Connect with us

Ragam META

Buah Beracun yang Jadi Minuman Berkhasiat

Published

on

TANGERANG, MO – Luar biasa, kata itu mungkin yang dapat menggambarkan pemanfaatan buah brenuk sebagai minuman berkhasiat. Buah yang seringkali dianggap beracun itu, berhasil disulap menjadi pundi-pundi rupiah oleh warga RW 08 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah.

Minuman brenuk berkhasiat untuk mengobati bronkitis, flu, batuk, obat mag, penurun panas, baik untuk lambung, meredakan hipertensi, mengobati diare, meredakan asma dan masih banyak lainnya.

Awal terciptanya minuman tersebut, lantaran pernah ada warga yang stroke dan disarankan minum sari brenuk, dalam sepekan setelah itu warga tersebut sudah sembuh. “Dari situ ada satu UKM mengolah berenuk jadi minuman berkhasiat, sekarang bahkan sudah ada empat UKM,” kata Ketua Karang Taruna Kelurahan Karang Tengah, Reza Hazmi, Sabtu (25/08/2019).

Produksi minuman itu masih dalam tahap kecil. Dalam satu hari, empat UKM yang fokus memproduksi minuman itu dengan memproduksi 20 botol dan 600 botol dalam sebulan.

“Pemkot sudah membantu mempermudah label halalnya. Saat ini, bahkan batoknya kami buat pot bunga dan menjualnya dengan harga Rp10-15 ribu,” ungkapnya.

Saat ini, reza, sedang sedang mengurus Hak Kekayaan Intelektual (Haki) atau hak cipta dan juga mendaftarkan produknya ke BPOM.(bono)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kuliner

Meneguk Segarnya Peluang Bisnis Es Kopyor

Published

on

TANGERANG, MO – Ditengah geliatnya bisnis es kopi kemasan cup. Bisnis UMKM warga Kota Tangerang tidak kalah eksis atau tergerus kuliner masa kini. Ialah Suzan Wulandari warga Komplek Peruri Jalan Berkah III Kav. 27/40 yang kini sukses produksi ribuan cup es kopyor setiap bulannya.

Berawal dari coba-coba berjual es di bulan Ramadan, pinggir jalan rumahnya. Wanita dua anak ini hanya memproduksi 50 cup. Melihat potensi dan antusias masyarakat terhadap produknya tinggi, ia pun meneruskan produksinya. Hingga kini, ia mampu memproduksi 120 cup setiap harinya. Perbulannya, Suzan sukses memproduksi 2000 cup es kopyor.

“Alhamdulillah, saat ini selain jualan dipinggir jalan depan rumah. Saya juga sudah banyak menerima pesanan. Bahkan di Ramadan sehari untuk pesanan saja bisa ratusan,” ungkap Suzan, Jum’at (20/09).

Wanita kelahiran Jakarta ini, menjual es kopyor buatannya seharga Rp8 ribu per cup. Kini, ia mampu meraup omset Rp8 juta per bulan. Sejak 2013 hingga kini, Suzan telaten dan konsisten melakoni bisnisnya dengan brand Es Kopyor’s demi membantu keuangan rumahnya.

“Saya berharap, kedepannya bisa membuka rumah Es Kopyor’s sendiri. Sehingga menjadi minuman Kota Tangerang yang eksis di berbagai acara,” harapnya.

Melihat kesegaran Es Kopyor’s tidak afdol jika tidak mencicipinya. Bisa langsung order by phone 0896-3267-7401 dan segera nikmati kesegaran salah satu oleh-oleh Kota Tangerang yang identik dengan warna putih ini.(bono)

Continue Reading

Kuliner

Tempe Umpet Tangerang Terjual Lintas Daerah

Published

on

TANGERANG, MO – Berinovasi dalam usaha bidang kuliner saat ini sangat diperlukan, seperti yang dilakukan Eneng Nengsih, warga Margasari, Karawaci. Usaha yang awalnya hanya produksi chese stik, saat ini memproduksi kripik tempe umpet.

Eneng Nengsih, menjelaskan, usahanya sudah berjalan mulai dari Tahun 2009 dan bergabung di UKM Kecamatan Karawaci 2017. ” Alhamdulillah saat ini sudah mulai mengisi sentra oleh-oleh di Jalan Veteran dan terminal 2 Bandara Soeta”, jelasnya.

Dalam satu hari, keripik tempe umpet ini berproduksi sekitar 12 Kg dan akan lebih besar lagi jika hari-hari besar tiba. Usaha kripik tempe umpet ini pun sudah mempunyai 4 reseller yang menjual secara online. Hanya dengan Rp15.000 kalian sudah bisa merasakan kripik umpet dengan 2 rasa yaitu rasa original dan rasa pedas.

Masyarakat pun tidak perlu khawatir karena cemilan keripik umpet ini sudah mempunyai label halalnya. Keripik tempe umpet yang sudah beromset 4 juta ini sendiri sudah sampai ke daerah Surabaya, Malang, Jogjakarta. Jika ada yang ingin membeli bisa langsung order by phone 0813-1900-6920.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Sukses Kemas Jamu Gendong ala Zaman Now

Published

on

TANGERANG, MO – Jamu tradisional masih menjadi pilihan sebagian masyarakat agar badan selalu fit dan bugar. Sayangnya, minuman yang dulunya identik dengan jamu gendong itu, semakin sulit ditemui saat ini.

Hal tersebut, didobrak Tuti Sasongko, UMKM asal Paninggilan Utara, Ciledug yang kini sukses memproduksi hampir 500 botol jamu gendong setiap bulannya. Bagaimana tidak, wanita berhijab ini berhasil menyulap jamu gendong menjadi minuman sehat zaman now yang digemari banyak konsumennya.

Menyajikan beragam jamu dengan kemasan botolan yang diproduksi lebih menarik. Walau mengganti kemasan dengan botol, proses pembuatannya tetap dilakukan secara tradisional dan higienis.

“Dari sisi rasa, proses pembuatannya dengan cara ditumbuk akan beda jika dibuatnya dengan mesin. Khasiatnya juga bagus teknik yang tradisional, karena sarinya masih tetap terjaga,” jelasnya.

Tuti pun memasarkan jamu gendong zaman now miliknya melalui media sosial hingga sejumlah platform jual beli. Mulai dari jamu kunyit asem, kunyit asem sirih, beras kencur, temulawak, gula asem hingga bir pletok.

“Alhamdulillah sejak 2014 lalu, di dapur kecil rumah saya, setiap harinya saya produksi jamu gendong jadi jamu botolan. Respon yang bagus dari konsumen, saya pun telah mengurus dan memiliki sertifikasi halal dari LPPOM MUI, memiliki SKU hingga IUMK,” ungkap Tuti.

Jamu olahan warga Ciledug yang kini diberi nama Jamu Simprug ini tak pernah henti produksi di Komplek Mahkota Simprug, Blok C 11 No 2, Jalan Mahkota 9, Paninggilan Ciledug. Memiliki misi melestarikan warisan budaya bangsa melalui rempah-rempah kekayaan Indonesia, Tuti berkomitmen bertahan, berjuang dan terus melestarikan jamu tradisional miliknya hingga dikenal dunia.(bono)

Continue Reading

Trending