat dalam penurunannya,” kata dia.

Untuk kembali meningkatkan permintaan, pihaknya melalui asosiasi dagang akan melakukan prmosi ke sejumlah negara terkait manfaat konsumsi sarang burung walet.

“Dalam waktu dekat ada beberapa target promosi berupa pameran yang kami lakukan, diantaranya di Sanghai dan Beijing,” ucap dia. (FI)

Continue Reading

Trending