Connect with us

general

Dampak Banjir, Dishub Tangerang Rekayasa Lalu Lintas

Published

on

TANGERANG,MO – Dinas Perhubungan Kota Tangerang, melakukan rekayasa lalu lintas terkait dampak banjir yang menggenangi sejumlah jalan raya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menuturkan, rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kemacetan dan membantu warga terjebak di lokasi banjir.

Upaya yang kini sudah dilakukan adalah dengan menutup sejumlah ruas jalan seperti di Pinang, Ciledug, Jalan Teuku Umar Karawaci, Karang tengah dan Batu Ceper.

“Dishub bersama kepolisian sudah melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah ruas jalan yang terendam banjir,” ujarnya.

Untuk jalur alternatif, petugas di lapangan akan memberikan informasi kepada warga mengenai lokasi yang bisa dilalui. Meski harus memutar jauh, namun hal tersebut untuk keselamatan semua pihak.

Terkait beberapa kendaraan yang terendam banjir, hal tersebut terjadi karena pengendara ada yang memaksa untuk melintas.

Namun, kini jalan yang terendam banjir sudah dipastikan tak ada lagi kendaraan yang melintas karena proses evakuasi sudah dilakukan oleh petugas.

“Petugas kami juga membantu proses evakuasi di lapangan. Alat derek yang kami miliki, diterjunkan untuk membantu evakuasi kendaraan,” paparnya.(BS)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

general

Pemprov Banten Kembangkan e-Commerce Produk Unggulan

Published

on

TANGERANG, MO – “Kualitas produk asli Provinsi Banten memiliki standar internasional,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Suharso pada Workshop Pengembangan E-commerce Produk Unggulan IKM/UKM dan Industri Besar Banten Untuk menembus Pasar Global di Disperindag Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang (Kamis, 28/11/ 2019).

Workshop Pengembangan E-commerce Disperindag Provinsi Banten memperkenalkan Aplikasi E-Commerce baru yang dikembangkan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten. Para peserta diberikan pelatihan untuk membuat serta mengelola akun mereka di aplikasi e-commerce ini. Melalui aplikasi ini, para IKM/UKM Provinsi Banten dapat terhimpun dan memperkenalkan produknya lebih luas lagi.

“Nantinya bisa saja kita namakan dengan Warung Banten supaya orang ketika mencari semua produk asli Provinsi Banten tinggal mengetik Warung Banten dalam mesin pencari di internet,” ujar Babar.

“Bisa kita lihat kualitas dari Kelapa Bahagia (kelapa muda siap konsumsi, red) ini, bahkan banyak yang mengira ini adalah kepala impor dari Thailand. Produk ini wujud nyata kualitas dari produk asli Provinsi Banten. Dengan kualitas produk yang baik tentunya untuk menembus pasar global bukan lagi hal yang mustahil ,” ujarnya.

Ditambahkan, produk para peserta yang datang dalam workshop memiliki potensi untuk dipasarkan produknya secara global.

Pada kesempatan dtampilkan salah satu produk unggulan dari Provinsi Banten, Kelapa Bahagia. Kelapa muda kupas yang sudah siap konsumsi.

Menurut produsen Kelapa Bahagia Gino Sugianto memaparkan, ide penciptakan produk kelapa ini berawal dari ambisinya melihat kelapa dari Thailand. Gino menilai kualitas kelapa lokal Provinsi Banten tidak kalah dengan kualitas kelapa dari negara lain bahkan bisa dinilai lebih baik.

“Toh kita bisa liat, kelapa di Banten ini jauh lebih banyak dan lebih berkualitas dari kelapa negara Thailand. Tinggal bagaimana kita mampu mengemas dan memanejemen kelapa ini,” ujarnya.

Dalam satu hari, produksi Kelapa Bahagia mencapai 2000 butir untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten Amal Herawan Budhi.(BS)

Continue Reading

general

Tanpa Korupsi, Banten Kuat, Indonesia Maju

Published

on

SERANG, MO – “Alhamdulillah, Provinsi Banten menerima penghargaan dalam kategori Pemerintah Provinsi atas Capaian Implementasi Pencegahan Korupsi. Penghargaan yang diterima merupakan penghargaan yang pertamakali diraih oleh Provinsi Banten sejak Provinsi Banten terbentuk.”

Demikian diungkap Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Monitoring Center for Prevention (MCP) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK RI Tahun 2019 di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang (Kamis, 19/12/2019).

Diraihnya penghargaan ini, lanjut Gubernur WH turut menunjukkan upaya dan kerja keras Pemprov Banten dalam mencapai tata kelola pemerintahan yang baik.

“Sebelum saya masuk, Provinsi Banten dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Berkat dukungan para kepala daerah kabupaten/kota yang telah menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan menjaga integritas, serta upaya yang terus dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan melakukan pembinaan dan pencegahan korupsi di Banten karena provinsi ini masih membutuhkan pembinaan dan pengawasan,” ungkapnya.

“Dengan demikian, tugas-tugas saya (gubernur-red) dalam melakukan pembinaan kepala daerah, terutama kaitannya dalam pencegahan korupsi sangat terbantu,” tambah Gubernur WH.

Dikatakan, penghargaan itu merupakan hasil kerja keras seluruh aparatur Pemprov Banten yang berkomitmen penuh dalam menciptakan pemerintahan yang bersih. Ini menunjukkan bahwa Pemprov Banten berkomitmen dalam pencegahan korupsi ke depan yang lebih baik lagi.

