Connect with us

Ekonomi

Bayar Utang Negara, RI Tak Mau Tiru Malaysia

Published

on

metaonline.id
Wapres Jusuf Kalla. (istimewa)

METAONLINE,- Besarnya minat warga Malaysia untuk menyisihkan sebagian uang mereka untuk membantu mengurangi utang negara difasilitasi Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Mahathir membentuk badan khusus untuk menampung semua dana publik untuk membantu membayar pinjaman negeri jiran itu.

Pemerintah Indonesia tidak akan latah mengadopsi gaya Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memotong 10 persen gaji para menteri untuk membayar utang.

Utang kita dengan Malaysia beda-beda dikit. Kita mencapai Rp 4.000 triliun, sedangkan Malaysia Rp 3.500 triliun. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengemukakan alasan kenapa kita tak bisa meniru gaya Mahathir itu.

Kata JK, besaran gaji menteri di Indonesia dan Malaysia berbeda. Di sana, gajinya lebih besar. “Gaji menteri di Malaysia itu 3 kali lipat dibanding gaji menteri kita,” kata JK di Kantor Wapres, kemarin.

JK mengatakan, meski gaji menteri di Malaysia dipotong 10 persen, jumlahnya masih jauh lebih besar dibanding gaji menteri di Indonesia. Hitungannya, gaji menteri di sini sekitar Rp 5 juta, ditambah tunjangan sekitar Rp 13 juta menjadi Rp 18 juta. Di luar anggaran operasional menteri sebesar Rp 120-150 juta per bulan. Jika asumsinya tiga kali lipat, maka gaji menteri di Malaysia tentu lebih besar.

Dia bercerita, cara patungan menebus utang lebih dahulu terjadi di Indonesia. Tepatnya ketika terjadi krisis moneter pada 1998. “Dulu pernah kita pakai pada saat krisis, ada yang menyerahkan uangnya. Tapi saya kira ini tugas negara lah menyelesaikan,” kata dia. (Sir/bbs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pekan Ini Garuda Layani PEnerbangan Solo-Madinah

Published

on

Garuda Indonesia. (dok)
TANGERANG, MO – Maskapai nasional Garuda Indonesia mengumumkan rencana pengoperasian rute penerbangan Solo-Madinah pp via Aceh yang  akan mulai beroperasi pada 9 Januari 2019 mendatang. Penerbangan tersebut akan dilayani menggunakan armada Airbus A330 berkapasitas 362 Penumpang (all economy class) sebanyak 1 (satu) kali setiap minggunya yakni pada hari Rabu.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah mengungkapkan, “Dibukanya rute penerbangan ini sejalan dengan peningkatkan demand pasar umrah dari Solo dan sekitarnya. Dioperasikannya rute Solo-Madinah ini kami harapkan dapat mengoptimalkan potensi pasar umrah tersebut.”

Pikri memaparkan, nantinya penerbangan Garuda rute Solo-Madinah akan transit di Aceh guna mengakomodasi kebutuhan jemaah yang akan berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh yang kemudian akan langsung melanjutkan penerbangan ke Madinah, Arab Saudi.

Pikri menambahkan penerbangan Solo-Madinah ini nantinya kami harapkan dapat memberikan kemudahan bagi para jamaah umrah yang berasal dari Jawa Tengah dan sekitarnya tanpa harus melakukan transit penerbangan di Jakarta maupun Surabaya.

“Dengan jumlah jemaah umrah dari Solo dan sekitarnya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kami optimistis dibukanya layanan penerbangan ini akan semakin memperkuat potensi pasar umrah dari wilayah Solo dan sekitarnya,” Jelas Pikri

Tercatat pada tahun 2018 lalu jumlah anggota jemaah umrah dari Solo sekitar 25.000 orang. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan musim umrah tahun sebelumnya sekitar 19.000 orang

Rute penerbangan Solo-Madinah akan diberangkatkan menggunakan penerbangan GA968 dari Bandara Adisumarmo pada Pukul 16.45 waktu setempat dan akan tiba di Madinah keesokan harinya pada Pukul 02.05 waktu setempat.

Sedangkan penerbangan dari Madinah menuju Solo akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA 969 yang berangkat dari Madinah Pukul 04.05 waktu setempat dan tiba di Solo pada Pukul 20.30 waktu setempat.

Dengan dibukanya layanan penerbangan Solo-Madinah tersebut, saat ini Garuda Indonesia telah melayani penerbangan tujuan Madinah dari lima kota besar di Indonesia, antara lain dari Jakarta, Makassar, Medan dan Surabaya. (fi)

Continue Reading

Ekonomi

Dorong Pemuda Wirausaha, Wasiat Jakarta Gelar Pelatihan

Published

on

Yayasan Wasiat Tabah Jakarta bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menggelar Pelatihan Wirausaha Muda To Be Miliarder di Hotel Cosmo Amaroossa, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (24/12/2018).

