Connect with us

Ragam META

Buket Bunga Bisa Jadi Bisnis yang Menjanjikan

Published

on

TANGERANG, MO – Kerajinan buket bunga bisa menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Selain masih jarang, buket bunga juga memiliki pasar tersendiri. Peluang tersebut dimanfaatkan Yanika Jeannika, Warga Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug.

Usaha yang dirintis dua tahun lalu, terbukti mampu meraup omzet hingga Rp. 10 juta per bulan. Saat ini, Yanika dibantu enam orang karyawannya. Harga yang ditawarkan juga bervariatif, mulai Rp. 5 ribu hingga Rp. 2 juta per buket. Tergantung tingkat kesulitan pembuatan.

“Saya merintis usaha sejak 2 SMA. Awalnya hanya coba-coba, ternyata peminatnya cukup banyak. Pemesannya pun bukan cuma Tangerang, ada juga kota-kota lain bahkan hingga Manado,” kata wanita yang juga berprofesi sebagai guru tari, Sabtu (12/10).

Yanika melanjutkan, dalam pembuatan satu buket bunga, diperlukan waktu dua sampai tiga hari tergantung tingkat kesulitan. Menurutnya, buket bunga buatannya digunakan untuk acara wisuda, nikahan, ataupun kado.

Bagi yang ingin memesan, bisa langsung datang ke Kompleks Blok Sekolah, RT 3, RW 3, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug. Bisa juga menguhubungi telepon 0895 1399 4291 bisa juga pemesanan via online melalui instagram @Vircananda_bucket.(bono)

Wisata

3 Destinasi Gunung yang Harus Dinikmati di Garut

Published

on

Menyapa Keindahan Alam Garut dengan Paket Terbaik dan Merindukan

Muhammad Iqbal, Garut

Travel merupakan hal penting dalam hidup yang tak bisa dipisahkan dengan alam. Dalam sebuah perjalanan biasanya para traveller mencari alternatif terbaik untuk membuat perjalanan lebih berwarna dan bermakna.

Di Jawa Barat sendiri, rupanya banyak destinasi wisata yang tak kalah menarik dengan wisata lainnya di Nusantara negeri ini. Bagi para penggiat alam atau pendaki biasanya Garut merupakan pilihan utama di Jawa Barat yang wajib di kunjungi.

Untuk Garut sendiri memiliki 3 gunung yang sudah tak asing lagi bagi para pendaki untuk dijamah. Mereka banyak menyebut 3 gunung ini sebagai PaGuCi (Papandayan, Guntur dan Cikuray).

Tiga gunung ini merupakan pilihan para pendaki yang singgah di Jawa Barat. Selain destinasi wisata alamnya yang menakjubkan, tiga gunung ini bisa dijamah dalam waktu sekali perjalanan.

Namun bagaimanakah para pendaki yang melancong di wilayah Garut ini dapat mengeksplore alam nan indah dengan santuy dan juga tak repot. Hal itu tentu membutuhkan warga lokal untuk dapat mengantar perjalanan ini lebih bermakna.

Dari perjalanan yang telah dilakukan penulis di wilayah ini, penulis mendapatkan rekomendasi yang mantap untuk melakukan perjalanan di wilayah Garut ini. Dimana, perjalanan akan sangat bermakna dan berkesan selama berpetualang di wilayah Garut, Jawa Barat ini.

Dari sekian banyak alternatif yang dijumpai penulis mendapatkan sebuah pilihan dengan jasa Transportasi dan Traveller milik Faisal yang merupakan warga lokal.

 

Faisal sendiri sudah mulai membuka jasa perjalanannya ini sejak tahun 2007 lalu gays. Jadi tidak heran jika para traveller yang melancong ke wilayah ini kembali menghubungi Faisal yang kerap disapa Dedemit Papandayan untuk melakukan perjalanan Traveller ke Garut.

Untuk merekomendasikan destinasi wisata di tiga gunung Faisal biasanya menanyakan waktu yang dimiliki para traveller untuk singga di Garut. Jika para traveller berniat mendaki 3 gunung sekaligus Faisal akan mengantarkan para pendaki ini ke 3 pintu masuk destinasi wisatanya.

“Biasanya untuk 3 gunung memerlukan waktu 3-6 hari agar bisa merambah 3 puncak PaGuCi,” ungkap Faisal.

Pertama, lanjut Kang Faisal, pendaki biasanya memilih puncak tertinggi di Garut terlebih dahulu untuk bisa di jamah. Tentunya hal ini agar memudahkan pendaki menuju ke puncak berikutnya dengan mudah.

“Pertama kita antar pendaki ke gerbang pendakian Gunung Cikuray. Gunung ini memiliki tinggi 2821 MDPL, disini pendaki membutuhkan waktu 3 hari untuk bisa kembali ke kaki,” ungkap dia.

Selanjutnya, pendaki akan diarahkan ke Gunung Papandayan. Gunung ini memiliki tinggi sekitar 2.665 MDPL.

“Untuk Papandayan sendiri pendaki bisa melakukan perjalanan satu hari dan kembali ke bawah. Tetapi di gunung ini banyak spot foto yang menarik dan destinasi wisata cukup bagus untuk didatangi,” jelas dia.

