Connect with us

Kota Tangsel

Benyamin Harapkan Peran Aktif Wanita di Masyarakat

Published

on

TANGSEL, MO – Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mewakili Tangsel dalam penilaian di Peningkatan Peranan Wanita Munuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Banten.

Penilaian tersebut dilakukan oleh tim pokja P2WKSS Provinsi Banten, Selasa (8/10) bertempat di Kelurahan Ciputat dan wilayah binaan RW 03 Ciputat.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan dan tim pokja P2WKSS tingkat Provinsi Banten. P2WKSS ini merupakan salah satu upaya Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peran wanita dalam rumah tangga.

Kegiatan pemberdayaan perempuan ini dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan peran perempuan yang ada di Tangsel, terutama dibidang pendidikan, kesehatn, politik dan lainnya. Kota Tangsel hampir 50 persen penduduknya adalah perempuan, ini menjadi aset besar jika perempuan dapat berdaya saing dan berperan secara optimal. “Sasarannya adalah para penggiat rumah tangga, diharapkan melalui program ini bisa membantu perekonomian keluarga dan lebih mandiri,” ujarnya.

P2WKSS merupakan program terpadu pemerintah untuk meningkatkan perekonomian, peran perempuan dalam pembangunan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan tujuan menjadikan keluarga sejahtera dengan perempuan yang menjadi motor penggeraknya.

Tangsel telah menetapkan wilayah binaan sejak tahun 2018 yakni di Kelurahan Ciputat RW 03, dimana dengan dilakukan pembinaan, peningkatan berbagai sektor diwilayah tersebut dapat terealisasi dan bisa meningkatkan perekonomian wilayah.

Wakil Ketyua TP PKK Provinsi Banten, Nurul Aini Yitno, menjelaskan, dalam penilaian P2WKSS tingkat Provinsi ini, dirinya melibatkan 15 tim juri dari 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat. “Penilaian yang dilakukan yakni peningkatan peranan wanita, untuk pembangunan sumber daya manusia khususnya wanita, khususnya OPD yang sudah memprogramkan kegiatan tersebut dalam pembinaan 100 KK binaan dapat meningkatkan SDM, Lansia, anak usia dini dan lainnya ,”ungkapnya.

Wanita yang dibina dalam program ini diharapkan bisa menjadi agen perubahan dilingkungan mereka. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin tiap dua tahun saja, namun dari kegiatan ini dapat merubah perspektif perekonomian mereka,”singkatnya.(BR)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tangsel

Bukittinggi Studi Tiru ke Pemkot Tangsel

Published

on

TANGSEL, MO – Pemerintah Kota Tangerang Selatan dikenal sebagai salah satu daerah yang mampu melakukan penanganan terhadap aliran kepercayaan masyarakatnya. Hal tersebut membuat Kota Bukittinggi melakukan studi tiru ke kota ini.

Kajari Kota Tangsel, Bima Suprayoga menjelaskan jika Tangsel memang beberapaklai menghadapi masalah mengenai aliran kepercayaan masyarakat. Namun, karena perkembangan media sangat pesat, pemberitaan tersebut menjadi viral dan terkenal.

“Jadi kasus kecil menjadi besar. Padahal, tidak terlalu sering terjadi di Kota Tangsel,” ujar Bima dalam kunjungan kerja Kota Bukittinggi di Puspemkot.

Menurutnya masyarakat di Kota Tangsel sudab lebih terbuka dengan zaman. Pun lebih menerima denga peraturan yang harus dibatasi dengan beberapa hal. Sehingga aliran kepercayaan perlu diawasi agar tidak menjadi disalahgunakan oleh masyarakat.

Sama halnya Bukittinggi, melalui Kajari Bukittinggi Fery Tass menjelaskan bahwa di Bukittinggi pun permasalahan mengenai penanganan organisasi aliran kepercayaan jarang ditemui. Namun tetap harus disediakan sebuah regulasi yang mampu mengatur keberadaannya.

“Dengan kunjungan ini kami berharap ada manfaat yang bisa kami ambil dan bisa kami terapkan di Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie juga menerangkan bahwa adanya permasalahan mengenai Organisasi aliran masyarakat pernah terjadi di tengah kalangan masyarakat. Pada tahun 2011 dimana masyarakat heboh dengan keberadaan sekelompok masyarakat yang memulai pengajian di tengah malam.

“Tapi itu, nggak sampai besar sekali. Di lingkungan RT sudah langsung diselesaikan. Kemudian tidak ada lagi kasus serupa,” ujar dia.

Namun, Benyamin meyakini bahwa ada kemungkinan saat ini, Alirang Kepercayaan masih berlaku di Tangsel. Sehingga berbagai regulasi diciptakan untum menangani keresahan yang mungkin nanti dirasakan oleh masyarakat.

“Jadi, kedatangan Kota Bukittinggi ini bisa jadi manfaat juga bagi kami, untuk menemukan regulasi yang bisa menjadi dasar penyelesaian kasusu Penanganan Aliran Kepercayaan di Kota Tangsel,” ujar Benyamin.(BR)

Continue Reading

Kota Tangsel

Tangsel Optimalkan Penarikan Pajak Non PBB dan PBHTB

Published

on

TANGSEL, MO – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menjadikan pajak sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu pihaknya berupaya mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak tersebut.

Kepala Bapenda Kota Tangsel Mochamad Taher menjelaskan, saat ini Bapenda sedang terus mengoptimalkan sumber daya manusia yang akan mendukung pengelolaan pajak di Kota Tangsel.