“Karena tanpa korupsi, Banten kuat Indonesia maju,” tegasnya.

Gubernur WH menegaskan komitmennya untuk terus memacu kinerja dalam rencana aksi koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi (Korsupgah) oleh KPK di Banten. Sehingga rencana aksi Korsupgah di Banten dapat dilaksanakan dan berjalan sesuai agenda yang direncanakan.

Turut hadir Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Banten Al Muktabar, Kepala OPD Pemerintah Provinsi Banten, Walikota Serang Syafrudin, Walikota Tanggerang Arief Rachadiono Wismansyah, Bupati Tanggerang Ahmed Zaki Iskandar, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya, Wakil Walikota Tangsel Benjamin Davnie, serta perwakilan kepala daerah lainnya.(BS)

Continue Reading

Nasional

Adaptasi dan Implementasi Perubahan Iklim di Maluku

Published

on

Mario Kakisina. (IST)

MALUKU – Orang Maluku sebagian besar hidup mendiami pulau-pulau kecil dan terisolir pada wilayah pedalaman dengan topografinya yang bergunung. Mereka adalah masyarakat peladang yang mempraktikkan sistem pertanian berpindah yang menanduskan lahan, peramu hutan dan hidup sepenuhnya tergantung dari kemurahan alam. Di sisi lain, alam adalah laboratorium kehidupan mereka di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Orang Maluku hidup menyatu dengan alam. Pengetahuan mengelola alam diperoleh secara turun temurun dengan hanya mengandalkan deskripsi lisan. Ketaatan hidup pada alam membentuk suatu pandangan akan alam semesta sebagai sesuatu inspirasi yang melahirkan konsep holistik dan konsep totalitas dalam mengelola sumberdaya serta interaksinya dengan makhluk hidup lainnya. Itu berarti konsep yang utuh antara ruang kehidupan yaitu gunung, pantai dan laut yang sulit dan bahkan tidak dapat dipisahkan. Konsep hidup ini yang bisa melestarikan lingkungan sehingga tidak berdampak pada perubahan iklim.

Pemahaman ini tentu bermula dari pandangan mereka yang sangat kuat terhadap konsep gunung dan air, dimana konsep itu melahirkan suatu pandangan hidup yang teratur dan terus dipegang dari satu generasi ke generasi yang berikutnya.

Dari pola ladang atau lahan yang ditanduskan (long fallow cultivation), tampak bahwa orang Maluku memiliki kearifan dalam mengelola sumberdaya alam sebagai sumber makanan bagi kehidupan. Pola makan orang Maluku menggambarkan bahwa mereka relatif tidak kekurangan bahan makanan. Jenis makanan yang dikonsumsi mengandung karbohidrat yang tinggi (sagu, umbi-umbian dan singkong), protein (ayam kampung, kambing lakor, domba kisar, kerbau moa, babi hutan, kusu, rusa, udang, sidat dan ikan) serta tambahan vitamin lain (buah dan sayuran).

Jika ukuran kemiskinan dipakai berdasarkan kemampuan memenuhi konsumsi makanan keluarga, maka orang Maluku bukanlah termasuk dalam kategori orang miskin. Kemiskinan orang Maluku sebagai autokton dan begitu pula penduduk alokton lainnya yang berdiam di Maluku, seolah-olah merasa terisolir sendiri karena mekanisme, sistem, dan kebijakan pemerintah regional dan nasional yang pada gilirannya membuat mereka terbelenggu dalam keterisolasiannya. Padahal kenyataan di lapangan membuktikan baik penduduk autokton maupun alokton adalah masyarakat yang tidak terisolir, karena mereka selalu berhubungan dengan orang luar karena perdagangan. Misalnya secara rutin mereka bisa berkomunikasi dengan pedagang antar pulau dan para pendatang lainnya yang secara bebas datang menggunakan transportasi laut.

Jadi pilar ekonomi tradisional Orang Maluku relatif kuat dan sistem kekerabatan adat masih dipertahankan mengingat orientasi mereka yang mengerucut pada dunia kosmologi yang mereka bangun. Dengan begitu maka keteraturan hidup akan menjamin mereka untuk bekerja dan menguras tenaga demi kehidupan yang hakiki dengan alam semesta.

Ketaatan pada adat karena ada perekat yang kuat yakni orientasi pada alam semesta yang utuh dan tidak parsial sehingga secara serentak semua harus dilindungi dan bersamaan dengan itu pula dibangun sistem norma untuk mengatur seluruh tatanan kehidupan. Oleh sebab itu pilar ekonomi tradisional orang Maluku makin dikuatkan sehingga mereka menjadi taat pada adat istiadat.

Misi pelayan negara yang bernama pemerintah harus tetap dijalankan untuk membuka keterisolasian orang Maluku sehingga akses mereka untuk memeroleh pelayanan publik dapat dijangkau dengan mudah saat dibutuhkan, seperti misalnya memeroleh pelayanan pendidikan, kesehatan dan pemasaran hasil pertanian.

Pangajaran saja tidak cukup namun demikian masyarakat seyogyanya dibekali pula dengan pendidikan yang terstruktur sehingga akal dan akhlak juga akan dibentuk dan dibangun demi melestarikan lingkungan yang selalu mereka pandang sebagai ruang yang holistik.

Penulis

Mario Kakisina (Aktifis GMKI Maluku)

*seluruh isi sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Continue Reading

Trending