Connect with us

Hukum Kriminal

Jaksa Siap Ekskusi Terpidana Randy Dan Roland Panggabean

Published

on

Kejaksaan Negeri Kota Tangerang. (Ist)

TANGERANG,MO – Jaksa siap melakukan ekskusi untuk penahanan terhadap dua terpidana Randy Parsaoran Panggabean (51) dan Roland P. Panggabean (40) bila memang diperintahkan oleh majelis hakim.

“Kalau ada bunyi petintah untuk melakukan penahanan, langsung kita ekskusi,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kota Tangerang I Gede Adiaksa menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (1/6/2018).

Gede Adiaksa mengatakan berdasar informasi yang diterima bunyi putusan majelis tentang kedua terpidana tersebut, supaya ditahan.

“Bunyi kalimat ‘supaya ditahan’ dengan ‘segera ditahan’ berbeda. Saya masih menunggu salinan putusan dari panitera dan sampai sekarang kita belum terima,” tuturnya.

Sebelumnya, Kamis (5/4/2018) dua terdakwa Randy Parsaoran Panggabean (51) dan Roland P. Panggabean (40), divonis masing-masing selama 1 tahun 6 bulan dan diperintahkan untuk ditahan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, di Jalan TMP Taruan, Kota Tangerang.

Majelis hakim yang diketuai oleh Tuty  Haryati, SH, MH, dengan hakim anggota Gunawan Tri Budiono, SH dan Sun Basana Hutagalung, SH, MH, pada Rabu (4/4/2018) menjatuhkan vonis dengan putusan nomor 946/Pid.B/2017/PN TNG dan nomor 947/Pid.B/2017/PN Tng terhadap terdakwa Randy Parsaoran Panggabean dan Roland P.Panggabean yang menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan perbuatannya melanggar pasal 266 ayat (1) junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

“Meski vonis sudah dijatuhkan majelis hakim sebulan lebih, kalau kita belum dapat salinan putusan, belum bisa menentukan sikap. Petugas ekskusi itu tidak boleh salah. Kalau kita salah bisa gawat bos,” ungkap Gede Adiaksa.

Kalau saja bunyi kalimat dalam amar putusan majelis hakim, kata Gede, segera ditahan langsung jaksa melakukan terhadap kedua terpidana.

“Coba cek ke jaksanya, apakah sudah ada salinan putusan atau tidak. Setahu saya, belum ada,” tutur Gede Adiaksa.

Sementera itu, berdasar informasi yang ditelursuri di Pengadilan Negeri Tangerang menyebutkan bahwa kedua terpidana sudah menyatakan banding atas putusan yang dijatuhkan majelis hakim.

“Kedua terpidana memasukan memori banding apda 18 April 2018. Kini proses banding sudah berjalan,” ujar panitera yang tidak mau disebutkan namanya.

Sedangkan Humas Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Muhammad Irfan, SH mengatakan apakah sendiri atau kedua terpidana itu mengajukan banding tidak ada masalah bagi hakim.

“Kalau satu orang dari dua orang terpidana yang menyatakan banding meski dalam satu perkara, tentu yang banding perkaranya diproses di Pengadilan Tinggi,” ujar Irfan.

Apalagi kalau kedua terpidana yang mengajukan banding, kata Irfan, tentu keduanya akan menanggung risiko diterima atau ditolak.

“Soal ekskusi, itu kewenangan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Apakah mau ekskusi atau tidak, sepenuhnya menjadi kewenangan kejaksaan,” ucap Humas PN Tangerang itu.

Di tempat terpisah, Arias Rahadian, SH penasihat hukum Andreas korban yang dirugikan kedua terpidana, mengatakan makna dari isi petikan putusan Nomor 947/Pid.B/2017/PN Tng pada pada nomor 3. Memerintahkan supaya terdakwa ditahan, selayaknya jaksa sudah dapat melaksanakan ekskusi terhadap kedua terpidana.

“Seharusnya, jaksa tidak boleh ragu karena amar putusan majelis hakim yang tercantum di dalam petikan putusan dan salinan putusan sama,” ungkap Arias kepada wartawan Jumat (1/6/2018).

ADI DARMA

Hukum Kriminal

Jelang Lebaran, Avsec Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Sabu

Published

on

Pelaku penyelundupan narkoba di bandara Soetta saat dibekuk, Kamis (14/6). (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Pengamanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selalu dijajal oleh para pelaku jaringan narkotika. Meski selalu gagal, tetapi para penyelundup narkotika terus mencobanya. Modus operandi yang dilakukan pun beragam.

Seperti yang dilakukan seorang pria yang tinggal di Jalan Petak Asem 07/5 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara berinisial O.

“Benar tersangka terindikasi membawa sabu yang coba dia selundupkan dengan cara menyimpannya di dalam celana dalam,” ujar Erwin Revianto, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Adapun tersangka O yang merupakan penumpang Lion Air JT 0656 tujuan Jakarta-Lombok itu  melakukan check in di Lion Tower Jakarta.

