Connect with us

Hukum Kriminal

Heboh Kasus Pencabulan di Tangerang, Orang Tua Diminta Awasi Anak

Published

on

Polisi merilis kasus pencabulan 7 anak yang dilakukan oleh kakek Dahlan, Selasa (6/3). (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Pengawasan terhadap anak-anak sangat penting untuk menjaga mereka dari tindak kejahatan, dan pencabulan. Seperti kasus Kakek Dahlan (63), yang mencabuli tujuh anak dibawah umur.

Kasus itu terungkap dari adanya laporan masyarakat kepada pihak kepolisian. Diketahui tersangka memanfaatkan tempat permainan PlayStation (PS) yang dijaganya, untuk mencabuli para korbannya.

Keseluruhan korban tersangka adalah anak-anak dibawah umur. Karena kasus tersebut, Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Harley Silalahi menghimbau kepada seluruh orang tua untuk tetap menjaga anak mereka.

“Kita memberikan himbauan kepada masyarakat khusus nya kepada oran tua yang memiliki anak dibawah umur. Untuk menjaga jangan sampai bermain tanpa diawasi orang dewasa,” ucap dia, Selasa (6/3).

Kasus pencabulan ini diharapkan pihaknya dapat menjadi perhatian bagi seluruh orang tua. Terlebih bagi masyarakat yang menjadi korban atas perbuatannya tersangka, Harley meminta untuk datang ke Polres Metro Tangerang Kota.

“Ini harus menjadi perhatian masyarakat Kota Tangerang, dan masyarakat yang pernah menjadi korban tolong nanti datang kesini untuk dapat nanti kami data untuk proses yang bersangkutan,” ujar dia.

Menurut Harley, masih ada kemungkinan korban pencabulan lainnya dari perbuatan Kakek Dahlan. Kini tersangka harus meringkuk didalam sel penjara, dan dijerat dengan pasal 82 UU No 35/2018 tentang Perlindungan Anak. Diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara.

CANDRA IRAWAN

Hukum Kriminal

Polresta Tangerang Ungkap Identitas Mayat Hanyut

Published

on

Ilustrasi Mayat. (net)

TANGERANG, MO – Identitas jasad seorang pria yang mengambang di Kali Cadas Kukun, Kampung Pangodokan Cemara, Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang mulai terkuak.

Jasad yang pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan pabrik pada Rabu (7/11/18) itu adalah Jap Son Tauw (68), warga Klaster Semara Village, Gading Serpong, Tangerang Selatan. Korban juga merupakan pengemudi transportasi taksi online.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan, terungkapnya identitas korban berkat usaha polisi menyebarkan informasi penemuan mayat itu termasuk ke media sosial. Untuk mengetahui identitas korban, kata Sabilul, kepolisian menyebarkan di media sosial facebook berupa foto dan ciri-ciri korban.

“Beberapa jam usai membuat postingan, sekitar jam 9 malam, keluarga korban atas nama Hedrison menghubungi kami dan mengonfirmasi bahwa ia adalah keluarga korban,” kata Sabilul, Kamis (8/11/2018).

Dikatakan Sabilul, keluarga korban bersama polisi kemudian datang ke RSUD Tangerang untuk memastikan jenazah korban. Setelah melihat jenazah secara langsung, kata Sabilul, Hedrison memastikan bahwa korban adalah ayahandanya.

Sabilul menerangkan, usai mendapat informasi dari keluarga korban, polisi langsung melakukan pendalaman. Polisi, kata Sabilul, berhasil menemukan mobil korban di wilayah Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Di dalam mobil korban, lanjutnya, ditemukan sebilah pisau dan bercak darah.

“Korban mengalami luka sayat di leher dengan wajah yang lebam. Tangan dan kaki korban juga terikat tali dengan pemberat,” terangnya.

Sabilul menyampaikan, ada indikasi kuat korban merupakan korban pembunuhan. Kata Sabilul, polisi memastikan akan mengungkap segala kemungkinan termasuk kemungkinan pembunuhan berencana bermotif dendam atau perampokan dalam waktu dekat.

