Connect with us

Komunitas

Dandi Kecot, Si Penghobi Burung Kontes

Published

on

Dandi Kecot memegang piala juara 1 beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

TANGERANG,MO – Hoby memelihara burung kini semakin digilai banyak orang. Mulai dari anak muda hingga kalangan dewasa.

Ternyata burung kontes pun tak hanya milik kalangan ekonomi atas saja. Namun juga kalangan ekonomi bawah-menengah.

Seperti yang dilakukan Dandi Sahal Mahmud (16). Pemuda asli kelahiran Kampung Pinang Kota Tangerang ini mulai mencoba keberuntungannya di dunia kontes burung.

Berbagai event pun ia ikuti. Prestasi yang ia raih salahsatunya juara 1 Best of The Best Kunciran One Head pada 9 Februari 2018 lalu.

Dandi Kecot, ya begitu dia disapa. Kepada METAONLINE, dirinya menceritakan awal kecintaanya kepada burung yang terkenal mempunyai suara yang enak didengar nan cantik membahana.

“Awalnya memang saya biasa-biasa aja. Paling hanya ikut-ikutan temen kontes. Ternyata lama kelamaan saya tertarik,” kata Dandi, Rabu (7/3).

Ia pun membeli seekor burung di wilayah Kalijodo, Jakarta. Waktu itu Dandi membelinya dengan harga Rp 250 ribu yang masih berumur 2 bulan.

“Setiap hari saya rawat, dikasih makan dan dimandikan kalau malam. Paling dijemur sehabis subuh,” ucapnya.

Saat ini Dandi mempunyai 2 burung, yakni jenis Josan dan Mangsi. Ia pun memberi nama burung tersebut, Meyros dan Ramli.

“Dari hoby burung saya banyak kenal dengan orang lain. Disitu juga kalau kita sering menang kontes otomatis harganya juga naik,” ujar dia.

Kini dalam waktu dekat akan membentuk komunitas pecinta burung kontes bersama teman-temannya. Dia berharap komunitas tersebut bisa menjalin silaturahmi dan membawa rezeki.

ADI DARMA

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Dorong Pemuda Wirausaha, Wasiat Jakarta Gelar Pelatihan

Published

on

Yayasan Wasiat Tabah Jakarta bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menggelar Pelatihan Wirausaha Muda To Be Miliarder di Hotel Cosmo Amaroossa, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (24/12/2018).

JAKARTA, MO – Jangan menunggu tua untuk menjadi miliarder. Ungkapan tersebut dikatakan Kepala Bidang Organisasi Kepemudaan Kemenpora RI, Abdullah Masud di hadapan puluhan pemuda peserta Pelatihan Wirausaha Muda To Be Miliarder di Hotel Cosmo Amaroossa, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (24/12/2018).

Keterampilan wirausaha, dikatakan Masud mesti dimulai sejak muda. Alasannya, sebut Masud, generasi muda memiliki semangat dan kemauan yang tinggi.

“Generasi muda dengan semangat dan kemauannya yang tinggi diyakini dapat hidup mandiri, bahkan mampu membantu negara dalam menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Masud.

Pelatihan yang digagas Yayasan Wasiat Tabah Jakarta itu menyasar anak-anak muda yang akan maupun yang sudah memulai atau merintis bisnis. Ketua Umum IKBAL TABAH, Moh. Nur Huda mengatakan, pihaknya ingin kegiatan ini melahirkan wirausahawan muda yang mampu menciptakan dan mengembangkan peluang usaha.

“Diharapkan anak-anak muda dapat menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dengan semangat berkarya dan berinovasi,” tutur Huda yang juga menjabat Pembina Wasiat Jakarta saat membuka acara tersebut.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wasiat Tabah Jakarta, Ahmad Nidhomuddin mengungkapkan, pelatihan selama tiga hari (23-25 Desember) tersebut menghadirkan banyak narasumber handal di bidang kewirausahaan. Mereka, sebutnya, adalah pelaku usaha yang dinilai sukses berwirausaha.

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain, mentor dan motivator muda, Abay; pengusaha muda pendiri Soto Cak Bukhin yang juga pengurus DPP JAPNAS (Jaringan Pengusaha Nasional), Masbukhin Pradana; pakar internet marketing Dimas Gema Prayoga, serta perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan.

“Tak hanya narasumber yang berkompeten saja, tapi kita juga memberikan informasi akses pendanaan bagi wirausahawan yang ada di instansi pemerintahan maupun swasta,” tukas Nidhom.