 

Terakhir, tambah Faisal, pendaki bisa melanjutkan perjalanan ke Gunung Guntur. Gunung ini memiliki tinggi 2249 MDPL, meskipun lebih rendah dari gunung Papandayan, pendaki dijamin harus bermalam di puncak ini.

“Meskipun tidak terlalu tinggi gunung ini sering disebut adeknya Gunung Semeru. Karena traknya yang terjal dan berpasir biasanya pendaki harus ngecamp sehari di gunung ini,” jelas Faisal.

Itulah tawaran menarik dari ‘Dedemit Papandayan’ untuk wisata gunung di wilayah Garut ini.

Namun tidak berhenti disitu gays. Pria yang hobby menunggangi motor trail ini juga menawarkan destinasi wisata lainnya di Garut, Jawa Barat ini.

Faisal menyebut untuk menghilangkan lelah dirinya juga bersedia membawa traveller untuk ke destinasi pantai seperti Santolo dan Sayang Heulang di wilayah selatan Garut. Selain itu ada juga destinasi air terjun yang tak kalah menariknya untuk disambangi para traveller yang singgah di Garut.

Untuk bisa menggali informasi tentang wisata di Garut silahkan menghubungi Faisal melalui Nomor : 0813 – 2332 – 3979 atau melalui Facebook dengan id : Dedemit Papandayan.(*)

Continue Reading

Ragam META

Bisnis Jusdong, Untung Jutaan Rupiah

Published

on

TANGERANG, MO – Bisnis jus buah cukup potensial ditengah suhu udara yang panas, karena global warming. Membuka bisnis jus buah, berarti ikut peduli dalam meningkatkan pola hidup sehat. Seperti yang dijalani Linawati Purnamasari, sejak 2018, membuka bisnis jus kedondong dengan kemasan botol 250 ml.

Seharinya, Warga Komplek Pinang Griya Permai, Jalan Anggrek Raya Blok E no 1091, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang ini, mampu memproduksi 50 botol. Jus kedondong miliknya memiliki cita rasa yang menyegarkan, asem, manis, asin menjadi satu dalam setiap tegukannya. Olahan jus kedondong, menghantarkan Lina meraup omset hingga Rp3 juta sampai Rp5 juta setiap bulannya.

“Saya jual lewat online maupun offline, dibandrol dengan harga Rp12 ribu per botol. Diproduksi tanpa pengawet, konsumen selalu suka dan ketagihan,” katanya, Selasa (19/11/19).

Kata Lina, jus kedondong miliknya memiliki beragam manfaat. Mulai dari meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan kulit, mengobati batuk, menekan nafsu makan, menambah energi, melancarkan pencernaan hingga mengandung vitamin A.

“Jus kedondong juga dipercaya untuk kecantikan, membuat awet muda, kulit jadi halus, merawat kulit dari dalam, hingga menguatkan imun dan menyehatkan tubuh,” katanya.

Ia pun berharap, jus kedondong miliknya tak hanya eksis di lingkung Kota Tangerang. Mengikuti berbagai seminar dan pembinaan dari Pemerintah Kota Tangerang, ia berharap produknya bisa dikenal semakin luas bahkan seluruh daerah di Indonesia.(bono)

Continue Reading

Lifestyle

Kesuksesan Ratu Eceng Gondok Kota Tangerang

Published

on

TANGERANG, MO – Tanaman yang dianggap hama, bisa disulap menjadi sumber uang. Hal itu dilakukan Ieko Damayanti, si ratu eceng gondok dari Kota Tangerang. Seorang wanita yang sukses memproduksi berbagai macam produk.

Mulai dari dompet, aneka tas, aneka sandal, box laundry, box serbaguna, tempat tisu, vas bunga, cover pot dan aneka sofa dan kursi. Dengan bahan dasar anyaman eceng gondok.

Pundi-pundi uang pun terus mengalir ke tangan Ieko melalui sulaman eceng gondok. Harga tas Ieko bervariasi, tegantung dari ukuran, untuk pouch sekitar Rp. 50 ribu sampai Rp. 100 ribu. Sedangkan untuk tas, dibandrol mulai dari Rp. 100 ribu hingga Rp. 250 ribu per pcs.

“Proses penganyaman memerlukan waktu 2-3 jam. Bahan bakunya berbeda dengan rotan. Rotan cenderung lebih kaku, sedangkan eceng gondok lebih elastis. Harga tanaman ini juga lebih murah,” katanya, Selasa (19/11).

Perawatannya cukup mudah. Ieko mengatakan, tas hanya perlu dijemur di bawah sinar matahari seminggu sekali. Kalau dirawat cukup baik, tas itu bisa bertahan selama sepuluh tahun.

“Setelah 11 tahun menjalani usaha kerajinan anyaman eceng gondok, Alhamdulillah saya dapat memiliki omset hingga Rp. 30 juta per bulannya,” katanya.

Ieko juga memanfaatkan media sosial untuk penjualan tas eceng gondok. Kalau berminat membelinya, kamu bisa mengecek tas-tas cantik dari eceng gondok di akun Instagram @ieko_ratueceng.(bono)

Continue Reading

Trending