Connect with us

Kota Tangerang

Bandel, Perusahaan di Tangerang Tak Daftarkan Karyawan ke BPJS

Published

on

Sosialisasi BPJS kepada para pelaku usaha. (uad)

TANGERANG,MO – Wakil Walikota Sachrudin mengimbau para pengusaha untuk mendaftarkan karyawannya ke BPJS. Pasalnya, masih terdapat perusahaan yang tidak daftarkan karyawannya dan menunggak iuran BPJS.

“Saya harapkan perusahaan yang ada di Kota Tangerang ikuti aturan main dalam mensejahterakan karyawannya melalui BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan,” tutur Sachrudin.

Sebagaimana diketahui, dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2011 tentang badan penyelenggara jaminan sosial, dimana BPJS ketenagakerjaan melindungi pekerja dengan 4 program yaitu, Jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM) dan jaminan pensiun (JP).

Sementara itu, Mokh. Rakhmansyah, Kepala Disnaker Kota Tangerang menjelaskan tujuan dari sosialisasi ini adalah agar para pengusaha mau mendaftarkan para pekerja ke dalam BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Kami mengundang kepala kantor BPJS wilayah Cikokol, Cimone dan Batuceper untuk mensosialisasikan berbagai manfaat jika bergabung kedalam BPJS. Sekaligus meminta data perusahaan mana saja yang masih tidak mengikuti aturan main yang berlaku,” katanya.

Dia menegaskan, jika masih ada perusahaan yang membandel akan dilanjutkan data tersebut pada dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi provinsi Banten khususnya bidang pengawasan untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut keterangan dari kepala kantor BPJS wilayah Batuceper Ferry Yuniawan, berbagai kasus yang ditemukan masih terbilang cukup banyak terutama di lini usaha kecil dan menengah.

“Ada yang punya karyawan 50 orang, ternyata yang didaftarkan hanya 25 orang. Ada juga yang masih menunggak,” ucqpnya menjelaskan beberapa kasus.

“Negara hadir melalui program BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan yang berfungsi sebagai jaring pengaman sosial,” tandasnya. (uad)

Kota Tangerang

Arief: Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Harus Tepat Sasaran

Published

on

Walikota Tangerang Arief Wismansyah saat sambutan. (Uad)

TANGERANG,MO – Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah membuka acara – Untuk mewujudkan visi Kota Tangerang Workshop Pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Tangerang Tahun 2019, yang bertempat di Aula Al-Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (13/3).

Dalam sambutannya, ia berharap Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mampu membawa kehidupan masyarakat lebih baik dan sejahtera. “Kita harapkan program ini benar-benar sampai ke masyarakat. Untuk itu perlu adanya akuntabilitas dan transparansi,” ujar Arief.

Berdasarkan data Kemensos RI terdapat 49.328 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau senilai 65 milyar rupiah lebih yang akan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Tangerang. Arief pun menginstruksikan Dinsos Kota Tangerang untuk mendata kembali KPM yang benar-benar berhak menerima BPNT.

“Nanti akan kita data ulang sambil berjalan benar gak datanya. Supaya masyarakat bisa sama-sama mengevaluasi bahwa bantuan ini berhak untuk mereka yang membutuhkan,” tegas Arief didepan 325 peserta workshop.

“Jangan sampai yang harusnya menerima malah gak dapat, dan yang tidak berhak malah dapat,” imbuhnya lagi.

Arief pun mendorong kerjasama dari Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan aparatur wilayah agar masyarakat mendapatkan haknya.

“Jangan ada yang motong-motong. Ini buat masyarakat, sehingga terbangun keadilan sosial,” tukasnya. (uad)

Continue Reading

Kota Tangerang

Jumlah PMKS di Kota Tangerang Alami Penurunan

Published

on

Walikota Tangerang Arief Wismansyah menyampaikan laporan kinerja 2015-2018, Rabu (13/3). (ist)

TANGERANG,MO – Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjadi persoalan disetiap daerah, termasuk Kota Tangerang. Namun hal tersebut dapat teratasi dengan berbagai program yang digencarkan Pemkot Tangerang.

Walikota Tangerang, Arief Wismansyah menyampaikan, menurut data dilapangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mengalami penurunan sebanyak 2,93 persen.

“Artinya apa yang kita lakukan selama lima tahun mulai dari pelayanan jaminan lanjut usia, pelayanan kesejahteraan lewat WKSBM ditingkat RT, RW, hingga Kelurahan berhasil,” papar Arief saat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun 2018 dan Penjelasan Walikota Tangerang Mengenai Empat Raperda Kota Tangerang, Rabu (13/3).