“Kami terus melakukan penyelidikan dan dalam waktu dekat kami akan ungkap kasus ini,” tandasnya. (fi)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Reformasi Birokrasi Belum Berjalan Efektif

Published

on

By

metaonline.id
Wakil Koordinator ICW, Ade Irawan. (istimewa)

METAONLINE,- Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersangkut kasus korupsi, perlu mendapat perhatian serius. Hal itu menandakan reformasi birokrasi belum berjalan efektif.

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan menyebutkan, banyak kasus korupsi yang melibatkan ASN.

“Kalau lihat rata-rata kasus di Indonesia ada 500-an kasus, bisa lebih dan kurang. Jumlah tersangka rata-rata 1.200 orang. Kalau dilihat siapa yang paling banyak ditangkap aparat penegak hukum dan ASN,” ujarnya di Jakarta.

Kondisi ini terbilang miris lantaran ASN merupakan mesin penggerak roda pemerintahan. Apalagi, masalah utama birokrasi justru berada pada struktur teratas.

Selama ini yang banyak disasar dari reformasi birokrasi adalah birokrasinya. Sementara atasan, terutama para politisi tidak terlalu jadi fokus perhatian.

Menurut Ade, masalah utama di birokrasi adalah atasannya. Misalnya, birokrasi kepada atasan, loyalitas pada atasan. Kasus korupsi yang biasa terjadi dalam birokrasi, adalah autogenic corruption dan korupsi sistemik atau korupsi berjemaah. Mereka menempatkan birokrasi sebagai eksekutor untuk melakukan praktik korupsi.

Jika dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi saat ini, termasuk yang ditangani KPK, praktik korupsi diawali sedari pengambilan keputusan di tingkat perencanaan anggaran.

“Rencana korupsi ‘kan dimulai dari situ. Lalu siapa yang eksekusi? Birokrasi,” sebutnya.

Perencanaan memberikan celah bagi korupsi dalam pengelolaan APBD kemudian di SKPD menindaklanjuti mengadakan manipulasi dengan pengadaan barang-barang dan jasa. “Tapi di ujung kemudian yang kena pertama birokrasi,” imbuhnya. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Banten Raya

Politisi Muda PKB Ajak Generasi Milenial Bijak Gunakan Medsos

Published

on

Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gemasaba Banten, Yanuar Prastyo, Kamis (4/10/2018).

SERANG, MO – Kasus kebohongan Ratna Sarumpaet yang hampir saja memecah belah bangsa Indonesia patut dijadikan pelajaran berharga bagi generasi muda, khususnya kaum milenial untuk berhati-hati dan lebih bijak menggunakan media sosial (medsos).

“Mari kita lebih bijak bermedsos agar kita tidak menjadi korban ataupun perangkap orang lain yang memang ingin memanfaatkan kita untuk memecah belah bangsa. Kasus Ibu Ratna mesti kita jadikan contoh buruk,” ujar Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gemasaba Banten, Yanuar Prastyo, Kamis (4/10/2018).

Menurut Yanuar, belajar dari kasus tersebut sebaiknya setiap foto, video, berita maupun informasi bentuk lainnya yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya tidak langsung dipercaya ataupun dishare.

“Cek dan ricek menjadi penting agar kita tidak menjadi korban. Kalaupun kita ragu dengan isi berita yang ditampilkan lebih baik tidak ikut mempercayai atau menshare,” ujarnya.

Yanuar meminta semua generasi muda di Kota Tangerang lebih bijak dan cerdas menyikapi setiap berita yang berseliweran di medsos.

“Saya yakin generasi milenial Kota Tangerang tidak mau masuk perangkap, tidak ingin menjadi penyumbang kehancuran bangsa, tidak ingin menjadi korban permainan elite politik yang tidak beretika,” katanya.

Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dapil V Kota Tangerang itu mengingatkan bahwa menggunakan medsos tujuannya untuk eksis diri dan sebagai pembentukan citra diri. Bukan citra orang lain.

“Bohong bila post di medsos tujuannya tidak ingin eksis. Karena di medsos sarana publik untuk mengenal banyak orang sehingga seluruh orang tau tentang kita. Tapi kita tidak boleh terjebak permainan orang lain,” tandas Yanuar. (fi)

Continue Reading

Trending