Connect with us

Serang

Cegah Program Tak Tepat Sasaran, Bupati Serang MOU Dengan BPS

Published

on

Pemkab Serang gandeng BPS perkuat data agar program berjalan tepat sasaran, Selasa (13/3). (ADI/METAONLINE)

SERANG,MO – Pemerintah Kabupaten Serang menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk minimalisir program yang tidak tepat sasaran kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dengan teken Memorendum Of Understanding (MOU) oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dengan Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebono di Pendopo Kabupaten Serang, Selasa (13/3).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjelaskan, data yang berkualitas akan menjadi acuan dalam penentuan kebijakan dan program sasaran yang dilaksanakan Pemkab Serang. Karena, hal tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar tercapai dengan efektif dan efisien.

“Kebijakan yang diambil harus sesuai dengan data yang valid karena jika data salah maka saat pengambilan kebijakan juga bisa salah,” katanya.

Persoalan Pemkab Serang yang masih bekerja keras untuk menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diperlukan peran BPS untuk mendapatkan solusi melalui data yang diolah. Sehingga, dalam perlaksanaannya program bisa sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.

“Dengan kehadiran BPS akan membantu data yang kami butuhkan dan hasil MOU akan ditindak lanjuti dengan Bappeda dan OPD lain dalam melakukan pembangunan agar efektif dan efisien.,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, pendataan masyarakat pernah dilakukan oleh pihak Pemkab Serang. Namun, data yang masuk tidak signifikan. Oleh karena itu, kerjasama tersebut dibentuk agar data yang didapat bisa akurat dan sesuai kondisi saat ini.

“Panduan yang dilakukan oleh pihak BPS akan lebih masuk karena memiliki dasar saat pendataan sehingga hasilnya lebih update,” tuturnya

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebono menuturkan, pihaknya memberikan pelayanan kepada lembaga yang membutuhkan untuk mendapatkan data secara akurat.

“Melalui MOU ini merupakan bagian kordinasi BPS kepada Pemkab Serang agar program yang dilakukan tepat sasaran,” ungkapnya.

Agoes juga mengatakan, pengangguran menjadi permasalahan di Kabupaten Serang karena imigran yang berdatangan untuk bekerja, masyarakat pribumi yang kurang kompetitif dalam menghadapi imigran dan ketatnya persaingan menjadikan pribumi menganggur.

“Data pengangguran yang kami ambil bukan berdasarkan KTP. Jika ada penduduk yang sudah tinggal selama 6 bulan dan menganggur masuk kedalam hitungan, maka masuk sebagai pengangguran di Kabupaten Serang” katanya.

ADI DARMA

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serang

Diminta Bupati Serang, Kementan Gelontorkan Puluhan Ribu Benih Unggul

Published

on

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah dan Kepala Balitbangtan, Muhammad Syakir melepas mobil pembawa benih unggul di Sukabumi, Senin (24/9/2018).

SERANG, MO – Sebanyak 25.000 benih unggul kakao diterima petani Kabupaten Serang dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pemberian benih ini menyusul permintaan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah kepada Kementan untuk pengembangan pertanian serta perkebunan di wilayahnya.

Tatu mengatakan, para petani di Kabupaten Serang sedang bersemangat untuk mengembangkan perkebunan.

“Dikembangkan terutama ada kakao, kopi, dan cengkeh. Pemkab Serang siap mendukung program Kementerian untuk sektor pertanian dan perkebunan. Ini solusi untuk mengurangi angka pengangguran,” kata Tatu saat mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Sukabumi, Senin (24/9/2018).

Benih yang diberikan Kementan tersebut merupakan benih unggul hasil pengembangan Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Balittri, Sukabumi.

Kepala Balitbangtan, Muhammad Syakir menuturkan pihaknya telah memproduksi sebanyak 18.289.935 benih. Meliputi benih tebu, kopi, kakao, karet, kelapa, lada, pala, cengkeh, kayu manis, dan jambu mete.

“Daya saing pertanian hanya bisa dilakukan dengan inovasi teknologi berupa benih unggul yang nanti ditanam oleh petani kita,” ujarnya.

Syakir mengatakan, langkah Kementan tidak akan berhasil tanpa peran aktif pemerintah daerah dan petani sebagai pelaku utama sekaligus sasaran untuk disejahterakan.

Ia turut mengapresiasi Bupati Serang yang turut merespons dan bersemangat membantu para petani untuk mendapatkan benih unggul dari Kementan.

“Bagi daerah yang sangat serius, kami akan bantu maksimal,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Dadang Hermawan menambahkan, untuk sementara Kabupaten Serang mendapatkan 25 ribu benih kakao yang akan didistribusikan bagi petani di Kecamatan Tunjungteja. Menyusul bantuan benih cengkeh dan kopi di tahap selanjutnya.

“Tadi diungkapkan pihak kementerian, apa pun permintaan dari Ibu Bupati Serang, akan difasilitasi,”pungkasnya. (FI)

Continue Reading

Serang

Kasus TPPO Banten Diklaim Turun

Published

on

Andika Hazrumy saat Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tahun 2018 yang digelar Kementerian PPPA di Alun-alun Kota Serang, Minggu (23/9/2018). Hadir pada acara tersebut Menteri PPPA Yohana Yembise.

