Connect with us

Kota Tangsel

Camat Pondok Aren Sabet Penghargaan PPAT Terbaik se Banten

Published

on

TANGSEL, MO – Makum Sagita Camat Pondok Aren dianugerahi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam ajang “The Best PPAT Award 2019”.

Penghargaan itu diberikan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim yang diadakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, atas dukungannya kepada Program Strategis Nasional.

Sedikitnya BPN Banten menyeleksi dari 1.394 PPAT tahun 2019 di delapan Kabupaten Kota. Mereka diseleksi untuk menunjang kinerja agar lebih baik dan profesional. Sebagai bentuk penghargaan BPN Banten menyelenggarakan  PPAT Awards 2019 di salah satu hotel Kota Tangerang.

Camat Pondok Aren Makum Sagita, menyampaikan dirinya tidak pernah menyangka jika dinobatkan PPAT terbaik se Banten. Pasalnya ada ribuan PPAT di delapan Kabupaten Kota se Banten. Tentunya atas pemberian itu dirinya mengaku sangat berterima kasih atas penghargaan yang diberikan. Tentu dengan penghargaan ini merasa memiliki tanggung jawab besar agar ke depan lebih baik lagi.

“Saya mendapatkan undangan dua hari sebelum pelaksanaan, karena acaranya di wilayah Kota Tangerang. Tentunya kaget tiba-tiba mendapatkan penghargaan yang menurut kami ini satu capaian yang luar biasa,” ujarnya.

Makum mengatakan bahwa selama ini tidak pernah memikirkan untuk memperoleh penghargaan, karena pada dasarnya tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Program prona/ Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak dirinya sebelum menjabat sebagai camat sudah berjalan tahun 2017.

Saat dirinya dipercaya menjadi camat, hingga 2019 tercatat 32 ribu prona yang berhasil diselesaikan dengan 100 persen. Mungkin ini yang mendasari penghargaan dari BPN Provinsi Banten.

“2017 sampai 2019 totalnya mencapai 32 ribu dengan penobatan bahwa kecamatan terbaik dan terbanyak serta pendapatan PBB terbanyak juga. Alhamdulillah tahun 2019 ini sudah masuk 80 persen. Dengan wajib pajak sebanyak kurang lebih 700 ribu, dari 11 kelurahan,” tambah ia.

Kunci keberhasilan di Pondok Aren adalah, bekerja dalam aturan dan ketentuan, dimana dalam pelayanan memberikan yang terbaik salam senyum sapa. Dengan pelayanan terbaik berlandaskan aturan dan ketentuan, maka masyarakat akan mendapatkan kepastian dan pelayanan prima.

“Dengan penghargaan ini pelayanan PPAT lebih baik lagi lebih berorientasi pada aturan sehingga masyarakat tidak menuntut. Kami juga menimbang dan memperhatikan jika ada masyarakat yang tidak mampu, pihaknya memberikan keringanan dalam pelayanan,” tukasnya.

Dengan pengharaan ini dirinya berpesan kepada masyarakat, agar kinerja PPAT Kecamatan Pondok Aren semakin konsisten dan semakin baik, diharapkan masyarakat jika ada urusan soal akta jual beli tanah (AJB), legalisir dan hak waris dan lain-lain yang berhubungan dengan PPAT sebaiknya datang langsung ke kecamatan.

“Jangan melalui orang-orang yang mengaku bisa mengurus surat-surat. Mengapa harus datang langsung ke kecamatan? Untuk menghindari penipuan dan lain sebagainya,” tutupnya.(BR)

Kota Tangsel

Regional Leader Apresiasi Airin sebagai Wali Kota Entrepreneur

Published

on

TANGERANG, MO – Berkerja dengan maksimal menjadi julukan untuk Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Komitmennya dalam membangun wilayah terus diapresiasi. Salah satunya oleh Regional Leader Entrepreneur Award 2019 di SCBD Jakarta.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Eko Subowo menjelaskan para nominator yang mendapatkan penghargaan telah terbukti membuktikan kontribusinya membangun daerah dalam rangka percepatan pembangunan yang digagas oleh Presiden RI. Menurutnya ada berbagai macam inovasi yang sudah dilakukan oleh pemimpin daerah dalam mewujudkannya.

