Connect with us

Komunitas

Bintang Jatuh, Grup Band Dengan Nama Unik Asal Kabupaten Tangerang

Published

on

Grup Musik Bintang Jatuh saat tampil di salah satu event lokal di Tangerang

Tangerang, MO– Bintang Jatuh merupakan band asal Kabupaten Tangerang yang sedang menapaki langkah menuju industri musik tanah air. Grup musik dengan nama unik ini tengah membuat mini album yang akan segera mereka rilis dipertengahan tahun 2018.

Band beraliran pop kreatif yang digawangi oleh Ricky Zahir (Keybord), Galang Adi Pras (Vocal), dan Faisal Salo (Gitar), ini mengaku sudah mempersiapkan lima single untuk mini albumnya.

Meski belum setenar band-band papan atas lainnya tetapi band yang terbentuk sejak tahun 2015 ini sudah tidak asing lagi di kalangan anak-anak muda di Tangerang dan sudah sering tampil di beberapa event kenamaan.

Single pertama mereka yang diberi judul Menunggu Bintang Jatuh pun cukup mendapat respon positif dari para penikmat musik lokal. Dengan lirik-lirik sederhana namun penuh makna dan mudah dihafal, membuat lagu-lagu mereka yang bertemakan cinta tersebut cukup dikenal di kalangan anak-anak muda.

“Insya Allah tahun ini mini album kita rampung dan mudah-mudahan rencana launching di pertengahan tahun bisa berjalan sesuai rencana,” tutur Ricky Zahir kepada Meta Online, Sabtu (3/3).

Ia juga bercerita jika nama Bintang Jatuh tercetus saat ia dan sang vocalis, Galang, mencari nama yang cocok untuk band yang tengah dirintisnya. Saat bersamaan tanpa sengaja mereka melihat sesuatu seperti meteor yang melesat dari langit. Dari situlah muncul ide untuk menamakan band mereka dengan nama Bintang Jatuh.

“Filosofinya sederhana Bintang Jatuh itu kaya semacam pertanda keberuntungan. Make A Wish. Semoga membawa keberuntungan buat kami dalam bermusik,” pungkasnya. (Adi Darma)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komunitas

Begini Semaraknya Lebaran Pandan di Tangerang

Published

on

Lebaran Pandan di GOR Tangerang berlangsung meriah, Sabtu (14/4). (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Komunitas Pandan Lovers memperingati ulang tahunnya yang ke-4 di kawasan GOR Tangerang, Sabtu (14/4) siang. Pada kesempatan tersebut, juga ditetapkan sebagai lebaran pandan.

Perayaan lebaran pandan berlangsung semarak. Mulai dari pentas musik Betawi, kontes batu pandan hingga santunan anak Yatim Piatu.

Kehadiran legenda Betawi, Mastur menambah kemeriahan lebaran pandan dan ulang tahun Pandan Lovers ke-4 itu. Yang hadir dia acara ini pun bukan hanya dari Jabodetabek, tapi juga dari Bandung, Cirebon, Karawang, Lampung hingga Bali dan daerah lainnya.

Kepada awak media, Mastur yang juga adik dari Mandra dan Ormas itu berharap, Pandan Lovers bisa terus maju, sukses dan eksis. Dia berpesan agar Pandan bisa dilestarikan dan jangan sampai hilang sebagai identitas orang betawi.

“Alhamdulillah hari ini antusias sekali, ada yang buka stand batu pandan, pakaiannya juga khas betawi, ada musik betawi, kontes batu pandan juga sama santunan anak yatim piatu,” ucap Mastur.

“Pandan ini dipake orang betawi, kalau bukan orang betawi siapa lagi yang pakai pandan. Tetap maju terus jangan ilang, meningkat dan meningkat,” harap Mastur lagi.

Leboy Harun menunjukan batu pandan. (ADI/METAONLINE)

Ketua penyelenggara, Leboy Harun mengungkapkan, Pandan merupakan idolanya orang betawi. Hari ini pihaknya merayakan ulangtahun yang ke 4 dan menjadikan tanggal 14 April sebagai lebaran pandan.

“Pandan ini sangat unik, kalau dilihat dari sisik atau serat dan variannya berwarna metamorfosis. Jadi pandan yang warna putih bisa menjadi hijau lumut,” kata Leboy.

Warga Perum Karawaci ini bersyukur, dari sebelumnya pandan dipandang sebelah mata, sekarang bisa jadi unggul dibanding yang lain. Harganya pun bisa mencapai ratusan juta.

“Harapan saya batu pandan yang menjadi budaya orang betawi ini agar terjaga kelestariannya serta menghargai budaya dan semakin mencintai pandan,” ucap pria kelahiran 1982 tersebut.

Melalui lebaran pandan ini, Leboy juga berak bisa terus meneguhkan kebersamaan dan menjalin silaturrahmi sesama komunitas pecinta batu pandan.

“Di Tangerang, kita namanya pandan tangerang (Pantang) punya anggota 105 orang. Kalau secara nasional memberinya saja ada 50 ribu orang pecinta pandan. Semoga saja pandan terus dicintai masyarakat, khususnya orang betawi,” tukas Leboy.

