Connect with us

Serang

Genjot PAD di Akhri Tahun,  Bapenda Banten Gelar Rakor Tim Pembina Samsat

Published

on

Pj Sekda Banten, Ino S. Rawita memimpin Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat Banten di Aula Bapenda, Curug, Kota Serang, Rabu (7/11/2018). (ist)

SERANG, MO – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melaului Sisten Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Koordinasi anatarlembaga dilakukan Pemprov menjelang tutup buku tahun ini. Rapat koordinasi tersebut digelar di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (7/11/2018).

Sejumlah perwakilan Kepolisian Daerah (Polda) Banten serta PT Jasa Raharja menghadiri Rakor tersebut. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Ino S. Rawita yang memimpin rakor tersebut mengatakan, pihaknya bakal meningkatkan pelayanan Samsat di setiap wilayah Kabupaten dan Kota.

Untuk itu, sambungnya, perlu dibangun komitmen bersama antara jajaran Pemprov, Polda Banten, Polda Metro Jaya, PT Jasa Raharja, Bank Banten, serta stakeholder terkait lainnya dalam mendukung rencana Program Gubernur Banten tersebut.

“Kami berharap kepada Pak Kapolda dan jajaraanya baik Polda Banten dan Polda Metro Jaya, PT Jasa Raharja jalin terus kerjasamanya, sering ada pertemuan sehingga kendala-kendala dalam rangka meningkatkan pendapatan semakin ada solusi. Mudah-mudahan pertemuan ini jangan hanya dua kali dalam setahun tetapi ditambah lagi. Jalinan kerja sama tim kordinasi ini mudah-mudahan menjadi satu kesatuan untuk kemanfaatan dan kemajuan masyarakat Banten,” jelas Ino.

Bahkan Sekda mengajak seluruh pegawai yang telibat dalam pelayanan pendapatan dari sektor pajak terutama pajak kendaran bermotor untuk  meningkatkan pelayanan kepada publik secara optimal.

“Saya juga menekankan kepada seluruh kepala UPT dan Jajarannya agar jangan sampai target-target (pendapatan) lemah, banyak tidak ada di kantor, banyak keluyuran saya kira nanti tidak salah kalau Pak Gubernur diparkirkan dulu kemana nanti diganti dengan yang siap,” katanya.

“Oleh karena itu semuanya mudah-mudahan siap, Insya Allah di manapun kita berada. Bagaimana pun tulang punggung Provinsi Banten sementara ini ada di Bapenda,” sambung Ino.

Selain dihadiri Pj Sekda, rakor sendiri dihadiri langsung Direktur PT Jasa Raharja Cabang Banten dan Dirlantas Polda Metro Jaya dan Polda Banten, Kepala Bapenda Banten Opar Sochari, dan seluruh Kepala UPT Samsat se-Provinsi Banten.

“Kami sangat berterima kasih dari teman-teman kepolisian baik dari Polda Banten dan Metro Jaya, karena tanpa mereka nilai (pajak) yang diterima oleh kita pasti kecil. Oleh karena itu mari kita sama-sama dirembugkan atau dirumuskan pada pertemuan ini bagaimana agar pendapatan kita khususnya dari PKB dan BBNKB semakin meningkat lagi,” ujarnya. (fi)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serang

Pemprov Bangun Hunian Sementara Korban Tsunami

Published

on

Gubernur Bante, Wahidin Halim (berpeci) di sela rapat koordinasi dengan jajarannya di Kantor Bappeda, Kp3B, Curug, Kota Serang, Senin (7/1/2019).

SERANG, MO – Pemerintah Provinsi Banten tengah membangun hunian sementara bagi korban tsunami Pandeglang-Serang. Hal itu disampaikan Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) saat Rapat Koodinasi di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappenda), KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (7/1/2019).

WH menjelaskan, saat ini Pemprov Banten dengan Pemkab Pandeglang, BNPB dibantu TNI dan Polri sedang membuat hunian sementara untuk masyarakat yang rumahnya terkena tsunami, termasuk membangun sekolah darurat.

“Kita harus hadir sebagai pemerintah yang bisa meringankan beban korban tsunami, provinsi  harus  hadir untuk terus berkordinasi dengan pihak terkait. Apa yang menjadi tanggung jawab provinsi akan kita laksanakan,” ujar WH.

Kepada RSUD Banten, WH mengharapkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat termasuk melengkapi sarana dan prasarana. “Rumah sakit banten harus menjadi rujukan bagi masyarakat Banten karena kesehatan adalah salah satu prioritas program Provinsi Banten,” ujarnya.

