Connect with us

Kota Tangerang

Demo Tolak UU MD3 di Tangerang Ricuh

Published

on

Mahasiswa dan anggota kepolisian terlibat saling dorong di depan gedung Puspem Kota Tangerang, Selasa (6/3). (CANDRA/METAONLINE)

PMII Minta DPRD Tanda Tangani Petisi

TANGERANG, MO – Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Islam (PMII) Kota Tangerang, menggelar aksi demonstrasi didepan Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (6/3). Para demonstran tersebut menuntut perwakilan rakyat untuk menandatangani petisi menolak UU MD3.

Humas aksi pada PC PMII Kota Tangerang, Nur Faizin mengatakan bahwa pihaknya menolak UU MD3. Diundang-undang tersebut ada tiga pasal yang ditolak PC PMII.

“Dalam UU itu ada pasal 122 huruf k itu pasal anti kritik, dalam pelaksanaannya nanti DPR tidak bisa dikritik. Mengkritik DPR itu bisa kena proses hukum,” ujar dia, Selasa (6/3).

Faizin menjelaskan, di UU tersebut juga terdapat antibodi bagi anggota DPR. Jika anggota dewan terkena hukum, terlebih dahulu harus melalui MKD, dan minta persetujuan DPRD untuk proses lebih lanjut.

“Terakhir adalah pasal 73 itu pasal kesewenangan dari DPR. Agar kepolisian melakukan tindakan terhadap oknum yang menghina dan mengkritik DPR,” ujar dia.

Demonstrasi yang diikuti 80 Mahasiswa dan Mahasiswi dari berbagai Universitas di Kota Tangerang ini, menuntut kepada Presiden Republik Indonesia Jokowi agar membuat Perppu. Perppu tersebut ditujukan bagi gugurnya UU MD3.

“Kami menolak segala UU MD3, karena biar pun tidak diteken oleh Presiden UU ini akan tetap sah. Sikap kami akan terus melindungi setiap rakyat dari UU MD3,” jelas dia.

“Terakhir kami meminta DPRD beserta jajarannya, dan seluruh fraksi untuk menandatangani petisi penolakan UU MD3,” tambahnya.

Meski sempat diwarnai dorong pagar, dan bakar ban bekas, aksi ni dapat berlangsung kondusif. Pihak DPRD Kota Tangerang pun tidak dapat menemui Mahasiswa, kabarnya anggota dewan saat ini sedang berada diluar kota.

Faizin juga menambahkan, jika pihaknya tidak diterima, dia beserta rekan-rekannya akan tetap memaksa masuk kedalam Gedung.

“Jika tidak diterima, kita akan tetap maju dan masuk ke dalam gedung, dan akan kuasai gedung,” tandasnya.

CANDRA IRAWAN

Kota Tangerang

Edi Junaedi Bantah Terlibat Tim Pemenangan Daerah Jokowi – Maruf Amin

Published

on

Ketua MUI Kota Tangerang, Edi Junaedi memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. (dok)

TANGERANG, MO – Pencantuman nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Edi Junaedi dalam tim kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin disoal. MUI Kota Tangerang membantah pencatutan nama ulama gaek tersebut.

Dalam siaran persnya, MUI Kota Tangerang membantah Edi Junaedi menjabat dewan penasihat tim pemenangan Jokowi – Maaruf Amin Daerah Tangerang.

“Sebagai ketua umum MUI Kota Tangerang yang masih aktif, sesuai dangan AD/ADRT/ MUI maka jabatan ketua umum adalah melekat. Sehingga harus mematuhi AD/ART yang ada,” bunyi rilis tersebut, Sabtu (22/9)

“Dan sesuai dengan tugas pokok MUI adalah berdakwah, sehingga tidak ikut persoalan politik seperti masuk sebagai tim penasihat tim kampanye nasional Jokowi -Maruf Amin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edi merasa keberatan jika namanya dicatut dalam daftar nama tim kampanye Jokowi – Maruf Amin.

“Saya mengharapkan ketua tim kampanye daerah tidak memasukkan nama saya,” pungkasnya seraya meminta masyarakat agar mengabaikan jika ada pemberitaan serupa.

Sebelumnya, dalam penetapan tim pemenangan daerah pada Rabu (19/9/2018) lalu, Edi Junaedi masuk dalam tim penasehat pemenangan Jokowi – Maruf Amin. Ketua tim tersebut, Bambang Suwondo mengklaim telah mengantongi izin yang bersangkutan.

