Connect with us

general

DIABETES MELITUS/KENCING MANIS

Published

on

Diabetes Melitus atau yang sering disebut kencing manis adalah suatu penyakit yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal secara menahun.

Gejala utama/ klasik dari penyakit diabetes adalah sering kencing (poliuri), cepat lapar (polifagia),dan sering haus (polidipsi). Sedangkan gejala tambahan dari diabetes adalah berat badan menurun cepat tanpa penyebab yang jelas, kesemutan, gatal di daerah kemaluan wanita, keputihan pada wanita, luka sulit sembuh, bisul yang hilang timbul, penglihatan kabur, cepat lelah, mudah mengantuk, impotensi pada pria.

Penderita didiangnosa diabetes mellitus jika Pemeriksaan glukosa plasma puasa ≥ 126mg/dl atau Pemeriksaan glukosa plasma 2 jam setelah tes toleransi glukosa oral ≥ 200 mg/dl atau pemeriksaan HbA1c ≥ 6,5 %.
Penyakit Diabetes memiliki beberapa tipe, antara lain :
– DM Tipe 1 : DM yang disebabkan tidak adanya produksi insulin sama sekali, biasanya diderita oleh anak-anak.
– DM Tipe 2 : DM yang disebabkan tidak cukup dan tidak efektifnya kerja insulin.
– DM Gestasional : DM yang terjadi saat kehamilan.
– DM tipe lainnya : DM tipe lain yang disebabkan oleh pemakaian obat, penyakit lain-lain,dsb
Faktor resiko diabetes bias dikelompokkan menjadi factor resiko yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah ras dan etnik, umur, jenis kelamin, riwayat keluarga dengan diabetes mellitus, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4000 gram, dan riwayat lahir dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2500 gram).

Sedangkan factor resiko yang dapat dimodifikasi erat kaitannya dengan perilaku hidup yang kurang sehat, yaitu berat badan lebih, obesitas abdominal/sentral, kurang aktifitas fisik, hipertensi, dislipidemia, diet tidak sehat/tidak seimbang, riwayat Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) atau Gula Darah Puasa terganggu (GDP terganggu), dan merokok.

Kadar gula yang tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan berbagai system tubuh terutama syaraf dan pembuluh darah. Beberapa komplikasi Diabetes Melitus yang sering terjadi adalah
– penyakit jantung,
– stroke
– Neuropati ( kerusakan syaraf) di kaki yang meningkatkan kejadian ulkus (borok) di kaki, infeksi dan bahkan keharusan untuk amputasi kaki.
– Retinopati Diabetikum, yang merupakan salah satu penyebab kebutaan, terjadi akibat kerusakan pembuluh darah kecil di retina.
– Gagal ginjal
– Disfungsi seksual.
– Resiko kematian penderita diabetes secara umum adalah dua kali lipat dibandingkan bukan penderita diabetes.
Yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes adalah mempertahankan berat badan ideal, Makan makanan sehat antara 3-5 porsi buah dan sayuran sehari , rutin beraktivitas fisik 30 menit setiap hari, kelola stress, hindari penggunaan tembakau ( merokok, tembakau kunyah), dan hindari mengkonsumi alkohol.
Komplikasi diabetes dapat dicegah dengan melakukan hal-hal penting berikut ini :
– Minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter
– Jaga kadar gula darah/ test rutin kadar gula darah
– Makan sehat, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, kurangi lemak, gula dan makanan asin
– Aktivitas fisik secara teratur
– Waspada infeksi kulit dan gangguan kulit
– Periksa mata secara teratur
– Waspada jika ada kesemutan, rasa terbakar, hilangnya sensasi, dan luka pada bagian bawah kaki
Konsultasikan kepada dokter/tenaga kesehatan untuk mendiskusikan bagaimana menghindari komplikasi dan cara penangaannya jika memiliki beberapa komplikasi.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

general

Wali Kota Tangerang Tetap Hentikan Layanan Angkutan Sampah Di Lapas

Published

on

TANGERANG, MO – Ditegur untuk hidupkan kembali pelayanan publik di wilayah Kemenkumham, Wali Kota Tangerang tetap hentikan pelayanan sampah. Pasalnya Arief R Wismansyah mengaku pihak Kemenkumham belum membayar retribusi sampah ke Pemkot Tangerang.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Arief kembali menghidupkan pelayanan publik di wilayah Kemenkumham. Namun begitu, Arief mengaku sudah melaksanakan tugas Mendagri dan memberikan kembali layanan tersebut dengan pengecualian.

“Kalau sampah udah diangkut. Kemarin di evaluasi jadi lapas itu hanya baru dua yang membayar retribusi. Jadi yang lain gak diangkut karena ga pernah bayar retribusi,” kata Arief di Pemkot Tangerang usai berorasi dihadapan pendemo Kamis (18/7/2019).

Arief menyebut setelah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang rupanya hanya sebagian lapas yang ada di wilayah Tangerang saja yang membayar retribusi.

“Ga pernah bayar retribusi. Jadi belum di angkut semua karena belum bayar retribusi. Kemarin saya sudah suruh perintahkan angkat. Saya suruh tanya dinas LH dan katanya yang bayar baru dua,” ucapnya.

Meski begitu orang nomer satu di Kota Tangerang ini mengaku sudah menjalankan arahan dari Mendagri untuk kembali memberikan pelayanan publik.

