Connect with us

Politik

Habib Rizieq Sihab For President 2019

Published

on

metaonline.id
Habib Rizieq Shihab. (istimewa)

METAONLINE,- Persaudaraan Alumni 212 telah menetapkan Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai calon presiden 2019, banyak bermunculan relawan untuk HRS dengan menamakan diri sebagai HRS For Presiden.

Adapun yang membentuk HRS For Presiden yakni Gerakan Indonesia Bangkit (GIB). Menurut GIB, sebelum ditetapkan oleh PA 212, pihaknya sudah mendorong Habib Rizieq maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

Ketua GIB KH Fikri Bareno mengatakan, keputusan PA 212 menjadi penyemangat pihaknya untuk memperjuangkan Habib Rizieq. Bahkan dalam waktu singkat, kata dia, relawan HRS For Presiden sudah terbentuk di wilayah Jabodetabek.

“Nanti akan kita adakan terus bergulir terus. Karena kemarin kita dari PA 212 sudah membentuk koordinator nasional relawan pemenangan HRS for President, nah itu saya” katanya, di Jakarta Selatan, (1/6) kemarin.

Saat ini, lanjut dia, sudah terkumpul 200 orang untuk terus sosialisasikan HRS For Presiden ke seluruh Indonesia.

Mengingat keinginan umat islam agar HRS maju sebagai presiden sudah sangat besar. Indonesia yang begitu luas dengan sumber daya alam, kata dia, anugrah yang seharusnya bisa membuat masyarakat sejahtera.

Namun, menurutnya, hasil SDA negara Indonesia sudah dirampok oleh asing yang membuat masyarakat sengsara.

“Kita pilih HRS, kita yakin dan percaya dia sebagai ulama, sebagai tokoh islam, sebagai orang yang komitmennya utuh kepada Islam dan kebangsaan kita yakin dia bisa membawa negeri ini berkemajuan,” ujarnya. (Sir/bbs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Pasangan Jokowi Ma’ruf Paling Banyak Jadi Sasaran Hoaks

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi

METAONLINE,- Penyebaran berita bohong alias hoaks menjelang pilpres benar-benar mengkhawatirkan. Sepanjang bulan Juli hingga September 2018, ada 230 hoaks bertebaran. Pasangan Jokowi Ma’ruf paling banyak jadi sasaran hoaks.

Temuan ini diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Penyebaran hoaks tersebut, paling banyak menggunakan media sosial.

Presidium Mafindo Anita Wahid mengatakan, berdasarkan penelitian pihaknya, selama Juli-September 2018 terdapat 230 hoaks dengan berbagai konten.

Anita menyebut konten tertinggi yakni politik 58,7 persen, agama 7,39 persen, penipuan 7,39 persen, lalu lintas 6,96 persen dan kesehatan 5,2 persen. **Baca juga: Isu Hoaks Disebut Ancam Keamanan Pemilu

Anita melanjutkan, sarana yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi antara narasi dan foto 50,43 persen, narasi saja 29,96 persen, narasi dan video 14,78 persen dan gambar atau foto saja 4,35 persen.

Anita juga menyebut saluran penyebaran hoaks paling banyak menggunakan Facebook 47,83 persen, Twitter 12,71 persen, whatsApp 11,74 persen serta youtube 7,38 persen.

Khusus di September, terdapat 52 dari 86 berita hoaks dengan konten politik. Anita menjelaskan, 52 hoaks tersebut terbagi menjadi 36 hoaks menyerang pasangan capres dan cawapres Jokowi-Maruf dan sisanya menyerang pasangan PrabowoSandiaga. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Politik

Profil Gamal Albinsaid, Dokter dan Motivator yang Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Published

on

By

metaonline.id
Foto: twitter.com/gamal_albinsaid

METAONLINE,- Gamal Albinsaid merupakan seorang dokter sekaligus motivator. Gamal berasal dari kalangan nonparpol atau tidak tercatat sebagai kader dari partai politik pengusung Prabowo-Sandiaga.

Gamal adalah seorang inovator kesehatan, sekaligus social entrepreneur yang pertama kali mencetuskan Klinik Asuransi Sampah atau Garbage Clinical Insurance bagi masyarakat kurang mampu. Caranya, masyarakat yang mau berobat cukup membawa sampah sebagai pengganti biaya berobat.

Pria kelahiran Malang, 8 September 1989 ini menempuh pendidikan di tanah kelahirannya. Setelah lulus dari SMP Negeri 3 Malang, ia mengikuti kelas akselerasi di SMA Negeri 3 Malang dan lulus pada tahun 2007. Gamal kemudian kuliah d Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Ia berhasil lulus Cum Laude dengan IPK 3,69.

