Connect with us

Serang

Inspektorat Banten Mampu Deteksi Dini Terjadinya Korupsi

Published

on

Kepala inspektorat Banten, E. Kusmayadi saat ditemui diruangan kerjanya, Jumat (9/12). (ADI/METAONLINE)

SERANG, MO – Arahan Gubernur Banten H. Wahidin Halim yang meminta peran inspektorat diperkuat untuk melakukan pencegahan tindakan korupsi, langsung disambut baik oleh jajaran Inspektorat Provinsi Banten.

Kemampuan inspektorat dalam deteksi dini terjadinya korupsi ini berdasarkan hasil validasi atau penjaminan kualitas atas penilaian mandiri kapabilitas dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Nomor lap-458/PW30/6/2017 pada tanggal 17 November 2017.

“Dengan penilaian ini, berarti Inspektorat Provinsi Banten menuju level 3 dari level 2. Level ini merupakan penilaian atas kemampuan dalam mendeteksi kemungkinan terjadinya korupsi. Pencapaian ini merupakan hasil jajaran inspektorat,” kata E Kusmayadi, Inspektur Provinsi Banten, Jumat (29/12) yang ditemui di ruang kerjanya.

Sedangkan sistem pengendalian internal pemerintah (SPIP) berada pada level maturitas mendapatkan penilaian tingkat maturitas level 2 (berkembang) atau telah menetapkan kebijakan dan prosedur yang sesuai PP No.60 tahun 2008 tentang sistem pengendalian intern pemerintah.

Penetapan kemampuan pengendalian sistem internal itu itu tercantum dalam Laporan Penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP Pemerintah Provinsi banten tahun 2016 Nomor lap-262/PW30/3-2016 tanggal 15 Juli 2016.

“Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Provinsi Banten Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah memang masih mendapat nilai CC tetapi dalam rangka menuju penilaian BB dan meriah WTP dari BPK tahun 2016,” jelas Kusmayadi.

Menurut Kusmayadi, pengawasan hakekatnya adalah suatu tindakan menilai atau menguji apakah sesuatu telah berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Pengawasan merupakan unsur penting dalam proses manajemen pemerintahan.

“Inspektorat Daerah memainkan peran yang sangat penting untuk kemajuan dan keberhasilan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan Akuntabel,” papar dia lagim

Berdasar PP 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, tugas pokok Inspektorat adalah membantu gubernur dalam menyelenggarakan perumusan, penetapan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan tugas pokok bidang pembinaan dan pengawasan pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan.

“Kinerja inspektorat daerah yang ideal adalah adanya aktivitas konsultansi seperti sosialisasi, Bintek, seminar dan Quality asuransi atau penjamin pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang bertujuan memberikan nilai tambah bagi organisasi (provinsi ), melaksanakan evaluasi atau penilaian terhadap proses-proses berupa manajemen risiko, pengendalian, tata kelola yang baik seperti kepatuhan, efektivitas, efisiensi dan ekonomis dalam aktivitas operasi serta akurasi data dan informasi, terutama keuangan,” katanya.

Untuk menunjang agar pelaksanaan tugas dari Inspektorat Daerah dalam melakukan fungsi pengawasan dapat berjalan menuju ideal, diperlukan adanya kinerja yang intensif dan optimal.

“Selama ini Kinerja Inspektorat Provinsi Banten dalam melakukan fungsi pengawasan berjalan menuju ke arah efektif,” tandasnya.

ADI DARMA | ADITYA

Serang

Wagub Percayakan Karang Taruna Bantu Masalah Kesejahteraan Sosial

Published

on

SERANG, MO – Dalam upaya pemberdayaan pemuda dalam membantu penanganan permasalahan kesejahteraan sosial, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mempercayakan Karang Taruna Banten bisa menjadi role model atau sebagai percontohan.

Andika mengatakan, hal tersebut sudah menjadi keharusan, mengingat Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang dibentuk untuk tujuaan kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Jadi sudah tidak zamannya lagi, Karang Taruna kedengeran hanya setahun sekali pas tujuh belasan. Misal ya seperti itu,” kata Andika seusai membuka acara Seleksi Karang Taruna Desa dan Kelurahan percontohan tingkat Provinsi Banten tahun 2019, di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Selasa (6/8/2019).

Andika juga menyebutkan, sejumlah persoalan atau masalah kesejahteraan sosial yang kini tengah fokus di lakukan Pemprov Banten. Diantaranya, menyangkut pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, Pemprov Banten sangat menunggu solusi apa yang bisa ditawarkan Karang Taruna untuk bisa dikerjakan bersama terkait hal tersebut.

“Jadi seleksi kali ini juga bagian dari Karang Taruna mengupayakan terciptanya role model di tingkat Desa dan Kelurahan. Bahkan juga untuk mencari wakil Banten di seleksi tingkat nasional,” papar Andika yang juga Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Banten itu.

