Connect with us

Kuliner

Jelang Lebaran Produksi Dodol Khas Kota Tangerang Meningkat

Published

on

metaonline.id

METAONLINE,- – Menjelang Lebaran, rumah produksi dodol Ny Lauw di Jalan Lio Baru, Neglasari, Kota Tangerang meningkat. Salah satu kue khas Kota Tangerang ini selalu menjadi incaran di hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri.

Kue berwarna coklat tua dan lengket ini dikemas dengan lapisan plastik hingga membentuk bulat panjang, memiliki berbagai macam rasa. Mulai dari rasa original, rasa duren ataupun yang ditaburi wijen memiliki tekstur dodol lembut yang membuat dodol tersebut banyak dicari masyarakat.

metaonline.id

rumah produksi dodol Ny Lauw di Jalan Lio Baru, Neglasari, Kota Tangerang. (candra/metaonline)

Seperti Ibu Neni (45) warga Jakarta mengatakan bahwa dirinya sudah menjadi langganan dodol Ny Lauw sejak beberapa tahun silam. Dari segi tekstur dan rasa yang khas yang berbeda dari dodol lainnya membuat ia memilih dodol produksi Ny Lauw.

“Beli dodol kita setiap tahun beli disini, udah langganan juga. Kadang beli 5 kilo, karena sudah tahu rasanya jadi saya sering bolak balik beli dodol kesini. Rasanya itu ciri khas sekali untuk dodol ini, teksturnya lembut dan di lidah saya sama keluarga pun menyukainya,” ujar dia, Senin (11/6).

Rumah produksi sejak tahun 1969 ini tidak hanya memproduksi dodol, tetapi juga memproduksi kue keranjang. Menurut pemilik rumah produk dodol Ny Lauw Umar Sanjaya, pada hari biasa atau di luar bulan Ramadhan pihaknya hanya memproduksi dodol sebanyak 30 sampai 50 kilogram.

“Kalau hari biasa paling kita bikin 30 sampai 50 kilogram. Tetapi kalau Lebaran kaya gini kita bisa memproduksi 1 ton lebih,” ujar dia.

Kendati mayoritas pembeli dodol Ny Lauw untuk dijual kembali. Koh Umar sapaan akrabnya mengaku tetap memasang harga yang terjangkau agar dapat dibeli masyarakat luas.

“Tahun lalu sama tahun ini penjualannya sih sama aja, kalau kita kebanyakan buat orang dagang. Tetapi harga itu sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per pcs,” tandasnya. (CANDRA IRAWAN)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tangerang

Ratusan Warga Tangerang Rela Antri 100 Meter

Published

on

By

Ratusan warga dan kendaraan rela mengantri Kebab Ali Baba di Karawaci, Kota Tangerang. (candra)

TANGERANG, MO – Sebanyak 1001 kebab dari sebuah rumah makan Ali Baba di Jalan Harapan Kita, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang akan dibagikan kepada ribuan pengguna jalan dan warga sekitar.

Di lokasi, antrian sudah dimulai sejak pukul 15.00 WIB. Padahal panitia baru memulai pembagian kebab tersebut pukul 16.00 WIB, akibatnya antrian panjangpun tak bisa dihindarkan, antrian yang mengular itu juga membuat kemacetan disekitar Jalan.

Menurut Kepala Bidang Marketing Communication Ibrahim Malik, pembagian 1001 kebab itu merupakan promo pihak Ali Baba sebagai franchisor dari kebab Ali Baba yang sampai saat ini sudah dapat ditemui di seluruh wilayah Kota Tangerang. Dalam pembagian kebab gratis ini pihaknya memberikan dua kebab untuk satu orang.

“Ini baru pertama kali diadakan, namun antusias masyarakat sangat banyak. Kenapa diadakan disini, karena ini merupakan outlet pertama kami dari tahun 2005,” kata Malik, Selasa (29/5).

Tujuan dari pembagian 1001 kebab ini, lanjut ia untuk berbagi kepada masyarakat luas. Terlebih spirit bulan puasa yang dirasakan pihak sangat terasa untuk menyisihkan rezeki mereka.

“Kita ingin menimbulkan keberkahan, kita ingin berbagi. Spirit yang kita perjuangkan itu yang insya Allah kita berencana tahun depan mengulangi kegiatan ini, mungkin tahun depan lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Di lokasi, Arief (36) salah satu warga Karawaci mengaku bahwa dirinya telah menunggu sejak pukul 14.00 WIB. Ia ingin memanfaatkan kebab gratis ini sebagai tambahan menu berbuka puasa.

“Ya tadi dapet ini tempat kebab itu ya. Kebetulan anak suka sama kebab ini,” pungkasnya.

