Connect with us

Kota Tangsel

Guru Harus Dinamis Terhadap Perubahan

Published

on

TANGSEL, MO – Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memastikan bahwa teknologi yang berkembang tidak memengaruhi kinerja sumber daya manusia yang berkerja di bawah kebijakan pemerintah daerah. Termasuk guru SD dan SMP yang merupakan masih menjadi kebijakan Kota Tangsel.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengingatkan bahwa metode pendidikan yang diberikan oleh guru harus bersifat dinamis. Dimana guru harus lebih peka terhadap perubahan zaman. Karena metode pelajaran yang diberikan pada zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang.

“Kalau dulu, saya tidak ngerjain PR, saya dihukum kakinya diangkat satu. Kalau sekarang nggak bisa. Karena akan berurusan dengan hukum,” kata Benyamin dalam Revolusi Mental Untuk Guru SD dan SMP, di BSD, Serpong.

Dia menambahkan adanya kasus yang terjadi di sekolah merupakan akibat dari ada banyaknya komunikasi yang tidak sesuai antara guru dan murid. Sehingga yang dibutuhkan saat ini, bagaimana guru bisa membangun komunikasi yang baik dengan murid sehingga tidak ada kesalahpahaman.

“Perdaban semakin maju saat ini, dalam konteks itu, cara yang harus kita kembangkan dalam proses KBM harus menemukan dengan tradisi baru,” kata Benyamin.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Kota Tangsel, Apendi menjelaskan dalam kegiatan ini, guru SD dan SMP di Kota Tangsel menerima beberapa materi untuk menguatkan mental mereka terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan kerja.

Dia menyebutkan ada tiga topik yang disampaikan dalam kegiatan ini. “Yang pertama Integritas dimana guru harus komitmen berkerja sesuai dengan tupoksinya. Kemudian juga Ethos selanjutnya gotong royong. Semua materi disampaikan oleh pemerintah pusat yang memiliki kemampuan dan regulasi untuk mereka,” kata Apendi.

Sementara, kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari dengan jumlah peserta 215 yang berasal dari kalangan guru SD dan SMP di Kota Tangsel.(BR)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tangsel

DPMP3AKB Tangsel Kukuhkan Jejaring Perlindungan Perempuan dan Anak

Published

on

TANGSEL, MO – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) menggelar Seminar dan Pengukuhan Jejaring Perlindungan Perempuan dan Anak di Plaza Balai Kota Tangsel, Ciputat pada Selasa, 12 November 2019.

Kepala DPMP3AKB Tangsel Khairati mengatakan, kegiatan seminar jejaring se Tangsel adalah bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangsel memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Oleh karena itu, pada kegiatan ini diisi juga dengan pengukuhan jejaring perlindungan perempuan dan anak.

Dikatakannya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Saat ini, Kota Tangsel telah memiliki 548 satgas perlindungan anak tingkat RW.

Pembentukan satgas ini merupakan inisiasi dari Ka Seto pada tahun 2013 dan mendapatkan Rekor MURI dalam bidang kategori kota yang memiliki perlindungan anak sampai tingkat RW.

Upaya lainnya dalam rangka perlindungan anak adalah, pada tahun 2015 telah dibentuk Pos Pelayanan Terpadu (PPT) tingkat Kelurahan dan kini sudah terbentuk di 72 lokasi. Kemudian di tahun 2016, dibentuk aktivitas perlindungan anak terpadu berbasis anak di 24 Kelurahan dan kini memiliki 240 anggota.

“Kita sudah memiliki P2TP2A yang aktif sejak 2013, Puspaga sebagai pusat pembelajaran keluarga. Ini adalah jejaring kita semua dalam melakukan pencegahan kekerasan,” ujarnya.

Inilah jejaring kami di lapangan yang akan membantu dalam pencegahan kekerasan dan penanganan kekerasan pada perempuan dan anak. Mudah-mudahan kekerasan berkurang dan masalah kekerasan bisa kita tangani dengan tuntas dan pasti.

“Adapun tugas jejaring adalah melakukan upaya pencegahan dalam bentuk sosialisasi maupun penyuluhan masyarakat. Serta melakukan pendampingan dan melaporkan P2TP2A jika ada kasus,” jelasnya.

Lanjutnya, mengumpulkan data-data yang potensi terjadinya kekerasan dan memerlukan penanganan secara cepat. Membuat laporan secara berjenjang sesuai dengan alur yang sudah kita tetapkan.

“Dalam melaksanakan tugas memerlukan pengetahuan agar bisa mencegah kekerasan pada perempuan dan anak oleh karena itu perlu melakukan seminar yang kita laksanakan ini,” jelasnya.

Tujuan adanya seminar ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seluruh anggota jejaring perlindungan perempuan dan anak. Serta menjalin silaturahmi agar mengenal dan bisa berbagi informasi.

“Selain itu agar pihak kecamatan dapat bersinergi dalam melaksanakan kegiatan khususnya pencegahan dan penindakan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak,” jelasnya.

Membangkitkan semangat motivasi dan membangun komitmen bersama antara sesama jejaring untuk melaksanakan tugas dengn ikhlas sehingga menjadi ladang amal untuk kita.

Pada kegiatan tersebut juga para mahasiswa melakukan deklarasi peduli anak dan penyerahan sertifikat relawan P2TP2A yang telah berjasa menanganu kasus dari 2010 hingga 2019.

“Kami atas nama pemkot dan DPMP3AKB mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan sumbangsih pikiran maipun waktu dalam rangka membantu pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di Tangsel,” jelasnya.

Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa karena telah melakukan deklarasi. Mahasiswa tentu pernah menjadi anak-anak. Kita melihat mahasiswa memiliki peran yang luar biasa.