Sempat magang di Rumah Sakit Umum Daerah Syaiful Anwar Malang, Gamal lalu melanjutkan studinya ke tingkat master di universitas yang sama. Saat usianya 25 tahun, ia mengikui Sustainability Leadership Cambridge Program.

Gamal bukanlah orang sembarangan, semasa kuliah ia telah meraih 12 penghargaan ilmiah dari berbagai universitas di Tanah Air. Tak hanya itu, dia meraih penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Prize 2014 yang diselenggarai oleh Cambridge University, Inggris, dan Unilever.

Hal ini karena gebrakan Gamal dalam mendirikan Klinik Asuransi Sampah yang menggarap asuransi kesehatan dengan premi sampah bagi masyarakat kurang mampu. Pencetusan ini dllatar belakangi karena kisah seorang anak pemulung bernama Khaerunnisa yang meninggal karena diare di grobak sampah ayahnya. Khaerunnisa tidak bisa berobat lantaran biaya.

Inovasi Gamal inipun bahkan mendapat apresisasi dari Presiden Vladmir Putin saat ia diundang ke Rusia untuk memberikan inspirasi di hadapan 25.000 peserta dari 150 negara di dunia dalam acara World Festival of Youth and Students ke-19 yang diselenggarakan pada 15 Oktober 2015.

Sebagai sosok muda yang terus berinovasi, ia melakukan terobosan sebagai entrepreneur sosial di dunia digital. Gamal mendirikan Homedika, platform digital yang menghubungkan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dengan masyarakat untuk memberikan layanan kesehatan.

Selain itu, ia juga juga mendirikan Siapa Peduli, platform crowdfunding pembiayaan kesehatan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu mendapatkan dana kesehatan dengan pendekatan digital, media sosial, dan gerakan kerelawanan.

Pada tahun 2018, Gamal terpilih sebagai Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi menggantikan aktivis Ratna Sarumpaet. Sebelum kasus Ratna Sarumpaet menyeruak, Sandi mengatakan bahwa ia telah melirik Gamal sejak lama untuk masuk timnya. (Photo/Facebook/Gamalalbinsaid)

PENDIDIKAN
Madrasah Ibtidaiyah Jendral Sudirman Malang I (1995-2002)
SMP Negeri 3 Malang (2002-2005)
Kelas Akselerasi SMA Negeri 3 Malang (2005-2007)
S1 Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Malang (2007-2011)
S2 Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, Malang (2011-2013)

KARIER
Internship di Rumah Sakit Umum Daerah Syaiful Anwar Malang (2011)
Pendiri dan CEO Klinik Asuransi Sampah
Pendiri dan CEO Homedika
Pendiri dan CEO Siapa Peduli
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, 2018

Continue Reading

Politik

KPU dan Mendagri Beda Pandangan Soal Kampanye Di Sekolah & Pesantren

Published

on

By

metaonline.id
Anggota Bawaslu Rahmat Bagja. (istimewa)

METAONLINE,- Menghadapi masa kampanye yang panjang Komisi Pemilihan Umum (KPU) justru berbeda pandangan dengan Mendagri mengenai aturan kampanye di sekolah dan pesantren. Padahal aturan main yang jelas sangat dibutuhkan peserta pemilu.

metaonline.id

Mendagri Tjahjo Kumolo. (istimewa)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai tak masalah sekolah dan pesantren menjadi tempat kampanye. Syaratnya, penyelenggaraannya tak menggunakan anggaran daerah (APBD) dan mengajak aparatur sipil negara (ASN). **Baca juga: Gamal Abinsaid Resmi Gabung Timses Prabowo

Tjahjo mengatakan, untuk keperluan sosialisasi dan kampanye pemilu, seluruh masyarakat memang harus didatangi. Selain itu, dia juga menilai tak masalah deklarasi kepala daerah untuk mendukung salah satu paslon baik caleg maupun capres.

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja menyatakan, kampanye di lembaga pendidikan termasuk di pondok pesantren dilarang. Sebab, hal tersebut dilarang dalam Undang-Undang Pemilu.

Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat 1 huruf h mengatur larangan kampanye dengan menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan. **Baca juga: Masih Ada 31 Juta Pemilih Berpotensi Tak Masuk DPT

Hal itu dikatakan Rahmat mengomentari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang tak mempermasalahkan jika kampanye terkait Pemilu 2019 dilakukan di lembaga pendidikan, termasuk pesantren. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Trending