Connect with us

Kota Tangerang

Dari Seminar UMT Tangerang, Ratusan Mahasiswa Tidak Ingin Hanya Jadi Buruh

Published

on

Seminar nasional pendidikan kewirausahaan yang dilaksanakan UMT Tangerang, Minggu (4/3). (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT), menyelenggarakan seminar nasional pendidikan kewirausahaan di Aula Al-Amanah Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

M Yusuf selaku Pjs Walikota Tangerang, Teguh Boediyana dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Indonesia, Akademisi, dan Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi dihadirkan dalam seminar yang diikuti 660 Mahasiswa.

Menurut, staf khusus Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Indonesia, Teguh Boediyana, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Terlebih kepada ratusan Mahasiswa yang menyatakan tidak ingin menjadi pekerja atau buruh.

“Saya mengapresiasi sekali, ini sangat positif, dan inisiatif ini membuat Mahasiswa tergerak. Cara berfikir mereka yang disampaikan tadi bahwa mereka tidak ingin jadi pekerja, mereka ingin jadi orang yang mandiri,” ujar dia, Minggu (4/3).

UMKM, lanjut dia, telah menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia. Jumlahnya yang mencapai jutaan, para pelaku usaha kecil ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di masyarakat, maupun di negeri ini.

“Tanpa mereka ekonomi kita tidak bisa. Nah setelah mereka lulus, tentunya dengan pemahaman dan semangat kewirausahaan mereka (Mahasiswa) akan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih bernilai tinggi di kewirausahaan,” kata dia.

Seminar yang berlangsung selama 5 jam lebih, dengan mengangkat tema “Optimalisasi Pendidikan Kewirausahaan terhadap Pemanfaatan Sumber Daya Ekonomi Kreatif di Era Globalisasi”, rencananya akan dihadiri oleh Agus Harimurti Yudhoyono, dan Arief R Wismansyah.

Namun setelah dikonfirmasi, ternyata keduanya tidak bisa datang. Sementara itu, M Yusuf selaku Pjs Walikota Tangerang menyampaikan, setiap individu, baik Mahasiswa harus kuat dalam kemandirian yaitu kewirausahaan.

“Individu ini harus kuat dalam kemandirian yaitu kewirausahaan, namun harus kuat dari ujung ke ujungnya. Artinya pengetahuan dan keterampilan harus dilatih agar kuat, kalau itu bisa dikejar oleh mereka kita engga akan kalah oleh pelaku wirausaha diluar sana,” paparnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi menambahkan bahwa kegiatan tersebut sangat luar biasa. Sebab hal ini mencakup generasi muda di Kota Berakhlakul Karimah.

“Kegiatan ini cukup luar biasa karena membidik generasi muda kita. Pesan Ibu untuk calon pemimpin kota ini harus tetap semangat, dan berusaha agar menumbuhkan jiwa kepimpinan,” tandasnya.

CANDRA IRAWAN

Kota Tangerang

Perbaikan Sistem, Pencetakan Paspor Molor

Published

on

Ilustrasi paspor Republik Indonesia. (net)

TANGERANG, MO– Adanya perbaikan pada sistem palayanan keimigrasian yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Keimigrasian membuat proses pelayanan paspor mengalami keterlambatan di seluruh Kantor Imigrasi. Akibatnya, pelayanan yang diberikan kepada pemohon mengalami keterlambatan hingga beberapa hari mendatang.

 

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi  Agung Sampurno ketika dikonfirmasi Meta Online, mengatakan pelayanan yang mengalami keterlambatan adalah pencetakan paspor. Umumnya, layanan ini memakan waktu minimal tiga hari.

Agung menambahkan, masyarakat yang telah membayar bea paspor, baru dapat dicetak pekan Jumat  (28/9/2018) mendatang.

“Saat ini Ditjen Imigtasi sedang melakukan pembaruan sistem informasi manajemen keimigrasian (SIMKIM), sehingga akan berdampak pada keterlambatan pelayanan paspor,” ucapnya, Selasa (25/9/2018).

Lebih lanjut, pihaknya meminta masyarakat untuk memaklumi kegiatan tersebut dan meminta agar masyarakat mendukung program tersebut.

