Connect with us

Kota Tangsel

HUT Ke-10, Tangsel Diminta Tingkatkan Kerjasama dengan Jabodetabek

Published

on

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy (berjas hitam) beserta Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.

TANGERANG, MO – Posisi Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai strategis. Berbatasan langsung dengan DKI Jakarta serta kabupaten kota lainnya di luar Provinsi Banten, Kota Tangsel disebut dapat menjalin kerjasama dengan sejumlah pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat membacakan pidato Gubernur Banten dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tangsel memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Kota Tangsel di gedung DPRD Kota Tangsel, Senin (26/11/2018).

Hadir dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Tangsel M. Romlie tersebut, Walikota Tangsel Airin Rachmy Diani dan wakil Walikota, Benyamin Davnie.

Terkait kerjasama dengan Jabodetabek dimaksud, kata Andika, mulai dari kerjasama dalam pengendalian pertambahan penduduk; kerjasama dalam pengelolaan prasarana dan sarana fasilitas pendidikan, kesehatan; kerjasama dalam pengelolaan prasarana dan sarana jaringan transportasi makro; hingga kerjasama dalam pengelolaan dan pendistribusian pusat-pusat logistik hasil-hasil industri (kecil, menengah dan besar).

“Juga kerjasama untuk menciptakan keterpaduan dalam perencanaan peruntukan lahan dan fungsi lahan; serta kerjasama pengelolaan terpadu dengan terbentuknya pusat pertumbuhan baru seperti kawasan komersial, perkantoran, perumahan, perdagangan dan bisnis,” kata Andika.

Dipaparkan Andika dalam pidato gubernur tersebut, Kota Tangerang Selatan sebagai daerah otonom baru di Provinsi Banten memiliki beragam prestasi dan capaian indikator makro pembangunan yang membanggakan.

Pada tahun 2014 Kota Tangerang Selatan meraih penilaian predikat terbaik ke-1 dari 32 kabupaten/kota pemekaran, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri 23 tahun 2010. Selain itu, lanjut Andika, Kota Tangerang Selatan merupakan urutan pertama dalam pencapaian beberapa indikator makro pembangunan di wilayah Provinsi Banten.

Menurut data BPS tahun 2018, lanjut Andika, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang Selatan menempati urutan pertama di Provinsi Banten yaitu sebesar 80,84. Hal itu menunjukkan bahwa Kota Tangerang Selatan menempati status pembangunan manusia dalam kategori sangat tinggi.

Angka rata-rata lama sekolah di Kota Tangerang Selatan pun, kata dia, pada tahun 2017 mencapai 11,77 tahun. Berikutnya angka Harapan Lama Sekolah mencapai 14,39 tahun dan angka Harapan Hidup mencapai 72,16 tahun.

Senada dengan Andika, Walikota Tangsel Airin Rachmy Diani dalam pidatonya mengatakan, capaian indikator makro perekonomian di Kota Tangsel selama 10 tahun berdiri sangat menggembirakan. Meski begitu, menurutnya, masih ada beberapa catatan persoalan yang harus dikerjakan secara bersama-sama oleh seluruh stake holder di Tangsel.

Catatan dimaksud, kata Airin, diantaranya tingginya angka pertumbuhan penduduk Kota Tangsel yang berada pada kisaran 3,21% per tahun dan kepadatan penduduk yang mencapai angka lebih dari 10 ribu penduduk per kilometer persegi. (rls)

Kota Tangsel

Walikota Tangsel Hadiri Peringatan Hut ke-9 BNPP di Bahrul Ulum

Published

on

TANGSEL, MO – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menghadiri perayaan hari ulang tahun ke -9 Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) bertempat di Panti Asuhan dan Pesantren Yayasan Bahrul Ulum, Pondok Aren, Tangsel, Selasa (17/9).

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, mengucapkan selamat datang untuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, inilah pondok Pesantren Bahrul Ulum yang berada di Kecamatan Pondok Aren yang berada di tujuh Kecamatan yang ada di Tangsel.

“Dimana kami memiliki tujuh kecamatan, Pondok Aren mungkin pejabat dan pegawai kementerian yang tinggal di perumahan Bintaro, melihat komplek perumahan dibuat oleh swasta begitu baiknya, tetapi banyak PR diluar komplek perumahan, yang harus ditingkatkan kesejahteraannya. Terima kasih Pak Menteri yang sudah hadir di Pesantren ini, “ungkapnya.

