Connect with us

Hukum Kriminal

Cekcok Dagangan Rusak, Dua PKL di Tangerang Terlibat Adu Pukul

Published

on

Korban dilarikan ke RSU Tangerang usai duel sesama pedagang. (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Dua orang pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di plataran Masjid Al-Azhom terlibat adu pukul. Keributan dipicu saat Aris Munandar (43) pedagang kipas angin meminta ganti rugi kepada pedagang balon gas Maulana (24).

Aris Munandar tidak terima lantaran barang dagangnya rusak akibat tali balon gas yang dijual Maulana mengenai dinamo kipas angin.

“Dua hari sebelum kejadian, Maulana (pedagang balon) dan Aris Munandar (pedagang kipas angin) sama -sama berjualan di pintu masuk masjid Al Azhom. Saat tali balon dagangan Maulana mengenai dinamo kipas angin dagangan Aris Munandar yang mengakibatkan dinamo tersebut rusak dan Aris kemudian meminta ganti rugi kepada pedagang balon itu,” ujar Kompol Ewo Samono, Kapolsek Tangerang, Rabu (6/6).

Motif dari adu pukul kedua pedagang tersebut di ketahui lantaran pedagang balon gas yakni Maulana menjanjikan ganti rugi kepada pedagang kipas angin Aris Munandar. Namun ganti rugi yang tak kunjung dibayar membuat kedua terlibat adu cekcok.

“Selanjutnya kedua pedagang itu melakukan perkelahian 1 lawan 1 di Lapangan Sukun, dimana Aris membawa alat gagang mainan terbuat dari besi dan Maulana membawa alat berupa gunting , dan atas kejadian tersebut kedua korban yang mengalami luka-luka,” kata dia.

Maulana mengalami luka robek pada bagian pelipis, kuping, dada, lengan dan luka memang di bagian punggung. Sementara itu, Aris mengalami tiga luka robek di bagian lengan tangan kiri akibat ditusuk diduga menggunakan gunting.

“Kemudian kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Tangerang untuk mendapatkan pengobatan dan mengamankan keduanya di Polsek Tangerang,” tandasnya.

CANDRA IRAWAN

Hukum Kriminal

Coba Selundupkan Sabu, 4 Orang Diamankan Polisi Bandara Soetta

Published

on

Empat tersangka penyelundupan narkoba di Bandara Soetta Tangerang tengah menunduk saat dirilis didepan awak media, Jumat (6/7). (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Empat orang tersangka berinisial BY, DP, RH dan DS diamankan Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Para tersangka mencoba menyelundupkan 21,4 kilogram Narkotika jenis Sabu.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Victor Togi Tambunan menjelaskan, barang bukti tersebut merupakan hasil dari pengembangan kasus tertangkapnya seorang penumpang Lion Air yang kedapatan membawa Sabu di Bandara Soetta pada Kamis (31/5) lalu.

“Kasus ini berawal dari tertangkapnya seorang tersangka dengan inisial BY. Dirinya diamankan saat transit di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar dia, di Mapolres Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (6/7).

Tersangka BY (21) merupakan penumpang pesawat Lion Air JT-251 rute Padang – Palu. Ia diamankan di Bandara Soetta oleh petugas Aviation Security (Avsec) lantaran kedapatan membawa Sabu yang disembunyikan di dalam kemasan makanan ringan.

Petugas kemudian menyerahkan BH beserta barang bukti narkoba tersebut kepada Sat Res Narkoba Polresta Bandara Soetta. Polisi pun bergerak cepat untuk melakukan pengembangan.

“Selanjutnya dilakukan controlled delivery dan kita menangkap dua tersangka dengan inisial DP dan RH di sebuah apartement di Jakarta. Dari kedua tersangka diamankan 9,6 kg Sabu dan 31.400 butir pil ekstasi, berikut 1,9 kilogram bubuk Khetamin,” jelas dia.

Selanjutnya, Polisi melakukan pendalaman terhadap ketiga tersangka. Dari hasil pendalaman, polisi kemudian melakukan pengejaran ke Surabaya.

“Kemudian pendalaman diduga masih ada tersangka berada di Surabaya. Selanjutnya kami kembali menangkap satu tersangka lain berinisial DS. Dari tersangka DS awalnya ditemukan 3,3 Kilogram Sabu Sabu dan 1.500 ratus pil ekstasi yg ada didalam ranselnya,” ungkap dia.

Dari tersangka DS, pihaknya kembali menemukan barang bukti lain sebanyak 6 kilogram Sabu dan 20.300 butir pil ekstasi. Barang bukti tersebut ditemukan di kamar sebuah hotel tempat DS bermalam.

