Connect with us

Kab Tangerang

HMI Desak Pemkab Tangerang Tertibkan Tempat Hiburan Diluar Batas Operasional

Published

on

Tempat hiburan Trend Club yang beroperasi hingga pukul 03.00 WIB. (DOK/METAONLINE)

KAB. TANGERANG,MO – Maraknya usaha tempat hiburan di Kabupaten Tangerang yang beroperasi tanpa adanya aturan jam operasional menuai protes. Pasalnya keberadaan tempat hiburan tersebut dinilai sudah meresahkan warga.

Informasi yang dihimpun, terdapat beberapa tempat hiburan yang beroperasi hingga pukul 03.00 WIB. Seperti Trend Club, Imagine dan tempat hiburan lainnya.

Bahkan tempat hiburan tersebut tidak menghormati umat beragama yang sedang merayakan hari raya. Seperti Hari Natal yang tetap beroperasi dengan bebas.

Ketua HMI Cabang Tangerang Raya, Abdul Muhyi mengatakan, pihaknya meminta pemerintah daerah Kabupaten Tangerang segera menertibkan tempat hiburan yang tidak sesuai prosedur.

“Kami juga mendorong pemerintah untuk membuat peraturan daerah terkait izin jam operasional usaha tempat hiburan,” tegas Muhyi.

Menurut dia, usaha usaha tempat hiburan kerap kali meresahkan warga sekitar dan mengganggu kenyamanan warga. Banyak tempat hiburan yang menjalankan operasi usahanya melebihi batas normal.

“Ini terjadi karena belum adanya peraturan yang mengatur terkait jam operasional tempat usaha hiburan. Sudah seringkali banyak terjadi keributan sampai pada aksi aksi pemukulan. Salah satunya tempat hiburan di daerah Kelapa Dua yakni Bar Imagine yang sudah sering demo oleh warga,” paparnya.

Muhyi menerangkan, Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang menjunjung nilai nilai keagamaan. Hal inipun tertuang dalam visi misi Bupati Tangerang mewujudkan masyarakat yang religius.

“Jangan sampai hanya karena tempat tempat hiburan seperti bar atau karaoke dapat merusak moral dan akhlak pada tatanan masyarakat Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Ditambahkan Muhyi, fenonema ini seringkali terjadi ditengah kehidupan masyarakat yang diakibatkan maraknya minuman keras yang menjadi penyebab keresahan dan keributan di masyarakat. Belum lagi persoalan gangguan kenyamanan hanya karena tempat hiburan beroperasi diluar batas normal, yang membuat gaduh dan berisik pada masyarakat sekitar.

“Kami mendesak Pemkab Tangerang dapat melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap tempat tempat hiburan yang meresahkan warga sekitar. Dan segera mencabut izin tempat usaha hiburan yang diduga melanggar peraturan peraturan yang ada,” ujarnya dengan nada tegas.

“Kami juga mendorong pihak Legislatif Kabupaten Tangerang untuk segera membuat peraturan daerah terkait izin jam operasional tempat hiburan. Agar tempat tempat usaha hiburan tak lagi mengganggu kenyamanan dan membuat gaduh warga sekitar,” tutupnya.

TIM MO

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kab Tangerang

Zaki Bicara Pengelolaan Air di Acara IWWEF

Published

on

JAKARTA,MO – Persoalan pengelolaan air harus benar-benar dikelola oleh orang yang paham dan mengerti akan kondisi dan pengelolaan air baku. Jangan sampai salah pengelolaan, karena air merupakan sumber kehidupan, dan bisnis plannya harus benar diperhatikan.

Demikian dakatakan Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar saat menjadi narasumber dalam acara Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF), yang di gelar di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/19).

“Semoga event ini bisa menjadi salah satu wadah untuk mencari solusi di daerah masing-masing karena permasalahannya beda-beda tiap daerah dengan daerah yang lain dan Pemkab dengan PDAM Tirta Kerta Raharja nya akan terus senantiasa memperbaiki dan menyempurnakan layanan baik itu cakupan dan juga kualitas air yang kita hadirkan di Kabupaten Tangerang,” terangnya.

Zaki menuturkan bahwa dia hadir di acara Perpamsi ini untuk memberikan gambaran perkembangan PDAM di Kabupaten Tangerang dan sharing informasi sharing pengalaman dan juga berbagi tantangan antara para pimpinan daerah maupun provinsi dan juga kementerian.

Dalam forum tersebut selain Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar yang didaulat menjadi narasumber, ada juga Walikota Padang H. Mahyeldi Anasrullah, Walikota Bogor Bima Arya, serta Bupati Buleleng Putu Agus Suratnyana.

