Connect with us

Ekonomi

Berdayakan BUMDes, BRI Gandeng Lion Parcel

Published

on

metaonline.id
istimewa

METAONLINE,- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Berkomitmen meningkatkan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) binaan di berbagai wilayah kerjanya.

Kali ini, BRI bekerja sama dengan PT Lion Express (Lion Parcel) melakukan terobosan dengan membuat konsep kemitraan, dengan cara menjadikan BUMDes Binaan BRI sebagai Agen Lion Parcel.

Kesepakatan kerja sama ini dituangkan dalam Memorandum of understanding (MoU) antara Direktur Hubungan Kelembagaan BRI Sis Apik Wijayanto dengan Direktur Utama Lion Parcel Farian Kirana, yang disaksikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Direktur Utama BRI Suprajarto dan Direktur Utama Lion Group Edward Sirait, di Gunung Kidul, Yogyakarta, pada Jumat (25/5) kemarin.

“Melalui terobosan ini, BRI mendorong 5 BUMDes binaan untuk menjadi Agen Percontohan Lion Parcel dengan memberikan sepeda motor, komputer dan printer untuk mempermudah menjalankan operasional sebagai Agen Lion Parcel,” ujar Sis Apik.

Kelima BUMDes Binaan BRI yakni BUMDes Maju Mandiri Gunung Kidul, BUMDes Wiguna Utama Pemalang, BUMDes Jaya Sejahtera Tasikmalaya, BUMDes Sukadamai Sukabumi, dan BUMDes Bangkuyung Pandeglang.

Sis Apik mengatakan, kerja sama tersebut merupakan hasil kolaborasi BRI dengan Lion Grup agar BUMDes kian berkembang. Dengan menjadi agen Lion Parcel, diharapkan BUMDes dapat turut membantu ekspedisi pengiriman sekaligus meningkatkan cakupan usaha.

Teknisnya, untuk barang kiriman ke area yang belum ada jaringan milik Lion Parcel, maka Lion Parcel akan meneruskan kiriman paket tersebut melalui BUMDes, lalu BUMDes akan menyampaikan kepada si penerima.

Begitu pula sebaliknya, barang kiriman dari pengirim akan ditampung di BUMDes, di-input ke dalam sistem, dan kemudian BUMDes akan meneruskannya ke Sub Konsol Lion Parcel.

Secara tidak langsung, skema kerja sama ini diharapkan akan meningkatkan kapasitas BUMDes yang terlibat. (Sir/bbs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Penukaran Uang Baru Tembus Rp187 Triliun

Published

on

By

metaonline.id
istimewa

METAONLINE,- Bank Indonesia (BI) membuka jasa penukaran uang baru di berbagai lokasi sejak 14 Mei 2018, sebanyak Rp187,8 triliun uang baru telah terdistribusi kepada masyarakat.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, BI sebenarnya telah menyiapkan uang baru sejumlah Rp 188,2 triliun, atau meningkat 15,3 persen dari kebutuhan tahun lalu yang sebesar Rp 163,2 triliun. Jumat (8/6) merupakan hari kerja terakhir sebelum masa libur dan cuti Lebaran.

Masyarakat biasanya menggunakan uang baru untuk dibagikan kepada sanak saudara ketika bersilaturahmi di kampung halaman.

“Kami lihat (penyaluran) menggunakan moda transportasi melalui udara, laut, dan darat agar uang sampai ke masyarakat dalam jumlah yang cukup diinginkan,” kata Rosmaya.

Adapun sarana penukaran uang baru tersebut, disediakan di kantor bank dan kas keliling di 2.076 titik di seluruh Indonesia. Sementara di Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodetabek) tersedia 160 titik.

Menurutnya, volume penukaran tertinggi terjadi di daerah Jabodetabek sebesar 42,9 persen. Kemudian, jumlah penukaran di Sumatera sebesar 19,3 persen, terutama di Sumatera Utara dan Aceh.

Untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang receh, BI bekerja sama dengan 15 bank di seluruh Indonesia. Adapun bank tersebut adalah BNI, Bank Mandiri, BRI, Permata Bank, BNI Syariah, Maybank, BRI Syariah, Bank Mega, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri Syariah, BTN, Bank BJB, Bank DKI, dan BCA. Tidak hanya itu, BI juga bekerjasama dengan lembaga non-bank seperti Pegadaian. (Sir/bbs)

Continue Reading

Ekonomi

Jelang Lebaran Jasa Tukar Duit Pinggir Jalan Sepi

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi/istimewa

METAONLINE,- Tempat penukaran uang pinggir jalan jadi primadona masyarakat jelang Lebaran. Transaksi yang mudah dan cepat, jadi salah satu kelebihannya.

Tapi pada lebaran tahun ini, warga yang ingin menukar uang terbilang sepi, bisa jadi karena ada anggapan uang dari tempat penukaran pinggir jalan palsu. Padahal, menurut penjual jasa penukaran uang yang tak jauh dari Terminal Kampung Rambutan, Sholeh, uang yang ditawarkannya asli dan berasal dari modalnya sendiri.

Sholeh mengatakan, menjelang Lebaran ini, dia mengeluarkan modal Rp60 juta untuk jasa penukaran uang. Dalam menjalankan usahanya, setiap uang Rp100 ribu yang ditukar, konsumen harus membayarnya Rp120 ribu.

Dia mengaku bahwa pekerjaannya itu berlandaskan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, dia mendapatkan lembaran pecahan rupiah dengan nominal Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, danRp 20 ribu dari tempat resmi.

“Modal Rp60 juta saya punya, ya saya pinjam di bank resmi. Masa iya bank itu uangnya abal-abal,” ucap Sholeh.

Selain masih banyak menganggap uang yang mereka jajakan palsu, sambung Sholeh, sekarang banyak bank membuka jasa tukar uang kecil secara gratis.

“Makanya, sampai kini saya baru balik modal Rp 20 Juta,” ucapnya.(Sir/bbs)

Continue Reading

Ekonomi

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp2,7 T untuk Dukung Industri 4.0

Published

on

By

metaonline.id
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (istimewa)

METAONLINE,- Dari hasil rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Selasa lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran pada 2019 sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut guna menjalankan agenda nasional sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi memasuki revolusi industri keempat.

“Program yang akan kami laksanakan, antara lain pengembangan lima sektor industri prioritas yang ditetapkan Making Indonesia 4.0, peningkatan kompetensi SDM industri melalui pendidikan vokasi, serta kegiatan Santripreneur dan penumbuhan wirausaha idustri baru,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin.

DPR dapat memahami usulan tambahan anggaran Kemenperin, total anggaran tahun depan menjadi Rp5,3 triliun karena sebelumnya pagu indikatif 2019 sebesar Rp2,73 triliun.

Menperin menjelaskan, Making Indonesia 4.0 menjadi arah yang jelas guna mewujudkan aspirasi nasional, yaitu menjadikan Indonesia masuk 10 besar negara ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Maka itu diperlukan partisipasi aktif dan sinergi dari seluruh stakeholder agar kita bisa menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar, dan bangsa pemimpin,” tegasnya.

Lima sektor manufaktur yang bakal diprioritaskan pengembangannya pada tahap awal agar menjadi percontohan dalam implementasi revolusi industri generasi keempat di Tanah Air, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta kimia. (Sir/bbs)

Continue Reading

Trending