Dirinya mencoba mengelabui petugas dengan tidak melakukan check-in di area counter check-in yang terdapat di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

“Tersangka diamankan di SCP2, dirinya mencoba dengan tenang masuk ke dalam pemeriksaan awal (SCP1) tanpa bagasi langsung ke SCP2. Namun, di SCP2 alarm menyala, lalu kami amankan tersangka ke dalam ruangan khusus,” tutur Erwin.

Setelah diperiksa, di dalam celana dalam pelaku didapati satu paket yang diduga berisi sabu dengan ukuran besar. Pelaku diketahui sendirian dalam beraksi. Diduga jaringan narkoba lain telah mengantarnya ke bandara.

“Kami juga mendapati dua alat penghisap sabu, yang biasa disebut bong. Atas peristiwa ini, kami berkoordinasi dengan petugas dari Polres Bandara Soekarno-Hatta,” terang Erwin.

ADI DARMA

Continue Reading

Hukum Kriminal

Tangsel Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Petasan Mercon

Published

on

Walikota Airin ikut memusnahkan miras dan mercon bersama Polres Tangsel. (ADI/METAONLINE)

TANGSEL,MO – Kepolisian Resort (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) musnahkan 10.720 botol minuman keras (miras) dan 111.250 petasan mercon di Halaman Polres Tangsel, Serpong pasa Rabu 6 Juni 2018.

Pemusnahan yang menggunakan alat berat ini pun turut dihadiri oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dan Dandim 0506 Tangerang Letkol Infantri Muhammad Imam Gogor Aghnie.

Menurut Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, miras ini didapat dari berbagai warung dan tempat yang digunakan warga untuk mengkonsumsi minuman tersebut.

“Akibat mengkonsumsi miras, terdapat tindak pidana Pasal 170 KUHPidana pada 21 Mei 2018 lalu, yakni perselisihan dengan pelaku GRF (26), FY (23), RH (26) dan AM (22) di Jalan Inpres Kampung Bulak, Benda Baru, Pamulang,” ujarnya.

Para pelaku tersebut modusnya mengkonsumsi miras, hingga terjadi perselisihan. Adapun akibat lain yakni, penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHPidana dan UU Darurat.

“Dengan pelaku A (76) yang modusnya melukai korban karena tersinggung ditegur di RM Dapur Laras, Pondok Benda, Pamulang, Tangsel 5 Juni 2018 kemarin,” tegasnya.

Sementara Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany berterimakasih dengan kinerja pihak kepolisian dalam membantu pihaknya. Terlebih, Tangsel memiliki regulasi yang tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian Perdagangan.

“Saya berharap tidak ada lagi peredaran miras di Kota Tangsel. Apalagi melihat dampak buruk bagi kesehatan yang tidak baik,” terangnya.

ADI DARMA

Continue Reading

Hukum Kriminal

Jelang Lebaran, Polres Metro Tangerang Gelar Apel Operasi Ketupat

Published

on

Pjs Walikota Tangerang M. Yusuf melekatkan pita pengamanan idul Fitri 1439 H. (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Polres metro tangerang kota menggelar apel gelar pasukan gabungan dalam rangka persiapan operasi ketupat 2018 pada pelaksanaan hari raya idul fitri 1439 H.

Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Tangerang M. Yusuf yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan agar dengan adanya operasi ketupat 2018, dapat meminimalisir titik – titik kerawanan yang mungkin terjadi di kota Tangerang selama masa libur lebaran.

“Apalagi besar kemungkinan sebagian warga kota Tangerang akan melakukan mudik lebaran,” jelas M. Yusuf saat memimpin apel gelar pasukan di halaman Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (6/6).

Operasi ketupat 2018 akan berjalan mulai tanggal 7 Juni hingga 24 Juni 2018 dengan melibatkan anggota gabungan antara kepolisian, TNI, dan aparat pemerintah.

“Total pasukan yang disiapkan sebanyak 1.500 personil untuk mengamankan kota Tangerang,” ungkap M. Yusuf.

Ia juga menghimbau agar masyarakat kota Tangerang yang melakukan mudik lebaran dapat berkoordinasi dengan lingkungan setempat untuk dapat meminimalisir terjadinya tindak kejahatan.

“Sampaikan pada ketua RT setempat kalau mau mudik, dan pastikan rumah sudah dalam keadaan aman sebelum ditinggal mudik,” pesan Yusuf.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Harry Kurniawan menambahkan dalam rangka operasi ketupat 2018 ini pihaknya akan memberikan prioritas keamanan terhadap sejumlah tempat selama berlangsungnya masa libur lebaran.

“Prioritas pengamanan pada operasi ketupat ini antara lain pusat keramaian, rumah ibadah, rumah kosong, serta arus mudik dan balik lebaran,” tutup Kapolres.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending