Connect with us

Hukum Kriminal

Innalillahi, Juru Parkir Tewas Gantung Diri di TPU Akasia Ciledug

Published

on

Warga berkerumun menyaksikan insiden bunuh diri Darsono di TPU Akasia Ciledug kota Tangerang, Kamis (28/12). (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Warga Tajur Ciledug Kota Tangerang digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas gantung diri di sebuah pohon Tempat Pemakaman Umum (TPU) Akasia, Kamis (28/12).

Informasi yang dihimpun METAONLINE, korban bernama Darsono (47) asal Brebes, Jawa Tengah. Darsono kesehariannya berprofesi sebagai juru parkir di wilayah Kebayoran, Jakarta Selatan.

Salah seorang saksi, Subadi menuturkan, sekitar jam 10 pagi dirinya sempat melihat korban yang mondar-mandir seperti orang bingung di area pemakaman. Namun ia tak menaruh curiga dan menganggap hal biasa.

“Saya perhatikan duduknya sempat pindah-pindah bahkan tidur-tiduran juga. Nah pas dibawah pohon itu dia duduk agak lama, lantas saya pulang istirahat,” jelasnya.

Namun Subadi yang merupakan penjaga makam itu tak menyangka Darsono tewas gantung diri dipohon makam. Awalnya ia mingira itu hanya boneka yang sengaja digantungkan pada salah satu dahan pohon tersebut.

“Jam 2 saya kesini lagi, ada anak-anak kebetulan sedang bermain di area makam dan melaporkan ada orang gantung diri di pohon yang memang tertanam di sekitaran makam,” terangnya.

Lebih dalam ia menerangkan, cara korban untuk menghabiskan nyawanya padahal hanya dengan mengenakan baju miliknya sendiri. “Sebelumnya baju yang dikenakan korban saat saya melihat dia pertama kali diarea pemakaman. Dia seperti orang ling-lung,” katanya.

Sementara Kapolsek Ciledug, Kompol Supiyanto mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan pasti terkait kematian korban.

“Dugaan sementara korban gantung diri, karena dari hasil identifikasi sementara, dari kemaluan korban mengeluarkan air mani,” terang Kapolsek usai melakukan evakuasi.

Lanjut Kapolsek, jasad korban kini dibawa ke RSUD Tangerang guna kepentingan otopsi. Petugas juga akan menelusuri juga soal motif yang sebenarnya alasan korban mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu.

“Jasad dibawa ke RSUD oleh petugas Inafis Polres Metro Tangerang Kota, guna penyelidikan lebih lanjut. Kami akan mendalami soal motif gantung dirinya,” tandasnya.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum Kriminal

150 Kg Ganja di Tangerang Dimusnahkan

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Sebanyak 150 kg ganja berhasil dimusnahkan, Kamis (1/8/2019). Ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil kasus penangkapan bandar narkoba berinisial RSU (34) pada Senin (15/07) lalu.

Turut hadir Kapolres Kota Tangerang Kombespol Sabilul Alif, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Kejaksaan Kabupaten Tangerang dan ulama MUI Kabupaten Tangerang.

Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mengatakan, peredaran narkoba dinilai telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Bagaimanapun, yang menjadi korban narkoba ini adalah masyarakat.

Menurut dia, Narkoba ini sangat merusak generasi muda. Karena itu pemkab Tangerang ke depannya akan selalu mendukung upaya-upaya Polres Kota Tangerang dalam melakukan  pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Semoga generasi muda kabupaten Tangerang terhindar dari narkoba dan menjauhinya,” ucap Romli.

Kapolres Kota Tangerang, Kombespol Sabilul Alif mengatakan, pihaknya telah mengamankan barang bukti narkoba jenis ganja seberat 150kg  pada semester awal tahun 2019. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Pencapaian ini membuat kami (Polres Kota Tangerang) bangga sekaligus prihatin, karena  pada saat penangkapan disitu ada nelayan, guru, petani, hampir semua lapisan masyarakat. Artinya narkoba ini sudah hidup berdampingan dan mudah masuk ke masyarakat,” tuturnya.

Kapolres pun menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menginformasikan jika di temukan kecurigaan-kecurigaan terkait narkoba. Dia minta dari lapisan  masyarakat, jika ditemukan mohon diinformasikan.

”Narkoba sama dengan teroris, narkoba merupakan kejahatan tingkat tinggi,” tukasnya. (darma)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Saksi Sidang Serobot Lahan Dianggap Bohong

Published

on

Continue Reading

Hukum Kriminal

12.415 Botol Miras di Kota Tangerang Dilindas Alat Berat

Published

on

Alat berat melindas belasan ribu botol miras, Kamis (28/2). (Ist)

TANGERANG,MO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang memusnahkan 12.415 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk dengan kandungan alkohol lebih dari 5% di halaman Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (28/2). Miras tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Keseluruhan barang bukti miras tersebut merupakan hasil dari kegiatan Operasi Terpadu yang didapat dari kios-kios atau warung wilayah kecamatan se-Kota Tangerang yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang bersama elemen Kepolisian dan TNI, operasi ini di lakukan mulai Februari 2018 – Februari 2019.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, pemusnahan barang bukti miras ini untuk menghindari rusaknya generasi penerus bangsa.

“Mudah-mudahan masyarakat tau bahwa bahaya miras ini dapat merusak generasi bangsa sehingga dengan adanya pemusnahan miras ini hal itu dapat dihindari,” ujar Arief.

“Untuk itu, kita akan terus beroprasi untuk mewujudkan Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah,” jelasnya lagi.

Selain itu, Arief juga mengatakan terima kasih kepada Satpol PP Kota Tangerang serta dukungan dari Kepolisian dan TNI yang terus membantu program pemerintah untuk membangun Kota Tangerang.

“Terima kasih kepada aparatur pemerintah khususnya Satpol PP Kota Tangerang serta Kepolisian dan TNI atas dukungannya yang terus menswiping agar masyarakat Kota Tangerang tidak terdampak penyakit sosial,” terangnya.

Arief pun mengintruksikan kepada Sekretaris Daerah Dadi Budaeri dan Dinas Industri dan Perdagangan serta Dinas Perizinan Kota Tangerang untuk melakukan pendataan kepada semua pelaku usaha serta menghimbau agar melakukan perizinan berusaha.

“Kita melakukan pendataan, miminta kepada semua pelaku usaha agar berizin, sehingga kita bisa menindak tegas kedepannya yang melanggar akan kita tutup,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pemusnahan Miras Tahun 2019 ini dihadiri oleh unsur Polri, Kodim 0506, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pengadilan Negeri Kota Tangerang, dan Ketua DPRD Kota Tangerang. (uad)

Continue Reading

Trending