Connect with us

Kota Tangerang

DPRD Kota Tangerang Minta PPDB Jalur Zonasi Ditingkatkan

Published

on

Anggota DPRD Kota Tangerang Turidi minta kuota zonasi PPDB ditambah. (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengkaji ulang Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jalur zonasi. Ia juga mempertanyakan tujuan sebenarnya jalur zonasi yang kerap kali menimbulkan polemik di masyarakat.

“Sistem jalur zonasi dinaikan ke tingkat RW, dan saya berharap permasalahan ini sudah menjadi evaluasi Pemda. Zonasi harusnya di level RW dan Kelurahan tetapi tetap pointnya 4 ditingkat RW, 3 point ditingkat RT dan 2 point ditingkat Kelurahan,” ujar dia.

Hal itu berdasarkan suara dan laporan dari masyarakat beberapa waktu lalu. Terlebih warga RW 04 Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang menggelar aksi demonstrasi di SMPN 23.

Demonstrasi tersebut dilakukan atas dasar beberapa siswa dan siswi warga RT 04 tidak dapat masuk ke SMPN 23. Pasalnya dalam sistem jalur zonasi RT 04 letaknya sangat berdekatan dengan sekolah tersebut.

“Kalau saya pada dasarnya, cukup menyayangkan karena sekolah itu kan dibangun di wilayah mereka, di Kelurahan mereka. Jadi kalau mereka hadir ditengah-tengah situ wajarlah kalo warga situ diterima,” ungkap dia.

“Tujuan zonasi apa sih, kalau bukan salah satunya mengurangi kemacetan saat penerimaan siswa baru. Kalau pun beda RW kan sama-sama dekat sekolah, tetapi kenapa RT 04 itu nuntut ya karena RT 04 sangat berdekatan dengan sekolah tetapi anak mereka malah tidak bisa masuk,” imbuh Turidi, Jumat (6/7).

PPDB jalur zonasi diatur dalam pasal 12 Permendikbud nomor 14 tahun 2018, tentang penerimaan peserta didik baru TK, SD, SMP, SMA dan SMK sederajat. Menyebutkan untuk seleksi calon peserta didik baru kelas 7 SMP atau bentuk lain yang sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar sebagai berikut:

Pertama, jarak tempat tinggal ke Sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi, kedua nilai hasil ujian SD atau bentuk lain yang sederajat, dan ketiga prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui Sekolah sesuai dengan kewenangan daerah masing-masing.

“Harusnya ini menjadi PR Pemda menganalisa hingga menyeluruh dan tajam kaitannya dengan pelebaran zonasi. Harusnya jangan per RT tapi per RW, jadi 1 RW pointnya 4, RT point 3, dan point 2 beda Kelurahan,” tegas dia.

Sebab, sistim jalur zonasi saat ini dirasa pihaknya sangat tidak berimbang antara letak sekolah dengan ketentuan skor bagi siswa yang hanya mengandalkan domisili di RT atau RW. Ketidak berimbangan penilaian skor dalam proses penerimaan siswa ini kerap kali menjadi permasalahan di masyarakat.

Pasalnya, warga di satu RT tidak dapat memasukan anak mereka di sekolah yang berdekatan dengan tempat tinggalnya. Jika RT dan domisili mereka berbeda Kelurahan.

“Yang disayangkan adalah hasil dari yang dilakukan sistem RT dan RW ini. Ketika satu sekolahan walaupun berdempetan dengan dinding sekolahan, kalau dia beda RW dia harus bersaing dengan 4 kecamatan lain,” jelas dia.

CANDRA IRAWAN

Kota Tangerang

PMI Kota Tangerang Gelar Pelatihan Kehumasan

Published

on

TANGERANG, MO  – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang terus melakukan peningkatan kapasitas relawan bukan hanya bidang pertolongan  tapi juga bidang kehumasan, Minggu (16/12/2018).

Dalam pelatihan ini relawan diajarkan berkomunikasi dan menyebarkan informasi kepada masyarakat dengan efektif.

Salah seorang pelatih, Mirza mengatakan dalam kegiatan ini, para peserta diajarkan praktik kehumasan, fotografi dan penulisan dalam berita.

“Saya berharap dengan materi yang saya paparkan menjadi bahan untuk kalian aplikasikan terhadap PMI kota tangerang maupun di masyarakat luar,” harap Mirza.

Salah satu peserta, Samsul Bahri mengaku senang mengikuti pelatihan ini karena untuk menambah wawasan dan pengalaman bahkan bisa membantu mempublikasikan dan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan PMI.