Sementara itu Ir. Mujiyaman, selaku Sekertaris Perpamsi mengatakan, Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF), adalah event dua tahunan yang diselenggaran oleh PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) Sebelumnya, event ini dikenal dengan nama Nusantara Water hingga akhirnya diubah menjadi IWWEF dengan berbagai pertimbangan.

“Penyelenggaraan IWWEF yang diselenggarakan PERPAMSI dan didukung oleh kementerian dan lembaga terkait, pada akhirnya ini bertujuan untuk mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) yang lebih baik,” terangnya. (bono)

Continue Reading

Kab Tangerang

Zaki Sebar Petugas Pemeriksa Hewan Qurban

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar melepaskan 90 petugas pemeriksa hewan qurban tahun 2019 yang di hadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang di Ruang Rapat Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD) Selasa (6/8/2019)

Berdasarkan UU No.14 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, menjelaskan bahwa pemerintah berkewajiban untuk mengantisipasi ancaman kesehatan masyarakt diantaranya yang bersumber dari penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis) serta menjamin produk hewan yang beredar untuk dikonsumsi masyarakat.

Zaki berharap dengan terbentuknya tim pemeriksa kesehatan hewan kurban dapat membantu meminimalisir kemungkinan-kemungkinan negatif yang tentu sama-sama tidak diinginkan.

“Semoga dengan dibentuknya petugas pemeriksa kesehatan hewan qurban ini, dapat membantu meminimalisir hal-hal negatif yang tidak kita inginkan,” tegas Zaki.

Ia juga meminta para aparatur pemerintah khususnya untuk dinas pertanian dan peternakan kabupaten Tangerang meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan-hewan ternak yang akan di kurbankan pada Idul Adha nanti.

“Tugas Bapak/Ibu sangat penting karena tugas ini berkaitan dengan hewan yang akan di kurbankan oleh umat muslim, jangan sampai masyarakat merasa dirugikan dan dibuat resah dengan adanya penyakit, dan pastikan juga hewan yang disembelih sehat dan aman dikonsumsi serta halal, apabila ditemukan hewan tidak layak dan sakit langsung dulakukan tindakan jangan ada toleransi lagi karena ini demi kesehatan masyarakat kita semua,” tegas Zaki.

Azis Gunawan selaku Kadis Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kab. Tangerang mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dinas Pertanian dan peternakan dalam perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman penyakit yang dibawa oleh hewan kurban dan agar senantiasa meningkatkan kewaspdaan terhadap terhadap masuknya hewan-hewan kurban ke wilayah Kabupten Tangerang.

“Tugas tim ini meningkatkan pengawasan hewan kurban dari berbagai ancaman penyakit seperti antraks dan penyakit lainnya dan memastikan daging hewan aman halal bersih sehat serta sosialisasi tata cara pemotongan hewan yang baik dan benar sesaui tata cara islam” ujar Aziz. (bono)

Continue Reading

Kab Tangerang

Pemkab Tangerang Gelar Bursa Pertukaran Inovasi Desa

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Wakil Bupati Mad Romli membukaan acara bursa pertukaran inovasi Desa yang dihadiri oleh seluruh perwakilan kepala desa cluster B Kabupaten Tangerang yang bertempat di Gedung Serba Guna (GSG), Senin (5/8/2019).

Setelah Cluster A pada Rabu (31/7) yang lalu, kini giliran tim pelaksana inovasi desa (TPID) Cluster B meliputi 13 kecamatan yang menyelenggarakan acara Busra pertukaran inovasi desa.

Wakil Bupati Mad Romli mengatakan, program ini dapat membantu memfasilitasi program inovasi desa terhadap layanan teknis yang berkualitas untuk merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan dan solusi inovatif untuk menggunakan Desa secara tepat dan efektif.

Lanjut Romli, kegiatan ini tentunya akan menjadi sarana dan media yang tepat untuk membagi pengetahuan dan kegiatan pembangunan di Desa.

“Saya berharap kepada Kepala desa dan ketua BPD untuk mempersiapkan agenda penyelarasan RPJMDaerah dan RPJMDesa, agar proses pembangunan dapat bersinergi, terencana, terarah dan terukur dengan baik.” tegas dia.

Koordinator Pelaksana, Sukamara juga mengatakan, program inovasi Desa ini dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kepsitas desa untuk memenuhi penapaian peningkatan produktivitas perdesaan serta memberikan inspirasi kepada Desa-Desa untuk dapat melakukan repliksi atau adaptasi dengan melalui APBDesa didampingi Pendamping Desa.

“Output pada kegiatan ini untuk merepliksikan pemenuhan SDM melalui APBDesa, khususnya untuk dana desa, melalui badan usaha milik desa,” tutup Sukamara. (bono)

Continue Reading

Trending