Connect with us

Kota Tangerang

Karaoke di Tangerang Diduga Gelapkan Pajak Hiburan Hingga Miliaran Rupiah

Published

on

Hop Restaurant dan Karaoke di bilangan Cipondoh Kota Tangerang. (ISTIMEWA)

TANGERANG,MO – Selain disorot soal izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang tidak ada, HOP Karaoke yang beroperasi di bilangan Cipondoh Kota Tangerang juga diduga melakukan penggelapan pajak.

Demikian diungkapkan Hendri Zein, Ketua Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Tangerang, Rabu (3/1).

Dipaparkan Hendri, berdasarkan Peraturan daerah (Perda) no. 7 tahun 2010 tentang pajak daerah dan Peraturan Walikota (Perwal) No. 45 tahun 2014 tentang tata cara pengelolaan pajak hiburan, setiap tempat hiburan berupa karaoke harus dikenakan pajak hiburan yang besarannya didalam Perda mencapai 35 persen dari nilai omzet yang diperoleh.

“Karena tidak memiliki TDUP, maka dipastikan HOP Karaoke tidak membayar pajak hiburan yaitu sebesar 35 persen dari nilai omzet,” jelas Hendri dalam keterangan tertulis yang diterima METAONLINE.

Hendri menuturkan, didalam Perda no 7 tahun 2010 pada pasal 2, usaha karaoke termasuk yang dikenakan pajak daerah, dimana dalam pasal 23, pajak yang dikenakan untuk karaoke keluarga sebesar 35 persen dari omzet.

“Potensi pengelapan pajak yang dilakukan manajemen HOP Karaoke bisa mencapai miliaran rupiah, kalau dihitung dari sejak beroperasinya dari awal tahun 2017 sampai akhir 2017, dimana dalam tenggang waktu satu tahun ini tidak pernah dipungut pajak karaokenya,” kata Hendri.

Pajak karaoke, sambung Hendri, berbeda dengan pajak restoran sebesar 10 persen. Sehingga usaha hiburan dan restoran seperti HOP Restoran dan Karoke dikenakan dua pajak yang berbeda.

“Bisa dipastikan kalau selama ini Pemda hanya memungut pajak restoran saja dari HOP, padahal kenyataannya usaha yang dikelolah ada dua, yaitu restoran dan karaoke,” kata Hendri.

Seharusnya tambah Hendri, kondisi seperti ini tidak dibiarkan oleh Pemkot Tangerang. Ia menduga ada potensi kerugian negara, dimana ada usaha hiburan bebas melakukan aktifitasnya hingga luput dari pungutan pajak.

“Kalo terbukti ada penggelapan pajak, Pemkot Tangerang harus memberikan sanksi denda administratif bahkan sampai pidana,” imbuhnya.

Lebih jauh Hendri menjelaskan, jika diasumsikan dalam satu hari omzet Hop karoke mencapai 20 juta, maka penghasilan yang didapat dalam satu bulan bisa mencapai Rp 600 juta, maka berdasarkan Perda no 7 tahun 2010 pajak hiburan yang harus dibayar Manajemen HOP mencapai Rp 180 juta.

“Kalau mereka sudah beroperasi sejak awal tahun 2017, hitunglah sepuluh bulan mereka beroperasi dalam tahun 2017, maka bisa dipastikan jumlah pajak hiburan yang tidak dibayar oleh manajemen HOP mencapai miliaran rupiah, nilai ini cukup besar,” pungkasnya.

ADI DARMA

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tangerang

Wakil : Tebarkan Nilai Kepedulian Dimulai dari Diri Sendiri

Published

on

TANGERANG, MO – Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menghadiri acara Santunan Anak Yatim dalam rangka Memperingati Tahun Baru 1 Muharram 1441 Hijriyah yang diselenggarakan oleh Majelis Mujahadah Asmaul Husna, di Masjid Raya Al-Azhom, Rabu (18/9).

Dalam sambutannya, Sachrudin mengatakan kepada para jamaah yang hadir bersama dengan pemerintah saling bahu-membahu mengatasi permasalahan sosial.

“Pemerintah telah bekerjasama dengan Baznas Kota Tangerang membentuk UPZ (Unit Pengumpulan Zakat) disetiap masjid dan mushola dengan harapan UPZ dapat mengatasi persoalan-persoalan sosial,” ucapnya.

“Contohnya masalah kesehatan, pendidikan dan lainnya yang memerlukan penanganan segera,” ungkap Sachrudin.

Sachrudin meyakini, dengan kesadaran masyarakat dalam mengeluarkan kewajiban-kewajibannya ditambah rasa kepedulian yang tinggi, berbagai program-program yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan terwujud.

“Tidak ada orang miskin yang menangis karena kekurangan jika masyarakat dan pemerintah membangun kesejahteraan dan mengetahui kewajiban-kewajibannya karena sebagian hak-hak yang kita miliki ada hak-hak yang perlu dikeluarkan,” tambahnya.