Menurut Andika, Karang Taruna Banten sendiri sebetulnya sudah melakukan fungsi tersebut. Hal itu terbukti dengan terpilihnya Karang Taruna Kelurahan Gunung Sugih, Kota Cilegon, sebagai Karang Taruna Teladan tingkat Nasional pada tahun 2017 lalu.

“Yang perlu dilakukan saat ini adalah menduplikasi Karang Taruna – Karang Taruna percontohan, agar semakin banyak. Sehingga semakin banyak, dan semakin besar dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Andika juga mencontohkan, fungsi Karang Taruna dalam menjadi role model adalah solusi masalah kesejahteraan sosial tersebut. Apalagi saat ini Karang Taruna dapat terjun menggeluti persoalan penanganan sampah dan dapat menurunkan dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Bahkan memberdayakan masyarakat secara ekonomi.

Contoh lainnya, masih dikata Andika, Karang Taruna saat ini bisa terlibat aktif dalam pengembangan-pengembangan destinasi pariwisata di wilayahnya. “Sekarang kan sedang booming industri pariwisata, Karang Taruna bisa terjun di situ. Itu sangat efektif untuk mengatasi persoalan pengangguran,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Karang Taruna Desa maupun Kelurahan Teladan tingkat Provinsi Banten tahun 2019, Maksis Sakhabi menambahkan, seleksi kali ini diikuti sekitar 1550 Karang Taruna Desa dan Kelurahan yang ada di Banten.

“Hasil penyisihan awal menghasilkan 43 Karang Taruna Desa serta Kelurahan, lalu menjadi 28 Karang Taruna yang saat ini akan mengikuti tahap akhir,” tandasnya. (bono)

Continue Reading

Serang

Kwarda Banten Lantik Pengurus Saka Anti Narkoba

Published

on

SERANG, MO – Kian maraknya peredaran penyalahgunaan Narkoba, membuat gerah berbagai elemen kemasyarakatan untuk melakukan pencegahan. Demikian juga dengan organisasi Gerakan Pramuka.

Melalui pengurusnya, Ketua Gerakan Pramuka Kwarda Banten, Mohammad Masduki, melantik Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen (pol) Tantan Sulistyana, sebagai Majelis Pembimbing Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba Daerah Banten.

Bersamaaan dengan itu, pengurus Pimpinan Saka juga dikukuhkan sebagai organ untuk mengimplementasikan program kegiatan pencegahan Narkoba.

Dalam sambutannya, Mohammad Masduki menjelaskan, dibentuknya Saka Anti Narkoba sejak Juli sebulan lalu, karena ingin gerakan Pramuka turut aktif dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba yang cukup memprihatinkan.

Hari ini, Selasa (06/08/19) karena di Kwarda Banten sudah terbentuk 4 saka Anti Narkoba ditingkat Kabupaten dan kota, maka perlu dilakukan pelantikan di tingkatan Provinsi. “Kita sudah memiliki kepengurusan saka Anti Narkoba di Kwarcab Tangsel, Kota Tangerang, Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang,” ucap Masduki.

Menurutnya, pelantikan Saka Anti Narkoba Daerah Banten ini merupakan salah satu perintis pada Gerakan Pramuka di tingkat Nasional. Untuk itu bagi kwarcab- kwarcab yang belum memiliki kepengurusan satuan karya Anti Narkoba akan segera menyusul, agar gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba lebih massif di semua kabupaten dan kota di Banten.

Sementara itu, majelis pembimbing Saka Anti Narkoba Daerah Banten, Brigjen (pol) Tantan Sulistyana mengatakan pencegahan penyalahgunaan narkoba pada generasi muda harus giat dilakukan.

Narkoba bukan saja berbahaya bagi pengguna, namun juga merusak satu generasi penerus bangsa. “Para pelajar harus dilindungi, para generasi muda jangan sampai rusak oleh bahaya peredaran Narkoba,” imbuhnya.(bono)

Continue Reading

Serang

Sekda Banten: Berkurban Semata-mata Untuk Ibadah

Published

on

SERANG,MO – Hari Raya Idul Adha 1440 H atau idul qurban akan jatuh pada 11 Agustus 2019 mendatang. Sekda Banten Al Muktabar meminta kepada seluruh pegawai mendoakan masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah haji.

“Semoga saudara-saudara kita mendapatkan haji yang mabrur serta kembali ke tanah air dengan sehat wal afiat,” ujar Al Muktabar.

Sekda juga berharap dalam berkurban semata – mata untuk ibadah kepada Allah SWT dan bekerja dengan niat yang setulus – tulus nya dalam upaya berbakti kepada Provinsi Banten khususnya serta Indonesia umumnya.

“Silakan berkurban di tempat – tempat yang benar – benar membutuhkan. Semoga apa yang kita niatkan tercapai sesuai harapan,” ucal dia.

Dalam kesempatan apel gabungan awal bulan tersebut, Sekda Banten juga mengajak kepada para peserta apel untuk mendoakan korban yang terdampak bencana gempa yang terjadi beberapa hari lalu. (bono/darma)

Continue Reading

Trending