“Kami memohon perhatian dan dukungan masyarakat agar proses pembaruan SIMKIM berjalan lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor  Imigrasi (Kakanim) Kelas 1 A Tangerang Herman Lukman tidak dapat dihubungi untuk konfirmasi menganai masalah tersebut. (agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Edi Junaedi Bantah Terlibat Tim Pemenangan Daerah Jokowi – Maruf Amin

Published

on

Ketua MUI Kota Tangerang, Edi Junaedi memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. (dok)

TANGERANG, MO – Pencantuman nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Edi Junaedi dalam tim kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin disoal. MUI Kota Tangerang membantah pencatutan nama ulama gaek tersebut.

Dalam siaran persnya, MUI Kota Tangerang membantah Edi Junaedi menjabat dewan penasihat tim pemenangan Jokowi – Maaruf Amin Daerah Tangerang.

“Sebagai ketua umum MUI Kota Tangerang yang masih aktif, sesuai dangan AD/ADRT/ MUI maka jabatan ketua umum adalah melekat. Sehingga harus mematuhi AD/ART yang ada,” bunyi rilis tersebut, Sabtu (22/9)

“Dan sesuai dengan tugas pokok MUI adalah berdakwah, sehingga tidak ikut persoalan politik seperti masuk sebagai tim penasihat tim kampanye nasional Jokowi -Maruf Amin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edi merasa keberatan jika namanya dicatut dalam daftar nama tim kampanye Jokowi – Maruf Amin.

“Saya mengharapkan ketua tim kampanye daerah tidak memasukkan nama saya,” pungkasnya seraya meminta masyarakat agar mengabaikan jika ada pemberitaan serupa.

Sebelumnya, dalam penetapan tim pemenangan daerah pada Rabu (19/9/2018) lalu, Edi Junaedi masuk dalam tim penasehat pemenangan Jokowi – Maruf Amin. Ketua tim tersebut, Bambang Suwondo mengklaim telah mengantongi izin yang bersangkutan.

Berdasarkan salinan surat yang diterima Meta Online, Edi Junaedi tercatat sebagai dewan penasihat tim pemenangan pasangan calon presiden Jokowi-Maruf Amin. Selain nama Edi Junaedi, tokoh masyarakat lainnya yang dicantumkan adalah ayah Wali Kota Tangerang, Marsudi Haryo Putro.

Dalam daftar tersebut dicantumkan sebanyak 15 nama.

Daftar nama yang tercantum dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang.

(agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Siswa Diimbau Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi

Published

on

Salah satu pembicara tengah memaparkan materi dalam diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018).

TANGERANG, MO – Perkembangan era digital berpotensi menjebak siswa. Kecakapan literasi digital harus dimiliki siswa supaya produktif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018). Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten tersebut menghadirkan sejumlah pegiat literasi dan pendidikan Banten.

Salah satu pegiat literasi, Atuh Ardiansyah menjelaskan, di era digital, siswa tidak cukup dibekali keterampilan membaca secara mekanistis. Lebih dari itu, siswa mesti dibekali kemampuan dan kecerdasan menanggapi dunia digital.

“Masyarakat dunia sedang hijrah ke dunia digital. Kepribadian, keperluan, jadwal bahkan kehidupan pribadi banyak dititipkan ke jejaring sosial,” lanjut penulis bernama pena Fatih Zam tersebut.

Di media sosial, kata Atuh, ada banyak ‘jebakan’ yang bisa membuat siswa melakukan hal-hal  kurang produktif. Untuk itu, Ia mengapresiasi DPK Banten yang memasukkan muatan literasi digital pada program peningkatan kegemaran membaca.

Ia berharap, penguatan literasi digital mendapatkan porsi yang lebih besar. Hal itu lantaran kebutuhan pencerdasan literasi digital siswa yang hidup di era digital begitu besar.

“Siswa memang harus dibekali kecakapan menghadapi era digital agar mereka bs mengoptimalkannya untuk kebaikan,” tegasnya.

Kepala Perpustakaan SMKN 9 Kota Tangerang, Dian Riviana mengaku senang dengan kedatangan Tim Perpusda Provinsi Banten yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa di sekolahnya melalui kegiatan Talk Show Membangun Minat Membaca Di Era Digitalisai.

Kegiatan ini, lanjutnya, banyak memberikan informasi yang sangat berguna dan mengesankan kepada siswa-sisw. Apalagi, sambungnya, kegiatan tersebut didukung dengan para pembicara yang andal dan kemasan acara yang asik dan ciamik sesuai kondisi kekinian generasi hari ini.

“Kami berharap kegiatan ini akan memberikan suasana dan semangat baru bagi kegiatan berliterasi di sekolah kami dan berharap Perpusda Provinsi Banten mengundang kami kembali,” tutur Dian. (FI)

Continue Reading

Trending