Connect with us

Kota Tangerang

ILUNI SMKN 4 Kota Tangerang Berbeda Dengan Komite Berbeda

Published

on

ILUNI SMKN 4 Kota Tangerang gelar konpers soal perjalanan pungutan Komite dan sekolah, Rabu (7/3). (Can)

TANGERANG, MO – Ikatan Alumni (ILUNI) SMKN 4 Kota Tangerang menyatakan sikap, bahwa puluhan ribu alumni tidak ada kaitannya dengan permasalahan yang menjerat antara Komite Sekolah dan Kepala Sekolah non aktif Kusdiharto.

Hal tersebut dijelaskan Adi Priyatna Sobari selaku Wakil Ketua Umum ILUNI SMKN 4 Kota Tangerang. Menurut Adi, ILUNI dan Komite Sekolah merupakan lembaga yang berbeda.

“Perlu kita garis bawahi, masalah komite itu diluar dari ILUNI, kebijakan-kebijakan Komite itu urusannya dia, kami alumni tetapi bukan Komite. Keterkaitan alumni dengan Komite hanya personal bukan kelembagaan,” kata dia, saat konferensi pers di SMKN 4 Kota Tangerang.

Diketahui, Ketua Komite SMKN 4 Kota Tangerang Saeful juga merangkap Jabatan sebagai Ketua ILUNI. Meskipun menjabat di kedua lembaga tersebut, alumni lainnya, Turidi Susanto menjelaskan ILUNI adalah lembaga yang menghimpun seluruh alumni di sekolah itu.

“Urusan Iluni adalah urusan internal dengan alumni, sementara urusan Komite jelas urusan dia (komite) dengan pihak sekolah. Saya yakin pak Kus dengan Gubernur memiliki mekanismenya sendiri,” kata dia, Rabu (7/3).

ILUNI, lanjut Turidi, berharap besar kepada Gubernur, atas keluhan Komite kemarin bahwa sampai saat ini masih banyak sekali guru honorer yang belum digaji. BOSDA yang dijanjikan Gubernur juga diharapkannya dapat segera terlaksana.

“Saya harapkan hari ini selesai, sudah tidak ada lagi gonjang-ganjing bahwa ILUNI tersinggung masalah ini,” tegas dia.

Pembina ILUNI SMKN 4 Kota Ichsan Sodikin menambahkan, pihaknya tidak ada hubungan dengan Komite. Persoalan Komite juga tidak terhubung dengan pihaknya.

“Komite dan alumni itu berbeda, tidak ada satu-kesatuan. Kita sepakat agar Komite menyelesaikan urusannya sendiri, tidak usah menarik alumni, semuanya beda,” tandasnya. (Can)

Kota Tangerang

Edi Junaedi Bantah Terlibat Tim Pemenangan Daerah Jokowi – Maruf Amin

Published

on

Ketua MUI Kota Tangerang, Edi Junaedi memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. (dok)

TANGERANG, MO – Pencantuman nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Edi Junaedi dalam tim kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin disoal. MUI Kota Tangerang membantah pencatutan nama ulama gaek tersebut.

Dalam siaran persnya, MUI Kota Tangerang membantah Edi Junaedi menjabat dewan penasihat tim pemenangan Jokowi – Maaruf Amin Daerah Tangerang.

“Sebagai ketua umum MUI Kota Tangerang yang masih aktif, sesuai dangan AD/ADRT/ MUI maka jabatan ketua umum adalah melekat. Sehingga harus mematuhi AD/ART yang ada,” bunyi rilis tersebut, Sabtu (22/9)

“Dan sesuai dengan tugas pokok MUI adalah berdakwah, sehingga tidak ikut persoalan politik seperti masuk sebagai tim penasihat tim kampanye nasional Jokowi -Maruf Amin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edi merasa keberatan jika namanya dicatut dalam daftar nama tim kampanye Jokowi – Maruf Amin.

“Saya mengharapkan ketua tim kampanye daerah tidak memasukkan nama saya,” pungkasnya seraya meminta masyarakat agar mengabaikan jika ada pemberitaan serupa.

Sebelumnya, dalam penetapan tim pemenangan daerah pada Rabu (19/9/2018) lalu, Edi Junaedi masuk dalam tim penasehat pemenangan Jokowi – Maruf Amin. Ketua tim tersebut, Bambang Suwondo mengklaim telah mengantongi izin yang bersangkutan.

