Connect with us

Kab Tangerang

DPRD Kabupaten Tangerang Minta Pemda Serius Awasi Tempat Hiburan

Published

on

Ilustrasi tempat hiburan yang buka di batas jam normal. (ISTIMEWA)

Terkait Tempat Hiburan yang Beroperasi Seenaknya

TANGERANG,MO – Menjamurnya tempat hiburan di Kabupaten Tangerang yang terkenal masyarakatnya yang religius juga mendapat sorotan dari kalangan legislatif. DPRD meminta Pemkab Tangerang untuk serius mengawasi tempat hiburan yang kerap menimbulkan persoalan.

Diketahui, beberapa lokasi tempat hiburan di Kabupaten Tangerang disinyalir beroperasi tanpa batas jam operasional atau beroperasi seenaknya. Seperti Trend Club dan Bar Imagine, bahkan Bar Imagine lebih dulu tutup karena kerap didemo warga Kelapa Dua yang merasa keberatan.

“Saya sudah mengetahui persoalannya dari banyak pemberitaan. Tapi saya lihat Perdanya dulu karena tempo hari ada revisi soal ketentuan yang mengatur operasional tempat hiburan,” terang Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Nazil Fikri, Rabu (2/1).

Nazil mengatakan, terkait jam operasional seharusnya bisa diatur dalam Perbup, bukan Perda atau cukup dengan surat intruksi atau edaran saja.

“Perda kita memang tidak ada yang melarang keberadaan lokasi hiburan, hanya saja pemda seharusnya bisa menerbitkan intruksi atau edaran terkait jam operasional,” tegasnya.

Politisi PPP ini juga meminta keseriusan Pemkab Tangerang atau instansi terkait yakni Satpol PP dalam menangani persoalan ini. Menurut dia persoalan masalah tempat hiburan sudah lama.

“Kalau pengawasan itu sudah kewajiban sebagai tupoksi Satpol PP dan saya minta dapat menjalankan tugasnya sebaik mungkin,” ujarnya.

“Ini persoalan etika bagaimana pemda menjaga kenyamanan masyarakat. Kedepan saya berharap perlu ada perhatian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Nazil.

Sebelumnya diberitakan, Ketua HMI Cabang Tangerang Raya, Abdul Muhyi meminta pemerintah daerah Kabupaten Tangerang segera menertibkan tempat hiburan yang tidak sesuai prosedur.

“Kami juga mendorong pemerintah untuk membuat peraturan daerah terkait izin jam operasional usaha tempat hiburan,” tegas Muhyi.

Menurut dia, usaha tempat hiburan kerap kali meresahkan warga sekitar dan mengganggu kenyamanan warga. Banyak tempat hiburan yang menjalankan operasi usahanya melebihi batas normal.

“Ini terjadi karena belum adanya peraturan yang mengatur terkait jam operasional tempat usaha hiburan. Sudah seringkali banyak terjadi keributan sampai pada aksi aksi pemukulan. Salah satunya tempat hiburan di daerah Kelapa Dua yakni Bar Imagine yang sudah sering demo oleh warga,” paparnya.

TIM MO

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kab Tangerang

Zaki Sebar Petugas Pemeriksa Hewan Qurban

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar melepaskan 90 petugas pemeriksa hewan qurban tahun 2019 yang di hadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang di Ruang Rapat Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD) Selasa (6/8/2019)

Berdasarkan UU No.14 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, menjelaskan bahwa pemerintah berkewajiban untuk mengantisipasi ancaman kesehatan masyarakt diantaranya yang bersumber dari penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis) serta menjamin produk hewan yang beredar untuk dikonsumsi masyarakat.

Zaki berharap dengan terbentuknya tim pemeriksa kesehatan hewan kurban dapat membantu meminimalisir kemungkinan-kemungkinan negatif yang tentu sama-sama tidak diinginkan.

“Semoga dengan dibentuknya petugas pemeriksa kesehatan hewan qurban ini, dapat membantu meminimalisir hal-hal negatif yang tidak kita inginkan,” tegas Zaki.

Ia juga meminta para aparatur pemerintah khususnya untuk dinas pertanian dan peternakan kabupaten Tangerang meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan-hewan ternak yang akan di kurbankan pada Idul Adha nanti.

“Tugas Bapak/Ibu sangat penting karena tugas ini berkaitan dengan hewan yang akan di kurbankan oleh umat muslim, jangan sampai masyarakat merasa dirugikan dan dibuat resah dengan adanya penyakit, dan pastikan juga hewan yang disembelih sehat dan aman dikonsumsi serta halal, apabila ditemukan hewan tidak layak dan sakit langsung dulakukan tindakan jangan ada toleransi lagi karena ini demi kesehatan masyarakat kita semua,” tegas Zaki.