SERANG, MO – Kasus perdagangan orang di Provinsi Banten diklaim menurun. Penurunan ini disebut lantaran dukungan pencegahan serta penanganan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Hal itu dipaparkan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tahun 2018 yang digelar Kementerian PPPA di Alun-alun Kota Serang, Minggu (23/9/2018). Hadir pada acara tersebut Menteri PPPA Yohana Yembise.

“Pada tahun 2015 sebanyak 19 orang dan pada tahun 2017 sebanyak 6 orang, dimana seluruh korban perdagangan orang berjenis kelamin perempuan,” kata Andika dalam sambutannya.

Merujuk kepada laporan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) Kementerian Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Andika mengatakan, pencegahan dan penanganan perdagangan orang di Provinsi Banten tercatat pada tahun 2014 sebanyak 21 orang.

Menurut Andika, pencegahan tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan selama beberapa tahun mencatatkan beberapa capaian. Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten bekerjasama dengan berbagai instansi, mulai dari perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan lembaga swadaya hingga warga masyarakat sendiri.

Adapun upaya dimaksud di antaranya adalah Pembentukan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang; penyusunan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang; dan Gerakan masif dari berbagai elemen untuk melakukan sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Pemprov Banten juga, sambung Andika, membentuj Komunitas Peduli Pencegahan dan Penangan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang terdiri dari 49 orang kader dari Kecamatan Pontang Kabupaten Serang dan 49 Orang Kader dari Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang.

Meskipun demikian, lanjut Andika, pencegahan tindak pidana perdagangan orang masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah pelaku perdagangan orang baik secara perorangan maupun terorganisir menggunakan berbagai cara untuk dapat menjerat korban.

Cara-cara dimaksud di antaranya pemalsuan dokumen-dokumen seperti akta kelahiran, KTP, sertifikat pelatihan, perekrutan TKI secara ilegal, iming-iming pendapatan gaji besar, janji palsu dan penjeratan hutang terhadap korban dan keluarganya.

“Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersamasama pemerintah daerah agar berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang,” katanya.

Yohana Yambise dalam sambutannya, mengatakan pemilihan Provinsi Banten sebagai lokasi sosialisasi TPPO tahun ini disebabkan masih banyaknya korban TPPO asal Banten.

“Di luar negeri kami banyak emnemukan korban  perdagangan orang di antaranya adalah warga Banten. Untuk itu melalui sosialisasi ini kami berharap warga dan semua pihak di Banten menjadi jauh lebih waspada lagi,” paparnya. (FI)

Continue Reading

Ekonomi

AKCF 2018 Dinilai Ampuh Tingkatkan Ekonomi Lokal

Published

on

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah beserta jajarannya saat gala dinner AKCF 2018 di Hotel Mambruk, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Jumat (21/9/2018).

SERANG, MO – Sejumlah pertunjukkan budaya Anyar Krakatau Culture Festival (AKCF) 2018 diklaim ampuh menarik wisatawan lokal dan luar daerah. Promosi produk unggulan dalam festival ini juga dinilai mampu mengangkat perekonomian masyarakat.

Hal itu diungkapkan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah saat gala dinner AKCF 2018 di Hotel Mambruk, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Jumat (21/9/2018).

Tatu mengatakan, kedatangan wisatawan ke AKCF 2018 bakal berdampak positif bagi geliat perekonomian Kabupaten Serang. Menurutnya, sejumlah potensi wisata di wilayahnya memiliki nilai dorong kuat bagi produk lokal.

“Dengan banyaknya wisatawan yang masuk, ekonomi masyarakat akan semakin meningkat, produk lokal juga akan semakin dikenal,” jelasnya.

Kabupaten Serang juga, ungkap Tatu, memiliki potensi wisata yang luas. Seperti, pantai, air terjun, hingga pemandian air panas dan memiliki makanan khas yang tidak kalah dengan daerah lain.

“Kita juga punya kesenian debus yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya, bahkan mungkin di dunia,” katanya.

Tatu menambahkan, potensi di Kabupaten Serang akan terus diekspose kepada masyarakat luas. Sehingga, Pemkab Serang akan terus menyelenggarakan kegiatan AKCF sebagai salah satu upayanya.

“Kita evaluasi terus kegiatan ini, supaya lebih meriah lagi,” pungkasnya.

Senada, Asisten Daerah (Asda) 1, Anwar menuturkan, AKCF memiliki daya magnet menarik wisatawan baik domestik maupun luar negeri yang berdampak kepada perekonomian akan tumbuh pesat melalui pariwisata.

“Mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa terus diselenggarakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia AKCF 2018, Agus Erwana mengatakan, AKCF merupakan kegiatan bersama seluruh OPD Pemkab Serang dan kekompakan dari seluruh OPD untuk membangun Kabupaten Serang.

“Saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat untuk mensukseskan acara ini,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Serang memberikan penghargaan sejumlah pihak yang ikut mensukseskan AKCF 2018. Sebanyak 13 pendekar jurus silat Kaserangan diganjar Penghargaan oleh Tatu. Tatu juga memberikan penghargaan kepada penggagas toilet bersih objek wisata, pegiat sosial dan komunitas sosial media. (FI)

Continue Reading

Trending