Connect with us

Nasional

Islam dan Kebangsaan Tak Bisa Dipisahkan

Published

on

metaonline.id
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah. (istimewa)

METAONLINE,- Islam dan Nasionalis di Indonesia adalah dua hal yang tidak terpisahkan, pandangan yang menyebut pihak nasionalis adalah anti-Islam dan Islam anti-nasional adalah keliru.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dalam kajian Ramadan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhamadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Selasa (29/5) kemarin.

Kajian ini dihadiri juga Presiden Jokowi dan Mendikbud Muhadjir Effendi. Dalam paparannya, Basarah menjelaskan, saat ini telah terjadi upaya untuk membenturkan golongan Islam dan golongan nasionalis, khususnya dalam mempersoalkan hubungan agama dan negara.

Padahal, masalah tersebut sudah final dalam sejarah pembentukan dasar negara, yaitu sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) hingga sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

“Upaya-upaya ini (membenturkan Islam dan kebangsaan) identik dengan pola devide et impera (adu domba) yang dahulu pernah dipraktikkan bangsa kolonial untuk memecah belah dan melemahkan bangsa Indonesia,” katanya.

Basarah merasakan, propaganda politik bahwa golongan nasionalis itu tidak religius dan golongan Islam tidak nasionalis terus diperuncing dan dihadap-hadapkan secara diametral. Padahal, dalam sidang BUPKI terbukti bahwa Islam dan kebangsaan berjalan bersamasama. (Sir/bbs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Menhub Tinjau Kondisi Arus Mudik di GT Cikarang Utama

Published

on

Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan perjalanan mudik tahun 2018 lebih cepat. (ADI/METAONLINE)

JAKARTA,MO – Tepat pada H-2 perayaan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada Hari Rabu, 13 Juni 2018, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bersama dengan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Asops Kapolri Deden Juhara, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Eka Pria Anas serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo, melakukan tinjauan lapangan ke Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Tinjauan dilakukan guna memantau perkembangan arus lalu lintas pemudik, serta melakukan evaluasi terhadap pelayanan mudik oleh instansi terkait untuk pengelolaan arus balik yang lebih baik lagi.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Perhubungan mendapatkan penjelasan dari Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan dan Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur, mengenai perkembangan kondisi lalu lintas di GT Cikarang Utama, serta upaya-upaya yang telah dilakukan Jasa Marga serta fasilitas-fasilitas yang telah disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jalan tol.

Menteri Perhubungan menilai jalur mudik yang berlangsung tahun ini masih lebih baik, dimana jarak tempuh antar kota yang semakin cepat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Dari Jakarta menuju Semarang bisa ditempuh dalam waktu 8-9 jam, Jakarta-Solo dalam waktu 10 hingga maksimal 12 jam. Waktu tempuh inilah yang lebih baik dari tahun lalu. Tetapi pemudik juga harus tetap mengantisipasi beberapa titik kepadatan di jalan tol, selain GT Cikarang Utama, adalah Kali Kuto dan Kenteng,” ujar Budi.

Selain itu, Budi juga menambahkan agar pemudik dapat mengantisipasi jalur yang akan digunakan sebelum memulai perjalanan dan tidak semata-mata menggunakan jalan tol.

“Gunakan jalan pantura, kami yakin jalan pantura sama baiknya dengan jalan tol,” tambahnya.

Direktur Operasi II Jasa Marga juga mengimbau para pemudik untuk selalu memastikan kondisi prima pengemudi maupun kondisi prima kendaraan karena adanya gangguan di jalan tol akan mengakibatkan kepadatan.

“Beberapa hari ini kami temukan mobil mogok yang ada di jalur contraflow. Hal ini tentu saja dapat mengganggu fungsi jalur contraflow untuk mengurangi beban lajur utama. Namun tetap kami maksimalkan pelayanan kepada pengguna jalan, membantu menderek keluar dari lajur sehingga fungsi contraflow dapat maksimal kembali,” jelas Subakti.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operasi I Jasa Marga dan Direktur Operasi II Jasa Marga juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian atas kerjasamanya dengan Jasa Marga dalam pengelolaan lalu lintas di Jalan Tol, sehingga segala rencana rekayasa dan antisipasi kondisi lalu lintas dapat berjalan dengan baik.