Berdasarkan salinan surat yang diterima Meta Online, Edi Junaedi tercatat sebagai dewan penasihat tim pemenangan pasangan calon presiden Jokowi-Maruf Amin. Selain nama Edi Junaedi, tokoh masyarakat lainnya yang dicantumkan adalah ayah Wali Kota Tangerang, Marsudi Haryo Putro.

Dalam daftar tersebut dicantumkan sebanyak 15 nama.

Daftar nama yang tercantum dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang.

(agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Siswa Diimbau Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi

Published

on

Salah satu pembicara tengah memaparkan materi dalam diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018).

TANGERANG, MO – Perkembangan era digital berpotensi menjebak siswa. Kecakapan literasi digital harus dimiliki siswa supaya produktif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018). Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten tersebut menghadirkan sejumlah pegiat literasi dan pendidikan Banten.

Salah satu pegiat literasi, Atuh Ardiansyah menjelaskan, di era digital, siswa tidak cukup dibekali keterampilan membaca secara mekanistis. Lebih dari itu, siswa mesti dibekali kemampuan dan kecerdasan menanggapi dunia digital.

“Masyarakat dunia sedang hijrah ke dunia digital. Kepribadian, keperluan, jadwal bahkan kehidupan pribadi banyak dititipkan ke jejaring sosial,” lanjut penulis bernama pena Fatih Zam tersebut.

Di media sosial, kata Atuh, ada banyak ‘jebakan’ yang bisa membuat siswa melakukan hal-hal ¬†kurang produktif. Untuk itu, Ia mengapresiasi DPK Banten yang memasukkan muatan literasi digital pada program peningkatan kegemaran membaca.

Ia berharap, penguatan literasi digital mendapatkan porsi yang lebih besar. Hal itu lantaran kebutuhan pencerdasan literasi digital siswa yang hidup di era digital begitu besar.

“Siswa memang harus dibekali kecakapan menghadapi era digital agar mereka bs mengoptimalkannya untuk kebaikan,” tegasnya.

Kepala Perpustakaan SMKN 9 Kota Tangerang, Dian Riviana mengaku senang dengan kedatangan Tim Perpusda Provinsi Banten yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa di sekolahnya melalui kegiatan Talk Show Membangun Minat Membaca Di Era Digitalisai.

Kegiatan ini, lanjutnya, banyak memberikan informasi yang sangat berguna dan mengesankan kepada siswa-sisw. Apalagi, sambungnya, kegiatan tersebut didukung dengan para pembicara yang andal dan kemasan acara yang asik dan ciamik sesuai kondisi kekinian generasi hari ini.

“Kami berharap kegiatan ini akan memberikan suasana dan semangat baru bagi kegiatan berliterasi di sekolah kami dan berharap Perpusda Provinsi Banten mengundang kami kembali,” tutur Dian. (FI)

Continue Reading

Kota Tangerang

Komposisi APBD-P Kota Tangerang Diklaim Ideal

Published

on

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah menandatangani berkas pengesahan APBD-P Kota Tangerang 2018 usai rapat paripurna di gedung DPRD, Jumat (21/9/2018).

TANGERANG, MO – Struktur APBD Perubahan Kota Tangerang Tahun Anggaran 2018 memiliki kecenderungan belanja yang ideal. Perbandingannya, belanja tidak langsung terhadap total RAPBD sebesar 31,81 % sedangkan belanja langsung sebesar 68,19 % dari RAPBD tahung anggaran 2018.

“Dalam hal ini Pemerintah Kota Tangerang mencapai kemandirian sebesar 122,99 %,” ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, di Ruang Rapat DPRD, Jumat (21/9/2018).

Arief juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Dewan yang telah membahas Raperda ini sehingga menghasilkan perda yang dapat memberikan solusi akan berbagai kebutuhan yang ada di Kota Tangerang

“Dari hasil pembahasan tersebut dapat diketahui bahwa rancangan perubahan APBD Tahun anggaran 2018 pendapatan daerah di anggarkan sebesar Rp.3,84,” paparnya.

Dengan disetujuinya Raperda perubahan APBD menjadi Perda, Arief menghimbau agar seluruh OPD Pemkot Tangerang bisa memaksimalkan pembangunan di sisa akhir tahun anggaran 2018 ini.

“Adapun kegiatan – kegiatan strategis pada perubahan APBD tahun anggaran 2018 di prioritaskan untuk pencapaian target RPJMD di akhir pelaksanaan sehingga di fokuskan kepada capaian target,” pungkasnya. (agr)

Continue Reading

Trending