Connect with us

Lebak

Gubernur Minta Pemkab Lebak Gerak Cepat Sejahterakan Masyarakat

Published

on

Pj. Sekda Banten, Ino S. Rawita didampingi Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya serta jajarannya saat perignatan hari jadi Kabupaten Lebak ke 190 di di Pendopo Bupati Lebak, Jalan Abdi Negara Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (2/12/2018).

LEBAK, MO – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten Ino S. Rawita mewakili Gubernur Banten Wahidin Halim menghadiri Hari Jadi Ke-190 Kabupaten Lebak, di Pendopo Bupati Lebak, Jalan Abdi Negara Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (2/12/2018).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Pj Sekda, Pemkab Lebak disebut dapat bergerak cepat dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada.

Riung Mumpulung mengawali HUT Lebak di Pendopo Bupati tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Lebak dan di akhiri dengan Upacara Bendera di alun-alun Lebak.

Turut hadir Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Wakil Bupati Lebak, Ketua dan Wakil dan anggota DPRD Kabupaten Lebak, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lebak, Sekretaris Daerah dan para Kepala SKPD Kabupaten Lebak, para camat, lurah dan kepala desa Se-Kabupaten Lebak, alim ulama, para sesepuh, pimpinan partai politik dan segenap warga masyarakat Kabupaten Lebak.

Pj Sekda mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki potensi yang baik untuk dapat dikembangkan pada sektor-sektor yang berpeluang untuk diinvestasikan yaitu; Agro Bisnis, Pariwisata (Alam dan Budaya), Bisnis Kelautan, Pertambangan dan Energi, Perdagangan dan Jasa serta Industri Kecil dan Rumah Tangga. Dengan potensi yang ada tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak diharapkan akan dapat bergerak cepat dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, capaian kinerja periode pertama Kabupaten Lebak pada Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Tahun 2014-2019 yang sampai dengan tahun 2017 telah mencapai 92,84 persen.

Ia optimis, pada masa akhir jabatan pada periode pertama capaian kinerja keseluruhan dapat terpenuhi 100%. Dengan Visi menuju Kabupaten Lebak yang maju, berdaya saing melalui pemantapan pembangunan pedesaan dan pengembangan ekonomi kerakyatan yang diklasifikasikan berdasarkan Visi pembangunan.

Sementara, untuk fokus pembangunan periode Tahun 2019-2023 adalah mewujudkan Kabupaten Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal yang selaras dengan momentum pemerintah pusat yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan.

“Ucapan terimakasih dan apresiasi setingi-tinginya kepada semua pendahulu yang membangun Lebak dengan kesungguhan dedikasi, apresiasi juga saya sampaikan kepada semua pihak yang sama-sama membangun Lebak sampai pada hasil yang kita nikmati saat ini,” tutur Iti. (fi)

Lebak

Rp 58 Miliar Dana Bansos Dikucurkn Pemprov Sepanjang 2018

Published

on

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy berbincang dengan salah satu warga penerima bantuan sosial Jamsosratu, Minggu (18/11/2018).

LEBAK, MO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengucurkan dana sebesar Rp58 miliar dari APBD tahun 2018 untuk membantu warganya yang miskin dan tidak mampu. Dana tersebut disalurkan kepada ribuan warga miskin, penduduk lanjut usia dan penderita cacat serta anak-anak yang membutuhkan, melalui pos bantuan sosial yang dikelola Dinas Sosial. Semua dana bansos tersebut disalurkan secara non tunai dengan menggunakan kartu multiguna perbankan yang dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan BJB dan Bank Banten.

“Pemerintah Provinsi Banten memiliki komitmen dalam penanggulangan kemiskinan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan kebijakan koordinasi dan kebijakan anggaran. Salah satunya yaitu dukungan anggaran bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat Banten sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),” papar Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam sambutannya pada acara Penyaluran Bansos kepada Lansia, Anak dan Penyandang Disabilitas di Rangkasbitung, Lebak, Kamis (15/11/2018).

Andika mengungkapkan, data BPS Provinsi Banten menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin terus mengalami penurunan, dari 9,22 persen pada tahun 2003 menjadi 5,24 persen pada bulan Maret 2018. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten berkontribusi dan bersinergi dalam percepatan penanggulangan kemiskinan sebagaimana amanat dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2015 Jo Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Dalam penanggulangan kemiskinan ini, kata Andika, bantuan sosial diberikan kepada rumah tangga sasaran yang membutuhkan. Kemudian dilanjutkan dengan meningkatkan akses bagi rumah tangga sasaran kepada pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, termasuk sarana air bersih dan sanitasi.

“Upaya penanggulangan kemiskinan kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Semua itu, lanjutnya, merupakan pilar-pilar program penanggulangan kemiskinan yang bersasaran (targeted programs). Untuk itu, kata Andika, sinergitas program pro poor antar OPD dan perangkat pemerintah kabupaten/ kota se-Provinsi Banten khususnya pada program bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat diharapkan akan dapat menekan angka kemiskinan di Provinsi Banten.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nurhana mengatakan, Pada tahun 2018 total bantuan sosial yang diberikan kepada penerima manfaat sebesar Rp 58 miliar dengan alokasi terbesar untuk program Jamsosratu yang sebesar hampir Rp 52 miliar.

“Karena memang program back bound bansos Pemprov Banten adalah Jamsosratu yang sudah terbukti dalam beberapa tahun terakhir ini program tersebut efektif menakan angka kemiskinan,” katanya.

Untuk diketahui, dana bansos sebesar Rp. 58,3 miliar pada tahun 2018 ini rinciannya adalah Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) sebesar Rp 3,7 miliar yang dibagikan kepada 2.500 lanjut usia masing-masing senilai Rp 1.500.000 per orang. Berikutnya untuk Pemenuhan kebutuhan dasar anak, sebesar Rp 1 miliar yang dibagikan kepada 1.000 anak masing-masing Rp 1.000.000 per anak.

Lalu, untuk Panti rehabilitasi sebesar Rp 200 juta yang diberikan kepada 4 lembaga panti masing-masing Rp 50 juta per panti, dan Jaminan Sosial Orang Dengan Kecacatan (JS ODK) sebesar Rp 1,4 miliar yang diberikan kepada  400 orang masing-masing Rp 3,6 juta per orang. Serta yang terbesar untuk Jamsosratu sebesar Rp 51,9 miliar yang dibagikan kepada 31.198 RTS penerima masing-masing Rp 1,6 juta. (fi)

Continue Reading

Lebak

Wagub Minta Masyarakat Gali Potensi Hutan Banten

Published

on

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrimy di sela temu wicara bersama kelompok petani hutan di Rangkas Bitung, Lebak, Selasa (13/11/2018).
LEBAK, MO  Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Andika Hazrumy mengajak masyarakat Banten khususnya Petani Hutan agar terus menggali potensi yang ada di hutan Provinsi Banten.
Hal ini disampaikan dalam temu wicara Wagub dengan penyuluh kehutanan, swadaya masyarakat, dan lembaga masyarakat desa hutan binaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, bertempat di Balai Pemilihan dan Pengembangan Sosial (BP2S), Jalan Pasir Ona, Rangkas Bitung, kabupaten lebak, Selasa (13/11/2018).
Wagub mengungkapkan bahwa hutan Provinsi Banten yang luas dan asri memiliki potensi alam yang hingga saat ini belum digali dan dikelola dengan baik. Selain itu, maraknya pembalakan liar yang terjadi menjadikan potensi hutan di Provinsi Banten lambat laun menjadi berkurang.
“Banyak potensi yang bisa digali tanpa merusak hutan itu sendiri, seperti halnya madu, gula aren dan sebagainya. Kita tingkatkan pelatihan, penyuluhan, serta pembagian bibit pada masyarakat guna meningkatkan potensi hutan itu sendiri,” ujar Andika.
Andika juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi pembalakan liar dan kembali melestarikan hutan di Provinsi Banten. Ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait untuk selalu memantau kinerja serta manfaat yang dihasilkan dari pelatihan serta penyuluhan yang telah dilakukan.
“Mari bersama-sama kita jaga hutan kita, dari hutanlah kita bisa memenuhi sumber daya alam yang ada,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, M. Husni Hasan menyampaikan bahwa setiap tahunnya lebih dari 5.000 hektare hutan di Provinsi Banten dihijaukan.
Selain itu, katanya, berdasarkan Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Permen LHK nomor 83 tahun 2016 tentang kehutanan sosial, penyelenggaraan urusan bidang kehutanan menjadi urusan Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Provinsi.
“Maka dari itu tahun 2018 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten mengangkat PKSM sebanyak 138 orang yang tersebar di 76 Kecamatan,” tegas Husni. (fi)

Continue Reading

Lebak

Hari Koperasi, WH Hadiahkan Umroh Warga

Published

on

Gubernur Banten, Wahidin Halim saat mengunjungi sejumlah stand di peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 di Lebak, Sabtu (27/10/2018).

LEBAK, MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim pagi tadi memberikan hadiah umroh kepada 3 orang terpilih. Pemberian hadiah diberikan usai pelepasan jalan santai yang merupakan rangkaian Peringatan Hari Koperasi ke-71 tingkat Provinsi Banten di alun-alun Rangkasbitung, Sabtu (27/10/2018).

Usai dipilih Gubernur sebagai penerima hadiah, ketiganya langsung dimintai KTP untuk segera diurus administrasi keberangkatannya, dimana seluruh biayanya akan ditangguh dari uang pribadi WH.

“Kamu boleh memberikan kepada orang tua, asal jangan dijual ya,” seloroh WH kepada salah satu pemenang hadiah umroh.

Di hari jadi yang Ke-71 ini, WH berharap perkoperasian di Provinsi Banten dapat menjadi pilar kekuatan ekonomi daerah, terlebih di era digital.

Sementara itu Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi mengucapkan terimakasih atas dipilihnya Kabupaten Lebak sebagai tuan rumah dalam peringatan hari koperasi.

Menurutnya, kegiatan yang digelar 5 hari mulai 27 hingga 31 Oktober ini, bakal dimeriahkan berbagai kegiatan, seperti jalan santai, pameran koperasi serta pertunjukan seni sehingga diharapkan dapat menambah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lebak.

“Kalau kunjungan meningkat otomatis banyak yang membelanjakan uangnya disini, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Lebak,” ungkap Ade.

Usai membuka kegiatan tersebut, Gubernur beserta rombongan menyempatkan diri mengunjungi stand pameran dan membeli beberapa produk yang dijual. (fi)

Continue Reading

Trending