Connect with us

Serang

Gubernur: ‘Aje Kendor’ Bangun Ibukota Banten

Published

on

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang terpilih, Syafrudin dan Subadri Ushuludin di Kawasan Mesjid Agung Banten Lama, Jalan Raya Banten, Serang, Rabu (5/12/2018).

SERANG, MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang terpilih, Syafrudin dan Subadri Ushuludin di Kawasan Mesjid Agung Banten Lama, Jalan Raya Banten, Serang, Rabu (5/12/2018).

Dalam amanatnya, WH melontarkan slogan ‘Aje Kendor’ milik pasangan kepala daerah periode 2018-2023 tersebut. Slogan yang berarti jangan kendur itu digunakan keduanya di Pilkada Juni 2018 lalu itu.

Gubernur menjelaskan, salah satu tujuan dijadikannya Kawasan Banten Lama sebagai lokasi pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Serang adalah untuk memberikan gambaran bahwa tempat bersejarah ini adalah hasil kerja keras perjuangan para sultan ketika mewujudkannya sebagai Kota Budaya, Kota Sejarah, Kota Peradaban yang bernilai religiusitas yang kental.

Oleh karenanya, kata WH, kawasan tersebut patut dijaga, dipelihara dan dilestarikan dengan baik agar terus menjadi kota yang di dalamnya terkandung nilai-nilai harap para sultan.

“Jangan dikorupsi dana-dana APBD itu, dan tanpa ABPD sultan bisa bangun dengan sangat bagus. Coba bayangkan tanpa APBD, tanpa dana masyarakat, para sultan bisa bangun satu gedung yang megah. Sekarang sudah ada APBD nya, dukungan dari Gubernur juga ada, tidak ada alasan kalau saudara gagal menjadi Walikota dan Wakil Walikota Serang. ‘Aje kendor, jangan cuma pas kampanye, tapi sekarang juga setelah jadi (menjabat-red) tetap ‘aje kendor’. Kita harus semangat membangun Banten melayani masyarakatnya,” tutur WH.

Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan program 100 hari kerja setelah pelantikan. Program 100 hari kerja itu difokuskan kepada tiga aspek yaitu penertiban pedagang kaki lima, kebersihan kota dan kelancaran lalu lintas.

Menurutnya, ketiga aspek itu merupakan yang paling krusial untuk segera diselesaikan karena berkaitan langsung dengan masyarakat Kota Serang. Ia meyakini dalam 100 hari kerja ketiga aspek itu akan teratasi.

“Kita akan melaksanakan penertiban PKL yang ada di Kota Serang, kemudian keduanya juga masalah kebersihan Kota Serang dan ketiganya kelancaran lalu lintas,” pungkasnya. (fi)

Serang

Penataan Banten Lama Harus Selesai Tahun 2020

Published

on

Gubernur WH saat sambutan acara Doa dan Dzikir di Kawasan Banten Lama, Kamis (14/3). (Ist)

SERANG,MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim memerintahkan jajarannya untuk segera menyelesaikan penataan Banten Lama. Demikian ditegaskan Gubernur saat acara Doa dan Dzikir di Plaza Masjid Agung Banten Lama, Kamis (14/3) malam.

“Tahun 2020, Kawasan Banten Lama harus sudah selesai. Sudah lengkap,” kata Gubernur WH, sapaan akrabnya.

Menurut dia, Kawasan Banten Lama merupakan ikon Provinsi Banten yang sudah mendunia. Banyak orang berbondong-bondong dari berbagai penjuru tanah air Indonesia bahkan dunia berkunjung ke Banten Lama.

“Ada dari Madura, Riau, bahkan Malaysia,” katanya.

Mantan Walikota Tangerang 2 periode ini bercita-cita Banten Lama menjadi pusat peradaban, pusat kebudayaan dan pusat perkembangan ilmu pengetahuan agama, baik di Provinsi Banten maupun di nusantara.

Gubernur menjelaskan, selama ini ada dua fungsi yang diemban Kawasan Banten Lama, yaitu sebagai tempat ziarah dan tempat rekreasi.

“Selain itu, saya akan menjadikan Banten Lama sebagai kawasan kajian agama, kajian kitab Syech Nawawi Al-Bantani, pusat pengembangan tahfid, dan pusat kebudayaan Islam,” katanya.

Karena itu, tambahnya, pada tahun 2020 Kawasan Banten Lama sudah dilengkapi dengan pusat-pusat kajian Islam, pusat-pusat pengembangan tahfid, dan pusat kebudayaan Islam.

“Kita syiarkan Islam mulai dari Banten Lama,” ajaknya kepada ribuan masyarakat yang memadati Plaza Masjid Agung Banten Lama.

Gubernur memerintahkan segera menyelesaikan sarana dan prasarana penunjang di Kawasan Banten Lama. Sebagai tempat yang banyak dikunjungi masyarakat, Banten Lama harus memberikan kenyamanan kepada pengunjungnya.

“Segera bangun fasilitas-fasilitas seperti tempat wudhu, tempat istirahat, tempat selfi, tempat oleh-oleh dan lain-lain. Kita harus menyajikan pelayanan sebagai tuan rumah,” katanya.

Gubernur juga memerintahkan kepala OPD untuk segera mengkonsepkan perannya masing-masing di Banten Lama. Sementara kepada masyarakat sekitar Gubernur mengajak untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan para tamu. (uad)

Continue Reading

Serang

Menkeu dan Menteri PUPR Berkunjung ke Banten

Published

on

Gubernur WH mendampingi kunjungan 2 menteri era Jokowi ke Banten, Jumat (15/3). (ist)

SERANG,MO – Gubernur Banten Wahidin Halim mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berkunjung ke Desa Sindangsari, Pabuaran Kab.Serang. Kunjungan kedua menteri era Jokowi ini dalam rangka memantau pemanfaatan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), Jum’at (15/3).