Berdasarkan salinan surat yang diterima Meta Online, Edi Junaedi tercatat sebagai dewan penasihat tim pemenangan pasangan calon presiden Jokowi-Maruf Amin. Selain nama Edi Junaedi, tokoh masyarakat lainnya yang dicantumkan adalah ayah Wali Kota Tangerang, Marsudi Haryo Putro.

Dalam daftar tersebut dicantumkan sebanyak 15 nama.

Daftar nama yang tercantum dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang.

(agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Siswa Diimbau Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi

Published

on

Salah satu pembicara tengah memaparkan materi dalam diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018).

TANGERANG, MO – Perkembangan era digital berpotensi menjebak siswa. Kecakapan literasi digital harus dimiliki siswa supaya produktif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018). Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten tersebut menghadirkan sejumlah pegiat literasi dan pendidikan Banten.

Salah satu pegiat literasi, Atuh Ardiansyah menjelaskan, di era digital, siswa tidak cukup dibekali keterampilan membaca secara mekanistis. Lebih dari itu, siswa mesti dibekali kemampuan dan kecerdasan menanggapi dunia digital.

“Masyarakat dunia sedang hijrah ke dunia digital. Kepribadian, keperluan, jadwal bahkan kehidupan pribadi banyak dititipkan ke jejaring sosial,” lanjut penulis bernama pena Fatih Zam tersebut.

Di media sosial, kata Atuh, ada banyak ‘jebakan’ yang bisa membuat siswa melakukan hal-hal ¬†kurang produktif. Untuk itu, Ia mengapresiasi DPK Banten yang memasukkan muatan literasi digital pada program peningkatan kegemaran membaca.

Ia berharap, penguatan literasi digital mendapatkan porsi yang lebih besar. Hal itu lantaran kebutuhan pencerdasan literasi digital siswa yang hidup di era digital begitu besar.

“Siswa memang harus dibekali kecakapan menghadapi era digital agar mereka bs mengoptimalkannya untuk kebaikan,” tegasnya.

Kepala Perpustakaan SMKN 9 Kota Tangerang, Dian Riviana mengaku senang dengan kedatangan Tim Perpusda Provinsi Banten yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa di sekolahnya melalui kegiatan Talk Show Membangun Minat Membaca Di Era Digitalisai.

Kegiatan ini, lanjutnya, banyak memberikan informasi yang sangat berguna dan mengesankan kepada siswa-sisw. Apalagi, sambungnya, kegiatan tersebut didukung dengan para pembicara yang andal dan kemasan acara yang asik dan ciamik sesuai kondisi kekinian generasi hari ini.

“Kami berharap kegiatan ini akan memberikan suasana dan semangat baru bagi kegiatan berliterasi di sekolah kami dan berharap Perpusda Provinsi Banten mengundang kami kembali,” tutur Dian. (FI)

Continue Reading

Kota Tangerang

Komposisi APBD-P Kota Tangerang Diklaim Ideal

Published

on

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menandatangani berkas pengesahan APBD-P Kota Tangerang 2018 usai rapat paripurna di gedung DPRD, Jumat (21/9/2018).

TANGERANG, MO – Struktur APBD Perubahan Kota Tangerang Tahun Anggaran 2018 memiliki kecenderungan belanja yang ideal. Perbandingannya, belanja tidak langsung terhadap total RAPBD sebesar 31,81 % sedangkan belanja langsung sebesar 68,19 % dari RAPBD tahung anggaran 2018.

“Dalam hal ini Pemerintah Kota Tangerang mencapai kemandirian sebesar 122,99 %,” ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, di Ruang Rapat DPRD, Jumat (21/9/2018).

Arief juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Dewan yang telah membahas Raperda ini sehingga menghasilkan perda yang dapat memberikan solusi akan berbagai kebutuhan yang ada di Kota Tangerang

“Dari hasil pembahasan tersebut dapat diketahui bahwa rancangan perubahan APBD Tahun anggaran 2018 pendapatan daerah di anggarkan sebesar Rp.3,84,” paparnya.

Dengan disetujuinya Raperda perubahan APBD menjadi Perda, Arief menghimbau agar seluruh OPD Pemkot Tangerang bisa memaksimalkan pembangunan di sisa akhir tahun anggaran 2018 ini.

“Adapun kegiatan – kegiatan strategis pada perubahan APBD tahun anggaran 2018 di prioritaskan untuk pencapaian target RPJMD di akhir pelaksanaan sehingga di fokuskan kepada capaian target,” pungkasnya. (agr)

Continue Reading

Trending