ADI DARMA

Continue Reading

Nasional

563 Ribu Kendaraan Keluar dari Jakarta Melalui GT Cikarang Utama Sejak H-8

Published

on

Pantauan arus mudik di Gt cikarang utama, Rabu (13/6) siang. (Dok Jasa Marga)

JAKARTA,MO – Sejak H-8 (7/6) hingga H-3 tepatnya hari Selasa (12/6) terpantau 563.083 kendaraan telah keluar dari Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Jumlah tersebut meningkat 39,8% dari volume lalin normal yaitu 402.672 kendaraan.

Jasa Marga juga mencatat distribusi lalu lintas dari GT Cikarang Utama ke Jalur Utara (via GT Palimanan dan GT Cikampek) adalah sebesar 60%. Sedangkan untuk kendaraan yang menuju Jalur Selatan (via GT Sadang dan GT Cileunyi) adalah sebesar 40%.

“Untuk lalin pada H-3 Lebaran sendiri, kami mencatat 104.690 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui GT Cikarang Utama. Angka tersebut naik 55,99% dari volume lalin normal, 67.112 kendaraan,” terang Faiza Riani, Customer & Employee Relations Manager PT Jasa Marga, Rabu (13/6).

Jasa Marga memprediksi 89.838 kendaraan akan meninggalkan Jakarta pada H-2 Lebaran yang jatuh hari ini (13/06). Angka tersebut naik 33,86 % dari volume lalin normal, 67.112 kendaraan.

“Hingga saat ini masih terpantau kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada titik-titik tertentu seperti keluar masuk rest area dan penyempitan lajur (bottle neck),” jelas Faiza.

Jasa Marga dengan diskresi Kepolisian hingga saat ini masih memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow dari Km 35+600 hingga Km 61+500. Selain itu, Jasa Marga bekerjasama dengan Kepolisian juga masih melakukan buka tutup pengalihan arus lalu lintas ke GT Cikarang Barat 3 untuk masuk kembali melalui GT Cikarang Barat 1.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan tol yang hendak melakukan mudik untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Layanan top up tunai di gerbang tol hanya dilakukan dalam kondisi darurat,” tutupnya.

ADI DARMA

Continue Reading

Kota Tangerang

Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Maskapai Global

Published

on

Global Airlines Airlivals OTP. (IST)

TANGERANG,MO – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia kembali mempertahankan pencapaian sebagai salah satu dari  jajaran 10 besar maskapai global dengan capaian On Time Performance (OTP) terbaik (kategori maskapai global dengan jumlah flights diatas 15 ribu).

Berdasarkan laporan lembaga pemeringkatan OTP  independen OAG (Official Airline Guide) Flightview, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan capaian OTP arrivals sebesar 88.0 persen selama bulan Mei 2018 dengan jumlah flights mencapai 18.422 flight.

Sebelumnya, pada bulan April 2018 Garuda Indonesia juga berhasil masuk jajaran 10 besar arrival OTP penerbangan maskapai global terbaik dengan capaian sebesar 85.1 persen (dengan jumlah flights diatas 15 ribu).

Adapun secara keseluruhan, Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai Indonesia yang masuk dalam top 30 maskapai global dengan capaian OTP terbaik di periode Mei 2018 versi OAG Flight View.

“Garuda Indonesia terus berupaya mempertahankan capaian OTP yang terus menunjukan pertumbuhan positif. Kami tentunya terus melakukan koordinasi intensif dalam me-maintain capaian ini, khususnya dengan optimalisasi lini layanan operasional agar selalu mengedepankan komitmen Operation Excellence dalam menyediakan standar layanan penerbangan maskapai global,” ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N.Mansury.

Lebih lanjut, Garuda Indonesia terus memperkuat capaian tingkat ketepatan waktu jelang operasional  peak season Hari Raya Lebaran 1439 H mendatang. Garuda Indonesia juga mencatatkan peningkatan capaian OTP secara keseluruhan menjadi 90 persen selama periode Mei 2018.

Capaian OTP Garuda Indonesia di bulan Mei 2018 tersebut meningkat secara konsisten dibandingkan Kuartal 1- 2018 sebesar 88 persen.

“Garuda Indonesia optimistis layanan operasional penerbangan selama periode  peak season Lebaran akan berjalan dengan lancar. Upaya peningkatan layanan operasional tersebut salah satunya kami antisipasi dengan peningkatan capaian OTP jelang periode  peak season ini,” tambah Pahala.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan layanan kebandarudaraan dalam memastikan kelancaran operasional agar bisa terus berjalan kondusif jelang masa operasional peak season Lebaran 2018.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending