Connect with us

Kuliner

Cireng Moncrot, UKM Asal Karawaci Yang Rambah Jabotabek, Serang Dan Karawang

Published

on

TANGERANG, MO – Siapa yang tak kenal dengan cireng atau aci digoreng. Makanan merakyat ini disulap oleh pelaku UKM asal Karawaci, Didit Zaraffi, menjadi kuliner berkelas dengan berbagai varian rasa.

Didit, mengatakan, Cireng Moncrot berbeda dengan cireng pada umumnya. Dia membuat cireng dengan ragam isi mulai dari teriyaki, rendang, baso balado, sosis mayo pedas, tuna, keju susu, sapi lada hitam dan ayam asam manis.

“Cireng dibuat besar dengan sensasi moncrot keluar isinya ketika digigit,” ujar dia.

Hasil inovasinya itu disukai dan mendapat sambutan dari pecinta kuliner Tangerang. Cireng yang merupakan makanan lokal dan merakyat itu pun disukai banyak kalangan.

“Inovasi ini mengangkat makanan lokal cireng, dan Cireng Moncrot ini, khas Kota Tangerang,” kata dia.

Kini, usaha yang telah dirintis sejak Tahun 2015 ini, telah memiliki puluhan cabang dengan sistem franchise yang tersebar di Jabotabek, Serang hingga ke Karawang. Menurutnya, melalui franchise turut membantu pelaku usaha baru dalam memulai berusaha.

“Bagi yang mau bergabung, bisa datang di kantor Cireng Moncrot yang berada di Jalan Cempaka 1 Nomor 48 Kelurahan Nusa Jaya Kecamatan Karawaci,” ucapnya.(bono)

Kuliner

Es Limun, Produk UKM Karawaci yang Menyegarkan

Published

on

TANGERANG, MO – Jeruk nipis atau lime, salah satu jenis buah berwarna hijau kuning yang kaya manfaat. Bisa dinikmati untuk kesehatan dan kecantikan alami. Selain itu, buah lime memiliki rasa asam namun sangat menyegarkan jika diolah dengan benar.

Seperti yang dilakukan Nurul Fitrisia, salah UKM minuman dingin kemasan asal Karawaci. Ibu dengan tiga anak ini, berhasil menciptakan minuman kemasan dengan bahan baku jeruk nipis serta tambahan selasih, yang kini bisa meraup omset hingga Rp 21 juta per bulannya.

Dimulai sejak Agustus lalu, dengan modal Rp 200 ribu rupiah. Nurul, memulainya dengan kemasan gelasan yang ia buka saat mengikuti bazar di daerah Cipondoh. Olahan jeruk nipis miliknya, mampu menyegarkan tenggorokan disetiap tegukkannya. Hingga akhirnya, Nurul melanjutkan usaha minumannya hingga kini.

“Mengikuti sejumlah pelatihan UKM di Kecamatan Karawaci. Saya sadar bahwa kemasan itu penting. Disitulah saya mulai beralih ke kemasan botol dengan kelengkapan stiker merek, komposisi serta manfaat dari minuman ini,” ungkapnya.

Kata Nurul, saat itu ia mulai menambah nilai modalnya hingga Rp 2 juta, untuk modal stiker, merek hingga botol. Namun, jumlah pesanan baru diangka 20 hingga 30 botol per harinya. “Saya jual Es Limun ini Rp 7 ribu per botol. Itu juga belum tentu setiap hari ada pesanan jadi dimasa itu saya masih berjuang,” katanya.

Seiring waktu berjalan, Nurul yang dibantu sang suami tak pernah gentar menjajaki produk minuman kemasan yang kini diberi nama Es Limun. Selain menjajaki produknya melalui instagram, Nurul pun memperjuangkan produknya untuk masuk pasar mini market.

Hal itu pun berhasil diraihnya, diawal 2019 minuman segar sehat Es Limun ini diterima di mini market 212 Mart daerah Ciledug. Kini, Ice Limun pun mampu memproduksi 100 botol hingga lebih setiap harinya secara rutin.

“Pasar alhamdulillah sudah tahu dan pesanan terus ada. Satu per satu juga sudah banyak yang mendaftar menjadi reseller. Jumlah produksi belum banyak banget sih, tapi segitu saja saya sudah bersyukur. Mengingat persaingan minuman dingin sangat ketat di Tangerang,” papar Nurul saat ditemui di Festival Cisadane, Senin (29/7/19).

