HIPERTENSI

0
3028
Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

Sampai saat ini, hipertensi masih merupakan tantangan besar di Indonesia. Betapa tidak, hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Hal itu merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinngi, yaitu sebesar 25,8 %, sesuai dengan Riskesda 2013. Disamping itu , pengontrolan hipertensi belum adekuat meskipun obat- obatan yang efektif banyak tersedia.

Pengontrolan hipertensi tidakadekuat karena obat-obatan yang diberikan oleh dokter kadang tidak diminu rutin dan ada pula yang tidak meminumnya sama sekali dengan berbagai alasan.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang.
Gejala dari hipertensi adalah pusing, sakit kepala, rasa berat pada tengkuk, penglihatan kabur, gelisah, jantung berdebar, nyeri dada, telinga berdenging (tinnitus), mudah lelah dll.

Faktor resiko timbulnya hipertensi adalah keturunan, umur, asupan makanan tinggi garam, obesitas/kegemukan, stress, merokok dan minum alkohol, makanan tinggi lemak/kolesterol, kurang olahraga.
Komplikasi dari darah tinggi antara lain adalah stroke, retinopati (kerusakan retina),, kerusakan pembuluh darah (atherosclerosis), serangan jantung, gagal ginjal, dan penyakit pembuluh darah tepi.

Cara menurunkan tekanan darah adalah dengan merubah pola hidup/ modifikasi gaya hidup dan minum obat.
Modifikasi gaya hidup misalkan dengan mengatur pola makan, mengurangi asupan garam ( tidak lebih dari ¼-1/2 sendok teh) , perbanyak sayur dan buah, menghindari makanan tinggi lemak, hindari alkohol dan rokok, mengurangi konsumsi minuman yang berkafein, hindari stress, menghindari keseimbangan antara istirahat dan rekreasi, istirahat cukup (6-8 jam) dan melakukan olahraga. seperti senam aerobik, jalan, berjalan kaki, jogging, berenang,dan bersepeda.

Olahraga atau aktivitas fisik yang dianjurkan adalah paling sedikit 30 menit per sesi sebanyak 3-4 kali seminggu, atau sebanyak 150 menit/minggu.
Adapun makanan yang harus dihindari atau dibatasi oleh penderita hipertensi adalah:
1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa, gajih)
2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium ( biscuit, crackers, keripik, dan makanan kering yang asin).
3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran serta buah-buahan dalam kaleng, soft drink)
4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang).
5. Susu full cream, mentega, mandarin, keju, mayonnaise, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam.
6. Bumbu- bumbu seperti kecap, terasi, saos tomat, saos sambal,tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium.
7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian dan tape.

Selain dengan merubah gaya hidup , menurunkan tekanan darah tinggi dengan minum obat-obatan.
Obat hipertensi tidak ada yang menyembuhkan, tetapi hanya bersifat mengontrol. Jadi harus minum obat teratur dan seumur hidup. Jika tidak minum obat teratur maka tekanan darah akan tinggi kembali.
Jika anda terdiangnosa darah tinggi sebaiknya kontrol teratur ke layanan kesehatan untuk melakukan pengukuran tekanan dara shecara berkala.
Untuk pemilihan dan penggunaan obat-obatan hipertensi disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter keluarga anda.

Prev1 of 3
Use your ← → (arrow) keys to browse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here