Hanya dalam waktu 30 menit ribuan kebab tersebut habis, dan beberapa pengunjung yang sudah mendapatkannya tampak senang. (candra)

Continue Reading

Kuliner

Pasar Mamin Indonesia Digarap Perusahaan Korea

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi/istimewa

METAONLINE,- Industri produk makanan dan minuman (mamin) Korea kian gencar menggarap pasar Indonesia. Via Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation (aT), mereka menyasar korporat atau para buyer dari Tanah Air. Juga merambah melalui serangkaian K-Food Festival yang digelar beberapa tahun belakangan.

“Untuk masuk pasaran di Indonesia, kami berusaha mendapatkan izin halal dan ML (Makanan Luar). Fokus pada produk yang pasti akan laku dan masyarakat suka,” ungkap Presiden Direktur Nam Taek Hong aT Center Jakarta, pada Kamis, (24/5) kemarin.

Yang teranyar, pembukaan booth K-Food selama acara Jakarta Fair Kemayoran 2018. Di sana telah disediakan berbagai variasi makanan Korea yang popular dan menyehatkan.

Di antaranya mie instan, snack, minuman, es krim, frozen food, minuman kesehatan anak-anak serta ginseng.

“Tidak ketinggalan pula minuman kesehatan seperti Korean Black Raspberry (Bokbunja), juice yang dipercaya baik sebagai pencegah kanker, hyperlipidemia serta penyakit kardiovaskular,” ucap Nam.

Bukan hanya itu, ada pula banyak acara seputar dinamika kebudayaan Korea terkait produk kuliner. Bekerja sama dengan Korean Culture Center dan Korea Restaurant Organization, booth menyelanggarakan beragam permainan tradisional Korea.

“Ada kesempatan mengunakan Hanbook (pakaian tradisional Korea) serta photo wall Instagram dengan latar belakang aktor Ha-ha dan Gwang-Su sebagai maskot aT Center,” tukas Nam.

Masyarakat dipersilakan menikmati jajanan khas seperti Tteokpoki, Kimbab, Odeng dan lain-lain. Sambil dimeriahkan sesi Cooking Class makanan Korea oleh koki Yuda Bustara dan Jun.

“Jakarta Fair juga menjadi ajang pertemuan para vencor lokal yang dapat mengembangkan jalur distribusi produk makanan Korea di berbagai daerah Indonesia,” tutur Nam. (Sir/bbs)

Continue Reading

Kuliner

Berburu Kuliner Jakarta Fair Kemayoran 2018

Published

on

By

metaonline.id
istimewa

METAONLINE,- Jakarta Fair Kemayoran 2018 digelar di tengah berlangsungnya bulan suci Ramadan. Meski begitu, para pengunjung tak perlu khawatir kesulitan mendapatkan makanan berbuka setelah berbelanja seharian. Sebab, Jakarta Fair hadir dengan lebih banyak aneka menu lezat khas Nusantara.

Mulai dari makanan ringan hingga yang berat sekalipun, semuanya banyak tersedia di berbagai sudut area Jakarta Fair. Keanekaragaman makanan yang tersedia, membuat event ini juga bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai tempat berbuka bersama teman-teman dan keluarga.

Pada gelaran tahun ini juga akan menampilkan zona khusus kuliner yang salah satunya adalah Wisata Kuliner Bali.

Area ini berlokasi tepat di belakang Hall D yang berisi puluhan stan kuliner yang memamerkan berbagai jenis makanan khas tradisional di dalamnya.

Para pengunjung dapat menikmati hidangan seperti Nasi Matah, Ayam Rempah, Nasi Kapau, Aneka jenis Soto dan Sate, Es Teler dan Es Campur, serta hidangan kuliner nusantara lainnya.

Di samping itu, tidak hanya keanekaragaman makanannya, suasana di Arena Kuliner Jakarta Fair ini juga menyediakan tempat yang nyaman dengan desain booth berkonsep tematik khas budaya tradisional Indonesia. Sambil bersantap, para pengunjung juga akan ditemani alunan musik tradisional.

Beralih ke area Gambir Expo terpatnya dekat pintu F, para pengunjung pun juga bisa menemukan berbagai santapan khas Betawi di area Kampung Betawi.

Pengunjung bisa kembali bernostalgia dengan cita rasa khas makanan Betawi tempo dulu yang kini sudah jarang ditemui. Makanan seperti laksa Betawi, soto mie, dodol betawi, kerak telor dan nasi ulam adalah beberapa di antara makanan khas Betawi yang tersedia di area ini. (Sir/bbs)

Continue Reading

Trending