Rasa syukur bagi masyarakat Tangsel, Pak Menteri hadir disini, “tugas kami terus meningkatkan pelayanan publik,yang dirasakan sehingga otonomi daerah hadir dan ada, dalam rangka peningkatan daya saing daerah, untuk memperpendek jalur birokrasi, yang tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri, “singkatnya.

Insyallah semangat, ada Pak Menteri hadir disini pasti ada takdir dari Allah, membagi kebahagiaan di pesantren ini.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan peringatan ini bukan sekedar seremonial saja.
“Peringatan HUT BNPP ini bukan seremonial semata, melainkan harus ditempatkan sebagai energi positif yang mampu mendorong performa dan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Tjahjo Kumolo, selaku Kepala BNPP dalam sambutannya.

Perayaan di panti asuhan dan pesantren merupakan yang pertama kalinya, mengingat sebelumnya BNPP selalu menyelenggarakan peringatan HUT di daerah perbatasan.

“Tahun ini kami rayakan secara sederhana, tidak di kantor BNPP dan daerah perbatasan. Dengan izin Ibu Wali Kota (Airin Rachmi Diany), kami syukuran dengan adik-adik di Pesantren Yayasan Bahrul Ulum ini,” katanya.

Dalam acara tersebut, Mendagri menyerahkan bantuan dan santunan berupa dana pendidikan, perlengkapan kamar tidur dan bahan makanan pokok.

BNPP dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2010 tentang BNPP.

Sementara Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Suhajar Diantoro mengatakan, kegiatan dilakukan sebagai wujud mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT sehingga dapat terus berkontribusi untuk pembangunan dan pengelolaan perbatasan.

“Maksud kita pada hari ini adalah untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah dilimpahkan kepada keluarga besar BNPP sehingga dapat terus mengabdi dan bekerja dalam memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan pengelolaan kawasan perbatasan dalam wilayah batas negara dalam kerangka NKRI,” kata Suhadjar.

Yayasan Bahrul Ulum, diketuai oleh Ustadzah Siti Nurjanah dengan peserta didik berjumlah 150 orang, yang kesemuanya bermukim di dalam pondok milik Yayasan.

Pada kesempatan HUT BNPP ke-9 ini, keluarga besar BNPP menyerahkan bantuan dan santunan meliputi; Perbaikan beberapa bagian bangunan Yayasan yang telah dilakukan 1 pekan yang lalu; Santunan anak Yatim 150 orang perwakilan 5 orang yg diserahkan langsung oleh Mendagri Selaku Kepala BNPP, Dana pendidikan untuk 150 anak yatim piatu yang bermukim di Yayasan; serta fasilitas lainnya seperti Kasur, bantal. Karpet gulung, kipas angin, beras, minyak goreng serta dana oprasional untuk Yayasan.

Selain dihadiri Mendagri yang juga Kepala BNPP, Sekjen Kemendagri, Sekretaris BNPP dan Pejabat Eselon I maupun Eselon II lingkungan Kemendagri dan BNPP, acara juga turut dihadiri Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan jajarannya.(BR)

Continue Reading

general

Tatu Cahasanah : Relawan adalah Aset PMI

Published

on

TANGSEL, MO – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) III di Puspitek, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Sebanyak 506 peserta PMR tingkat mula, madya, dan wira berkumpul untuk dibina dan tingkatkan keterampilannya dalam berbagai bidang kepalangmerahan.

Kegiatan ini berlangsung mulai Selasa hingga Kamis (19/9/2019). Jumbara III tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah.

“Jumbara merupakan salah satu strategi pembinaan dan pengembangan pengetahuan serta keterampilan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan,” kata Tatu dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9/2019).

Menurut Tatu, PMI Banten terus melakukan pembinaan terhadap sukarelawan muda di sekolah-sekolah, baik melalui pelatihan-pelatihan, hingga dukungan aksi-aksi PMR.

“Terbaru, PMI Banten melatih fasilitator PMR se-Banten serta fasilitator di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Saat ini, ungkap Tatu, tercatat sebanyak 13.679 relawan se Banten, yang terdiri atas PMR, KSR, dan TSR. “Tentu dari jumlah tersebut, harus terus ditingkatkan dari sisi kualitas dan kuantitas. Relawan adalah aset bagi PMI, pemerintah, dan masyarakat dalam membantu melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Tatu juga menyampaikan kabar gembira terkait selesainya sertifikasi lahan dan gedung PMI Banten yang dihibahkan pada zaman gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Kemudian sertifikasi selesai pada masa kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy.