Dalam Rakor itu juga, WH memberikan apresiasi kepada aparatur sipil negara (ASN) Provinsi yang sudah bekerja dengan baik pada tahun 2018.

“Kita  (Pemprov) akan memberikan reward berupa tunjangan kinerja (tukin) kepada ASN yang melaksanakan tugas atau kinerja dengan baik, tetapi bagi ASN yang tidak bekerja atau tidak melaksanakan tugas dengan baik maka akan di berikan punishment atau hukuman,” kata WH.

Dalam rapat tersebut WH meminta kepada masing masing kepala OPD untuk memaparkan capain realisasi anggaran tahun  2018 dan perencanaan  yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2019.

“Untuk program yang bermanfaat bagi masyarakat segera dikerjakan jangan ditunda-tunda. Kalau bisa dipercepat kenapa harus ditunda-tunda,” katanya.

Gubernur WH juga meminta  kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk melaksanakan lelang secepatnya, agar pelaksanaan pembangunan bisa di selesaikan dengan target yang direncanakan. (fi)

Continue Reading

Serang

Apel Gabungan, WH Ingatkan ASN Jaga Alam

Published

on

Sejumlah ASN mengikuti Apel Pagi Gabungan di KP3B, Curug, Serang, Senin (7/1/2019).

SERANG, MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim mengingatkan kepada seluruh pegawai Pemprov Banten untuk menjaga alam dan lingkungan di sekitarnya.

“Kalau kita memahami ayat-ayat kauniyah sudah diingatkan tentang tugas kita untuk menjaga, memelihara serta mengurus alam,” kata WH saat memimpin apel gabungan awal bulan di lapangan apel Setda KP3B, Curug Kota Serang. Senin (7/01/2019).

Menurut Gubernur, peristiwa tsunami di Selat Sunda kemarin merupakan peringatan dari tuhan agar manusia tidak serakah dan merusak alam, “saya kira maknai sendiri serta baca ulang tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan alam, gunung, langit, laut, air dan lain sebagainya yang menimpa masyarakat dan diri pribadi kita,” jelas Gubernur.

Selanjutnya Gubernur menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana berakhlak, bekerja dengan baik, bagaimana disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak perlu ngambil di youtube atau baca media-media hoaks cukup kita sadari sendiri saja dibarengi dengan muhasabah dan introspeksi diri” tegasnya.

WH, sapaan akrabnya turut menyoroti tingkat kedisiplinan pegawai di lingkungan Pemprov Banten. Menurutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten masih ada yang tidak apel. Mereka, katanya, merupakan contoh orang yang tidak ber-muhasabah, tidak introspeksi diri serta tidak dapat mengontrol dirinya sendiri.

“Kalau saya pecat itu merupakan musibah buat mereka tetapi kalau buat saya bersama Wakil Gubernur itu merupakan suatu ketentuan dan perundang-undangan tentang ASN,” terang WH. (fi)

Continue Reading

Serang

Gubernur Pastikan Logistik Korban Bencana Tercukupi

Published

on

WH didampingi jajarannya meninjau Pusat Posko Bantuan Logistik Langsung di KP3B, Curug, Serang, Rabu (2/1/2019).

SERANG, MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) memastikan bantuan logistik untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Banten tercukupi. Hal tersebut ia sampaikan saat mengunjungi Posko Pusat Bantuan Langsung Logistik Peduli Tsunami Selat Sunda di Gedung Plaza Aspirasi, Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Rabu (2/1/2019).

Kedatangan WH didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Ino S Rawita, dan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Banten dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir.

Dalam kesempatan tersebut, WH meminta seluruh pihak terkait agar lebih memantapkan koordinasi dalam kaitan penanganan pengungsi. Khususnya terkait pemutakhiran data korban (pengungsi), ketersediaan bantuan logistik dan distribusi logistik dengan tujuan agar penanganannya tepat sasaran.

Termasuk antisipasi menjelang masa masuk sekolah pada 7 Januari 2019 nanti, Gubernur ingin memastikan agar petugas (tim) di lapangan menyediakan tempat untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berupa kelas-kelas darurat menggunakan tenda atau sebagainya untuk awal masa pemulihan sambil menunggu ketersediaan tempat yang cukup representatif bagi anak sekolah.

Gubernur meminta dinas terkait agar melakukan pendataan siswa beserta penempatan posisi yang tepat untuk dijadikan lokasi KBM, dan mencatat kebutuhan agar proses KBM bisa berjalan dengan baik. (fi)

Continue Reading

Trending