Azis Gunawan selaku Kadis Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kab. Tangerang mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dinas Pertanian dan peternakan dalam perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman penyakit yang dibawa oleh hewan kurban dan agar senantiasa meningkatkan kewaspdaan terhadap terhadap masuknya hewan-hewan kurban ke wilayah Kabupten Tangerang.

“Tugas tim ini meningkatkan pengawasan hewan kurban dari berbagai ancaman penyakit seperti antraks dan penyakit lainnya dan memastikan daging hewan aman halal bersih sehat serta sosialisasi tata cara pemotongan hewan yang baik dan benar sesaui tata cara islam” ujar Aziz. (bono)

Continue Reading

Kab Tangerang

Pemkab Tangerang Gelar Bursa Pertukaran Inovasi Desa

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Wakil Bupati Mad Romli membukaan acara bursa pertukaran inovasi Desa yang dihadiri oleh seluruh perwakilan kepala desa cluster B Kabupaten Tangerang yang bertempat di Gedung Serba Guna (GSG), Senin (5/8/2019).

Setelah Cluster A pada Rabu (31/7) yang lalu, kini giliran tim pelaksana inovasi desa (TPID) Cluster B meliputi 13 kecamatan yang menyelenggarakan acara Busra pertukaran inovasi desa.

Wakil Bupati Mad Romli mengatakan, program ini dapat membantu memfasilitasi program inovasi desa terhadap layanan teknis yang berkualitas untuk merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan dan solusi inovatif untuk menggunakan Desa secara tepat dan efektif.

Lanjut Romli, kegiatan ini tentunya akan menjadi sarana dan media yang tepat untuk membagi pengetahuan dan kegiatan pembangunan di Desa.

“Saya berharap kepada Kepala desa dan ketua BPD untuk mempersiapkan agenda penyelarasan RPJMDaerah dan RPJMDesa, agar proses pembangunan dapat bersinergi, terencana, terarah dan terukur dengan baik.” tegas dia.

Koordinator Pelaksana, Sukamara juga mengatakan, program inovasi Desa ini dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kepsitas desa untuk memenuhi penapaian peningkatan produktivitas perdesaan serta memberikan inspirasi kepada Desa-Desa untuk dapat melakukan repliksi atau adaptasi dengan melalui APBDesa didampingi Pendamping Desa.

“Output pada kegiatan ini untuk merepliksikan pemenuhan SDM melalui APBDesa, khususnya untuk dana desa, melalui badan usaha milik desa,” tutup Sukamara. (bono)

Continue Reading

Kab Tangerang

Zaki Teken Mou Penanganan Aset Dengan Kejaksaan

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Pemkab Tangerang jalin kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang di bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara melalui sinergitas dengan Jaksa Pengacara Negara dalam pengamanan Barang Milik Daerah (BMD), Senin (5/8/2019).

Bupati Zaki Iskandar berharap dengan adanya kerjasama ini akan meningkatkan kualitas bukan saja administrasi pencatatan, tapi secara umum kualitas pembangunan di Kabupaten Tangerang. Pasalnya dengan aset yang tercatat secara jelas dan detail akan membantu pemerintah daerah dalam rangka menentukan langkah-langkah dan juga program-program pembangunan lainnya.

“Program – program pembangunan ini juga terkait dengan aset-aset vital seperti, jaringan kalan, irigasi, bangunan sekolah, puskesmas dan lain sebagainya disitulah kita perlu sekali memiliki landasan hukum terhadap kepemilikan aset aset kita. Jangan sampai nanti mendapatkan permasalahan hukum dikemudian hari, karena sudah banyak contohnya,” terang Zaki.

Menurut Zaki, kerjasama ini juga diharapkan bisa berlangsung dengan baik, cepat dan tentu saja secara komprehensif serta berkesinambungan sehingga akan bisa menertibkan aset-aset Kabupaten Tangerang yang selama ini masih ada beberapa yang belum teridentifikasi dengan jelas.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Kab. Tangerang Zulbahri Bahtiar mengatakan, dengan penandatanganan kerjasama ini sangat berguna sekali karena kedepan pengamanan aset milik Kabupaten Tangerang bisa berjalan secara komprehensif serta menertibkan administrasi aset – aset kita yang sudah ada.

“Seperti kasus lahan – lahan yang sudah menjadi sekolahan Puskesmas dan lain sebagainya yang dulunya mungkin banyak masih kekurangan administrasi ini yang akan kita selesaikan nanti begitu juga dengan pihak BPN yang selalu mendukung program – program pengamanan aset daerah,” ucap Kajari.

Kajari menambahkan, hal inilah yang menjadi tantangan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang untuk kemudian memperjelas dan menertibkan seluruh aset – aset yang dimiliki oleh Kabupaten Tangerang dan ini juga untuk memperjelas kepada masyarakat bahwa bagian dari aset pemerintah daerah yang harus diketahui oleh masyarakat secara luas. (bono)

Continue Reading

Trending