Connect with us

Kab Tangerang

Buruh Tangerang Deklarasikan Demo Upah Damai

Published

on

Sejumlah pengurus Altar menggelar deklarasi unjuk rasa upah damai di Rumah Makan Saung Sunda, Tigaraksa, Jumat (9/11/2018).

TANGERANG, MO – Kaum buruh yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tangerang Raya (Altar) mendeklarasikan unjuk rasa damai terkait Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di RM Telaga Bestari, Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Ketua KC FSPMI Tangerang Raya, Jumali mengaku bahwa pihaknya akan tetap mengedepankan kedamaian dan ketertiban, jika memang harus melakukan aksi.

“Kami memang berencana melakukan unjuk rasa, tapi kami masih menunggu kabar dari Bupati,” kata Jumali, usai deklarasi pada Jumat (9/11/2018).

“Namun, bila memang harus melakukan aksi, maka kami tetap mengedepankan ketertiban dan kedamaian,” ujarnya menambahkan.

Dalam rencana aksi yang bakal berlangsung pada Selasa (13/11/2018) nanti, aliansi tersebut berupaya menyikapi soal UMK, serta mendorong pemerintah untuk menghapus PP 78 tahun 2015. Pasalnya, menurut Jumali, sejak diberlakukannya PP 78, nasib para buruh kini semakin dirugikan.

“Kami harap pemerintah dapat menyepakati usulan yang kami ajukan. Jika disepakati, maka kami tidak akan melakukan aksi, tapi jika tidak disepakati, maka kami akan melakukan aksi mogok di wilayah,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, kaum buruh yang tergabung dalam Altar ini juga melakukan deklarasi pemilu damai. Pihak aliansi itu mengaku tidak akan mengintervensi para buruh untuk berpihak kepada kedua calon.

“Kami tidak ingin aksi ini ditunggangi politik, kami real memperjuangkan hak kami untuk kehidupan yang lebih layak,” tandas Jumali.

Sementara itu, Kanit Buruh Mabes Polri AKBP Suwandi mengatakan bahwasanya soal kebebasan berpendapat dan berserikat, pemerintah telah membuat kebijakan terkait hal itu, namun dalam pelaksanannya tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kalau nanti para buruh tidak puas dengan keputusan pemerintah maka disarankan untuk menempuh jalur hukum (PTUN),” ujar Suwandi.

Pada pertemuan itu, Suwandi juga menghimbau agar para buruh tetap menjaga keamanan, jika ingin menggelar aksi agar mematuhi aturan perundang undangan yg berlaku.

“Bila menyampaikan pernyataan maupun orasi, jangan sampai menyimpang. Dengan menyinggung soal ras atau pun soal agama dan menghasut massa yang berdampak merugikan semua pihak,” pungkasnya. (fi)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kab Tangerang

Zaki Bicara Pengelolaan Air di Acara IWWEF

Published

on

JAKARTA,MO – Persoalan pengelolaan air harus benar-benar dikelola oleh orang yang paham dan mengerti akan kondisi dan pengelolaan air baku. Jangan sampai salah pengelolaan, karena air merupakan sumber kehidupan, dan bisnis plannya harus benar diperhatikan.

Demikian dakatakan Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar saat menjadi narasumber dalam acara Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF), yang di gelar di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/19).

“Semoga event ini bisa menjadi salah satu wadah untuk mencari solusi di daerah masing-masing karena permasalahannya beda-beda tiap daerah dengan daerah yang lain dan Pemkab dengan PDAM Tirta Kerta Raharja nya akan terus senantiasa memperbaiki dan menyempurnakan layanan baik itu cakupan dan juga kualitas air yang kita hadirkan di Kabupaten Tangerang,” terangnya.

Zaki menuturkan bahwa dia hadir di acara Perpamsi ini untuk memberikan gambaran perkembangan PDAM di Kabupaten Tangerang dan sharing informasi sharing pengalaman dan juga berbagi tantangan antara para pimpinan daerah maupun provinsi dan juga kementerian.

Dalam forum tersebut selain Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar yang didaulat menjadi narasumber, ada juga Walikota Padang H. Mahyeldi Anasrullah, Walikota Bogor Bima Arya, serta Bupati Buleleng Putu Agus Suratnyana.

Sementara itu Ir. Mujiyaman, selaku Sekertaris Perpamsi mengatakan, Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF), adalah event dua tahunan yang diselenggaran oleh PERPAMSI (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) Sebelumnya, event ini dikenal dengan nama Nusantara Water hingga akhirnya diubah menjadi IWWEF dengan berbagai pertimbangan.

“Penyelenggaraan IWWEF yang diselenggarakan PERPAMSI dan didukung oleh kementerian dan lembaga terkait, pada akhirnya ini bertujuan untuk mendorong pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) yang lebih baik,” terangnya. (bono)

Continue Reading

Kab Tangerang

Zaki Sebar Petugas Pemeriksa Hewan Qurban

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar melepaskan 90 petugas pemeriksa hewan qurban tahun 2019 yang di hadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang di Ruang Rapat Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD) Selasa (6/8/2019)

Berdasarkan UU No.14 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, menjelaskan bahwa pemerintah berkewajiban untuk mengantisipasi ancaman kesehatan masyarakt diantaranya yang bersumber dari penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis) serta menjamin produk hewan yang beredar untuk dikonsumsi masyarakat.

Zaki berharap dengan terbentuknya tim pemeriksa kesehatan hewan kurban dapat membantu meminimalisir kemungkinan-kemungkinan negatif yang tentu sama-sama tidak diinginkan.

“Semoga dengan dibentuknya petugas pemeriksa kesehatan hewan qurban ini, dapat membantu meminimalisir hal-hal negatif yang tidak kita inginkan,” tegas Zaki.

Ia juga meminta para aparatur pemerintah khususnya untuk dinas pertanian dan peternakan kabupaten Tangerang meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan-hewan ternak yang akan di kurbankan pada Idul Adha nanti.

“Tugas Bapak/Ibu sangat penting karena tugas ini berkaitan dengan hewan yang akan di kurbankan oleh umat muslim, jangan sampai masyarakat merasa dirugikan dan dibuat resah dengan adanya penyakit, dan pastikan juga hewan yang disembelih sehat dan aman dikonsumsi serta halal, apabila ditemukan hewan tidak layak dan sakit langsung dulakukan tindakan jangan ada toleransi lagi karena ini demi kesehatan masyarakat kita semua,” tegas Zaki.

Azis Gunawan selaku Kadis Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kab. Tangerang mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dinas Pertanian dan peternakan dalam perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman penyakit yang dibawa oleh hewan kurban dan agar senantiasa meningkatkan kewaspdaan terhadap terhadap masuknya hewan-hewan kurban ke wilayah Kabupten Tangerang.

“Tugas tim ini meningkatkan pengawasan hewan kurban dari berbagai ancaman penyakit seperti antraks dan penyakit lainnya dan memastikan daging hewan aman halal bersih sehat serta sosialisasi tata cara pemotongan hewan yang baik dan benar sesaui tata cara islam” ujar Aziz. (bono)

Continue Reading

Kab Tangerang

Pemkab Tangerang Gelar Bursa Pertukaran Inovasi Desa

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Wakil Bupati Mad Romli membukaan acara bursa pertukaran inovasi Desa yang dihadiri oleh seluruh perwakilan kepala desa cluster B Kabupaten Tangerang yang bertempat di Gedung Serba Guna (GSG), Senin (5/8/2019).

Setelah Cluster A pada Rabu (31/7) yang lalu, kini giliran tim pelaksana inovasi desa (TPID) Cluster B meliputi 13 kecamatan yang menyelenggarakan acara Busra pertukaran inovasi desa.

Wakil Bupati Mad Romli mengatakan, program ini dapat membantu memfasilitasi program inovasi desa terhadap layanan teknis yang berkualitas untuk merangsang munculnya inovasi dalam praktik pembangunan dan solusi inovatif untuk menggunakan Desa secara tepat dan efektif.

Lanjut Romli, kegiatan ini tentunya akan menjadi sarana dan media yang tepat untuk membagi pengetahuan dan kegiatan pembangunan di Desa.

“Saya berharap kepada Kepala desa dan ketua BPD untuk mempersiapkan agenda penyelarasan RPJMDaerah dan RPJMDesa, agar proses pembangunan dapat bersinergi, terencana, terarah dan terukur dengan baik.” tegas dia.

Koordinator Pelaksana, Sukamara juga mengatakan, program inovasi Desa ini dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kepsitas desa untuk memenuhi penapaian peningkatan produktivitas perdesaan serta memberikan inspirasi kepada Desa-Desa untuk dapat melakukan repliksi atau adaptasi dengan melalui APBDesa didampingi Pendamping Desa.

“Output pada kegiatan ini untuk merepliksikan pemenuhan SDM melalui APBDesa, khususnya untuk dana desa, melalui badan usaha milik desa,” tutup Sukamara. (bono)

Continue Reading

Trending