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengunjungi rumah warga yang memanfaatkan pembiayaan UMi. Menteri Keuangan tersebut juga membeli sejumlah produk buatan masyarakat, antara lain kue bolu, sate pindang hingga pernak-pernik. “Bu ini saya borong kuenya,” kata Sri Mulyani.

Selanjutnya, dirinya bersama Basuki dan Wahidin mengecek Pamsimas (Proyek Air Bersih Masyarakat). Proyek ini digunakan bersama oleh masyarakat dan dibiayai oleh APBN. “Ini dari APBN ya pak (Basuki),” tanya Sri Mulyani. “Iya Bu,” timpal Basuki.

Setelah mengecek Pamsimas, dirinya bersama Basuki dan Gubernur Wahidin menyambangi warga yang berjualan jamu, salah satunya Sri Sulastri (40), dia berjualan jamu dengan permodalan dari lembaga penyalur koperasi binaan KSPPS Abdi Kertas Raharja.

Sulastri mengaku sudah selama 7 bulan menjadi anggota koperasi tersebut. Dirinya telah melakukan pinjaman di koperasi tersebut sebesar Rp 2 juta untuk modal berjualan jamu.

“Saya baru 7 bulan (gabung di koperasi). Pinjam Rp 2 juta untuk modal dan jualannya keliling,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, baik Sri Mulyani, Menteri Basuki hingga Gubernur Wahidin mencicipi jamu ibu Sulastri. “Saya mau cobain ya,” pinta dia.

Usai mencicipi jamu, ketiganya juga langsung menuju perkebunan milik warga setempat. Di kebun itu dia bersama Basuki menanam kangkung hingga pokcoy. (uad)

Continue Reading

Banten Raya

121 Perusahaan di Banten Peroleh Penghargaan Zero Accident

Published

on

Wagub Andika Hazrumy menyerahkan penghargaan kepada perusahaan yang nihil kecelakaan kerja. (uad)

SERANG,MO – Sebanyak 121 perusahaan di Banten meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Banten sebagai perusahaan yang mampu menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan zero accident atau nihil kecelakaan kerja.

Selain itu, pemprov juga memberikan penghargaan kepada 180 perusahaan dengan panitia pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3) terbaik tingkat Provinsi Banten tahun 2019. Penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (28/2) lalu.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam arahannya memberikan selamat dan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah menerima penghargaan. Diharapkan, kedepan jumlahnya semakin banyak.

“Pemprov Banten berkomitmen kepada seluruh stakeholder dan perusahaan-perusahaan yang ada di banten dapat memaksimalkan penerapan K3. Penghargaan ini menurut saya adalah yang diidam-idamkan oleh perusahaan skala daerah dan nasional. Ini adalah bentuk apresiasi nyata dari pemerintah kepada perusahaan-perusahaan tersebut,” ucap Wagub.

Menurut Wagub, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi perusahaan yang menerima penghargaan untuk dapat mempertahankan prestasinya menjadi lebih baik. Sedangkan bagi perusahaan yang belum mendapatkan penghargaan dapat lebih meningkatkan peran sertanya dibidang K3 demi terciptanya produktifitas kerja.

“Kepada seluruh perusahaan yang Allhamdulillah telah berhasil menerapkan K3 khusunya, ini memberikan kontribusi nyata bagi provinsi banten untuk memaksimalkan kondisi pertumbuhan dan penguaatan ekonomi daerah,” kata Wagub.

“Kondisi ini perlu kita pertahankan bersama. Bagaimanapun juga sistem penilaian ini sangat ketat. Dan 121 perusahaan ini memang layak mendapatkan penghargaan zero accidentdari Pemprov Banten,” lanjut Wagub Andika.

Putra sulung mantan Gubernur Ratu Atut Chosiyah ini juga mengajak para pengusaha untuk mulai peduli dalam menerapkan sistem K3 dalam perusahaan masing-masing. Karena dengan menciptakan rasa aman dan nyaman pada pekerjaan seorang pekerja akan mampu bekerja lebih efektif dan produktif.

“Bagi yang belum menerapkan K3 saya mendorong untuk dapat meningkatkan sistem zero accident, agar penerapan ini bisa merata keseluruh perusahan di provinsi banten dan ini akan menimbulkan kekuatan perekonomian itu sendiri baik bagi daerah dan juga masyarakat di provinsi banten.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakerttans) Banten Al Hamidi, saat menyampaikan laporan mengatakan, bahwa penghargaan zero accident dan P2K3 merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka bentuk perhatian pemerintah provinsi kepada perusahaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja, termasuk perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatannya.

“Penerimaan penghargaan zero accident tahun 2018-2019 sebanyak 121 perusahaan, sedangkan yang mendapatkan penghargaan P2K3 sebanyak 180 perusahaan, jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu, ” katanya.

Dijelaskan  Al Hamidi, pemberian penghargaan tersebut sebelumnya telah dilakukan audit oleh tim pengawas. Diharapkan penghargaan ini dapat memotivasi perusahaan perusahaan lainnya dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja guna meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas,” katanya.

“Karena itu, keselamatan dan kesehatan kerja perlu jadi perhatian kita bersama, baik itu pemerintah daerah, perusahaan, organisasi pekerja serta pemangku kepentingan lainnya terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam upaya pencapaian nihil kecelakaan kerja,” tandasnya. (uad)

Continue Reading

Trending