“Selanjutnya semoga ilmu yang saya dapet hari ini bisa saya sharing kepada temen-temen relawan PMI kota tangerang yang tidak bisa mengikuti kegiatan hari ini,” tandasnya. (idn)

Continue Reading

Kota Tangerang

Sambut Natal, Lima Maskot Tangcity Hibur Pengunjung

Published

on

Seorang pengunjung anak berfoto bersama maskot TangCity Mall, Minggu (16/12/2018).

TANGERANG, MO – Tangerang City Mall meluncurkan lima maskot terbarunya yaitu Leon (Singa), Zaba (Zebra), Mochi (Monyet), Danila (Kudanil) dan Garard (Jerapah). Kelimanya akan hadir dalam rangka menyambut datangnya hari Natal dan Tahun Baru.

Mengusung konsep Jungle Bells, pusat perbelanjaan terbesar di Kota Tangerang ini menghadirkan hiburan tersendiri bagi pengunjung dengan tema jungle (Hutan) yang berlangsung dari tanggal 7 Desember – 6 Januari mendatang. Kelima maskot tersebut dapat dijumpai di main Atrium pada saat akhir pekan tima yaitu pada pukul 17.00 wib pada hari jumat dan 20.00 wib khusus hari Sabtu dan Minggu dan hari libur lainnya selama even berlangsung.

Pada29 – 30 Desember mendatang, pengunjung akan dihibur oleh penampilan binatang eksotis yang akan ditampilkan oleh Hendriko. Selain itu, suasana natal akan lebih terasa dengan adanya penampilan parade 10 santa cilik yang akan berkeliling membagikan hadiah kepada pengunjung saat akhir pekan dan saat hari libur tiba.

Building Manager Tangerang City Mall l, Wina Andriani mengatakan, alasannya menghadirkan acara tersebut adalah untuk memberikan pengalaman baru sehingga pengunjung dapat berinteraksi terhadap binatang yang ditampilkan.

“Bagi para orang tua ini lah saatnya memberikan edukasi kepada buah hati untuk mencintai binatang,” ujarnya, Minggu (16/12/2018).

Pengunjung  juga akan mendapatkan hadiah menarik berupa snack twist corn.  Caranya adalah dengan menukarkan struk belanja di rame – rame food carnival dengan minimal berbelanja Rp 50 ribu mulai dari 14 Desember – 6 Januari 2019 mendatang.

“Khusus pengguna smart shopper card akan mendapatkan keuntungan lebih. Dimana pemilik kartu akan mendapatkan hediah terbatas edisi jungle belles setiap berbelanja minimal Rp 200 ribu,” pungkasnya.

Pantauan langsung, lokasi Main Atrium dipadati pengunjung yang antusias ingin menyaksikan kelucuan binatang diarea tersebut. (agr)

 

Continue Reading

Kota Tangerang

30 Unit Apartemen Skandinavia Tahap I Diserahkan

Published

on

Sales Manager Apartemen Skandinavia, Hene Putro.

TANGERANG, MO – PT Pancakarya Griyatama, pengembang apartemen Skandinavia melakukan serah terima kunci (STK) apartemen tahap I, Sabtu (15/12/2018). itu dilakukan agar para pemilik apartemen dapat mengecek langsung kondisi huniannya dan menempatinya.

Sales Manager Apartemen Skandinavia, Hene Putro mengatakan, serah terima kunci akan dilakukan sercara bertahap. Khusus tahap satu, sambungnya, 30 unit diserahkan dari total 1.065 unit.

“Dengan diserahkannya unit, peenghuni dapat melakukan dekorasi sesuai dengan keinginannya. Pemilik apartemen pun senang saat serah terima, karena kami menghadirkan sesuatu yang baik,” ucapnya.

Adapun Apartemen Skandinavia tahap I yang diserahterimakan berada di lantai bawah berfasilitas 1 kamar tutid, dan 2 bed room deluxe.

“Berikutnya yang akan kami serahterimakan 2 bad room corner, dan 3 badroom corner. Kita punya periode serah terima, perbulannya 100-200 unit kita akan serahkan sampai nanti Juni 2019 kita full operasionalkan dalam satu gedung,” tambahnya.

Penghuni akan dimanjakan dengan kehadiran Starbucks dan QQ kopitiam pada 19 Januari mendatang. Selain itu, beberapa bank ternama juga akan berkantor dilokasi tersebut.

“BCA sudah pesan 6 ruko, dan saat ini sedang dalama proses penyelesaian. Dari 420 unit tahap II 120 unit di antaranya sudah laku terjual selama 1,5 tahun terakhir. Dan untuk tahap I sudah 98t persen terjual,” tambahnya.

Data yang diperoleh selama 1,5 tahun terkhir, total hunian yang berhasil dijual mencapai Rp 300 miliar. (agr)

Continue Reading

Trending