Connect with us

Pandeglang

Begini Kata Bupati Pandeglang Soal Isu Selingkuh Dengan Mentri Pertanian

Published

on

Foto keluarga besar Irna Narulita Dimyati saat menjalankan ibadah umrah. (Ist)

PANDEGLANG,MO – Kemajuan teknologi terkadang tidak digunakan dengan bijak, namun malah disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya menyebarkan issue Hoax.

Issue Hoax yang saat ini berdar adalah tudingan yang tidak benar terhadap Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Berikut tanggapan Bupati Pandeglang akan issue hoax yang beredar di media sosial.

“Assalamu’alaikum Wr. Wb, Alhamdulillah kita masih di beri kesempatan berjumpa dengan bulan suci ramadhan 1439. H, & sebentar lagi kita akan memasuki hari raya idul fitri. Mari sama2 kita jaga kesuciannya supaya kita semua bisa mendapatkan predikat taqwa.

Berita – berita yang beredar di sosial media baik Twitter, FB yg sedang ramai sekarang ini, semuanya adalah fitnah keji belaka yang ditujukan kepada ibu selaku Bupati Pandeglang.

Masyarakat supaya tenang dan tidak cepat percaya dgn berita hoax seperti ini. Ibu yakin dan percaya kepada masyarakat Pandeglang yang sudah cerdas dalam menggunakan sosial media, tidak langsung percaya dengan berita yang tidak jelas sumbernya.

Doakan ibu, ini adalah cobaan di bulan suci Ramadhan, kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk dapat segera menangkap pelaku penyebar hoax dan fitnah ini.

Dari Kota madinah, ibu Sekeluarga jg terus mendoakan semoga Allah memberkahi dan meridhoi kita semua dalam mewujudkan pembangunan yg lebih baik lagi bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang.

Wassalam. Irna Narulita Dimyati (Bupati Pandeglang).

ADI DARMA

Pandeglang

Safari Ramadan ke Pandeglang, Andika Bagikan Bantuan Tunai 682 Pesantren

Published

on

Wagub Andika Hazrumy saat safari ramadan di Pandeglang, Kamis (31/5). (ADI/METAONLINE)

PANDEGLANG, MO – Sebanyak 682 pondok pesantren di Kabupaten Pandeglang mendapatkan bantuan tunai masing-masing senilai Rp20 juta rupiah dari Pemprov Banten pada tahun 2018 ini.

Bantuan tersebut secara simbolis dibagikan langsung oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam acara Safari Ramadhan Pemprov Banten ke Kabupaten Pandeglang di Pondok Pesantren Al Mizan Putri di Desa Cikole, Kecamatan Maja, Kamis (31/5).

Dalam sambutannya, Andika mewanti-wanti agar bantuan tersebut tidak dipotong agar nilainya sampai kepada pesantren penerima sesuai dengan yang telah dianggarkan Pemprov Banten.

“Kalau ada yang memotong, laporkan langsung ke saya,” kata Andika di hadapan jamaah para pemimpin pesanten se-Kabupaten Pandeglang yang memadati Mesjid Pesantren Al Mizan pada waktu menjelang berbuka puasa tersebut.

Andika juga berjanji akan meningkatkan nilai bantuan pada tahun berikutnya, mengingat nilai bantuan saat ini disadari Andika masih sangat jauh dari ideal. Menurut Andika, Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan dirinya sebagai wakil gubernur, telah berkomitmen untuk memajukan pesantren.

“Pak Gubernur dan saya sangat menyadari jika pesantren adalah pondasi dari pembangunan yang kita lakukan, pondasinya adalah manusianya yang disiapkan dan digodok oleh pesantren,” kata Andika.

Lebih jauh, Andika meminta dukungan kalangan pesantren khususnya dan warga Pandeglang umumnya untuk mendukung upaya pembangunan yang tengah dilakukan Pemprov Banten saat ini.

Andika menyebut saat ini Pemprov Banten tengah fokus melakukan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan untuk mengatasi kesenjangan ekonomi yang selama ini terjadi anatar wilayah selatan dan utara Banten.

Berikutnya, kata Andika, dia dan Gubernur Banten juga tengah fokus melakukan pembangunan berupa memperbaiki dan meningkatkan pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

“Di bidang pendidikan, sesuai dengan kewenangan kami, saat ini kami tengah mengupayakan agar sekolah gratis di tingkat SMA/SMK. Di bidang kesehatan, kami terus berupaya agar warga miskin Banten yang jumlahnya sekitar 2 juta orang dan tidak ter-cover BPJS itu agar bisa berobat gratis,” paparnya.

Untuk diketahui, total sebanyak 3.264 pondok pesantren di Banten mendapatkan bantuan tunai masing-masing Rp20 juta dari APBD Banten 2018. Bantuan tersebut dimaksudkan agar pembangunan di Provinsi Banten dapat dilakukan secara menyeluruh atau tidak hanya pembangunan fisik semata. Membantu pesantren dilakukan dengan tujuan agar upaya pesantren dalam mencetak manusia-manusia unggul sebagai pelaku pembangunan dapat menjadi lebih ringan atau terbantu.

Bantuan tunai kepada pesantren ini dikoordinir oleh Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten dalam setiap kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Banten tahun ini. Sebelum ke Kabupaten Pandeglang, tim Safari Ramadhan Pemprov Banten tahun ini sudah melakukan kunjungan ke Kabupaten Serang, Kota Tangerang dan Kota Cilegon.

ADI DARMA

Continue Reading

Pandeglang

Sengketa Tanah Warisan, Warga Pandeglang Mengadu ke Jokowi

Published

on

DPN REPDEM konferensi pers di Jagakarsa, Jaksel, Rabu (28/2). (ADI/METAONLINE)

PANDEGLANG,MO – Sejumlah ahli waris mengadu ke Presiden Joko Widodo untuk mengadukan nasib hak mereka atas tanah yang dikuasai tiga perusahaan besar, antara lain Lippo Group, PT Wira dan PT Matahari.

Tanah dengan luasan ribuan hektare yang diakui sebagai milik seseorang bernama Dulgani itu telah dibangun menjadi hotel, restoran, resort maupun kondomium.

Keluh kesah ini disampaikan langsung melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dan pemerintah berjanji untuk memediasi kasus tersebut. Dari Istana Kepresidenan, mereka juga mendatangi Dewan Pengurus Nasional Relawan Perjungan Demokrasi (DPN Repdem), yang juga organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kedatangan warga ini disambut langsung oleh Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Warga DPN Repdem, Fajri Syafei. Di hadapan mereka, Fajri yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini berjanji akan memberikan advokasi kepada warga.

“Sudah lama berjuang, sudah puluhan tahun, melakukan perebutan kembali haknya. Itu yang dilakukan. Tapi semua masih kosong, belum ada hasil apapun, berjuang tiada henti,” kata Fajri dalam konferensi pers yang berlangsung di DPN Repdem, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (28/2).

Sementara itu, Mad Saeni (63) Warga Cilegon, Banten, mengungkapkan tanah yang kini dikusai tiga perusahaan besar itu dimiliki oleh seorang bernama Sarman yang kemudian diwariskan kepada Dulgani. Dulgani ini memiliki tujuh orang anak, yang mantinya tanah tersebut akan dibagikan ketika meninggal dunia.

Namun karena luas tanah tersebut mencapai ratusan hektare, maka penggarapannya dibagikan oleh beberapa orang. Orang yang diduga mengalihkan hak atas tanah itu sendiri dengan membuat sertifikat dengan data abal-abal itu dilakukan oleh salah seorang kepecayaan Dulgani.

Tanah itupun akhirnya dijual dengan harga Rp 40 dengan nama yang bukan merupakan ahli waris. Bahkan, orang yang menjualnya mencatut nama Dulgani sebagai ayahnya, yang kemudian setelah ditelusuri ternyata tidak berhubungan sama sekali.

“Kalau denger tanah agraria sebelum dimodalin, baru yang ada surat, keluarkan girik ada 438 ha yang ada surat asli, selainnya kata agraria masih banyak, dulunya Sarmin kuasai lahan. Madrais bukan anak Dulgani, Madrais anak Haji Nur. Nah ketika orangnya sudah pada meninggal, namanya jadi Madrais bin Dulgani,” ungkap Saeni.

Dengan kedatangannya ke DPN Repdem ini, Saeni hanya berharap tanah yang telah beralih kepemilikan itu bisa dibayarkan sesuai hak ahli waris. Mereka tidak lagi ingin mengambil kembali haknya karena sudah lelah berjuang namun tak pernah ditanggapi oleh pemerintahan sebelumnya.

“Sekarang saya minta bantuan, saya rakyat kecil agar tanahnya dibayarkan oleh oknum-oknum pengusaha. Supaya dibayar lah,” pungkasnya.

ADI DARMA

Continue Reading

Pandeglang

Bakti Sosial Ringankan Beban Korban Banjir di Sukaresmi Pandeglang

Published

on

Pemkab Pandeglang gelar kegiatan baksos di Desa Terusan yang terkena banjir, Senin (19/2) kemarin. (ISTIMEWA)

PANDEGLANG,MO – Guna meringankan beban masyarakat yang terkena dampak banjir di Desa Terusan Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Bhakti Sosial di wilayah tersebut, Senin (19/02). Lokasi yang dipilih tepatnya di Paud Al-Wasilah dan SDN Sidamukti.

Dalam kegiatan ini, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) serta Duta Generasi Remaja (Genre) Provinsi Banten juga dilibatkan. Mereka mendapat tugas untuk memberikan hiburan serta trauma healing kepada Anak anak.

Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian terhadap para perempuan dan anak-anak di wilayah yang terkena dampak banjir beberapa waktu lalu.

Bantuan yang diberikan berupa pakaian, selimut, makanan, air minum, dan snack. Bukan hanya memberi bantuan materil, tetapi juga dukungan moril seperti yang dilakukan Ketua GOW Kabupaten Pandeglang Hj Titin Enjang Sadina yang memberikan bimbingan pengetahuan tentang cara melindungi dan menjaga kesehatan anak pada saat terjadi banjir.

Di tempat yang sama Camat Sukaresmi Atma Djaya berharap bantuan yang di berikan DP2KBP3A dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. “Alhamdulilah hadirnya DP2KBP3A di Kecamatan Sukaresmi mudah mudahan dapat memberikan dampak yang positif untuk masyarakat terutama anak anak yang sangat membutuhkan hiburan dan motivasi,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara ini Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Aslah Suhartono, para kepala bidang DP2KBP3A, para tokoh agama dan masyarakat, serta Kepala Desa Terusan. (Ton)

Continue Reading

Trending