Saat ini, pajak di Kota Tangsel merupakan salah satu faktor pembangunan daerah. Di Tangsel sendiri, menurut Taher yang merangkum data pencatatan pajak bahwa masih ada wajib pajak yang enggan untuk memenuhi kewajibannya.

“Permasalahan ini tentu harus dicarikan solusinya bersama. Karena kami selalu melakukan upaya yang persuasif terlebih dahulu. Terutama dalam melakukan pendekatan wajib pajak agar dapat menjalankan kewajibannya membayar pajak,” kata Taher dalam sosialisasi Pajak non PBB dan PBHTB di Serpong, Kamis (17/10).

Sementara Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan bahwa setiap tahunnya pemkoy menerima laporan mengenai piutang pajak yang sejak tahun 2017 mengalami penurunan. Hal tersebut memperlihatkan eksistensi Bapenda yang sudah melakukan penarikan pajak yang cukup baik.

“Sejak tahun 2017 tercatat piutang pajak mencapai Rp. 7 miliar. Kemudian dintahun 2018 berkurang menjadi Rp. 5,5 miliar. Sementara tahun ini, sudah tercatat berkurang menjadi Rp. 4 miliar,” kata Benyamin.

Namun, dengan berkurangnya piutan tersebut tidak segera membuat Bapenda puas. Sampai dengan seluruh wajib pajak meengetahui apa saja, kewajibannya sebagai pemilik usaha di Kota Tangsel. Melalui upaya-upaya seperti sosialisasi dan program lainnya yang mendukung dan mensuport kesadaran wajib pajak.

Adapun proses penagihan yang ditetapkan, Benyamin menjelaskan Bapenda telah melakukan langkah persuasif dengan mengedepankan komunikasi dengan wajib pajak. Mencarikan solusi atas permasalahan yang timbul dalam pengelolaan pajak.

“Namun demikian, kami tetap harus berpegangan kepada aturan yang telah dibuat agar wajib pajak dapat menjalankan peraturan yang sudah ditetapkan,” kata lelaki yang akrab disapa Bang Ben itu.

Dia berharap, dengan sosialisasi yang secara masif dilakukan, mampu memecahkan masalah dalam proses penarikan pajak. Kemudian, bisa terus menekan angka piutang secara signifikan. Sampai, seluruh wajib pajak bisa memenuhi kewajibannya sebagai Warga Negara Indonesia.

Sementara, Kabid pajak daerah II Bapenda Tangsel, Rahayu Sayekti menjelaskan bahwa sosiali tersebut mampu meberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai penyetoran pajak yang sudah bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan bincang dengan wajib pajak. Kemudian melakukan sosialisasi di beberapa pusat keramaian. ”Ya bincang pajak ini diisi dengan berbagai macam informasi mengenai penyetoran pajak di Kota Tangsel,” kata perempuan yang kerap dipanggil dengan Ayu tersebut.

Untuk sementara, Bapenda Tansgel sudah mewujdukan taget poencapaian pajak non PBB dan PBHTB sebesar Rp. 497,86 miliar. Atua sebesar 80,5 persen dari target Rp. 617,7 miliar. ”Saat ini kami terus melakukan sosialisasi untuk terus mengingatkan wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya,” pungkasnya.(BR)

Continue Reading

Kota Tangsel

Festival Pembelajaran Berbasis Projek Latih Siswa Lebih Kreatif

Published

on

TANGSEL, MO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel semakin fokus mewujudkan Gerakan Sekolah Bersih dan Menyenangkan. Dimana siswa memiliki kemampuan kreativitas dan motorik dengan benar dan maksimal.

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono menjelaskan, festival ini memamerkan produk yang dibuat oleh siswa SMPN 20 Kota Tangsel. Dimana siswa sebelumnya melakukan pendauran ulang terhadap sampah yang tidak bisa diperbaharui untuk dijadikan produk yang lebih bermanfaat.

“Pada festival ini kami berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Industri kemudian pihak swasta yang memiliki perhatian yang sama pelayanan proses pendidikan di Kota Tangsel,” ujar Taryono dalam festival di SMPN 20, Kamis (17/10).

Project ini, kata Taryono dibagi menjadi beberapa bidang. Misalnya, kelistrikkan, budaya dan masih banyak lainnya yang dia yakini ada yang belum tergali. Sehingga nanti ada ilmu terapan baru yang bisa dimanfaatkan oleh siswa tersebut.

Sementara, untuk memfasilitasi siswa Dindikbud berencana berkerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Dinas UMKM untuk memasarkan produk yang dibuat oleh siswa.

“Ada rencana untuk berkerjasaama. Itu juga untuk memotivasi siswa untuk lebih meningkatkan krativitasnya,” ujar Taryono.

Selain itu, Kepala SMPN 20 Kota Tangsel Ayi Rahmad Ramdan menjelaskan bahwa persiapan festival ini mencapai satu bulan. Mulao dari persiapan pembuatan produk dari sampah daur ulang.

“Sementara teknisnya baru dibuat satu minggu yang lalu. Selama persiapan, ini saya terus mensupport siswa. Apalagi dengan tujuannya untuk meningkatkan kreativitas untuk siswa,” kata dia.

Selain pihak sekolah, Ayi juga menyampaikan bahwa orang tua juga berperan untuk memberikan support kepada siswa. Sehingga, diharapkan dengan adanya festival serta kontribusi seluruh pihak sekolah bisa meningkatkan kemampuan kreativitas siswa SMPN 20 Tangsel dan memotivasi sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. (bono)

Continue Reading

Trending