Connect with us

Kota Tangerang

Gudang Penyimpanan Miras di Tangerang Digrebek

Published

on

Ilustrasi pengungkapan gudang miras. (IST)

TANGERANG,MO – Jajaran Satpol PP tak main-main dalam menegakan Perda Kota Tangerang. Pada Jumat (9/3/2018) sore, petugas menggerebek gudang penyimpanan minuman beralkohol di Jl. Kiyai Maja RT. 02/03, Panunggangan, Kecamatan Pinang.

Operasi yang dilakukan petugas dalam rangka penegakan Peraturan Daerah no. 7 tahun 2005 tentang pelarangan pengedaran dan penjualan minuman beralkohol di wilayah Kota Tangerang.

Alhasil, operasi yang dipimpin Kabid Tibumtram Gufron Falfeli berhasil menyita sebanyak 203 Botol Minol berbagai merk.

“Sebagaimana kita sering ungkapkan, petugas terus menggelar operasi guna mempersempit ruang gerak peredaran minuman keras di Kota Tangerang,” kata Gufron.

Kali ini pihaknya berhasil mengungkap gudang penyimpanan minuman beralkohol atau miras milik warga bernama Ricky di Kampung Warung Mangga, Kecamatan Pinang.

“Modus mereka, jadi sebuah kontrakan dijadikan sebagai gudang penyimpanan miras,” tuturnya.

Tambah Gufron, gudang penyimpanan miras ini bisa diungkap berdasarkan informasi dari warga. Kemudian ia menindaklanjuti dengan melakukan pengawasan.

“Ternyata benar dan langsung kita grebek,” ucap dia.

Gufron pun berharap, agar masyarakat bisa memberikan informasi bila ada yang mencurigakan. Petugas juga terus rutin melakukan operasi baik Perda larangan miras, maupun perda lainnya.

Sebelumnya, Satpol PP mengumpulkan tokoh masyarakat di Aula Kecamatan Cibodas untuk memberikan penyuluhan titik rawan pelanggaran Perda.

“Tujuan penyuluhan ini untuk menciptakan ketentraman serta ketertiban dalam masyarakat. Ini sangat penting dan menjadi konsentrasi kita bersama,” ujar Pjs Walikota Tangerang, M. Yusuf, Kamis (8/3) kemarin.

Menurut M. Yusuf, Perda 7 dan 8 tahun 2005 tersebut  telah disahkan secara bersama – sama dengan DPRD Kota Tangerang. Namun masih banyak warga yang belum paham, sehingga harus kembali diingatkan lagi. (ADI DARMA/FER)

Kota Tangerang

Edi Junaedi Bantah Terlibat Tim Pemenangan Daerah Jokowi – Maruf Amin

Published

on

Ketua MUI Kota Tangerang, Edi Junaedi memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. (dok)

TANGERANG, MO – Pencantuman nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Edi Junaedi dalam tim kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin disoal. MUI Kota Tangerang membantah pencatutan nama ulama gaek tersebut.

Dalam siaran persnya, MUI Kota Tangerang membantah Edi Junaedi menjabat dewan penasihat tim pemenangan Jokowi – Maaruf Amin Daerah Tangerang.

“Sebagai ketua umum MUI Kota Tangerang yang masih aktif, sesuai dangan AD/ADRT/ MUI maka jabatan ketua umum adalah melekat. Sehingga harus mematuhi AD/ART yang ada,” bunyi rilis tersebut, Sabtu (22/9)

“Dan sesuai dengan tugas pokok MUI adalah berdakwah, sehingga tidak ikut persoalan politik seperti masuk sebagai tim penasihat tim kampanye nasional Jokowi -Maruf Amin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edi merasa keberatan jika namanya dicatut dalam daftar nama tim kampanye Jokowi – Maruf Amin.

“Saya mengharapkan ketua tim kampanye daerah tidak memasukkan nama saya,” pungkasnya seraya meminta masyarakat agar mengabaikan jika ada pemberitaan serupa.

Sebelumnya, dalam penetapan tim pemenangan daerah pada Rabu (19/9/2018) lalu, Edi Junaedi masuk dalam tim penasehat pemenangan Jokowi – Maruf Amin. Ketua tim tersebut, Bambang Suwondo mengklaim telah mengantongi izin yang bersangkutan.