Salah satunya adalah Kota Tangsel. Dimana seluruh daerah seperti Kota Tangsel menjawab tantangan demi tantangan dalam mewujudkan pembangunan daerah. Dimana targetnya pada tahun 2045, Indonesia menjadi salah satu negara maju dan menjadi kiblat perekonomian dunia.

Dalam durasi waktu tertentu, pemerintah akan menghadapi tantang demografi. Generasi milenial saat ini akan berkembang dan terus fluktuatif. “Jadi, jika produk (regulasi) yang dibuat hanya untuk disukai orang tua, maka regulasi tersebut tidak akan sesuai,” kata dia.

Eko menghimbau kepada pemerintah Kabupaten dan Kota agar lebih berinivasi dalam membentuk regulasi yang sesuai dengan situasi dan sasaran. Agar memudahkan masyarakat.

Sementara Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang mewakili menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Airin Rachmi Diany, Kota Tangsel menunjukkan pertumbuhan yang cepat dan signifikan. Berbagai sistem dibuat dan diterapkan. Menjadikan Tangsel sebagai daerah yang  mampu memengaruhi perekonomian daerah.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap walikota serta motivasi bagi kami agar bisa menjadi yang lebih lagi. Terutama untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat,” kata dia.

Diketahui, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mendapatkan penghargaan sebagai Walikota Entrepreneur Award 2019 Ketgori Penghargaan Perdagangan Investasi dari Philip Kotler Center for ASEAN Marketing. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Regional Leader Entrepreneur Award 2019 di Ballroom 1C, Ritz Carlton Pacific Place Lt.8 Komplek SCBD Jakarta, Rabu (4/12) siang.

Berikut daftar pemenang Regional Leader Entrepreneur Award 2019:
Gubernur Entreprenur Award: Gubernur Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan DKI Jakarta.

Bupati Entrepreneur Award: Bupati Bandung, Pamekasan, Bogor, Purwakarta, Bone Bolango, Siak, Tabalong, Kulon Progo, Sleman, Gunungkidul, Karanganyar, Boyolali, Ngawi, Trenggalek, Banyuwangi, dan Kotawaringin Barat.

Wali Kota Entrepreneur Award: Wali Kota Tangerang Selatan, Pariaman, Parepare, Yogyakarta, Malang, Sukabumi, Banjarmasin, Banjarbaru, Denpasar, Padang, Jambi, Batu, Semarang, Magelang, Ambon, Tebing Tinggi, Padang Panjang, Cimahi, Payakumbuh, Bandung, Lubuklinggau, serta Bogor.(BR)

Continue Reading

Kota Tangsel

Pemkot Fasilitasi Seniman Dengan Tangsel Art Festival

Published

on

TANGSEL, MO – Pemerintah Kota Tangsel memastikan pemberian fasilitas terhadap masyarakat yang memiliki kemampuan seni. Salah satunya dengan Tangsel Art Festival dan Animasi Video Digital di Mall teras Kota, Serpong.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Dadang Sofyan menjelaskan bahwa Tangsel merupakan daerah yang memiliki masyarakat berkreativitas. Contohnya adalah seniman betawi yang tinggal di kawasan Tangsel.

Menurut Dadang, hal tersebut membanggakan dan patut diapresiasi. Sebab, di daerah termuda di Banten ini, memiliki banyak Culture. Namun menjadi salah satu industri kebudayaan, yaitu Betawi. ”Jadi orang Betawinya sendiri belanja kepentingan budayanya di Tangsel,” kata Dadang dalam pembukaan acara tersebut.

Karena itu dirinya berupaya menemukan cara untuk memfasilitasi mereka dan menampung karya seni mereka. Salah satunya melalui festival ini. Sehingga masyarakat yang memiliki kemampuan di bidang seni bisa memiliki wadah untuk memperlihatkan karyanya.

Sementara Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan jika, Tangsel merupakan daerah dengan bultikultural. Sehingga dibutukan forum yang mampu mengumpulkan kultur tersebut. Menyatukan mereka dan memperlihatkan keharmonisan dari budaya-budaya tersebut.

Dengan adanya Festival ini, Benyamin berharap bukan hanya sebagai forum memperlihatkan budaya dan kreativitas masing-masing. Melainkan juga bisa menjadi usul untuk membentuk sebuah usulan terhadap pemerintah yang nantinya akan dibuat menjadi kebijakan.

”Dari kebijakan itu, pelayanan terhadap budayawan di Tangsel bisa meningkat. Sehingga saya berharap dalam acara ini ada usulan yang nantinya akan kami kaji dan kami jadikan dasar sebagai fondasi kebijakan,” ujar dia.(BR)

Continue Reading

Kota Tangsel

November, Bapenda Kumpulkan Pajak Sampai Rp. 26 Miliar

Published

on

TANGSEL, MO – Badan Pendapatan Daerah Kota Tangsel berikan apresiasi wajib pajak yang sudah membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Sektor Pajak. Berdasarkan data yang berhasil dicatat, sampai November ini ada 701 wajib pajak baru yang menyetorkan kewajibannya.

Kepala Bapenda Kota Tangsel, Moch Taher menyampaikan, dari ratusan wajib pajak baru tersebut berhasil dikumpulkan pendapatan sebesar Rp. 26 miliar. Tentunya jumlah ini mampu mewujudkan target PAD dari sektor pajak daerah.

Taher menjelaskan, hasil pendapatan pajak yang diberikan oleh masyarakat digunakan untuk membangun Kota Tangsel. Antara lain untuk pendidikan sekitar 20 persen, kesehatan 20 persen dan infratruktur sekitar 13 persen.

Sampai saat ini, pendapatan pajak daerah masih menjadi sektor dominan yang menyumbang APBD Kota Tangsel. Tercatat, dari Rp. 3,6 triliun anggaran tahun 2019, Rp. 1,458 triliunnya berasal dari pajak daerah. Baik itu dari pajak restaurant, hotel, jiburan, PBB samai dengan PBHTB.

“Itu semua digunakan untuk membantu tidak hanya infrastruktur. Tapi juga memberikan fasilitas menambah setiap bos (Belanja Operasional Sekolah) yang dari pusat,” jelasnya di dalam Sosialisasi Pajak Daerah di Serpong Utara,Tangsel, kemarin (4/12).

Taher menambahkan, selain itu hasil.pajak juga dipergunakan untuk membayar BPJS kesehatan masyarakat yang ber-KTP Tangsel. Yakni sekitar 400 penduduk dari 1,4 juta jiwa yaitu sekitar Rp. 140 miliar.

“Kami membayar BPJS untuk yang belum mandiri. Dari 701 wajib pajak baru di pajak 2, itu 22 wajib pajak baru dari PBHTB dan PBB,” imbuhnya.

Sekretaris Komisi 3 DPRD Kota Tangsel Abdul Aziz mengatakan, Kota Tangsel memiliki banyak potensi pendapatan dari sektor pajak. Salah satunya adalah restoran dan Mall. Belakangan, tempat-tempat tersebut menjadi destinasi akhir pekan warga luar daerah. Sehingga hal ini bisa dimanfaatkan.

Dengan adanya fasilitas itu, juga menjadi salah satu upaya masyarakat untuk bisa memastikan partisipasinya dalam mencintai daerahnya sendiri. ”Tangsel adalah rumah kita. Kalau bukan kita yang merawat dan mengembangkan siapa lagi,” ujar Aziz.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengakui pendapatan pajak daerah pada triwulan ketiga tahun 2019 ini sudah baik. Sebab, sudah mencapai Rp. 1,3 triliun. Meski begitu, di berharapkan akan meningkat pada periode selanjutnya.

Menurut Airin,  apabila tidak ada peningkatanbpajak, maka yang terjadi pembangunan daerah akan terhambat.

”Pajak masih menjadi sektor utama dari APBD. Sementara tahun ini, target yang ditetapkan adalah Rp. 2 triliun. Sehingga menjadi PR bagi pemerintah mengingatkan dan menghimpun pajak pada wajib pajak,” ujar dia.

Airin menambahkan jika berbagai kemudahan sudah bisa dirasakan oleh masyarakat belakangan ini. Misalnya berbagai kemudahan pembayaran pajak melalui bank konvensional. Kemudian program jemput bola. Sampai dengan Pentungan Pajak yang membuat petugas penarik pajak mengunjungi wajib pajak di kediamannya masing-masing.

“Tentunya ke depan inovasi akan terus dilakukan. Sampai masyarakat bisa semuanya tersentuh dan terlayani oleh pemerintah,” tuturnya.(BR)

Continue Reading

Trending