Belum lama ini, Es Limun milik guru Bahasa Inggris SMKN 4 Kota Tangerang ini, sudah memiliki sertifikasi Halal dari MUI Kota Tangerang. Hal itu, turut menambah semangat dirinya dalam membangun usaha Es Limun yang lebih besar lagi hingga memiliki pasar yang luas.

Diketahui, khasiat dan manfaat dari Es Limun asal Karawaci ini ialah anti kanker, menetralkan kadar PH dalam tubuh, solusi untuk buang air besar, cocok untuk yang sedang diet. Meningkatkan sistem imun, membantu mencerahkan kulit, membantu sistem limpa dalam tubuh, membantu otak untuk bekerja lebih optimal.

Siapa pun yang penasaran dengan kesegaran Es Limun disetiap tegukkannya, bisa langsung mengunjungi Instagramnya, di Eslimun.id atau menghubungi 089633095649. (bono)

Continue Reading

Kuliner

Lapis Kota Tangerang Berbahan Singkong Laris

Published

on

TANGERANG, MO – UKM Kota Tangerang terus berinovasi menghadirkan produk unggulan dan istimewa. Seperti yang dilakukan oleh Anwar Hidayat, yang menciptakan Lapis Tangerang oleh-oleh khas berbahan dasar singkong.

Kue yang dibuat pelaku UKM asal Kecamatan Batu Ceper sejak Tahun 2014 ini, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Apalagi sejak masuk sentra oleh-oleh Bandara Soekarno-Hatta, kue ini pun menjadi buah tangan para turis dan wisatawan.

“Waktu 2014 jualnya masih door to door, buka bazar di event dan tempat strategis karena banyak permintaan, sampai di 2016 masuk sentra oleh-oleh Bandara Soetta yang difasilitasi Pemkot,” ujar Anwar.

Lanjutnya, penjualan lapis Tangerang di Bandara pada kurun waktu 2016-2017, menjadi produk oleh-oleh nomor satu terlaris. Setiap harinya 100 box habis dibeli oleh penumpang pesawat.

“Sekarang lapis Tangerang tersedia di Bandara terminal 3, terminal 2, sentra oleh-oleh veteran, Gedung MUI dan rest area karang tengah, rata-rata sebulan memproduksi 1300 box,” ujarnya.

Dikatakannya, lapis Tangerang berbeda dengan kue sejenisnya sebab menggunakan bahan dasar tepung singkong. Selain enak, dengan rasa khas juga kaya akan manfaat untuk kesehatan.

“Dengan enam varian rasa, yakni talas, pandan, rainbow, green tea, tiramisu dan blueberry. Selain itu, juga ada brownies menjadi pilihan oleh-oleh khas Kota Tangerang,” ucapnya.(bono)

Continue Reading

Kuliner

Sate Manis Kaya Rempah Citarasa Kota Tangerang

Published

on

TANGERANG, MO – Berwisata ke Jembatan Berendeng tak lengkap rasanya tanpa kulineran. Pasar Jajan teras Cisadane tak jauh dari jembatan Berendeng terdapat kuliner khas yakni Sate Manis.

H. Yunus penjual sate manis Gerendeng mengatakan, sate yang dijajakan berbeda dengan sate kebanyakan. Bumbu yang digunakan merupakan resep warisan orang tua yang kaya akan rempah.

“Rasa manis yang terasa dari sate daging sapi ini berasal dari bumbu rempah yang direndam selama dua jam sebelum sate dibakar,” ujarnya.

Menurutnya, resep turun-temurun keluarga asli Gerendeng ini saat dibakar tidak menggunakan bumbu ataupun campuran lainnya. Dagingnya pun menggunakan daging sapi yang dipotong dadu berukuran besar.

“Dagingnya empuk dan manis berasal dari rempah,”ujarnya.

Seporsi sate berisikan lima tusuk disajikan bersama nasi atau ketan. Harganya pun cukup terjangkau, satu porsinya Rp. 25.000, kemudian nasi Rp. 5.000, ataupun ketan Rp. 2.500.

“Sate manis dinikmati sekaligus menikmati keindahan Sungai Cisadane dan jembatan Berendeng,” ujar dia.(bono)

Continue Reading

Trending