Untuk diketahui, Yayasan Wasiat Tabah Jakarta adalah lembaga nirlaba di bidang kajian dan pengembangan kepemudaan. Kegiatan yang dilakukan seperti diskusi rutin, penelitian, pelatihan kepemimpinan pemuda, pengembangan kewirausahaan, serta kegiatan keagamaan. (fi)

 

Continue Reading

Komunitas

Disbudpar Tampilkan Tari Lenggang Cisadane di Yogyakarta

Published

on

Sejumlah penari Sanggar Cipta Art binaan Disbudpar Kota Tangerang tampil di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Senin (23/12/2018)

YOGYAKARTA, MO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang ikut meramaikan acara penggalangan dana untuk yayasan pembina anak tuna grahita di Yogyakarta. Acara itu diselenggarakan Nuansa KMP Psikologi UGM di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, Senin (23/12/2018)

Mengusung tema ‘Payung Pelangi’,
acara tersebut dimeriahkan sejumlah seni pertunjukan. Beberapa di antaranya yakni, Operet Anak Inklusi, Papermoon Puppet Theater, serta Komunitas Seni Pertunjukkan Anak-anak.

Disbudpar Kota Tangerang ikut memeriahkan acara ini sebagai tamu kehormatan.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selain menampilkan seni teater, operet dan seni tari, acara ini juga bersifat kemanusiaan karena seluruh tiket terjual disumbangkan ke panti asuhan Bina Siwi,” imbuh Tasman Sonjaya, plt Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Tangerang.

Dalam kesempatan ini, Disbudpar Kota Tangerang menampilkan Tari Lenggang Nyai yang dibawakan oleh Sanggar Cipta Art Binaan Disbudpar Kota Tangerang. Disbudpar, kata Tasman, bakal berupaya mendukung kegiatan kebudayaan di luar kota dengan turut serta menghadirkan Tari Daerah Indonesia. (fi)

Continue Reading

Komunitas

Karnaval Sepeda Hias, Mulai Dari Hewan dan Pesawat Tempur Berkeliaran di Kota Tangerang

Published

on

Ratusan warga Cipondoh memeriahkan HUT RI ke 73 dengan Karnaval Sepeda Hias, Jumat (17/8/2018).

TANGERANG,MO – Merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, hewan dan pesawat tempur sisir jalan di Kota Tangerang. Penampakan hewan buas, pesawat tempur dan miniatur lainnya kali ini merupakan hasil buah tangan warga di Kecamatan Cipondoh yang melangsungkan lomba karnaval sepeda hias pada Jumat, (17/8/2018).

Setelah melangsungkan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman samping Kecamatan Cipondoh, ratusan sepeda yang telah dihias langsung berkeliling menuju Jalan Hasyim Ashari. Kreasi sepeda hias sejumlah warga tersebut Adapun penampakan sontak jadi perhatian pengendara jalan. Kreatifitas sepeda hias itu di antaranya menyerupai hewan seperti buaya, hiu, capung, belalang sembah dan kura-kura.

Selain hewan, kreatifitas dari warga RW 02 dan 03 Kelurahan Cipondoh Makmur ini, juga menampilkan miniatur Pesawat Tempur RI, dan juga Tugu Adipura Kota Tangerang. Abdul Malik salah seorang Ketua Karang Taruna Unit 03 mengatakan perlombaan ini rutin digelar setiap tahunnya.

“Ini rutin kami lakukan setiap tahun. Pelopor acara ini ialah para remaja yg tergabung dalam Remaja Islam Al Jihad (RIAD) dan Himpunan Pecinta Alam (HIPALA) RIAD basecamp gabungan dengan beberapa RT yang ada dilingkungan RW 02 dan RW 03,” terang dia di lokasi pada Jumat, (17/8/2018).

Saat ditanyakan ihwal tema yang diangkat, Malik mengatakan kali ini pemuda kebanyakan membuat sepeda hias mereka bertemakan binatang. Pasalnya tidak sedikit menurutnya peserta dan panitia yang merupakan pecinta alam.

“Kalau yang hewan itu kebanyakan yang buat anak Hipala. Tetapi untuk yang lainnya seperti sepeda kecil dengan hiasan yang ditunggangi anak-anak itu mereka membuat hiasan beragam, dan ada juga yang membuat Tugu Adipura karena menurut dia melambangkan Kota Tangerang,” bebernya.

Kali ini Malik mengatakan karnaval sepeda hias diikuti kurang lebih 100 orang. Menurut dia perlombaan ini digelar untuk memupuk kebersamaan dan juga kereatifitas pemuda di wilayahnya.

“Seperti merebut kemerdekaan, kebersamaan dan kerjasama merupakan hal penting. Dengan itu, lomba ini kami gelar tanpa menentukan usia agar semua bersatu,” terangnya.

Dia menambahkan meskipun memakan biaya yang cukup besar, pihaknya tidak melibatkan pemerintah sekitar.

“Ini dananya swadaya, kami sempat mengajukan permohonan dana tapi mereka punya kegiatan lain. Jadi mereka ikut partisipasi saja, semoga kedepan kita bisa terus meningkatkan semangat kemerdekaan Indonesia,” tukasnya.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Trending