Connect with us

Ragam META

Fakta Tentang Kulit Manusia?

Published

on

Ilustrasi/bbs/istimewa/net

RAGAM,MO-Sebagai lapisan luar dari tubuh, kulit pada manusia, itu adalah organ terbesar dari sistem yg menutupi. Kulit memiliki beberapa lapisan jaringan ectodermal dan penjaga otot-otot yang mendasarinya, tulang, ligamen dan organ internal.

Apa saja sih fakta tentang kulit manusia yang sebaiknya Anda ketahui? Dikutip dari Hello Sehat, berikut uraiannya:

1. Kulit adalah organ terbesar tubuh
David Bank, direktur pada Pusat Dermatologi dan Bedah Kosmetik di New York, mengatakan bahwa kulit pada orang dewasa memiliki panjang dan lebar sekira 1,73 meter persegi, dan berfungsi untuk menutupi tulang dan manusia. Lalu, berat badan Anda dipengaruhi oleh 16 persen berat kulit secara keseluruhan.

2. Kulit berperan penting untuk mengatur suhu tubuh
Kulit berfungsi sebagai thermostat tubuh dan mengatur kelenjar keringat untuk mendinginkan tubuh saat cuaca sedang panas. Pada kondisi normal, biasanya keringat yang keluar berjumlah satu liter per harinya.

Selain itu, ketika Anda berada di suhu yang sangat dingin, pembuluh darah di kulit akan mengencang dengan sendirinya dan membatasi jumlah darah mencapai permukan kulit. Hal itu ditujukan guna mencegah hilangnya panas pada tubuh.

Pori-pori pada kulit pun juga akan mengecil dengan sendirinya saat berada di suhu yang dingin, sehingga tubuh Anda tidak merasakan kedinginan yang ekstrem.

3. Warna kulit terbuat dari pigmen yang disebut melanin
Pada dasarnya warna kulit manusia dihasilkan oleh pigmen melanin dalam tubuh. Setiap manusia punya jumlah sel dengan jumlah sama untuk menghasilkan melanin, dan dibuat oleh lapisan epidermis pada kulit. Tapi, semakin banyak tubuh menghasilkan melanin, semakin gelap pula warna kulit Anda.

Menurut Journal of American Medical Association, paparan sinar matahari membuat tubuh lebih banyak menghasilkan melanin untuk melindungi kulit dari sinar UV (ultra violet). Tidak jarang kalau Anda berjemur di bawah sinar matahari kulit jadi sedikit menggelap dan merah. Hal tersebut merupakan salah satu perlindungan melanin kulit terhadap bahaya sinar UV yang dihasilkan.

4. Jutaan bakteri hidup di kulit
Permukaan kulit pada tubuh manusia banyak dihinggapi berbagai bakteri, dan secara umum dikenal sebagai mirkrobiota kulit. Bakteri-bakteri tersebut biasanya banyak tumbuh subur akibat manusia yang lalai atau jarang membersihkan sel-sel kulit mati yang menumpuk.

Ada baiknya Anda rutin melakukan eksfoliasi (mengangkat sel kulit yang mati) pada kulit untuk mendapatkan warna kulit yang cerah bersih. Andre Bank menganjurkan, bila kulit Anda termasuk tipe sensitif, lakukan satu kali eksfoliasi per minggunya menggunakan oatmeal guna mencegah adanya jerawat dan bakteri yang bertandang ke permukaan kulit.

5. Debu sebenarnya terdiri dari sel kulit mati
Debu merupakan salah satu hasil fakta tentang kulit yang terbuat dari sel kulit mati. Biasanya kulit akan mengelupas dengan sendirinya tiap 28 hari sekali dan berbaur berubah menjadi debu. Tak hanya itu, debu juga terbuat dari faktor lain contohnya pasir, bulu binatang, serangga dan akhirnya kulit Anda yang mati dan mengelupas dengan sendirinya. (berbagai sumber)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tangerang

Sukses Kemas Jamu Gendong ala Zaman Now

Published

on

TANGERANG, MO – Jamu tradisional masih menjadi pilihan sebagian masyarakat agar badan selalu fit dan bugar. Sayangnya, minuman yang dulunya identik dengan jamu gendong itu, semakin sulit ditemui saat ini.

Hal tersebut, didobrak Tuti Sasongko, UMKM asal Paninggilan Utara, Ciledug yang kini sukses memproduksi hampir 500 botol jamu gendong setiap bulannya. Bagaimana tidak, wanita berhijab ini berhasil menyulap jamu gendong menjadi minuman sehat zaman now yang digemari banyak konsumennya.

Menyajikan beragam jamu dengan kemasan botolan yang diproduksi lebih menarik. Walau mengganti kemasan dengan botol, proses pembuatannya tetap dilakukan secara tradisional dan higienis.

“Dari sisi rasa, proses pembuatannya dengan cara ditumbuk akan beda jika dibuatnya dengan mesin. Khasiatnya juga bagus teknik yang tradisional, karena sarinya masih tetap terjaga,” jelasnya.

Tuti pun memasarkan jamu gendong zaman now miliknya melalui media sosial hingga sejumlah platform jual beli. Mulai dari jamu kunyit asem, kunyit asem sirih, beras kencur, temulawak, gula asem hingga bir pletok.