Terakhir, Wakil berpesan kepada jamaah yang hadir, untuk selalu menebar kebaikan kepada sesama yang akan membawa keberkahan dan kebaikan untuk Kota Tangerang.

“Tidak perlu melihat seberapa besar yang harus dikeluarkan, bagaimanapun nilainya akan sangat bermanfaat bagi kalangan prasejahtera, dan ini sesuatu yang harus dimulai dari diri sendiri,” tukasnya.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Delegasi Jabatan Penerangan Malaysia Tertarik TLR Kota Tangerang

Published

on

TANGERANG, MO – Sejumlah delegasi Jabatan Penerangan Malaysia bersama perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkunjung ke Kota Tangerang dalam rangka studi banding ke command center Tangerang Live Room (TLR) yang diterima langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan dengan adanya TLR yang merupakan pusat kendali dari berbagai aplikasi, menjadi sarana bagi Pemkot untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik yang lebih baik.

“Pemkot punya aplikasi Tangerang Live yang menjadi rumah besar dari aplikasi – aplikasi Pemkot,”

“Yang telah terintegrasi dengan OPD Pemkot Tangerang dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Tangerang,” papar Arief dalam kunjungan yang dipimpin langsung oleh Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Selamatta dan Pengarah Negeri Pahang Encik Salmun Mustafa di ruang Tangerang Live Room, Puspem Kota Tangerang, Rabu (18/9).

Selain Tangerang Live, Wali Kota juga menyampaikan cara – cara yang ditempuh oleh Pemkot Tangerang dalam pemanfaatan sosial media sebagai saran menyampaikan program – program yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Kami manfaatkan semua media mulai dari sosial media hingga media massa,”

“Untuk pemantauannya dilakukan oleh rekan – rekan di Tangerang Live Room,” terang Arief.

“Keluhan masyarakat juga bisa dimonitor dari TLR,” imbuhnya.

Wali Kota juga menyampaikan tentang pemanfaatan aplikasi milik Pemerintah Kota Tangerang yang telah diadopsi oleh berbagai kota dan kabupaten serta lembaga lain yang ada di Indonesia.

“Sampai saat ini sudah 35 daerah di Indonesia yang mengadopsi aplikasi yang dibuat oleh Pemkot Tangerang,” jelas Arief.

Sementara itu, Pengarah Negeri Pahang Encik Salmun Mustafa mengungkapkan pemanfaatan teknologi yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang sudah berjalan dengan baik dan patut untuk dicontoh.

“Ke depan akan sangat bermanfaat tidak hanya untuk persoalan masyarakat, tapi bisa juga untuk persoalan transportasi bahkan bencana alam,” tutup Encik Salmun.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Kampung Talas, Pelopor Kampung Tertib Lalu Lintas

Published

on

TANGERANG, MO – Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah meresmikan Kampung Tertib Lalu Lintas (Talas) yang berada di RT. 02/04 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Rabu (18/09).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengungkapkan Kampung Talas telah menjadi salah satu dari banyaknya kampung tematik yang ada di Kota Tangerang dimana kampung ini menjadi bentuk nyata kolaborasi nyata antara Pemkot dengan Polres Metro Tangerang Kota dalam mendorong masyarakat lebih peduli kepada lingkungan tempat tinggalnya.

“Kalau di kota-kota lain banyak taman lalu lintas, di Kota Tangerang ada Kampung Tertib Lalu Lintas,”

“Saya sangat mengapresiasi teman-teman Polres Metro Tangerang Kota yang sudah ikut serta membantu terselenggaranya program Kampung Kita,” ungkapnya.

Dengan diresmikannya Kampung Talas, Arief mengharapkan agar kampung tematik baru ini bisa mengedukasi masyarakat yang berkunjung untuk lebih memahami rambu – rambu lalu lintas yang ada.

“Saya melihat ada rambu-rambu lalu lintas, mungkin ke depan bisa dibuat lebih menarik,”

“Ditambah ada perpustakaan mini, inikan menjadi metode pembelajaran yang mudah dicerna, terlebih bagi anak-anak usia dini,” sambung Wali Kota di acara yang juga dihadiri oleh irektur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan.

Senada dengan Wali Kota, Kaporles Metro Tangerang Kota Abdul Karim menjelaskan Kampung Talas menjadi salah satu bentuk aplikasi dari kegiatan Operasi Patuh Jaya agar masyarakat Kota Tangerang paham mengenai tertib berlalu lintas.

“Kita akan bantu sosialisasikan kepada masyarakat Kota Tangerang, semoga kedepannya semakin banyak kampung yang mengadopsi Kampung Tertib Lalu Lintas,” ungkapnya.

Peresmian Kampung Talas diikuti dengan pemberian Promotorer Reward oleh Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan kepada Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah, Kapolres Metro Tangerang Kota Abdul Karim, Dandim 05/06 Tangerang Letkol Inf. Wisnu Kurniawan dan Sanden Pom Jaya 01 Jatake Tangerang Letkol CPM R. Tri Cahyo Budi selaku pembina atas terbentuknya Kampung Tertib Lalu Lintas (Talas).(bono)

Continue Reading

Trending