ADI DARMA

Continue Reading

Komunitas

Kere Hore Modified Otocontest Kota Tangerang Kembali Digelar

Published

on

Motor kontes ramai dikunjungi di GOR Jatiuwung, Minggu (8/4). (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Sedikitnya 130 motor dari seluruh perwakilan bengkel serta komunitas modifikasi di Indonesia, mengikuti Kere Hore Modified Otocontest di GOR Jatiuwung, Kota Tangerang. Kontestasi yang sudah terselenggara sebanyak 4 kali ini menampilkan kreativitas dan seni modifikasi.

Kere Hore Modified merupakan bengkel atau komunitas yang menyukai modifikasi motor. Berinisiatif untuk membuat ajang unjuk gigi bagi para pecinta modifikasi motor khususnya di Kota Tangerang.

Setelah malang melintang di kontestasi modifikasi di Indonesia. Boby Eko Wahono selaku Ketua Kere Hore Modified menggelar Otocontest yang pertama kali pada tahun 2015 lalu.

“Ini sudah menjadi ajang tahunan kita seperti tahun-tahun sebelumnya, dan pesertanya setiap tahunya selalu bertambah. Kami merasa ajang kontes seperti ini jarang di kota Tangerang, maka kami bersama teman-teman berinisiatif untuk membuat kontes ini,” ujar dia, Minggu (8/4).

Kota Tangerang sendiri, lanjut dia banyak anak-anak yang senang berkumpul dan memiliki motor yang bagus-bagus. Hanya saja tidak memiliki wadah untuk menyalurkan kreativitas mereka.

“Jadi kami membuat acara ini untuk menyalurkan mereka yang memiliki hoby modif motor. Pada ajang ini ada kontes mulai dari kelas seperti Thailook Style, Novice Pure Thailook, Airbrush Open, Pro Fashion Daily, Novice Fashion Daily, Pro Pure Thailook Style dan Pro Street Racing,” jelas dia.

Ditahun ini hampir 60 persen peserta berasal dari Tangerang Raya, peserta lainnya ada yang berasal dari Jabodetabek, Cikarang, Bekasi, Bogor dan Kota-kota besar lainnya. Keseluruhan kelas yang dipertandingkan akan memperebutkan juara 1, 2, 3 hinga 10 besar.

Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari salah satu peserta yakni Supri (30) dari Kota Bekasi. Selain menjadi wadah bagi para modifikator, kegiatan ini dianggap dia sebagai sarana silaturahmi antar komunitas.

“Sangat positif, kami datang ke acara ini untuk menunjukan hasil kreasi dan untuk menjalin tali silaturahmi diantara para modifikator se-Indonesia khususnya Tangerang. Walaupun berbeda-beda bengkel, namun tujuanya untuk kemajuan para modifikator dan biarkan motornya yang bersaing namun modifikatornya saling berangkulan,” tandasnya.

Otocontest ini ternyata juga menarik perhatian para pemuda di Tangerang Raya. Beberapa diantara pengunjung ada yang berasal dari Kabupaten hingga Bogor, Jawa Barat.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Komunitas

Jungle Ghost ke-4 Kota Tangerang Sukses Digelar

Published

on

Peringatan hari lahir ke-4 JG di Bumi Perkemahan Cipondoh. (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Clan Cetan Nagin merupakan cabang Jungle Ghost (JG) Indonesia di Kota Tangerang. Clan Cetan Nagin pada tahun ini berkesempatan menggelar peringatan hari lahir ke-4 JG di Bumi Perkemahan Cipondoh.

Perhimpunan pendaki gunung dan penempuh rimba ini mengadakan berbagai bakti sosial (baksos). Kegiatan tersebut berlangsung sejak Jumat (30/3) sampai Minggu (1/4) ini sukses terselenggara.

“Jungle Ghost memiliki empat program kerja besar dengan tujuannya mengibarkan merah putih. Kita mengakomodir temen-temen yang suka mendaki gunung,” ujar Dede Ahmad Anwarudin, Pengurus Pusat Jungle Ghost, Senin (2/4) lalu.

Dirinya mengungkapkan, salah satu program kerja besar JG yaitu sosial kemanusiaan. Para anggota JG ditekan kan untuk memunculkan sisi kemanusiaannya.

“Kita pun memiliki anak-anak yatim di Jonggol, Bogor yaitu Yayan Setia Bumi Nusantara. Setiap wilayah pun ada termasuk di Kota Tangerang,” jelas dia.

Dede sapaan akrabnya berharap di Harlah ke-4 ini JG dapat terus berkarya sesuai kemampuannya dan tetap mengibarkan bendera merah putih di wilayah apapun. Menurutnya hal itu salah satu mencintai tanah air.

“Gimana caranya yang terbaik dengan karyanya yang terbaik untuk mengibarkan merah putih. JG dibentuk untuk mengakomodir temen-temen yang lain agar bisa mencintai Indonesia dengan karya dan kemampuannya masing-masing,” kata dia.

Selama tiga hari kemarin, JG melakukan bakti sosial yakni dengan menanam pohon mangrove di pantai Tanjung Pasir, santunan anak yatim, dan berbagai baksos lainnya. JG dapat ditemui dengan mudah di media sosial, dengan anggota resmi saat ini mencapai 600 anggota diseluruh Indonesia.

Terhitung belasan cabang diseluruh Indonesia sudah terbentuk. Dede juga menyampaikan bahwa bagi masyarakat yang ingin bergabung dapat melalui medsos JG.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Trending