Connect with us

Ragam META

Buket Bunga Bisa Jadi Bisnis yang Menjanjikan

Published

on

TANGERANG, MO – Kerajinan buket bunga bisa menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Selain masih jarang, buket bunga juga memiliki pasar tersendiri. Peluang tersebut dimanfaatkan Yanika Jeannika, Warga Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug.

Usaha yang dirintis dua tahun lalu, terbukti mampu meraup omzet hingga Rp. 10 juta per bulan. Saat ini, Yanika dibantu enam orang karyawannya. Harga yang ditawarkan juga bervariatif, mulai Rp. 5 ribu hingga Rp. 2 juta per buket. Tergantung tingkat kesulitan pembuatan.

“Saya merintis usaha sejak 2 SMA. Awalnya hanya coba-coba, ternyata peminatnya cukup banyak. Pemesannya pun bukan cuma Tangerang, ada juga kota-kota lain bahkan hingga Manado,” kata wanita yang juga berprofesi sebagai guru tari, Sabtu (12/10).

Yanika melanjutkan, dalam pembuatan satu buket bunga, diperlukan waktu dua sampai tiga hari tergantung tingkat kesulitan. Menurutnya, buket bunga buatannya digunakan untuk acara wisuda, nikahan, ataupun kado.

Bagi yang ingin memesan, bisa langsung datang ke Kompleks Blok Sekolah, RT 3, RW 3, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug. Bisa juga menguhubungi telepon 0895 1399 4291 bisa juga pemesanan via online melalui instagram @Vircananda_bucket.(bono)

Kuliner

Usaha Tetap Awet Tanpa Pengawet

Published

on

TANGERANG, MO – Usaha penganan siap saji terus menjamur di Kota Tangerang. Banyaknya peminat membuat usaha ini tumbuh subur di kota berjuluk Akhlaqul Kharimah ini. Seperti yang dilakoni Chandra Soemargo. Ia telah merintis usaha UMKM yang diberi branding Chandra Cookies sejak 2005.

Bukan hanya satu, ada beberapa makanan ringan yang ia produksi setiap harinya. Mulai dari sosis solo, risol mayo, pastel, sampai kroket. Semua bisa dinikmati dengan harga terjangkau dan tanpa pengawet atau MSG.

Omzetnya terbilang lumayan, ia mampu meraup Rp. 20 juta setiap bulannya.

Wanita 55 tahun ini menjelaskan, sebelum dunia digital berkembang pesat seperti sekarang ini, ia konsisten menawarkan produknya. Terbukti, saat ini produknya sudah tersebar di sejumlah pasar modern, seperti BSD hingga Alam Sutera.

“Keunggulan produk saya adalah non MSG, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi anak-anak. Harga yang kami tawarkan juga terjangkau, mulai dari Rp. 25 ribu sampai Rp. 40 ribu,” kata Chandra, Selasa (15/10).

Bagi anda yang ingin memesan, bisa langsung datang ke Kompleks Paninggilan Permai, Jalan Gandaria Nomor 9-10, RT03/RW05 Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug. Atau bisa menghubungi nomor telepon 081218647449.(bono)

Continue Reading

Kuliner

Kentang Mustofa, Resellernya Hingga ke Kota Bekasi

Published

on

TANGERANG, MO – Ada saja ide usaha dari Kyacatering yang mengolah kentang. Memulai sejak 2005 yang diawali usaha kue kering, lalu beralih ke olahan kentang, dari situlah tergerak untuk membuat Kentang Mustofa.

Pemilik Kyacatering, Pupung, menjelaskan, usaha olahan Kentang Mustofa baru dimulai sebelum lebaran. “Alhamdulillah, saat ini kami produksi sampai 100 kg, dua hari sekali,”jelasnya, Kamis (10/10/2019).

Usaha olahan Kentang Mustofa ini, sudah mempunyai reseller sampai ke Kota Bekasi. Selain penjualan langsung, bisa datang ke Jalan Cempaka VI No. 4 Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk. Usaha Kentang Mustofa Kyacatering ini pun, di jual secara online di IG Kyacatering dan via telepon ke 0818992082.

Olahan Kentang Mustofa ini, mempunyai tiga varian rasa yaitu original, kacang, teri. Untuk pemesanan olahan Kentang Mustofa, bisa memilih pedas atau extra pedas sesuai selera pemesan.(bono)

Continue Reading

Kuliner

Nikmatnya Pempek Cek Molek yang Melegenda

Published

on

TANGERANG, MO – Siapa yang tidak kenal dengan pempek. Makanan khas Palembang yang disajikan dengan kuah dan irisan mentimun selalu menggugah selera siapa pun yang mencobanya. Seperti Pempek Cek Molek buatan Anggraeni, Warga Parung Serab, Ciledug, yang kini melegenda di Kota Tangerang.

Ibu tiga anak ini bercerita, menggeluti pempek bukan hal baru baginya. Warisan turun temurun dari orang tua telah dilakoninya sejak kecil. Bahkan, dari usahanya tersebut, mampu menyekolahkan tiga anak hingga membeli rumah tinggal.

“Secara mandiri saya mulai usaha sejak 2002. Saat suami saya di PHK. Di situ baru saya fokus. Awal mulanya saya memiliki satu gerobak, sampai sekarang ada tiga gerobak yang beroperasi setiap harinya. Pesanan juga banyak, selain yang berkeliling,” kata Neni sapaan akrab Anggraeni.

Harga yang ditawarkan dalam kemasan cukup murah. Kemasan berisi 18 dihargai Rp35 ribu dan 35 bungkus seharga Rp55 ribu. Omzetnya terbilang lumayan, perhari, Neni mampu meraup keuntungan Rp250 ribu. Belum lagi jika bertepatan dengan hari besar. Pesanan bisa meledak hingga 10 kali lipat.

“Yang membuat pempek saya berbeda adalah saya menggunakan ikan salem. Sehingga rasa yang dihasilkan tidak amis. Karena umumnya warga Tangerang tidak suka jika terlalu amis,” tutup wanita 39 tahun tersebut.(bono)

Continue Reading

Trending