“Kemarin kan dapat arahan dari Mendagri dan kita aktifkan tapi yang belum bayar retribusi ya tetap belum kita layani,” tukasnya.(bono)

Continue Reading

general

TUBERKULOSIS / TBC

Published

on

Tuberkulosis atau TBC atau yang sering disebut flek adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberkulosis) . Kuman TBC terutama menyerang paru-paru akan tetapi dapat juga menyerang anggota tubuh lainnya seperti tulang, sendi, usus, kulit, kelenjar getah bening dan selaput otak. TBC bukan penyakit turunan, bukan disebabkan oleh kutukan dan bukan pula karena guna-guna.

Gejala TBC antara lain batuk berdahak maupun batuk tidak berdahak > 2 minggu, batuk berdarah, sesak nafas, nyeri dada, keluar keringat di malam hari tanpa kegiatan, nafsu makan dan berat badan menurun, demam meriang lebih dari satu bulan., pembesaran kelenjar getah bening leher, ketiak atau selangkagan.

TBC menular melalui udara (melalui droplet atau percikan dahak) pada waktu penderita batuk atau bersin, meludah ataupun berbicara. Kemudian masuk ke paru-paru dan menyebar kebagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah.

Tuberkulosis/ TBC bias dicegah dengan cara
a. Vaksinasi BCG untuk bayi
b. Olahraga secara teratur
c. Tidak merokok dan minum minuman keras
d. Makan makanan yang bergizi
e. Membuka jendela dan pintu setiap pagi agar udara dan sinar matahari masuk
f. Menjemur kasur dibawah inar matahari karena kuman tbc akan mati dibawah sinar matahari
g. Selalu menutup mulut saat batuk/bersin
h. Tidak membuang dahak di sembarang tempat tetapi dahak dibuang pada tempat khusus dan tertutup
i. Pasien yang terkena TBC meminum obat secara lengkap dan teratur sampai sembuh Setelah dinyatakan positif TBC, pasien diberi obat yang harus diminum secara teratur sampai tuntas selama 6-8 bulan.

Pengobatan yang lama ini dibutuhkan karena kuman TBC lama matinya, tidak seperti kuman yang lain. Pengobatan TBC ada 2, tahap awal obat yang diminum setiap hari selama 2 bulan dan tahap lanjutan yang harus diminum 3 kali seminggu selama 4 bulan.

Ada sebagian kecil pasien yang mengalami efek samping setelah minum obat, misalkan :
1. Hilangnya nafsu makan, mual
2. Nyeri sendi
3. Kesemutan sampai rasa terbakar di kaki
4. Warna kemerahan pada air seni/ urine
Jangan berhenti minum obat jika ada kondisi seperti diatas. Segeralah konsultasikan ke dokter atau petugas kesehatan terdekat.

Continue Reading

Opini

Alun-alun Kabupaten Tangerang Sebagai Identitas Daerah

Published

on

Alun-alun Kabupaten Tangerang. (Ist)

TANGERANG,MO – Setiap orang yang berkeliling ke kabupaten/kota di pulau jawa mulai dari Jawa Barat sampai ke Jawa Timur pasti menjumpai alun-alun pada pusat kabupaten/kota, sebagai Identitas Pemerintah Kabupaten maupun kota.

Kini impian warga Kabupaten Tangerang memiliki alun-alun telah terwujud sebagai taman bermain dan berkumpul untuk mengisi waktu liburnya. Pembangunan alun-alun Pemkab Tangerang, mengalokasikan anggaran sampai miliaran untuk membangun alun-alun tersebut. Lokasi alun-alun tersebut berada di depan kantor Gedung Usaha Daerah (GUD).

Mengutip statment Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar disalahsatu media menjelaskan tentang pembangunan alun-alun merupakan komitmen Pemkab Tangerang dalam merealisasikan program unggulan. Program ini tertuang dalam RPJMD 2013 – 2018.

Dalam pernyataannya Bupati berharap, alun-alun ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Karena, program pengembangan kota hijau (P2KH) merupakan amanat UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Masih kata Bupati, Alun-alun ini nantinya dilengkapi dengan taman, jogging track, podium, taman bermain, dan tempat kuliner. Program pengembangan kota hijau (P2KH) merupakan inisiatif untuk mewujudkan kota hijau secara inklusif dan komprehensif.

Namun pada faktanya, menurut penulis, persoalan sampah di Kabupaten/Kota kini tak kunjung selesai. Banyak pengunjung dan padatnya penduduk membuat konsumsi masyarakat pun tinggi. Di sisi lain, lahan untuk menampung sisa konsumsi sangat terbatas.

Jadi alun-alun sebenarnya berpotensi untuk menjadi salah satu identitas bagi kabupaten/kota di Pulau Jawa. Hal ini penting mengingat sekarang kita sedang dilanda krisis identitas baik dalam bidang arsitektur maupun perencanaan kota.

Tapi sayangnya alun-alun di Kabupaten Tangerang sekarang keadaannya sangat menyedihkan sekali seolah-olah seperti “hidup segan matipun tak mau”.

Melihat kondisi saat ini alun-alun seperti Pasar Kaget. Banyak sekali sampah yang berserakan dimana-mana tanpa ada kepedulian dari masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal tersebut karena pemerintah Kabupaten Tangerang belum memfasilitasi tempat sampah di area alun-alun dan terjadilah pembuangan sampah secara masal oleh pengujung dan pedagang di area alun-alun Pemkab Tangerang.

Maka dari itu pemerintah daerah Kabupaten Tangerang harus sigap dalam menyelesaikan semua persoalan alun – alun dan permasalahan yang terjadi diwilayah Kabupaten Tangerang. Harapan penulis Slogan Gemilang yang sering digaungkan tak hanya jadi obat bius bagi masyarakat semata namun direalisasikan secara nyata.

Penulis Oleh : Rano Nursalam
*Founder Intelektual Muda Indonesia
*Mahasiswa Universitas Pramita Indonesia

Continue Reading

Trending