Berdasarkan salinan surat yang diterima Meta Online, Edi Junaedi tercatat sebagai dewan penasihat tim pemenangan pasangan calon presiden Jokowi-Maruf Amin. Selain nama Edi Junaedi, tokoh masyarakat lainnya yang dicantumkan adalah ayah Wali Kota Tangerang, Marsudi Haryo Putro.

Dalam daftar tersebut dicantumkan sebanyak 15 nama.

Daftar nama yang tercantum dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang.

(agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Siswa Diimbau Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi

Published

on

Salah satu pembicara tengah memaparkan materi dalam diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018).

TANGERANG, MO – Perkembangan era digital berpotensi menjebak siswa. Kecakapan literasi digital harus dimiliki siswa supaya produktif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018). Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten tersebut menghadirkan sejumlah pegiat literasi dan pendidikan Banten.

Salah satu pegiat literasi, Atuh Ardiansyah menjelaskan, di era digital, siswa tidak cukup dibekali keterampilan membaca secara mekanistis. Lebih dari itu, siswa mesti dibekali kemampuan dan kecerdasan menanggapi dunia digital.

“Masyarakat dunia sedang hijrah ke dunia digital. Kepribadian, keperluan, jadwal bahkan kehidupan pribadi banyak dititipkan ke jejaring sosial,” lanjut penulis bernama pena Fatih Zam tersebut.

Di media sosial, kata Atuh, ada banyak ‘jebakan’ yang bisa membuat siswa melakukan hal-hal  kurang produktif. Untuk itu, Ia mengapresiasi DPK Banten yang memasukkan muatan literasi digital pada program peningkatan kegemaran membaca.

Ia berharap, penguatan literasi digital mendapatkan porsi yang lebih besar. Hal itu lantaran kebutuhan pencerdasan literasi digital siswa yang hidup di era digital begitu besar.

“Siswa memang harus dibekali kecakapan menghadapi era digital agar mereka bs mengoptimalkannya untuk kebaikan,” tegasnya.

Kepala Perpustakaan SMKN 9 Kota Tangerang, Dian Riviana mengaku senang dengan kedatangan Tim Perpusda Provinsi Banten yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa di sekolahnya melalui kegiatan Talk Show Membangun Minat Membaca Di Era Digitalisai.

Kegiatan ini, lanjutnya, banyak memberikan informasi yang sangat berguna dan mengesankan kepada siswa-sisw. Apalagi, sambungnya, kegiatan tersebut didukung dengan para pembicara yang andal dan kemasan acara yang asik dan ciamik sesuai kondisi kekinian generasi hari ini.

“Kami berharap kegiatan ini akan memberikan suasana dan semangat baru bagi kegiatan berliterasi di sekolah kami dan berharap Perpusda Provinsi Banten mengundang kami kembali,” tutur Dian. (FI)

Continue Reading

Kota Tangerang

Komposisi APBD-P Kota Tangerang Diklaim Ideal

Published

on

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menandatangani berkas pengesahan APBD-P Kota Tangerang 2018 usai rapat paripurna di gedung DPRD, Jumat (21/9/2018).

TANGERANG, MO – Struktur APBD Perubahan Kota Tangerang Tahun Anggaran 2018 memiliki kecenderungan belanja yang ideal. Perbandingannya, belanja tidak langsung terhadap total RAPBD sebesar 31,81 % sedangkan belanja langsung sebesar 68,19 % dari RAPBD tahung anggaran 2018.

“Dalam hal ini Pemerintah Kota Tangerang mencapai kemandirian sebesar 122,99 %,” ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, di Ruang Rapat DPRD, Jumat (21/9/2018).

Arief juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Dewan yang telah membahas Raperda ini sehingga menghasilkan perda yang dapat memberikan solusi akan berbagai kebutuhan yang ada di Kota Tangerang

“Dari hasil pembahasan tersebut dapat diketahui bahwa rancangan perubahan APBD Tahun anggaran 2018 pendapatan daerah di anggarkan sebesar Rp.3,84,” paparnya.

Dengan disetujuinya Raperda perubahan APBD menjadi Perda, Arief menghimbau agar seluruh OPD Pemkot Tangerang bisa memaksimalkan pembangunan di sisa akhir tahun anggaran 2018 ini.

“Adapun kegiatan – kegiatan strategis pada perubahan APBD tahun anggaran 2018 di prioritaskan untuk pencapaian target RPJMD di akhir pelaksanaan sehingga di fokuskan kepada capaian target,” pungkasnya. (agr)

Continue Reading

Trending