JAKARTA, MO – Jangan menunggu tua untuk menjadi miliarder. Ungkapan tersebut dikatakan Kepala Bidang Organisasi Kepemudaan Kemenpora RI, Abdullah Masud di hadapan puluhan pemuda peserta Pelatihan Wirausaha Muda To Be Miliarder di Hotel Cosmo Amaroossa, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (24/12/2018).

Keterampilan wirausaha, dikatakan Masud mesti dimulai sejak muda. Alasannya, sebut Masud, generasi muda memiliki semangat dan kemauan yang tinggi.

“Generasi muda dengan semangat dan kemauannya yang tinggi diyakini dapat hidup mandiri, bahkan mampu membantu negara dalam menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Masud.

Pelatihan yang digagas Yayasan Wasiat Tabah Jakarta itu menyasar anak-anak muda yang akan maupun yang sudah memulai atau merintis bisnis. Ketua Umum IKBAL TABAH, Moh. Nur Huda mengatakan, pihaknya ingin kegiatan ini melahirkan wirausahawan muda yang mampu menciptakan dan mengembangkan peluang usaha.

“Diharapkan anak-anak muda dapat menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dengan semangat berkarya dan berinovasi,” tutur Huda yang juga menjabat Pembina Wasiat Jakarta saat membuka acara tersebut.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wasiat Tabah Jakarta, Ahmad Nidhomuddin mengungkapkan, pelatihan selama tiga hari (23-25 Desember) tersebut menghadirkan banyak narasumber handal di bidang kewirausahaan. Mereka, sebutnya, adalah pelaku usaha yang dinilai sukses berwirausaha.

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain, mentor dan motivator muda, Abay; pengusaha muda pendiri Soto Cak Bukhin yang juga pengurus DPP JAPNAS (Jaringan Pengusaha Nasional), Masbukhin Pradana; pakar internet marketing Dimas Gema Prayoga, serta perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tangerang Selatan.

“Tak hanya narasumber yang berkompeten saja, tapi kita juga memberikan informasi akses pendanaan bagi wirausahawan yang ada di instansi pemerintahan maupun swasta,” tukas Nidhom.

Untuk diketahui, Yayasan Wasiat Tabah Jakarta adalah lembaga nirlaba di bidang kajian dan pengembangan kepemudaan. Kegiatan yang dilakukan seperti diskusi rutin, penelitian, pelatihan kepemimpinan pemuda, pengembangan kewirausahaan, serta kegiatan keagamaan. (fi)

 

Continue Reading

Ekonomi

Standarisasi Baru Sistem Antrean Bus Diterapkan AP 2

Published

on

Pengunjung tengah menunggu bus di Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Rabu (19/12/2018).

TANGERANG,  MO – PT Angkasa Pura II (Perseroan) mulai melakukan standarisasi sistem antrean bus dengan pilot project di shelter Bus Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sejak Kamis (20/12/2018).

Sistem tersebut dimaksudkan agar penumpang semakin dimudahkan, serta tertib dan dapat memperoleh informasi secara valid terkait dengan rute, waktu dan tarif.

Pada sistem antrean yang baru ini terdapat vending machinePublic Information Display System (PIDS) serta pintu otomatis (autogate) untuk masuk ke dalam area pemberangkatan.  Sehingga kenyamanan dan kepastian waktu boarding lebih terjamin.

Ada pun alurnya, penumpang wajib memesan rute atau bertransaksi dengan menggunakan vending machine.

Setelah penumpang mendapat kode QR, selanjutnya membayar tiket sesuai tarif yang terdapat pada kode QR.

Kemudian untuk masuk ke dalam area pemberangkatan bus, penumpang dapat melakukan pindai kode QR sebelum naik bus melalui autogate.  Pemasangan autogate dimaksudkan agar lajur pada shelter bus dalam kondisi steril.

PIDS layaknya FIDS diklaim mampu menginformasikan dengan jelas rute, nama armada bus, serta kepastian waktu tiba dan berangkat.

“Komitmen kami bertujuan agar pelanggan semakin tertib, mudah dan nyaman dalam memperoleh tiket. Dan, yang terpenting muncul kepastian waktu yang akan membuat penumpang tidak khawatir,” terang Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (19/12/2018).

Selain itu, kata Febri, dengan sistem ini manajemen PT Angkasa Pura II dapat langsung berkoordinasi dengan pihak penyedia bus jika kondisi pergerakan penumpang mengalami lonjakan.

“Sehingga tingkat demand akan kebutuhan bus dapat diketahui sesuai dengan kondisi saat itu,” tuturnya.

Untuk diketahui pengembangan sistem antrean ini juga dimaksudkan agar bus yang berada di bandara dapat terlebih dahulu berada di pengendapan. Dengan sistem ini shelter bus dapat membaca koordinat bus saat di pengendapan dan memberikan informasi yang valid pada PIDS.

“Meski begitu sistem ini akan terus dikembangkan. Karena nantinya akan diterapkan di Terminal 1 dan Terminal 3,” terang Febri. (fi)

Continue Reading

Trending