“Alhamdulillah sejak 2014 lalu, di dapur kecil rumah saya, setiap harinya saya produksi jamu gendong jadi jamu botolan. Respon yang bagus dari konsumen, saya pun telah mengurus dan memiliki sertifikasi halal dari LPPOM MUI, memiliki SKU hingga IUMK,” ungkap Tuti.

Jamu olahan warga Ciledug yang kini diberi nama Jamu Simprug ini tak pernah henti produksi di Komplek Mahkota Simprug, Blok C 11 No 2, Jalan Mahkota 9, Paninggilan Ciledug. Memiliki misi melestarikan warisan budaya bangsa melalui rempah-rempah kekayaan Indonesia, Tuti berkomitmen bertahan, berjuang dan terus melestarikan jamu tradisional miliknya hingga dikenal dunia.(bono)

Continue Reading

Ragam META

Mengais Laba dan Berbagi Ilmu Lewat Bolu Gulung Batik

Published

on

TANGERANG, MO – Bisnis kuliner memang tidak ada matinya. Inovasi-inovasi baru terus bermunculan di tengah ketatnya persaingan. Seperti yang dilakukan Apriani, Warga Paninggilan Utara, Ciledug, yang mengkreasikan bolu gulung dengan ukiran motif batik. Bolu gulung dengan tampilan nyentrik ini kini sedang tren di kalangan konsumen.

“Awalnya, iseng coba-coba bikin kue hantaran untuk acara keluarga 2014 lalu. Karena hasil dan respon keluarga memuaskan, akhirnya aku jadi tertarik untuk menggelutinya. Alhamdulillah sampai sekarang konsisten berbisnis bolu gulung batik dengan brand Bolu Batik Dapurnya Salwa,” ungkap Apriani.

Membuat bolu gulung batik terbilang sederhana karena tidak menggunakan alat khusus. Alat yang diperlukan hanya kantong plastik segitiga serta ketelitian dan kesabaran. Waktu yang dibutuhkan membuat satu bolu gulung sekitar satu jam. Dengan membandrol harga bolu gulung batiknya sekitar Rp65 ribu per gulung.

“Alhamdulillah, setiap harinya ada saja pesanan. Sebulan bisa sekitar puluhan bolu batik diproduksi. Bisa lebih, jika ada pesanan untuk hantaran atau souvenir-souvenir. Pernah terima pesanan hingga 100 bulu gulung batik untuk keperluan souvenir,” katanya.

Menurutnya, bolu gulung hasil kreasinya diminati karena tampilannya yang cantik. Mulai dari motif parang, batik Cirebon dan beberapa batik daerah lain. Tak ketinggalan, sejumlah motif batik Kota Tangerang pun diukir Apriani, salah satunya perahu naga. Ia bisa mengantongi jutaan rupiah setiap bulannya lewat ukiran bolu gulung batiknya.

Sukses mengembangkan bolu gulung batik, Apriani juga membuka kelas membuat bolu gulung batik. Sejauh ini, kurang lebih 50 murid telah belajar membuat bolu dirumahnya yang beralamat Perumahan Taman Mutiara Blok E 29, Jalan H. Mencong, Paninggilan Utara, Ciledug, Kota Tangerang.

“Sekali pertemuan Rp200 ribu. Murid bisa menggunakan semua alat yang ada di Dapurnya Salwa lengkap dengan semua bahan-bahan. Hasil kue yang dibuat para peserta akan dibawa pulang lengkap dengan ilmu-ilmunya,” seru Apriani.

Tertarik dan penasaran dengan bolu gulung batik Dapurnya Salwa khas Kota Tangerang, bisa langsung order by phone 0821-9748-5838 atau lewat Instagram di @dapurnyasalwa.(bono)

Continue Reading

Ragam META

Tangerang Runners, Ajak Milenial Sehat dan Keliling Dunia

Published

on

TANGERANG, MO – Sehat berjamaah, kata itu mungkin bisa menggambarkan kegiatan rutin yang dilakukan Komunitas Tangerang Runners. Komunitas yang didominiasi anak muda ini, mempunyai aktifitas rutin jogging untuk menjaga kesehatan tubuh.

Setiap Minggu pagi sekira pukul 06.00 WIB, puluhan anggota biasa berkumpul di taman potret. Sementara untuk Rabu malam, mereka berkumpul di Alun-alun Ahmad Yani sekira pukul 19.00 WIB.

“Untuk Minggu biasa kita sebut sunday morning dan hari Rabu wednesday night run. Biasanya untuk kegiatan rutin kita isi dengan easy run dan strange training,” kata founder Tangerang Runners, Fajar Priyadi, Jumat (13/9/2019).

Selain dua hari rutin itu, Fajar dan papa, member Tangerang Runners juga sering kali ikut dalam event-event lari baik di dalam dan luar negeri. Untuk di dalam negeri sebanyak lima orang pernah ikut event lari di Bandung dengan jarak 60 kilometer dan dua orang dengan jarak 25 kilometer.

“Desember tahun lalu kami juga pernah ikut event lari di Singapura, dan tahun ini kami juga ikut gold of maraton di Australia pada Juli lalu. Terdekat, akhir bulan ini delapan orang akan ikut event lari ke Kuala Lumpur,” ungkapnya.

Sementara itu, admin Instagram @tngrunners Fadli Robi mengatakan, ia dan rekan-rekannya rutin berlari dan mengajak kalangan milenial untuk sehat dengan berlari. “Kalau mau gabung silahkan datang saat jadwal latihan,” ungkapnya.(bono)

Continue Reading

Trending