Para tersangka terancam penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun berdasarkan pasal 114 ayat 2 subsider 113 ayat 2 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Hukum Kriminal

Polisi Kumpulkan Barang Bukti Kasus Curanmor di Tangerang

Published

on

Polisi masih kumpulkan bukti kasus curanmor di Tangerang yang menewaskan Saripah. (Ist)

TANGERANG, MO – Kepolisian Polrestro Tangerang Kota segera menindaklanjuti kasus pembegalan di Jalan Rasuna Said Kecamatan Pinang, yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

“Tadi 4.30 WIB pagi korban selesai dilakukan otopsi di RSUD Tangerang, setelah itu kita fasilitasi pengawalan untuk dilakukan pengawalan ke rumah duka di Warakas Tanjung Priok,” ujar Kombes Pol Harry Kurniawan, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kamis (5/7).

Hasil autopsi, lanjut Kapolres pihaknya mendapatkan korban almarhum Saripah (34) meninggal karena luka tembak yang bersarang di dada sebelah kanan. Luka tembak tersebut tembus hingga ke paru-paru dan proyektil bersarang di tulang belakang.

“Proyektil sudah diamankan sebagai barang bukti, petunjuk selanjutnya tim kami semalan di back up oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang memeriksa saksi dan petunjuk lain yg ada dilapangan. Nanti siang melakukan anev perkembangan dri kasus tersebut,” ungkap Kapolres.

Dari petunjuk yang didapatkan polisi, adalah senjata api (senpi) yang bukan standar yang di dapatkan di TKP, dan saat ini bb tsb sudah dikirim ke laboratorium. Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah bukti dan petunjuk kejadian tersebut.

“Tim kami dilapangan sedang melakukan penyelidikan ciri peaku agar segera terungkap. Semua bukti petunjuk seperti cctv atau saksi semua sudah kami kumpulkan untuk bahan penyidikan selanjutnya,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, pembegalan sadis kembali terjadi di Kota Tangerang, kedua pelaku yang diketahui berjumlah dua orang berhasil melarikan diri. Sementara korban tewas atas kejadian tersebut yakni Saripah (34).

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Hukum Kriminal

Begal Sadis Beraksi di Tangerang, Wanita Hamil Tewas Mengenaskan

Published

on

Polisi gelar olah TKP curanmor di Pinang Tangerang. (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Pembegalan kembali beraksi di Kota Tangerang, Korban Saripah (34) warga Kecamatan Pinang, tewas ditembak dan ditusuk pelaku yang diketahui berjumlah dua orang.

Korban diketahui bersama sang suami Ade Miskan (39) dan satu orang anak laki-lakinya dibegal saat hendak membeli pulsa di Jalan Rasuna Said Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang.

“Sekitar pukul 19.00 WIB, ada kejadian curanmor, korbannya mengalami luka tembak didada dan dibawa ke RS. Tadi informasi terakhir korban meninggal dunia,” ujar Kombes Pol Harry Kurniawan, Kapolrestro Tangerang Kota, Rabu (4/7).

Menangani kejadian tersebut, Kapolres mengaku segera membentuk tim untuk mengungkap kejadian tersebut. Dari barang bukti yang berhasil dikumpulkan, pihaknya menemukan sebuah senjata api (senpi) yang diduga digunakan para pelaku.

“Senpi ada memang, ada beberapa bukti petunjuk, dan keterangan saksi ini akan kita olah dalam proses penyidikan. Korban nya memang satu orang dan sedang belanja di sini (TKP),” ungkap dia.

Kejadian tersebut bermula saat korban bersama sang suami dan anaknya mengendarai sepeda, hendak membeli pulsa di TKP. Korban pun bersama anaknya menunggu duduk diatas motor.

Kemudian datang dua orang pelaku menggunakan sepeda motor, dan satu pelaku turun hendak mengambil motor korban. Korban dan pelaku pun terlibat tarik menarik motor tersebut yang menyebabkan pelaku menembak korban sebanyak dua kali.

Tidakhanya menembak korban dibagian dada sebelah kiri, pelaku juga menusuk perut korban hingga tersungkur ke tanah. Melihat kejadian tersebut kedua pelaku segera melarikan diri.

“Suaminya sedang turun dari motor di toko ini, pada saat itu istri dari korban sedang menunggu korban di motor lalu direbut motornya oleh pelaku. Motor memang tidak sempat dibawa, dan saat ini pelaku dalam proses pengejaran,” kata dia.

Dari pantauan di lokasi, Polisi masih melakukan penyelidikan terkait pembegalan yang menghebohkan warga sekitar. Garis polisi pun sudah terbentang di TKP.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Trending