“Kami meminta, kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, untuk terus mendukung PMI di seluruh tingkatan agar lebih maksimal melaksanakan tugas kepalangmerahan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Panitia Jumbara III Provinsi Banten, Amrin Nur mengungkapkan setiap kontingen PMI kabupaten/kota mengirimkan rata-rata sebanyak 62 peserta. Namun hanya Kota Cilegon yang tidak mengirimkan kontingen dengan alasan ketiadaan dana.

“Total sebanyak 506 peserta perwakilan dari tujuh kabupaten/kota. Untuk catatan penting, Kota Cilegon memang tidak mengirimkan pesertanya. Kami meminta, Pemerintah Kota Cilegon untuk terus dan memaksimalkan dukungan terhadap kegiatan PMI Kota Cilegon,” ujarnya.

Sekadar diketahui, selama tiga hari, seluruh peserta akan mendapatkan pembekalan tentang kepalangmerahan, penanggulangan bencana, hingga pengembangan karakter. Selain itu, seluruh peserta akan dievaluasi untuk meningkatkan pengembangan PMI ke depan. “Evaluasi ini penting, agar PMI melalui para relawan, lebih maksimal berkiprah dan melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan,” ujarnya.(BR)

Continue Reading

Kota Tangsel

8 Pejabat Lakukan Sertijab dan Tandatangan Pakta Integritas

Published

on

TANGSEL, MO – Sebanyak delapan Pejabat dilingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan penandatangan pakta integritas dan serah terima jabatan dilingkup Pemkot Tangsel, bertempat di Aula lantai 4, Puspemkot Tangsel, Senin (16/9).

Serah terima jabatan (sertijab) dan tandatangan Pakta integritas dipimpin langsung Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie.

Kedelapan pejabat yang serahterima jabatan dan tandatangan Pakta integritas yakni Dadang Sofyan, Moch Taher Rochmadi, Judianto, Dadang Raharja, Purnama Wijaya, Sukanta, Mursinah dan Dahlia Nadaek.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, tidak ada yang aneh dalam rotasi ini, semuanya kewajiban. “Yang pasti kedepan tugas-tugas kita bukan bertambah ringan namun bertambah berat,”ungkapnya.

Masih banyak target RPJMD kedua yang harus diselesaikan. “Sambil kita merancang target RPJMD periode ke-3, yang perlu dicermati kita berada di tengah teman-teman kita anggota dewan baru, berinteraksi positif dan intensif untuk lima tahun kedepan,”katanya.

Kedepan, APBD 2020 bisa diselesaikan tepat waktu dan berharap bapak ibu bisa membagi tupoksi tugas kantor.”Dalam kunjungan saya dibeberapa tempat, masyarakat berharap dapat berdialog, sisihkan waktu untuk berinteraksi dengan kelompok tertentu, seperti Dishub dengan organda, Dinas Ketenagakerjaan dengan SPSI nya serta lainnya, dengarkan keluhan mereka, sampaikan program kerja kita, jangan sampai mereka menerka-nerka sendiri, “jelasnya.

Dunia belum kiamat, meski bapak ibu dipindahkan, ini bukan akhir dari karier bapak ibu. Mari Bersama-sama nancapkan tekat untuk lebih baik lagi. Tunjukan prestasi kinerja di tempat baru.

“Silahkan konsultasi dengan saya, sehingga saya tahu kendala bapak ibu, dan bapak ibu memahami pemikiran yang berkembang di tingkat pimpinan, karena tanpa sedikit pun kami ragu menempati bapak ibu di posisi ini, hadapi kendala yang ada, karena kendala itu pasti ada. Mari atasi itu dengan inovasi dari bapak ibu, saya yakin bapak ibu dapat menjalankan tugas dengan baik, “singkatnya.

Sementara itu setelah melakukan sertijab, Judianto mantan Kepala Dinas Pariwisata mengenalkan ruangan dan stafnya kepada Kadis Pariwisata yang baru Dadang Sofyan.(BR)

Continue Reading

Trending