“Ajak lagi temen mahasiswa lain untuk  melakukan kegiatan positif dan bisa berkolaborasi dengan jejaring lainnya,” ungkap Walikota Airin.

Korban kekerasan terhadap anak dan perempuan ada sejak jaman dulu. Sekarang banyak diketahui apalagi dengan media sosial makanya cepat tersebar. Ada juga kesadaran untuk menyampaikan. Jadi laporkan jika ada suami yang memukul istri atau orangtua memukul anak.(BR)

Continue Reading

Kota Tangsel

Dinas Pariwisata Gelar Tangsel Tourism & Travel Fair 2019

Published

on

TANGSEL, MO – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pariwisata menggelar kegiatan Tangsel Tourism & Travel Fair 2019, di Bintaro Xchange, Selasa (12/11).

Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama kali yang diselenggarakan Dinas Pariwisata kota Tangsel dengan melibatkan beberapa daerah seperti Kota Tangerang, Lampung, Lebak, Serang dan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata kota Tangsel, Dadang Sofyan menjelaskan, jika kegiatan ini merupakan upaya dalam meningkatkan turis lokal untuk masuk ke Kota Tangsel. Dan menjadi ajang promosi, bahwa Tangsel memiliki beberapa spot untuk dijadikan tujuan wisata.

Dadang mengaku bahwa di Tangsel tersedia kawasan hijau seperti Taman Kota, dan beberapa tandon yang memiliki fasilitas lengkap. Selain itu, beberapa restoran ternama dan bersejarah pun ada di Kota ini. ”Kami memiliki potensi wisata yang baik. Juga lengkap,” ujar Dadang dalam pembukaan acara tersebut.

Sementara ditambahkan, dalam kegiatan ini, pemerintah juga memberikan fasilitas promosi wisata. Dimana juga menjadi upaya mengenalkan tempat wisata di luar daerah yang kemungkinan besar belum dikunjungi oleh wisatawan.

”Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan spot wisata yang ada di Kota Tangsel dan seluruh daerah yang ada di Indonesia,” kata dia.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menjelaskan, bahwa dirinya saat ini berupaya meningkatkan potensi dari adanya peningkatan pada sektor pariwisata. Salah satunya adalah berkolaborasi dengan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang untuk sama-sama melakukan promosi pariwisata di daerah.

”Pariwisata itu sudah mengglobal. Tidak bisa dipetakan satu-satu atau terpisah. Semuanya dilakukan bersama-sama. Tinggal bagaimana, bisa dikemas menjadi menarik sehingga bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke Tangerang Raya,” kata dia.

Dia juga berharap, dengan kolaborasi ini, tiap daerah bisa saling melengkapi di bagian sektor pariwisatanya. ”Misalnya, Tangsel tidak punya tempat wisata alam, ya bisa mempromosikan melalui wisata yang dimiliki Kabupaten Tangerang, begitupun sebaliknya,” ujar Benyamin.(BR)

Continue Reading

Kota Tangsel

DPAD Tangsel Gelar Lomba Membaca Puisi

Published

on

TANGSEL, MO – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar lomba baca puisi dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, bertempat di Teras Kota, BSD, Selasa (12/11).

Kegiatan lomba membaca puisi ini merupakan kegiatan bekerjasama dengan swasta yakni Hotel Santika BSD, Serpong, Bank BJB dan lainnya. “Kegiatan ini non APBD, melainkan bentuk inovasi kami, dalam melibatkan pihak swasta untuk meningkatkan minat baca anak-anak Tangsel, khususnya siswa SMP yang ada di Tangsel,” ungkap PLT Kepala DPAD Tangsel, Agus Budi Darmawan.

Agus Budi Darmawan, menjelaskan, kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran siswa akan jasa para pahlawan. Karena temanya merupakan hari pahlawan, jadi mereka bisa memilih membaca puisi dengan tema tersebut. “Ini bentuk DPAD untuk meningkatkan minat baca, dan memperkenalkan perpustakaan ke anak-anak SMP yang ada di Tangsel, diharapkan dengan melakukan sosialisasi melalui lomba yang melibatkan pihak swasta, makin banyak jumlah kunjungan ke perpustakaan baik perpustakaan kota maupun perpustakaan sekolah,”jelasnya.

Sementara Kepala Seksi Pelayanan Perpustakaan Deasy Fadila Kencana menjelaskan jika kegiatan ini merupakan inisiatif dari DPAD bersama pihak swasta dalam merayakan hari pahlawan. Kemudian diharapkan bisa menjadi pelajaran juga bagi siswa yang mengikutinya.

”Sementara ini yang mengikuti perlombaan  sebanyak 42 siswa yang berasal dari SMP swasta maupun negeri,” ujar Deasy di tempat acara.

Sementara dia memastikan bahwa dalam acara ini, DPAD juga berusaha memasukkan unsur membaca. Agar setidaknya kegiatan ini bisa meningkatkan minat baca di Kota Tangsel. Sehingga dapat memenuhi target pemerintah mencapai generasi yang mengutamakan membaca.

Dan untuk pemenangnya akan mendapatkan hadiah uang untuk juara 1 sebesar 1 juta, juara dua sebesar Rp 750 ribu, juara ketiga sebesar Rp 500 ribu dan masing-masing pemenang mendapatkan voucher Pizza hut, Goodybag dari standardpen. Berikut pemenang lomba membaca puisi, juara 1 diraih oleh SMP 20 Tangsel, Juara dua  SMPN 12 Tangsel dan juara tiga yakni SMPN 8 Tangsel.(BR)

Continue Reading

Trending