Selain itu, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan Program Bedah Rumah berhasil dibangun 6.248 unit rumah tidak layak huni dan jamban sehat sebanyak 4.033 unit.

“Pencapaian ini pada akhirnya merujuk pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, artinya seluruh program yang kita berikan tertuju untuk kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang,” terang dia.

Arief juga mengungkap, dari segi birokrasi Pemkot berhasil meraih WTP dan AKIP. Kemudian lewat Program Tangerang Cerdas indeks pendidikan mencapai 72,87 poin. Kesehatan mencapai 79,12 poin dan untuk pelayanan publik sudah ada 123 layanan perijinan online.

Dari segi infrastruktur, Pemkot Tangerang telah melakukan pengendalian banjir dengan membangun pusat-pusat pengendalian banjir sehingga 31 titik banjir telah teratasi.

“Pengerukan lumpur, pembuatan sumur resapan air, sampai pembuatan biopori juga dilakukan intinya semua ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat,” pungkas Arief. (uad)

Continue Reading

Kota Tangerang

IMM FH UMT Tangerang Siap Jalankan Misi Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

Published

on

Foto bersama pengurus IMM FH UMT Tangerang. (ist)

TANGERANG,MO – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Hukum UMT Tangerang gelar Musyawarah IV. Musyawarah ini sebagai ajang membangun kesolidan, mengukuhkan ikatan dan menjadikan IMM siap memenangkan pertempuran dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

Ketum PK IMM FH UMT, Jaja Jamaludin mengungkapkan, musyawarah komisariat adalah musyawarah tertinggi di komisariat atau sekala fakultas.

“Dalam musyawarah ini perlu dikedepankan gagasan. Bahagia ada ditengah-tengah ikatan ini selama satu periode. Semoga kita selalu dapat meningkatkan ghiroh untuk terus menjadi lebih baik, terus berjuang, melakukan pembaruan, pergerakan, perkaderan, dakwah amar ma’ruf nahi mungkar,” ucapnya.

Abdul Khadir, selaku Kaprodi FH UMT sangat bangga dan berharap kepada IMM PK FH untuk mengisi ruang organisasi fakultas, karena IMM dan BEM yang ada didalam kampus PTM sendiri. Sangat luar biasa musyawarah komisariat dihadiri oleh DPP IMM.

Sementara Ketum IMM Cabang Kota Tangerang Ahmad Rozi menjelaskan dari tema ini kita melihat banyak yang terpecah belah karena kurangnya pesatuan, kesolidan, merasa paling benar. Jika kita tidak solid di internal sendiri maka harapan akan menjadi angan.

“Siap Tempur jika kita tidak paham maka akan multitafsir. Kita jangan mencerminkan hal yang bukan mencerminkan ikatan mahasiswa muhammadiyah, contohnya berpacaran. Kita harus anggun dalam moral, kita harus unggul dalam intelektual. Agar kita tidak canggung dengan dunia luar jika kita memiliki wawasan. Jangan merasa besar sendiri dalam internal,” papar Rozi.

Dia berharap semoga momentum musyawarah komisariat ini dapat dijalankan dengan sehat, dengan akal sehat hingga lahirnya kepemimpinan ke depan yang sehat juga.

Sedangkan Camat Tangerang, Agus Hendra Fitayat mengatakan, sebagai kota yang maju Kota Tangerang sedang fokus menata dan memajukan Kota Tangerang, yang lebih fokus pada lingkungan yang berbasis dari masyarat sendiri, dengan program kampung kita, program yang disesuaikan dengan kulturnya masing-masing, karakteristik, misalnya akan ada kampung pintar, kampung PHBS, kampung berkelir sehingga lingkungannya akan lebih baik, ada nilai tambah atau nilai jual.

“Mahasiswa perlu banyak berlatih, perlu ada laboratorium untuk belajar, mencari ilmu, sehingga bermanfaat untuk internal ataupun eksternal. Kedepan harapannya dapat berkolaborasi dengan masyarakat, khususnya kecamatan tangerang,” terang Agus.

“Mungkin nanti kita dapat membuat kampung sadar hukum untuk membangun kesadaran masayarakat, maka dari itu saya merasa perlu hadir kesini. Mahasiswa perlu kritis, tetapi tetap beretika sehingga menunjukkan kualitas seseorang, kualitas sesorang yang berpendidikan,” tukasnya. (uad)

Continue Reading

Trending